Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS78



Vezia saat ini sedang bersantai bersama kelima kakaknya,ditambah dengan dua Ksatrianya.


"Kak bagaimana perkembangan pasukan dua kerajaan?"tanya Vezia.


"Bagus,saat ini juga kami sedang mempersiapkan untuk perang"ucap Keyvino.Tidak heran jika Vezia bertanya sebab dia juga sebagai salah satu pewaris kerajaan kelak,tapi walau belum resmi,separuh dari tugas kerajaan Vezia yang menangani,sebenarnya keluarganya sudah melarang agar Vezia tidak mudah lelah,tapi Vezia tetap mau jadilah terpaksa mereka menyetujui dengan syarat tidak mengambil tugas yang berat,hanya boleh sekedar membantu mengetur strategi atau membantu menyelesaikan urusan Rakyat.


"Perang?"tanya Vezia.


"Iya Zizi,kau tahu bukan,di benua ini bukan hanya ada 5 Kerajaan,memang yang sering di dengar adalah 5 kerajaan besar,tapi dibelakang juga ada kerajaan kerajaan yang kita naungi,dan ada juga menjadi musuh,kita tidak akan pernah luput dari yang namanya musuh.Oh iya kakak dengar pemimpin besar benua Vroz akan datang,tumben sekali padahal antara tiga benua ini tidak seakrab itu,paling hanya sebatas sebagai rekan perdagangan"ucap diakhiri tanya oleh Lenzi.


Vezia mengangguk mengerti,menyesap es coklat nya sebelum berbicara,sedari tadi Alvin,Arvin,dan Varrel diam,diam karena sedang memakan makanan yang dari Vezia tentunya.


"Iya,mereka akan datang pertemuannya akan dilakukan dikerajaan Denzi bulan depan,mengingat kerajaan Denzi yang dekat dengan perbatasan antar benua.5 kerajaan serta beberapa petinggi akan ikut,juga para tetua yang tersisa akan ikut,membahas mengenai perkembangan antar kerajaan yang berada di dua benua"jelas Vezia,sembari menatap kedua kakaknya yang sibuk mendengarnya,lebih tepatnya mereka sibuk mengagumi wajah Vezia.


"Apa ayah akan membawamu?"tanya Varrel ikut nimbrung.Vezia mengangguk.


"Aku akan menemani ayah,aku tidak bisa meninggalkan ayah untuk melakukan pertemuan berbahaya ini"ucap Vezia membuat seluruh mata memandangnya.


"Berbahaya?"tanya Arvin bingung.


"Iya kak,jika kalian ingin tahu setelah selesai makan berkumpul diruang kerja kakek,aku juga sudah memberi tahu yang lainnya"ucap Vezia,mereka mengangguk mengerti.


"Oh iya kak Varrel,kak Arvin,kak Alvin,karena kalian tidak memiliki tugas sama sekali,kalian harus mulai belajar memegang tugas,jadi kalian ingin bagian apa?"tanya Vezia,jangan heran jika Vezia bisa memerintah karena Vezia sudah seperti Ratu didua kerajaan jadi sebagai Ratu dirinya harus mengatur segala sesuatu yang bersangkutan dengan Istana,jika Ratu biasanya bekerja mengawasi Istana bagian dalam,berbeda dengan Vezia yang mengatur keduanya Luar maupun dalam.


"Kakak sedang mempersiapkan diri menjadi wakil jendral berikutnya,karena wakil jendral kita akan berpindah tugas dan melepas jabatannya"sahut Varrel.Vezia mematap Alvin dan Arvin.


"Untuk saat ini kakak dan Kak Alvin,tidak memegang kendali kecuali membantu memantau perkembangan pasukan tingkat S,karena tugas yang lain masih di tanggung kakek,ayah,paman Keno,dan paman Harry"jawab Arvin mewakili dirinya dan Alvin.Vezia manggut manggut.


"Bagaimana jika kalian mendapat tugas dariku?"tanya Vezia matanya memicing tajam menatap kedua kakaknya,disertai senyum miring tercetak dibibir cherry manisnya,ketujuh orang laki laki disana yang menatap senyum Vezia ikut tersenyum miring,mereka yakin tugas untuk Alvin dan Arvin adalah sesuatu yang besar.


