
"Dek,apa nggak bisa kamu tetap diistana dan nggak ikut dalam perang?"tanya Lenzi,matanya menatap Vezia penuh pengharapan.
"Nggak bisa kak,aku harus ikut,tapi aku janji nggak bakal jauh jauh dari kakak dan ayah,please kak,ini demi kepentingan kita semua!"ucap Vezia menatap mata kakaknya.
"Zizi,bisa nggak sih sekali aja kamu mikirin diri kamu sendiri,kamu mikirin kakak,kakek,paman bibi,dan ayah yang khawatir sama kamu.Selama ini sudah cukup kami membiarkan kamu ikut dalam hal seperti ini,tapi ini perang Zi,kami nggak mau kamu kenapa kenapa Zizi!"ucap Varrel matanya menatap Vezia dengan penuh harap.
Vezia tetap diam tak menjawab ucapan kakaknya,matanya beralih pandang kearah jendela,melihat pemandangan hutan.
Lenzi dan Varrel menghela napas kasar,begitupun Zero dan Jeno.Lenzi beralih duduk disamping Vezia dan membawa Vezia kepangkuannya.
"Berjanjilah kamu akan baik baik saja,dan jangan pergi jauh jauh dari kami!"ucap Lenzi.Vezia mengangguk,dan menyandarkan kepalanya di dada bidang kakaknya.
****
Jauh dari Ketiga benua tepatnya di dunia atas,di istana para malaikat,di kursi kebesaran nya terlihat Raja malaikat,yang masih muda nan tampan,di depannya beberapa guardian angel berbaris rapi,serta disamping kanannya ada seorang yang memiliki aura agung yang tak kalah darinya.
"Raja Iblis telah bangkit 4 tahun yang lalu,untuk sekarang kita bisa tenang karena Raja Iblis belum menemukan sang penguasa langit dan bumi!"ucap Raja malaikat dengan suara berwibawa miliknya.
"Tapi kita juga belum menemukan siapa penguasa langit dan bumi itu Raja Malaikat!"ucapa salah satu guardian.
"Aku percaya dia kuat,suatu saat waktunya tiba dia akan datang kemari!"ucap Raja malaikat.
"Pertemuan sampai disini kalian bisa kembali!"ucap nya lagi,mereka patuh lalu keluar dari ruang singgasana milik Raja malaikat.
Raja malaikat tampan itu adalah Astervio Tran,Raja malaikat yang langsung ditunjuk oleh para Dewa,sampai saat ini dia belum memiliki seorang pasangan disebabkan ramalan yang mengatakan dia akan berpasangan dengan penguasa langit dan bumi,tapi itu hanya ramalan bukan?.
Entah kenapa Raja Malaikat memiliki firasat buruk tentang,belum mereka temukan penguasa langit dan bumi yang terpilih.Secepat mungkin dia harus menemukan gadis itu,dan mengikatnya dan tinggal menunggu hari dimana dia akan melenyapkan Raja Iblis,sehingga hidup para manusia yang ada serta ras lainnya dapat damai.
****
Diruangan gelap tak ada pencahayaan sedikitpun tapi tak menghalangi puluhan orang orang? yang sedang memberi hormat kepada orang yang mereka anggap pemimpin.
Dikursi besar nan megah itu,duduk seorang pemuda berparas tampan tapi memiliki aura jahat dan kental.
"Bagaimana apa kalian sudah menemukan,semut kecil yang akan melenyapkan ku itu?"suaranya begitu dingin,tapi tak di pungkiri walau suaranya terdengar dingin tapi juga terkesan sexy.Rambut hitam legam serta netra hitam pekat miliknya menatap seluruh bawahannya yang gemetar karena aura miliknya.
"Belum My Lord!"jawab mereka serentak.
Sontak saja aura milik orang yang mereka panggil My Lord itu bertambah mengerikan.
Tangannya terangkat kedepan dan membuat 5 orang dari barisan itu terangkat keatas menatap mereka dengan mata membunuh,jeritan jeritan 5 orang itu mengundang ketakutan bagi puluhan orang yang melihat,tapi sang pelaku penyiksaan hanya menunjukkan wajah dingin,seolah dia sangat tidak peduli dengan semua itu.
Pemuda itu langsung mengepalkan tangannya,hingga membuat ke5 orang yang melayang itu menjadi abu,angin dingin yang menerpa membuat abu abu itu beterbangan.
"Cari sampai dapat!"ucapnya dingin tanpa menatap para bawahannya.
"Yes My Lord!"ucap mereka serempak,lalu menghilang dari hadapan pemuda tampan yang menyandang gelar RAJA IBLIS itu.
