
Pagi ini seluruh dunia digemparkan dengan berita perusahaan Eyn yang tiba-tiba saja hancur,serta kebusukan dari perusahaan Eyn terungkap,polisi telah menangkap CEO yang memimpin perusahaan Eyn.
Walau pun perusahaan Eyn melakukan kejahatan besar,polisi masih tetap menyelidiki akibat meledaknya gedung perusahaan Eyn,terlebih polisi mendapatkn mayat yang telah terbakar,tapi polisi tidak mendapat bukti apapun.
Ketika polisi sedang mencari pelakunya,
sang pelaku utama justru sedang enak-enaknya menyantap sarapannya.
"Kamu udah selesai makannya?"tanya Jerry.
"Iya kak"
"Yaudah ayo berangkat,paman Len dari tadi nungguin"ucap Jerry.
"Kakak duluin aja dulu,aku mau ngambil sesuatu"ucap Janie,Jerry mengangguk dan berjalan keluar lebih dulu.
Ketika memastikan Jerry benar-benar keluar,Janie menatap Lay yang sedari tadi ingin mengatakan sesuatu.
"Apa kamu yang melakukannya?"tanya Lay.
"Tentu saja paman,aku hanya ingin membuat sebuah pertunjukkan,bukankah itu menarik?"ucapan Janie lebih terdengar sebuah pernyataan dibandingkan pertanyaan.
Lay mengusap lembut kepala Janie.
"Paman tidak salah memilihmu"ucap Lay dengan senyum lebarnya.
"Kalau gitu,Janie berangkat dulu paman"ucap Janie lalu melangkah keluar.
-
-
-
-
Janie telah sampai di LV International High School.
"Paman akan menjemput nanti"ucap Len.Janie mengangguk dan melangkah memasuki gedung sekolahnya,dan menuju lantai paling atas.
Sepanjang koridor dirinya selalu ditatap iri,dan kagum,tapi Janie hanya mengacuhkannya,tatapan matanya begitu tajam dan dingin membuat siapa saja yang mendekatinya merasa bergidik.
Mereka bingung dengan perubahan sikap Janie,yang mereka tahu Janie itu adalah anak yang ceria dan ramah,tapi sosok yang mereka lihat sekarang adalah gadis yang dingin dan memiliki tatapan mata tajam dan penuh niat membunuh.
Janie sampai dikelasnya,hal pertama yang menyambut Janie adalah suara cempreng sahabatnya.
"GOOD MORNING,JANIE SAYANG"teriakan Ria begitu cempreng membuat teman sekelas mereka menjadi kesal.
"Woy,bisa nggak sih pagi pagi gini lu jangan teriak"ucap Ren salah satu teman sekelas mereka.
"Suka-suka gue lah,ngapa lu yang sewot,mulut-mulut gue,suara-suara gue,kenapa lu iri,iri bilang bos"ucap Ria sinis.
"Idih najis bat gue ngiri ama suara cempreng lu,mana suaranya melebihi bel sekolah lagi"ucap Ren tak kalah sinis.
"Nyadar diri bos,suara lu lebih kagak bagus dari pada gue,mau ngatain tuh ngaca dulu"ucap Ria yang sudah benar benar kesal.
"Lo berdua bisa diem nggak sih"ucap Janie dingin,membuat Ren dan Ria terdiam,tak hanya mereka berdua tapi seisi kelas juga,mereka bingung dengan perubahan sikap Janie.
"Jan,lu nggak apa-apa kan,lu nggak kebentur di dinding kan?"tanya Ria.
"Nggak"singkat dan dingin.
"Wah kek nya si Janie beneran kebentur deh,ini bukan sikap dia"ucap Ren dibenarkan Ria.
"Diam,atau kepala kalian gue ilangin"ucap Janie dengan tatapan tajam.
"An**r,ngeri bat sih Janie,gue jadi terkejut"bisik Ren kepada Ria.
"Takut ogeb takut"ucap Ria
"Terserah gue,mulut mulut gue"ucap Ren.
Ketika Ria akan membalas telah lebih dulu terhenti akibat guru telah datang.
-
-
-
-
"Janie"panggil Jerry.
"Hn!"sahut Janie yang tengah sibuk dengan gadget nya.
Jerry mendudukan diri nya di samping Janie.
"Janie kamu ikut kakak pulang yah"ucap Jerry berusaha membujuk Janie,Janie hanya diam tanpa ada tanda-tanda akan menjawab.
"Please Janie,kamu tahu Mommy jatuh sakit karena mikirin kamu,Mommy nangis seharian gara gara kamu nggak pulang"ucap Jerry membuat Janie refleks berbalik menatap Jerry.
"Oke,Janie bakal pulang tapi Janie hanya datang untuk ngelihat keadaan Mommy"ucap Janie,membuat Jerry senang yah walaupun hanya sebentar,pikir Jerry.
At Mansion Janie.
Janie dan Jerry memasuki mansion,tatapan Janie begitu dingin.Mereka berdua menuju kearah kamar Tn. dan Ny.Asgr.
"Dad"panggil Jerry,Tn.Asgr berbalik dan terkejut menatap putrinya yang telah kembali.
"Janie kamu udah pulang"ucap Tn.Asgr dengan senangnya.