"Boleh,juga memang apa tugasnya?"tanya Alvin.


"Kalian akan tahu nanti malam,tenang saja ini hanya menguras sedikit tenaga,karena hanya kak Arvin dan kak Alvin yang tidak memiliki tugas apapun,kurasa tugas ini mampu membantu kalian"ucap Vezia masih dengan senyum miring,mereka mengangguk mengerti.


Senyuman iblis terbit dibibr mereka tujuh lelaki dan satu perempuan disana,entah apa yang para iblis itu pikirkan.


"Queen!"telepati Zen.


"hn!"gumam Vezia.


"Pasukan yang ada minta telah terkumpul semuanya berjumlah 3000 orang"jelas Zen.


"Baiklah,laporan sisanya kau berikan padaku,temui aku dikamarku,aku sudah memberi batu teleportasi kepada Zoy"ucap Vezia.


"Baik Queen"ucap Zen.


Vezia yang tadinya duduk berdiri,membuat pasang mata memandang dirinya.


"Mau kemana dek?"tanya Keyvino.


"Aku ingin kekamar kak aku ngantuk"ucap Vezia.Mereka mengangguk,Lenzi membawa tubuh Vezia kegendongannya,tinggi Lenzi berkisar 185 begitupun keempat pangeran lainnya jadi tidak heran jika saat Vezia digendong dirinya terlihat kecil,padahal tinggi badannya 160 di usia 10 tahun,belum lagi jika dirinya di usia 17 tahun.


Vezia menyembunyikan wajah nya diceruk leher Lenzi,dengkuran halus terdengar dari bibir Vezia.Sepertinya dia kelelahan,pikir mereka.


Mereka berjalan menuju kamar Vezia.Dengan hati hati Lenzi menurunkan Vezia ke kasur king sizenya,menyelimuti dirinya sebelum memberi kecupan selamat tidur siang untuk Vezia.Walaupun Vezia seorang putri tapi untuk masalah tidur Vezia nomor satu padahal jika di abad sekarang ini dimana semua orang bekerja baik Raja sampai putri tidak memiliki waktu tidur siang,berbeda dengan Vezia yang memiliki waktu khusus,keluarganya tidak masalah sama sekali,toh itu juga baik untuk Vezia.


Walaupun Vezia sering tidur jika waktu siang,tapi dia sudah menyiapkan tugas tugas untuk masalah kerajaan,selain tidur dan makan sebagai nomor satu,pekerjaan juga menjadi nomor satu kecuali jika ada masalah keluarga Vezia akan melupakan apapun dan fokus pada masalah keluarga,bagi Vezia tugas maupun segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan harus di selesai kan secepatnya,Vezia tipe pekerja keras tidak heran jika tugas nya cepat selesai,di dunianya yang dulu para karyawannya menyebutnya penggila kerja sebab Vezia sangat tekun dalam bekerja,dirinya juga mendidik karwayannya untuk disiplin waktu dan mampu mengerjakan tugas dengan cepat.


Mereka semua keluar dan melakukan tugas masing-masing kecuali Zero dan Jeno yang berjaga dipintu Vezia.Vezia membuka matanya,Vezia tidak benar-benar tidur karena dirinya harus menyelesaikan laporan yang akan diberikan Zen.


"Bagaimana?"tanya Vezia.


"Pasukan telah berkumpul sekitar 3000 orang,rata-rata dari mereka memiliki usia di atas 20 tapi tidak mencapai 30 tahun,kebanyakan juga dari mereka adalah seorang yang dibuang,saya mendapatkan mereka dari pasar perdagangan budak,di penjuru benua"jelas Zen.Vezia mengangguk singkat.


"Apa mereka memiliki potensi?"tanya Vezia.


"Beberapa dari mereka memiliki tapi tidak terlalu kuat"ucap Zen.


"Hmm aku mengerti,kau bawa beberapa pasukan Iblis,demon,dan Vampir yang sudah kutunjuk untuk melatih mereka,berikan pelatihan keras,jika ada yang mengeluh kau bisa menyuruh mereka pergi.Dan satu lagi suruh Zoy menambah besar mansion sekiranya menambahkan kamar sekitar 2000 kamar"ucap Vezia.


