
Vezia mendengus dengan kesal begitu membaca surat balasan,tapi setidaknya keluarga Overnya itu mengizinkannya.Vezia bersyukur setidaknya Ayahnya mengerti mengapa dia harus pergi selama itu.
Vezia memutuskan mengisitirahatkan dirinya,karena besok pagi sekali dia harus berangkat ke Academy.Kebetulan penerimaan murid baru bertepatan dengan masuknya,itu berarti dia harus mempersiapkan dirinya untuk memperkenalkan diri,yang sejujurnya Vezia merasa sangat malas.
Vezia juga baru tahu ternyata Noah baru akan memasuki pendidikan dasar di Academy Wizd,anak-anak berbakat yang sudah memasuki usia 7 tahun akan mulai disekolahkan.Seperti Noah yang sudah mulai masuk,besok adalah penerimaan besar murid baru di Academy.Mengejutkan juga mereka mau menerima murid baru saat dua minggu lagi akan diadakan ujian tes memasuki Academy Saintess.
"Bodo amat,gak gue pikiran.Bukan urusan gue juga"gumam Vezia,menarik selimutnta dan menutup matanya untuk tidur.
Draxy dan Goldy keluar dari ruang dimensi dan menggelengkan kepala melihat kebiasaan Vezia yang tidur selalu lupa mematikan lampu.Kedua pemuda itu memilih tinggal di dalam dimensi karena dengan begitu mereka bisa memantau semuanya.
...****************...
*Cahaya remang-remang ruangan membuat siapapun tidak bisa memastikan apa yang berada didalam ruangan yang berbau anyir darah itu.
Suara pedang yang digesekan di dinding membuat siapapun akan merinding begitu mendengarnya.Pecahan kaca jendela berserakan di sekitar sekujur tubuh seseorang yang tengah sekarat.
Mata Vezia terbelalak tak percaya menatap tubuh seseorang yang tergelatak tak berdaya didepannya,tangannya mencoba menyentuh pipi tapi malah menembus.Vezia menatap tangannya,lalu beralih menatap kearah bayi perempuan berambut emas dengan netra Dark Blue.
"Itu aku!"gumam Vezia,ketika sedang sibuk mengamati bayi itu.Seorang pria mendekati jasad wanita dan bayi perempuan itu yang tengah menangis.
Vezia mendongak dan memicing dengan tajam kearah seorang pria bernetra biru Keperakan,"Suatu saat nanti aku akan kembali!"Vezia bingung dengan ucapan pria yang membunuh Ibunya itu.
Tubuh Vezia menegang kala melihat pedang tajam milik pria itu dengan tak punya hati menghunus tepat kejantung Ibunya*.
"TIDAK!!!"
Zero dan Jeno menatap cemas dan khawatir kearah Vezia yang bangun tiba-tiba dengan sekujur tubuhnya dipenuhi keringat dingin,"Tenang Zizi,bernafas perlahan!"Vezia menarik napasnya dan menerima air yang disodorkan Jeno dengan tangan gemetar.
"Kenapa mimpi itu lagi!"Vezia tak habis pikir mengapa dia memimpikan mimpi buruk itu lagi,mimpi malam dimana dia lahir dan peristiwa terbunuhnya ibunya.
Vezia muak dan lelah melihat adegan itu berkali-kali,itu membuatnya merasakan perasaan bersalah.Entah kenapa Vezia menyalahkan dirinya sendiri atas kematian ibunya.Tatapan pria pembunuh itu berbeda sangat jauh ketika dia menatap ibunya dan ketika menatap bayi dalam hal ini adalah dirinya sendiri,Vezia tidak tahu apa arti tatapan itu,tetapi setiap kali mengingat netra biru keperakan itu membuatnya selalu ragu ingin membalas dendam namun juga disaat yang bersamaan membuatnya ingin mencincang habis tubuh si pembunuh.
"Zizi kamu tidak apa-apa kan?"Zero mengelus lembut punggung Vezia mencoba menenangkan Vezia dan membimbing Vezia untuk mengatur ritme pernapasannya agar kembali normal.