"Janie hanya mau lihat keadaan Mommy,setelah itu Janie akan kembali ke mansion paman Lay"ucap Janie dingin,membuat tatapan Tn.Asgr menjadi sendu.
Janie melangkah mendekati tempat tidur yang dimana ada Mommy nya yang terbaring lemah.
Janie memegang kening Mommy nya dan diam-diam menyembuhkan menggunakan kekuatan Healler nya,tanpa mereka ketahui.
"Maafin Janie,mom"Batin Janie dan menatap sendu Mommy nya.
"Janie udah selesai"ucap Janie dan hendak melangkah pergi tapi ditahan oleh tangan Mommy nya.
"Janie,ini kamu sayang,kamu pulang"ucap Mommy nya dan menatap Janie dengan tatapan bahagia.
"Nggak,Janie akan kembali ke paman Lay"ucap Janie,dan dengan pelan melepas tangan Ny.Asgr.
"Janie,mommy minta maaf Janie,mommy mohon jangan tinggalin mommy"ucap Ny.Asgr,sebening air mata menetes dari matanya.Janie dengan lembut mengusap air mata mommy nya.Ny.Asgr menggenggam tangan putrinya dengan lembut,dan menarik kedalam pelukannya,Janie hanya diam tanpa membalas pelukan mommy nya.
"Janie,maafin mommy,mommy tahu mommy salah nggak pernah perhatian sama kamu,nggak pernah memberikan kasih sayang yang benar kepada kamu,tapi kamu harus tahu mommy dan daddy sangat menyayangi kamu dan kakakmu,kami memang salah selalu memperhatikan pekerjaan kami,kami melakukan ini demi kalian,kami nggak mau hidup kalian menderita seperti mommy dan daddy dulu,kami ingin kalian bahagia,maafin mommy Janie"Ucap Ny.Asgr di sertai isakannya.
Janie melepaskan pelukannya.
"Mom,Janie nggak maksa kalian buat mencukupi kehidupan Janie,Janie hanya mau kalian berada di samping Janie sudah membuat Janie bahagia,Janie nggak butuh harta Mom,dengan kita hidup sederhana itu lebih dari cukup yang terpenting Janie memiliki keluarga bahagia,Janie pengen seperti teman-teman Janie"ucap Janie,perlahan-lahan isakan juga keluar dari bibirnya.
"Maafin,mommy Janie,mommy tahu mommy,salah mommy mohon berikan kesempatan kedua untuk mommy dan daddy memperbaiki semuanya,kami nggak mau kehilangan kamu"isakan Ny.Asgr semakin menjadi.
"Maafin mommy,Janie,maafin mommy"kata maaf selalu keluar dari mulut Ny.Asgr.
"Daddy juga minta maaf sayang,Daddy tahu daddy salah,daddy nggak pernah bisa bermain bersama kamu,daddy salah udah nampar kamu,kamu boleh nampar daddy,tapi daddy mohon jangan tinggalkan kami"ucap Tn.Asgr dirinya ikut menangis.mereka sadar mereka salah,dan mereka akan memperbaiki semuanya,mereka tidak sangguo jika harus melihat putri mereka pergi jauh dari mereka.
Isakan Janie semakin kuat,mendengar kata-kata kedua orang tuanya.Janie yang saat ini bukanlah Janie yang dingin dan kejam,tapi Janie yang tengah menangis saat ini hanya lah seorang anak kecil yang mendambakan kasih sayang dan keluarga yang harmonis,yang tengah meluapkan segala kesedihannya di depan orang tuanya.
Ny.Asgr merentangkan kedua tangannya.
"Kamu mau kan maafin mommy dan daddy,dan memberi kami kesempatan?"tanya Ny.Asgr dan menatap putrinya penuh harap,air matant tak berhenti mengalir.
Janie menatap Mommy nya,dan sedetik kemudian menghambur kepelukan mommy nya dan menangis sejadi-jadinya.
Senyum bahagia terpancar dari bibir Daddy,mommy,dan Jerry.Tn.Asgr dan juga Jerry ikut berpelukan.Hati Janie menjadi bahagia.
"Inikah rasanya pelukan keluarga"batin nya dengan senyum bahagia yang terpancar jelas dari wajahnya.
Mereka melepaskan pelukan mereka.
"Makasih sayang"ucap Ny.Asgr dan mengecup lama kening Janie,begitupu. yang dilakukan Tn.Asgr.
"Mulai sekarang mommy akan berhenti bekerja,mommy akan fokus untuk mengurus kalian berdua"ucap Ny.Asgr membuat Jerry dan Janie terkejut.
Jerry dan Janie tersenyum bahagia dan memeluk Ny.Asgr.
Inilah yang di nantikan Janie,keluarga yang sangat diinginkannya,keluarga yang harmonis dan penuh akan kebahagiaan.
Hari-hari mereka berubah menjadi lebih berwarna dan keluarga mereka menjadi lebih bahagia.Tapi satu hal yang tidak berubah sikap Janie kepada orang lain,dan dirinya yang tidak meninggalkan White Devil.
"Aku bertahan hanya untuk keluargaku,aku ingin menjaga mereka"batinnya.
FLASHBACK OFF
Jangan lupa Like,Coment,Fav,Rate,and Vote