"Salam My Lord!"ucap tangan kanan Raja Iblis itu.Raja Iblis hanya meliriknya.
"Sudah saatnya anda kembali!"ucap tangan kanannya,Raja Iblis itu hanya mengangguk lalu menghilang menyisakkan ruangan yang kelam dan gelap.
****
Vezia berbaring di dalam kamarnya menatap langit langit kamarnya yang berlapisi emas serta ada beberapa berlian terpasang di atasnya.
"Draxy,Goldy,keluarlah!"ucap Vezia.Tak lama terlihatlah Draxy dan Goldy.
"Ada apa Master?"tanya Goldy.
"Apa kalian tahu bagaimana agar aku bisa dapat menemukan Raja Iblis?"tanya Vezia,tanpa memandang mereka,dirinya masih memandang kearah langit langit kamarnya.
"Kami juga tidak tahu Master,tapi cepat atau lambat anda akan mengetahuinya,kami hanya dapat memberi tahu anda jika,Raja Iblis memiliki tanda bergambar Dua pedang yang saling menyilang berwarna Hitam dan Putih dibagian punggungnya,itu adalah tanda yang diberikan Para Dewa padanya sebelum dia berakhir tidur ratusan tahun lamanya,itu sebagai tanda agar anda dapat menemukan Raja Iblis,di dunia ini tidak ada yang memiliki tanda seperti itu selain dia,karena itu tanda khusus!"ucap Draxy.
Vezia langsung duduk dan menatap serius Draxy dan Goldy.
"Tapi bagaimana bisa aku melihatnya jika ada di punggungnya,apa aku harus membuka baju nya?"tanya Vezia dengan wajah polosnya,membuat Draxy dan Goldy menepuk jidat mereka.
Draxy dan Goldy dalam wujud manusia mereka menunjukkan wajah cengo,melihat raut wajah polos master mereka.
"Entah!"ucap Draxy dan Goldy.Vezia mendengus kesal.
"Kenapa tidak menempelkan tandanya di tangan saja sih,bikin susah aja!"gerutu Vezia membuat Draxy dan Goldy terkekeh geli.
Draxy dan Goldy dengan cepat berubah menjadi wujud asli mereka ketika merasakan kehadiran orang lain yang akan datang.
Ternyata dia adalah Zio,Zio memberi hormat sebentar dan duduk di sofa yang tidak jauh dari Vezia,Vezia berjalan menuju sofa dan duduk di depan Zio.Dengan gaya anggun nya,serta mata dinginnya menatap Zio.
"Ada apa?"tanya Vezia.
"Ini laporan bisnis,sejauh ini baru bisnis pil dan ramuan,hasil penjualan dari pil yang anda berikan kepada kami terjual dengan harga tinggi,sebab di benua Jeiron lebih tepatnya diketiga Benua ini tidak memiliki Seorang Alchemist tingkat akhir seperti anda,sehingga mereka berbondong membeli pil pil tingkat tinggi itu.Toko toko kita dibeberapa wilayah kerajaan besar sudah tersebar!"jelas Zio.Vezia mengangguk membaca hasil laporan keuangan,keuntungannya sangat besar membuat Vezia puas.
"Nanti ketika aku sudah berada diistana,aku akan menambah bisnis kita,separuh akan ditangani organisasi.Dan setengah dari keuntungan masukkan untuk organisasi kita,berikan kepada Shouto,untuk sementara pengelola keuangan Organisasi dia!"ucap Vezia dengan nada seperti biasa dingin.
"Vezia!"panggil Zio,Vezia yang mendengar nama nya dipanggil yakin bahwa tidak ada laporan lagi,karena Zio akan berbicara formal jika menyangkut bisnis.
"Hn!"gumam Vezia,dirinya asik memainkan Goldy di pelukannya,Draxy hanya duduk diatas kepala Vezia dengan tenang,karena dia berubah ukuran menjadi sekecil kelinci.
"Lo masih ingatkan ama Senna?"tanya Zio.
Deg..
Degupan jantung Vezia terasa cepat,dirinya lantas langsung melirik Zio,dan mengangguk.
"Gue ngerasain aura dia,tapi dibagian Benua Vroz,kebetulan beberapa hari yang lalu gue harus kebenua Vroz nanganin toko kita!"ucap Zio.Degupan Vezia semakin kencang,sungguh mendengar nama lelaki itu membuat Vezia seakan ingin melenyapkan lelaki itu.
"Gue mau ngasih tahu sesuatu sama lo,sebenarnya udah lama mau ngasih tahu tapi gue takut!"ucap Zio menatap Vezia serius.
Melihat Vezia yang hanya diam Zio melanjutkan ucapannya.