Vezia menelan ludah dengan tajam,dia tidak tahu betapa suaranya terdengar serak."Ya kak,Zizi baik-baik saja"Zero dan Jeno justru terlihat tidak puas dan merasa Vezia mencoba menyembunyikan sesuatu dari mereka.
"Ayo Zizi ceritakan,mungkin saja kakak bisa membantumu"Vezia meneguk ludahnya sekali lagi,membasahi bibirnya yang kering sebelum dengan ragu-ragu menatap Zero dan Jeno.
"Aku memimpikannya lagi,aku memimpikan hari dimana Bunda mati dibunuh,tapi kali ini aku melihat jelas wajah pembunuhnya tidak samar seperti mimpi-mimpiku yang dulu"Zero dan Jeno saling pandang,tangan keduanya menggenggam masing-masing tangan Vezia.
"Dengar Zizi,apapun yang terjadi kami akan melindungimu.Kita pasti akan mendapatkan pembunuhnya,dan membalaskan dendam Ratu Diana padanya"Vezia mengangguk dengan sedikit keraguan,balas dendam?mampukah dia melakukannya,kenapa?kenapa selalu begini.Setiap kali dia terbangun dari mimpi itu dia selalu memiliki keraguan didasar hatinya.
"Sebaiknya kamu bersiap Zizi,1 jam lagi kita harus pergi ke Academy"Vezia mengangguk,rambut emasnya dirubah menjadi putih perak dan mata Dark Bluenya berubah menjadi Hijau Zambrud.Itu adalah mode samarannya selama berada di Benua ini sebagai Shera Flevinzi,Ratu dari Kerajaan DIV.
Guyuran air yang mengenai tubuhnya,sabun beraroma strawberry memenuhi kamar mandi bahkan mungkin tercium sampai keluar ruangan.Rambut putih perak itu dipenuhi busa shampo.
Pantas saja banyak yang mengira jika Vezia seperti laki-laki,jika dia menggunakan baju pangeran orang akan mengira dia laki-laki karena bentuk dadanya yang tidak memiliki ukuran seperti seorang gadis remaja sesungguhnya,ukurannya bahkan lebih kecil tapi setidaknya jika menggunakan gaun itu terlihat lumayan dimata Vezia tapi tidak dimata para gadis dan lelaki hidung belang.
Belum lagi tingginya yang sepantaran dengan seorang laki-laki,dan mungkin jika Vezia dengan secara terang-terangan mengenakan tank top yang hanya sebatas atas pusar,orang orang akan semakin mengira dia adalah laki-laku begitu melihat dia memiliki ABS yang seharusnya dimiliki para laki-laki.
Berkat latihan kerasnya sejak usia dini,Vezia membentuk otot tubuhnya yang seharusnya bukan untuk seorang Putri seperti dirinya.Tapi toh apa pedulinya dengan kata orang,ini hidupnya dan juga dia hidup didunia kekuatan dan kekuasaan adalah penentu,kau lemah maka bersiaplah menerima siksaan dari orang orang yang lebih tinggi.
Begitu keluar dari kamar mandi dan beralih ke WIC miliknya sudah sebuah pakaian tergantung di bagian dekat cermin besar miliknya,Vezia tersenyum.Zero dan Jeno tahu jika Vezia tidak nyaman menggunakan gaun kecuali di hari hari tertentu sehingga mereka memilih pakaian yang terlihat lebih pas untuknya.
Pakaiannya terlihat seperti pakaian Pangeran,tetapi dengan sedikit sihir Vezia mengubahnya lebih terlihat cocok untuknya sebagai seorang gadis.Sebuah kemeja berwarna putih yang terlihat kaku sebagai **********,dengan apa yang seperti sebuah jas dengan pola segitiga bagian belakang sebagai penambah.Dibagian dada kirinya terdapat sebuah pin rantai dengan pola rumit.