"Baik Queen saya mengerti,ada lagi?"tanya Zen.


"Katakan pada mereka,jika aku akan menemui mereka jika mereka sudah selesai berlatih,waktu latihan 2 bulan dari sekarang,serta setelah itu akan kuresmikan"ucap Vezia,Zen mengangguk memgerti dan menghilang dari hadapan Vezia.Tak lama setelah Zen menghilang Zio pun muncul.


"Ada apa?"tanya Vezia.


"Seluruh kerajaan bagian Benua Jeiron sudah mengetahui tentang kerajaan kita,mereka mengundang kita untuk menghadiri acara pertunangan salah satu putra mahkota kerajaan yang ada dibenua Jeiron,acara nya akan diadakan bulan depan"Jelas Zio.


"Aku tidak bisa datang bulan depan ada pertemuan antar dua benua,kau sebagai perwakilan katakan aku tak bisa hadir,dan lagi bukankah kubilang aku akan muncul di depan publik setelah aku sudah berada di Istana beberap tahun lagi"ucap Vezia.


Zio mengangguk mengerti dan setelah melapor dengan seenak jidatnya duduk di sofa kamar Vezia,dan memakan cemilan Vezia.


"Woy makanan gue"ucap Vezia,Zio tak menggubris dan lanjut makan.


"Mau gue potong gaji lu"ancam Vezia membuat Zio yang sedang minum tersedak,jangan salah walaupun mereka Vampir mereka itu Vampir istimewa,mereka akan meminum darah hanya sebulan sekali,selebihnya mereka makan makanan manusia.


"Astaga Zi,lu bisa nggak sih nggak ngancam potong gaji,lagian kan nih cemilan gue makan dikit doang,lu kan punya stok segudang"ucap Zio dengan wajah cemberut.


"Eh gentong dikit emak lo,itu udah mau abis berapa,seenak udel mu makan cemilan gue ,untung gue lagi baik,kalau kagak gue potong gaji lu"ucap Vezia.


"Kamu mah jahat sama eyke"ucap Zio dengan nada terkesan lebay,membuat Vezia menimpuk menggunakan batal.


"Najis any*ng,muka lo kagak cocok jatohnya bukan imut malah kek tikus kejepit pintu"ucap Vezia,Zio yang mendengarnya misuh-misuh sendiri.


"Kagak usah ngatain gue dibelakang di depan dong biar pro"ucap Vezia,Zio menunjukkan deretan giginya.


"Heheh maaflah Zi,gue becanda doang"ucap Zio.


"Iye gue maafin,kalau lo mau cemilan kek gitu,udah gue sediain di Istana ama di mansion kita,dikamar lo ada selemari,setiap kamar udah gue sediain"ucap Vezia membuat Zio berdiri terkejut dengan lebaynya.


"Nyantuy bre,tuh mulutnya jangan kebuka lalat masuk,****** lu,gue kagak tanggung jawab kalau lo mati,keselek lalat"ucap Vezia.


"Buset nih anak doain temennya kagak baek amat,eh seriusan lu?"ucap dan di akhiri tanya oleh Zio.


"Iya,udah gue siapin,masing masing dikamar istana juga ada,lo tahukan ada satu ruangan tulisan secret diistana ama dimansion,nah itu salah satu gudang makanan cemilan juga,tapi gue doang yang bisa buka"ucap Vezia.Zio mengangguk mengerti dirinya menerjang Vezia dengan pelukan,beruntunglah dirimu Zio karena tak ada keluarganya jika tidak jasadmu sudah akan tergelatak dengan mengenaskan.


"Baek banget sih lu jadi Ratu"ucap Zio.


"Jelas"ucap Vezia dengan wajah sombong.


"Udah sana balik ke Istana,oh iya lu bisa kan nanganin dulu,buat beberapa bisnis,buat pemasukan Istana?"tanya Vezia.


"Tenang itu mah,lu tinggal tunggu laporan dari gue"ucap Zio,Vezia mengangguk.


Zio pun melesat menghilang dari hadapan Vezia sedangakan Vezia lanjut tidur.


Hola guys..Jangan lupa dukungannya😉