Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS100



Tak terasa waktu telah berlalu,waktu perang semakin dekat,sekitar 5 hari lagi.Perkembangan para prajurit dibawah latihan Vezia sangat memuaskan,pasukan mereka bahkan sudah menjadi pasukan elit.


Dan juga pelatihan mereka tidak luput dari yang namanya hukuman sangkar emas milik Vezia.Melihat betapa berkembangnya prajurit dibawah pelatihan Vezia,banyak perjaurit kerajaan lain ingin dilatih oleh Vezia.


Malam yang begitu terang,Vezia berada dimansion markas miliknya,seperti biasa dirinya menyelinap keluar.


Diruangan Vezia ada Zio,Zen,dan Zoy.


"Bagaimana tentang penyihir hitam itu?"tanya Vezia dingin.


"Mereka semua sudah musnah,tapi tenang saja,kabarnya tidak sampai ditelinga para Benua Vroz itu"Vezia mengangguk puas mendapatkan laporan tentang itu.


"Perkembangan Organisasi kita sudah bagus para anggota sudah berada di rata rata di King Emperor tingkat 5,juga mereka semua bisa menggunakan sihir"jelas Zio.


"Bagus tapi itu masih lemah,kalian tahu dunia atas bagi mereka itu adalah tingkatan lemah"ucap Vezia,yah memang di dunia atas memiliki tingkatan bela diri yang lebih tinggi lagi,tapi bagi Vezia hal mudah untuk mencapainya.Sebenarnya Vezia sudah mencapainya tapi berhasil disembunyikan.


"Kenapa anda membawa bawa dunia atas,apa anda akan kesana?"tanya Zoy.


"Kemungkinan seperti itu,ada hal yang harus kulakukan,tapi itu masih lama"mereka mengangguk.


"Zen,Zoy,suruh anggota berkumpul aku akan mengumumkan,nama organisasi kita"Zen dan Zoy mengangguk mereka berdua keluar meninggalkan Zio dan Vezia.


"Zi,lo yakin bakal kedunia atas?"Beginilah mereka berdua jika hal itu bukan hal penting mereka akan berbicara nonformal,memakai bahasa asli mereka.


"Kagak tahu,tapi kayaknya sih iya,suatu saat lo bakal tahu,karena lo bakalan ikut andil dalam urusan gue"Vezia menyandarkan kepalanya di belakang sofa,menutup kedua matanya.


"Lo kenapa sih?akhir akhir banyak pikiran mulu,cerita ke gue,kali aja gue bisa bantu"Ucap Zio seraya beranjak duduk mendekati Vezia,membawa kepala Vezia kebahu nya membiarkannya sahabat nya itu menyandar.Zio dan Vezia memang layaknya sahabat dan adik kakak,akan selalu seperti ini,Zio sangat peka jika Vezia ada masalah.


"Gue rindu kak Jerry"ucapan Lirih Vezia masih didengar Zio,Zio dengan lembut mengelus kepala Vezia.


"Zi,lo harus belajar lupain semuanya,gue nggak suruh lo lupain kak Jerry,tapi gue mau lo bisa terima dengan ikhlas ini jalannya takdir Zi kita hanya bisa mengikuti arusnya.Dan Zi,lu harus mikirin keluarga lu yang sekarang,lu harus bisa Zi,jangan buat mereka khawatir,pasti mereka bakalan nggak suka lihat kesedihan lo ini"Zio tak henti mengelus kepala Vezia.


"Gue ngerti Zio,gue sayang sama keluarga gue sekarang,tapi disisi lain gue masih belum bisa terima segalanya Zio"


Zio menghela napas,dirinya memegang pundak Vezia agar duduk tegap,kedua tangan Zio beralih menangkup kedua pipi Vezia.


Memandang sayang kearah Vezia layaknya memandang seorang adik.


Vezia memeluk Zio,Zio balas memeluk Vezia mengelus kepala Vezia sayang.


"Makasih Zio,lo emang sahabat terbaik gue,dan terimah kasih juga udah mau bantu gue buat jagaian keluarga gue sekarang"Vezia melepas pelukannya dan tersenyum tulus.


"Tentu.Karena lo udah seperti adek gue,jadi gue harus jaga apa yang lo jaga"Vezia sekali lagi tersenyum.


"Wah wah,Zi lu makin cakep kalau senyum gitu,kesambet apaan lu senyum mulu ama gue"Pandangan Vezia kembali datar.


Tangan Vezia terulur memukul kepala Zio.


"Bisa kagak sih kagak usah becanda disaat kek gini"Zio menunjukkan cengirannya sembari mengelus kepala nya yang baru saja di pukul.


"Yah elah Zi Zi,hidup itu harus diajak becanda biar dikit jangan datar mulu,pantesan aja lu masih jomblo ampe sekarang"


Pandangan Vezia makin datar membuat Zio tidak merasa bersalah.


"Gue kagak jomblo,lagian banyak yang nembak gue,cuma gue tolak.Lu dong yang ampe sekarang kagak ada yang naksir sama sekali"Sumpah kesalahan Zio menarik Vezia mengatakan hal pedas,kenapa dia bisa lupa Vezia kalau bicara itu mulutnya minta ampun.


"Lebih lebih lagi lo udah hidup ribuan tahun,tapi nggak ada tuh yang nempel ama lu.Muka lu sih pas pasan"


Jleb..


Kali ini kata kata Vezia paling jleb,emang benar,dia hidup ribuan tahun belum ada cewek satupun yang jadi kekasihnya.


"Buset Zi,lama lama gue mati cuma gara gara mulut pedas lo"ucap Zio meringis.


"Mati mati aja kali"Zio meratapi nasibnya kenapa bisa bertahan sama Vezia yang bermulut pedas dan kulkas berjalan seprti dia.


"Gue balik dulu,sebelum Bokap nyari terus ngamuk"Tanpa kata lagi Vezia menghilang,meninggalkan Zio yang mengelus dada sabar.


"Untung sahabat"batin Zio.


Mohon dukungannya😊