Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS110



Mereka telah sampai di kerajaan Duntler.Lima Kerajaan besar bahkan ada juga beserta keluarga mereka.Vezia yang baru saja menapaki kakinya dikejutkan dengan pelukan dari nenek dan bibi,beserta pamannya.


"Zizi sayang,kamu tidak apa apa kan?ada yang luka,coba tunjukkan pada bibi!"ucap Hana.


"Zizi tidak apa apa Bibi"ucap Vezia memeluk Sang Bibi.


"Bagaimana dengan kalian,apa kalian baik baik saja,tidak luka kan?"tanya Ratu Erina kepada anak,suami dan Cucu nya lelakinya.


"Kami baik baik saja nek,kami tidak mungkin membiarkan seseorang melukai kami,disaat kami tengah melindungi Putri Kecil kita"ucap Keyvino.Vezia tersenyum kearah sang kakak.


"Siapa dia?"tanya Kenaya menunjuk kearah Jerry.Sontak semua perhatian beralih kearah Jerry.


Vezia tersenyum,dan mengulurkan tangannya kearah Jerry untuk mendekat,Jerry sontak menyambut tangan Vezia,tanpa peduli jika Kelima kakak Vezia tengah panas.


"Bibi dia Jerry,pangeran keempat Kerajaan Hidori,aku akan memberitahu kalian nanti,sebelum itu dimana tiga sahabatku,mereka begitu cerewet"ucap Vezia menatap sekitar.


"Siapa yang kau bilang cerewet hah!"Mereka semua meringis mendengar teriakan Gildy,Felly,dan Astesia.


Ketiga gadis itu langsung saja berlari menuju kearah Vezia dan memeluk Vezia ala teletabis.


"Kau membuat kami khawatir tahu,kami cerewet juga karena kau"keluh Gildy setelah melepas pelukan mereka.


"Benar,kau ini suka sekali memainkan nyawa,mungkin malaikat maut pun bingung mau mencabut nyawamu kapan"kesal Felly.


Vezia diam membiarkan sahabatnya mengoceh.


"Kau ini sehari saja tidak main main hal yang berbahaya bisa tidak"kali ini Astesia yang mengeluh.


"Tidak!"singkat padat jelas.


"Astaga dosa apa aku,sehingga memiliki sahabat bagaikan Gunung Es ini"gumam Gildy.


"Sudah,aku masih memiliki pengumuman penting.Alex,Tio?"Alex dan Tio datang,beserta Shouto dan Tamaro.


"Ya Putri?"


"Dimana penduduk Benua Vroz yang tersisa?"tanya Vezia.


"Seperti Perintah anda putri,separuh dari mereka tinggal di tanah perbatasan,dimana Istana baru Kerajaan Duntler dan Fioska.Dan separuhnya sudah kami bagi di 3 kerajaan lain"jelas Tio.


Vezia mengangguk puas.


"Baiklah,kirimkan pesan kepada semua penduduk,besok adalah peresmian Istana baru ku,akan diadakan Festival 7 hari,mereka dibebaskan melakukan apapun selain membahayakan Benua kita"ucap Vezia,Tio mengangguk.


Ke 25 penyihir mendekati Vezia ketika mendapat kode dari Vezia.


"Dengar malam ini kalian tinggal,kita akan berangkat KeIstana baruku besok,sekaligus pengangkatan kalian.Untuk Alex dan Tio,kalian akan mendapat kan hadiah Istimewa besok,dan ingat satu hal Alex,kau tahu kan?"ucap Vezia dingin.Ke 25 penyihir plus Tio menatap nanar dan kasihan pada Alex.


"Iya aku tahu,hukuman ku kan?aku akan tinggal di sangkar kematian 2 bulan,puasa 5 hari,membersihkan Gedung Sekte selama 1 minggu tanpa sihir apapun"Mereka semua meringis mendengar hukuman Alex.


"Bagus,dan aku tidak mau kesalahan yang sama terulang jika tidak,aku akan mematahkan masa depan mu itu!"mereka menatap ngeri Vezia terlebih Alex yang sudah menutupi Aset berharga nya.


"Zio,Shouto,Tamaro,untuk malam ini kalian juga disini"ucap Vezia yang diangguki ketiganya.


"Dimana Paman Reyland dan Paman Thomas?"tanya Vezia.Tio menggaruk tenguknya gatal.


"Itu Vezia,Tyn sedari dia tahu kau pergi berperang dia terus mengamuk dan menangis,dan Paman Reyland maupun Paman Thomas tidak bisa menenangkannya.Dan Tyn meminta ke kerajaan jadi paman membawanya kemari tapi dia tetap mengamuk!"ucapan Tio membuat Vezia berlari memasuki Istana diikuti yang lainnya.


Dari kejauhan Vezia bisa mendengar suara tangisan seorang anak kecil.Dan itu mengarah ketaman Istana nya.


Saat mereka sampai mereka menganga tidak percaya,taman Vezia hancur tak terbentuk,disana Paman Reyland maupun Thomas kewalahan menenangkan Tyn.