Celana hitam yang sedikit ketat sebagai pasangan,tidak banyak hiasan dibagian jasnya hanya sebuah pin dengan sebuah pola pola rumit dibagian sisi kiri bawah.Vezia memilih memasangkannya dengan sepatu boot berhak sedikit,sepatu miliknya yang berada diruang dimensi.(Nah ini yang Author bingung,Author kagak tahu nama pakaian Pangeran,pokoknya kalian udah tahukan gimana bentuk bentuk atau gimana pakaian Pangeran,bayangin aja Vezia makenya itu.Author sih ngiranya itu semacam kemeja panjang yang kaku)
Rambut putih peraknya sengaja di kepang satu,dan terjatuh disebelah kanan bahunya.Tidak lupa Vezia senantiasa membawa topengnya.
Vezia keluar dari WIC begitu mendengat ketukan tak sabaran dari pintu kamarnya,Vezia tahu itu pasti Zio,satu-satunya penghuni Mansion yang memiliki tingkat kewarasan agak sedikit,selera humornya pun anjlok tidak heran bila Zio selalu mampu membuat suasana Mansion ramai.Kadang Vezia tidak habis pikir,dulu Ratu Vampire melihat apa dari Zio sehingga mengangkatnya sebagai tangan kanannya.
Jika mereka masih hidup di bumi,Vezia yakin Zio bisa mengikuti audisi stand up comedy,mungkin juga orang-orang akan melempari Zio.Sejujurnya Vezia sendiri bingung mengapa dia mau memiliki sahabat kurang berakhlak seperti Zio.
"Yoo,Zi udah belum?"Nahkan,bahasa gaulnya kumat lagi.Gini nih,Vezia sudah meminta Zio menghentikan penggunaan kata Lo-Gue bahkan kalau mereka lagi berdua,tapi kadang-kadang otak encer Zio melencang dan menggunakan kata-kata itu.
"Berisik,gue udah selesai"Nah loh,jadinya Vezia ikutan kan.
"Ohhh Ogheyy!"Sarap nih bocah,Vezia keluar dari kamarnya dan menjitak kepala Zio.
"Ganggu gue aja lu"Zio meringis dan mengelus kepalanya."Zi,bisa nggak sih sehari aja lu bertingkah kek perempuan biasa."Zio masih saja mengelus kepalanya,karena jitakan Vezia bukan main sakitnya.
"Kagak,kenapa sewot amat lu.Cepetan gue mau makan."Zio berusaha sabar menghadapi sikap sahabatnya yang membuatnya bisa saja Istigfar.
"Guru ada dimana?bukannya dia ingin ikut?"tanya Vezia,kepalanya menoleh kesana kemari mencari keberadaan guru ka*pretnya.
"Mencariku?"Vezia hampir saja meninju Reijin yang tiba-tiba ada didepannya,"Guru tidak ingin ikut?"Reijin menggeleng,tadinya sih iya tapi kalau dipikir-pikir untuk apa dia ikut,toh ujung-ujungnya akan bosan.
Mending di Mansion kalau gabut,ada yang bisa dilakukan lebih berfaedah yekan?
"Tidak,aku sepertinya lebih memilih pergi ketempat lain,aku ingin pergi ketempat pelelangan"Vezia mengangguk,dan hendak pergi dengan teleport tapi menyempatkan diri memberikan Reijin token untuk memasuki pelelangan,token yang dia dapat kemarin ketika iseng-iseng pergi ke tempat pelelangan yang pertama kali mereka kunjungi.
......................
Langkah kaki lebar menuntun Vezia menyusuri lorong-lorong Academy Wizd menuju ke kantor kepala sekolah.Para murid yang sudah lama berada di Academy tentu saja bingung dengan siapa gerangan para pemuda bertopeng yang berjalan dengan aura menakutkan yang bahkan melebihi aura kepala sekolah mereka sendiri,atau mereka yakin dia adalah penyihir terkuat yang pernah mereka temui.
Zero dan Jeno yang ditugaskan sebagai penjaga bayangan,memilih berjaga dari jauh.Dan yang menemani Vezia saat ini hanyalah Zio yang sama yang mengenakan topeng seperti dirinya.Dari arah berlawanan terlihat Pangeran Ketiga yang berjalan dengan segerombolan pemuda pemuda lain yang dia yakini adalah bangsawan dibawah Kerajaan Hangao.