"Lo masih ingat ama si Ran,cowok yang nembak lo dulu pas masih jadi Janie?"tanya Zio.Vezia mengangguk mengiyakan.
"Iya tapi gue nggak terima nggak minat!"ucap Vezia datar.
"Lo tahu setelah satu hari dia nembak lu itu,dia ditemukan meninggal tapi herannya nggak ada luka atau apapun,mayatnya cuma dingin ama seperti kehabisan darah,dan gue curiga itu ulah Vampire!"ucap Zio.Vezia mengangkat alisnya sebelum matanya terbelalak kaget.Tak diragukan otak mu sangat cerdas Vezia.
"Yup.Benar banget,gue sempat nggak sengaja lihat Senna yang buat dia kek gitu,ama satu temannya lagi,untungnya saat itu gue bisa nyembunyiin aura gue.Dan lo tahu alasan dia lakuin itu karena lo,dia nggak suka dan akan membunuh siapa saja yang berusaha ngedeketin lo!"ucap Zio,sontak saja Vezia terkejut bukan main.
"Dan gue punya firasat kagak enak,saat gue tahu dia juga ada di dimensi ini,kayaknya emang dia asal nya disini entah apa alasannya dulu hingga dia di dunia masa depan!"ucap Zio,Zio menyandarkan Punggungnya.
Vezia terdiam,inikah alasannya dia merasa tidak tenang ketika membahas benua Vroz.
"Zio bisa lu bantu gue,gimanapun caranya buat dia menjauh dari gue,gue nggak mau sampai dia tahu soal Randy atau keluarga gue.Gue juga punya firasat buruk,tentang dia!"ucap Vezia pandangan matanya berubah menjadi sangat serius.
"Lo tenang aja,kekuatan gue lebih tinggi di banding dia,dia nggak akan berani nyentuh lo"ucap Zio,Vezia mengangguk,setidaknya sedikit bisa bernapas lega.
Zio beranjak mendekati Vezia,memeluk Vezia yang terlihat melamun.
"Zi,gue mohon tenangin diri lo,gue tahu lo benci ama dia!"ucap Zio.
"Sampai kapanpun gue nggak akan maafin dia,gue bersyukur gue punya kekuatan,sehingga Kak Jerry bisa selamat dari Makhluk seperti Senna!"ucap Vezia wajah penuh akan aura kebencian.
"Zi,gue sempet ketemu ama temen Senna,dia ngasih tahu gue buat jaga lu,dulunya Senna berencana nyulik lu.Dan kenapa dia ngelukain Jerry itu karena dia nggak mau ada yang nahan lu,dia mau lu jadi milik dia!"uca Zio,Zio menatap Vezia yang juga menatap dirinya.
"Tapi lo tenang aja,gue bakal lidungin keluarga lu yang sekarang!"ucap Zio,Vezia tersenyum dan membalas memeluk Zio.
"Thanks,Zio lu sahabat terbaik gue!"ucap Vezia.Zio tersenyum dibalik punggung Vezia,Zio sangat menyayangi Vezia a.k.a Janie,karena dia sudah menganggap Vezia sebagai Adiknya.Karena jika tidak ada Vezia mungkin Zio yang dulunya tengah sekarat akan mati,karena kehabisan darah terlebih semenjak dia melarikan diri kedimensi lain dia tidak pernah menyentuh darah atau meminumnya,untungnya Vezia yang saat itu menjadi Janie ada dengan kekuatannya,dia yang membantu Zio.
"Tentu Zi,lu juga sahabat gue,gue bakal lindungin lo apapun yang terjadi!"ucap Zio.
"Zi,ada makanan nggak?"tanya Zio,sontak saja Vezia melepas pelukannya menatap Zio datar.Sedangkaan Zio menunjukkan cengirannya.
"Lo yah lagi suasana kek gini makanan aja dipikir,gentong emang lu,emang cemilan di mansion organisasi udah abis apa!"ucap Vezia,Zio tersenyum tanpa rasa bersalah.
"Ah elah Zi,kayak nggak tahu gue lu!"ucap Zio dengan senyum malu malu.
"Naj*s sumpah,hilangin muka lo kek gitu atau gue lempar lu!"ucap Vezia,Zio bukan berhenti malah makin tambah membuat Vezia harus bersabar.
"Udah sana,balik aja dimansion,entar gue kirimin lewat teleport!"ucap Vezia,Zio tersenyum lebar.
"Thank you,My Queen!"ucap Zio lalu menghilang menyisakkan Vezia yang geleng geleng kepala dengan kelakukan absurd sahabatnya itu.
Holla guys,jangan lupa dukungannya yah😉