"Kak Zia!"pekik Tyn dan berlari memeluk Vezia.Vezia menggendong Tyn menatap mata Tyn yang bengkak karena menangis terlalu lama.


Vezia menghela napas,dirinya mendudukan diri di atas kursi yang tepat di sampingnya.


"Kenapa menangis hm?"tanya Vezia.


"Hiks..Kak Zia sih,kenapa tidak bilang pada Tyn jika kakak akan berperang,Tyn tidak suka jika kakak berperang,nanti Kak Zia kesakitan,Tyn tidak suka kakak sakit!"ucap Tyn dengan sesenggukan Vezia gemes melihat Tyn.


Dirinya mengelap hidung air mata Tyn.


"Lihat kakak tidak apa apa kan.Jika kakak tidak pergi perang,nanti Benua kita akan kalah,jika kalah,kakak akan dibawa pergi oleh musuh,memangnya Tyn mau?"Tyn menggeleng ribut dan memeluk leher Vezia erat,membuat keadaan makim panas karena kecemburuan para lelaki dikeluarga Vezia.


"Sudah jangan menangis lagi"Tyn mengangguk,Vezia memegang kedua mata Tyn sontak mata yang bengkak itu telah hilang,digantikan dengan rasa kantuk,sedetik kemudian Tyn tertidur.


Vezia memberikan Tyn kepada Tio.


"Bawa dia kekamar nya.Setelah itu kau kembali keruang rapat,pastikan ada yang menjaga nya"ucap Vezia,Tio mengangguk mengerti.


Vezia menatap nanar tamannya.Mata nya beralih kearah Thomas dan Reyland.


"Ada apa Paman?"Vezia tertawa geli melihat kedua pamannya itu.


"Kau tanya ada apa?cukup aku menyerah menjaga anak asuh mu itu,dia lebih menakutkan dibanding orang dewasa"ucap Reyland.


"Hahah,tidak sia sia aku mengajarinya ilmu beladiri dan sihir!"tawa Vezia justru terdengar mematikan bagi mereka.


"Iblis memang"ucap Thomas.Vezia tak tersinggung malahan menyunggingkan senyuman iblis.


"Heheh paman kan sudah tahu,aku siapa"Mereka berdua memutar bola.mata malas.


Vezia menjentikkan jari dalam sekejap tamannya kembali semula.


"Selain keluargaku kalian bisa kembali ke kediaman kalian!"ucap Vezia dingin.


Mereka pergi keruang rapat,di dalam ruangan itu ada Vezia neserta keluarganya,


ada Reyland,Thomas,Shouto,Tamaro,


Zio,Alex,Tio,Zero,Jeno,Ronald,dan terakhir Jerry.


Vezia berdiri menatap semua orang yang kini menatap serius dirinya.Matanya beralih kearah Jerry.Kemudian beralih kearah Zio.


"Aku harus bagaimana Zio?"tanya Vezia melalui telepati.


"Aku bisa saja membantumu mengatakan jika Jerry adalah keturunan lain dari Ratu Vampire,tapi itu bisa membuat Jerry dalam bahaya,dan tidak terbukti jika dia Vampire,terlebih Ratu Vampire terdahulu hanya memiliki satu orang digaris keturunannya dan itu kau sendiri.Satu satu nya jalan kau harus jujur,lagian mereka keluargamu,aku akan ada bersamamu setiap saat,jadi tenang saja!"ucap Zio.


Vezia memandang haru sahabat nya itu.Vezia menarik napas nya,kemudian menghembuskannya,dirinya berjalan mendekati Jerry,menggenggam kuat tangan Jerry dibalas genggaman oleh Jerry.


"Dia adalah kakak kandungku,namanya Jerry Prazie Asgr,dalam garis keturunan dia memang anak dari Raja Hidori,tapi Jiwa nya adalah Transmigrasi dari kakak kandungku,dari masa depan.Dan sebenarnya aku adalah Janie Prazie Asgr jiwa masa depan yang telah mati dan terlahir kembali di era ini,tapi digaris keturunan Keluarga Duntler dan Fioska aku Sah dan darah keluarga mengalir di diriku,tapi jiwaku jiwa masa depan,maka dari itu sedari kecil aku bisa tahu segalanya"penjelasan Vezia membuat ruangan hening,bahkan suara napas dapat terdengar.


"Maaf aku membohongi kalian semua,aku tahu aku salah,aku akan terima segala perlakuan kalian,aku terima jika kalian akan mengusirku dari kerajaan ini,tapi satu hal aku sudah menganggap kalian keluargaku aku menyayangi kalian karena kalian juga keluargaku,keluarga kandungku setelah kehidupanku yang dulu telah mati"Vezia mengakhiri ucapannya dengan membungkuk.


Vezia siap dengan segala yang akan didapatnya nanti.Jerry memandangi wajah baru adiknya itu.Jerry memeluk Vezia dan mengelus kepalanya.


"Semua akan baik baik saja,kakak disini hm!"Kelima kakak Vezia merasa cemburu.


Voment..Like,Fav....