Pangeran ketiga yang tidak sengaja melihat Vezia,dengan sikap sopannya menyapa Vezia.Yang tentu saja membuat sekitar heboh dan bertanya-tanya siapa pemuda itu sehingga bisa mendapat hormat begitu layak dari seorang Pangeran Kerajaan terbesar seperti Pangeran Ketiga.
"Bisakah kau menunjukkan jalan menuju kantor kepala sekolah?"Pangeran Ketiga mengangguk dan memimpin Vezia menaiki tangga menuju kelantai atas.
Tulisan 'HeadMaster' terpampang jelas di daun pintu membuat Vezia langsung saja menerobos,buat apa mengetuk kalau kepala sekolah sudah tahu dia akan datang.Vezia tidak mau berpura-pura baik atau naif untuk mengetuk pintu kepala sekolah yang tengah sibuk dengan berkasnya.
Toh siapa yang berani membentaknya,kalau tidak mau Academy ini hancur dalam semalam,lebih baik jangan.
"Ah selamat pagi Ratu,anda ingin tahu dimana kantor anda.Mari saya antar"Vezia mengangguk dan mengikuti Kepala Sekolah yang terlihat berkeringat dingin karena auranya yang tak main-main.
Kepala sekolah menuntun Vezia menuju kearah kantor yang akan menjadi tempat Vezia selama dia mengajar disini,"Ini kantor anda,5 menit lagi akan diadakan penyambutan murid baru.Jika anda tidak keberatan anda bisa hadir,dan memperkenalkan diri sebagai guru baru"Vezia hanya mengangguk,tepat sebelum dia masuk kantor,Vezia berbicara dengan suara dingin yang mampu membuat kepala sekolah bergidik.
"Pemuda disampingku adalah asistenku,jadi dia akan membantuku mengajar selama aku sedang sibuk.Apa kau mengerti?"Kepala sekolah mengangguk dengan cepat tidak ingin membuat Ratu yang ditakuti itu marah.
"Usiaku 16 tahun!"Kepala sekolah terbelalak kaget darimana Vezia tahu jika dia ingin menanyakan tentang usianya.Kepala sekolah meneguk ludah kasar memikirkan Vezia memiliki kekuatan yang setahunya belum pernah ada sekalipun di dunia,pembaca pikiran.
Yang makin membuatnya terkejut dan tercengang usia Vezia yang terbilang sangat muda namun memiliki Kerajaan,tiba-tiba dia terpikir jika Kerajaan DIV telah berdiri sejak 6 tahun yang lalu itu berarti saat usia gadis didepannya 10 tahun!!!!
Hell,gadis sekecil itu sudah sekuat ini dan mampu memimpin Kerajaan yang dikenal kuat itu saat usia sedini itu,tidak salah lagi pastinya Kultivasi gadis ini sudah berada di akhir mengalahkan semua Raja-Raja di benua.
Belum lagi rumor jika Ratu ini memiliki semua bakat,dan memiliki elemen.Setidaknya dia setara dengan Ratu Vezia,Ratu yang dikenal memimpin Benua Poren sejak kecil,dan kalau tidak salah usia mereka juga sama.Ditambah baru-baru ini dia mendapat informasi jika Ratu Kerajaan DIV ini memiliki hubungna jauh dari Ratu Vezia karena ikatan darah keturunan Vampire diantara keduanya.
Sungguh mengherankan semua orang dibenua ini tidak menyangkut pautkan Vezia dan Ratu Kerajaan DIV.Pikir Zio.
Kepala Sekolah undur diri dan pergi untuk mengatur seluruh staf pengajar,dia tidak ingin membuat nama Academy Wizd jelek dimata Ratu Kerajaan DIV.Sebuah keberuntungan bagi Academy mereka didatangi seorang jenius sepertinya.Itu membuatnya merasa bangga karena Academy Saintess yang terkenal diseluruh benua tidak bisa mendapat Vezia sebagai pengajar.
Benar saja saat ada pengumaman jika Ratu Kerajaan DIV menawarkan diri menjadi seorang pengajar di Academy Wizd,Academy Saintess mencoba menarik perhatiannya,tetapi Vezia tidak menerima.Bukan karena dia tidak mau,tapi satu-satunya benda yang dicari Vezia hanya ada di Academy ini.
...----------------...
Semua murid Academy Wizd kecuali murid-murid yang baru saja diterima duduk diatas podium,sementara para murid baru tengah berbaris.Disisi kiri barisan terlihat sekumpulan bocah 7 tahun berbaris,yang membuat semua orang gemas karena banyak wajah-wajah imut.
Kepala sekolah masuk bersama seorang yang mereka kira pemuda bertopeng keatas panggung dimana para staf pengajar duduk,semua staf tentu saja tahu siapa ifu dan dengan cepat berdiri memberi hormat padanya.Tentu saja semua murid bingung,dan ingin tahu siapa gerangan dia,terkecuali anggota Kerajaan Hangao yang tahu persis siapa guru baru itu.
Kepala sekolah memberi Vezia tempat duduknya yang tepat berada ditengah tentu saja semua orang makin yakin jika orang itu bukanlah orang yang mudah disinggung.
Vezia melihat dari sudut matanya jika Noah mencoba ingin menyapanya,Vezia tersenyum kecil melihat Noah mencoba menjaga etikanya sebagai seorang Pangeran.
Zio tiba-tiba muncul disamping Vezia,berdiri dengan tegak dan tegas sebagai tangan kanan Vezia,Kepala Sekolah berdiri dan dengan sihir menarik perhatian para murid.
"Selamat datang untuk para pelajar baru di Academy Wizd"Tepuk tangan terdengar,Kepala Sekolah kembali bicara.
"Sebelum mengetes kemampuan dan juga untuk membagi kelas,saya memiliki pengumuman.Murid-murid sekalian kalian pasti tahu tentang Kerajaan DIV?"Semuanya mengangguk,siapa yang tidak tahu tentang Kerajaan terkuat itu,tentu semua orang tahu.Mereka bahkan mulai penasaran siapa gerangan Ratu dari Kerajaan tersebut.
Kepala Sekolah tersenyum dengan lebar,nada pada suaranya terdengar sangat ceria,"Academy kita mendapat sebuah kehormatan,dan kita semua harus bersyukur karena Ratu dari Kerajaan DIV dengan berbaik hati mau menjadi guru di Academy kita"Semua murid menganga dengan mata melotot,mata mereka beralih kearah seorang pemuda ralat yang ternyata seorang gadis berambut perak bernetra Hijau Zambrud yang langsung berdiri.
Vezia memegang topengnya dan membukanya semua orang menahan napas melihat wajah menawan dan cantik Vezia,sungguh kecantikan langka yang mampu membuat dunia mencoba memperebutkannya.
Vezia menyanggah tubuhnya diatas meja dengan kedua tangan,menekan auranya membuat semuanya tertekan dan berkeringat dingin,bahkan yang tak mampu menahan sudah terduduk dengan batuk darah,"Aku baru mengeluarkan 2%"Tentu saja yang tidak terpengaruh adalah Noah dan bocah usia 7 tahun lainnya.
"Namaku Shera Flevinzi,seperti yang kalian dengar,aku Ratu Kerajaan DIV.Guru pertahanan dan Alchemist kalian,selama aku mengajar panggil aku Profesor,sebaiknta tidak usah bertanya apa artinya"Semuanya mengangguk dengan paksa,dan menghela napas lega begitu Vezia menarik kembali auranya.Sungguh tidak salah jika dia adalah seorang Ratu dari Kerajaan DIV tingkat kekuatannya saja mengalahkan semua yang dikatakan terkuat di benua ini.
Vezia kembali duduk,tangannya terayun kearah Noah membuat Noah yang tadinya berdiri dibarisan berpindah tempat kepangkuannya,tentu saja semua orang cengo melihat itu.Pertama mereka tidak tahu seperti apa kekuatan Vezia yang mampu memindah Noah,kedua hubungan Vezia dan Noah.
Noah terkejut tetapi tersenyum dan memeluk leher Vezia,"Kakak cantik"Vezia berdehem dan mengelus kepala Noah.Vezia melirik kepala sekolah meminta acara dilanjutkan.
like...comn...vote