
Vezia menghela napas dan duduk dikursi empuk yang ada diruang ritual,matanya menelusuri rune rune dia buat,bohong jika dia tidak lelah.Dia tidak tahu membuat rune untuk pemutusan matenya sesulit ini dan memakan banyak tenaga serta menguras sihirnya.Setidaknya prosesnya nanti tidak akan berat.
"Permisi Ratu,apakah saya boleh masuk?"
Vezia menatap kearah pintu yang tertutup tangannya melambai dan membuka pintu memperlihatkan Melvin dan Rayyen.
"Masuk!"Kedua pemuda yang saling melempar tatapan permusuhan itu masuk dan terkejut serta kagum melihat rune-rune rumit ditengah ruangan.5 buah lilin merah dan putih mengelilingi rune.
"Anda membutuhkan kami ratu?"Rayyen bertanya dengan sopan.
"Ya,aku ingin kalian berlatih hari ini tanpa aku atau Zio.Malam ini aku sibuk.Aku tahu kalian bisa berlatih sendiri,dan ingat aku tidak ingin omong kosong kekanak-kanakan kalian selama aku tidak memantau kalian berlatih.Kalian mengerti?"
"Kami mengerti Ratu,jika tidak ada lagi kami permisi"Vezia mengangguk,dan duduk dengan tenang.Begitu memastikan dua pemuda itu keluar dia menghela napas dan menambah sesuatu yang kurang.
......................
Zio tidak akan pernah mengira dan percaya jika Senna orang yang terobsesi pada sahabat gadisnya itu dapat berubah.
Yah tidak ada yang akan pernah menyangka jika orang seramah,dan senakal dia adalah orang sama yang saat ini sangat sangat dingin dan sangat pendiam,tatapannya yang kosong namun terdapat kemarahan itu membuat siapapun merasa gemetar dan terkejut.Sama halnya Roy dan Senna yang saat ini menghadapi Zio secara langsung.
"Lama tidak bertemu,Senna!"Senna tersentak dan merinding saat Zio menyebut namanya dengan desis dan menatapnya dengan tatapan benar benar penuh tanda kematian baginya.
Tetapi Senna tidak akan menjadi seorang Raja Vampire Kerajaannya berikutnya jika dia tidak bisa menghadapi intimidasi lawannya,tapi jika dia jujur tidak ada yang akan pernah bisa membuatnya merasa setakut ini secara mental kecuali Vezia ketika dia menghadapi kemarahannya,tetapi bahkan pada Vezia sendiri dia masih bisa merasa berani jika untuk bertindak semena.
Yah itu tidak akan menjadi rumor jika tangan kanan Ratu Vampire pertama adalah seorang monster,awalnya Senna benar-benar tidak percaya jika Zio orang yang dia kenal di dua dunia seorang pemuda penuh ide ide jahil itu merupakan monster yang disebutkan.
"Lama tidak bertemu juga Zio"Senna mencoba mempertahankan senyumnya.
Roy tahu jika dia tidak menghentikan akan ada perkelahian,tapi dia mengaku dia sulit untuk bergerak saat Zio benar-benar mengeluarkan auranya.
"Aku kesini ingin memintamu ikut denganku.Dan jangan berpura-pura bodoh,aku tahu kau tahu Vezia disini sekarang"Zio memandang dingin dan membunuj kearah Senna yang diam.
"Aku tahu,aku tidak berpura-pura bodoh aku hanya mencoba menepati janjiku agar bisa menghindari dan melupakannya"Senna tentu saja bohong,apa kalian pikir seorang gadis yang dia cintai dalam dua kehidupannya itu dengan secepat itu dia bisa lupakan,bahkan rasanya dia masih mencintainya setelah pertemuan terakhir mereka 6 tahun lalu.
"Yah kebohongan yang manis yang sayangnya tidak bisa membodohiku.Kalian berdua akan ikut denganku bertemu Vezia"Zio secara tiba-tiba berada dibelakang kedua orang itu dan memegang pundak mereka,menghilang ditengah ruangan kosong berteleport menuju Manor Vezia.
Senna dan Roy belum sempat bereaksi bahkan ketika mereka tiba-tiba saja berada diruangan yang dikelilingi kegelapan dengan sedikit cahaya daru celah jendela menerangi ruangan.
"Jalan!"Zio benar-benar tidak memberi mereka kesempatan untuk mencernanya dan memaksa mereka ikut,yang sebenarnya untuk kedua orang itu sudah tenang.
Mereka melewati berbagai ruangan dengan banyaknya pintu berjejer,mereka juga bisa melihat beberapa pelayan kesana kemari melakukan tugas mereka.Hal paling menarik adalah sekumpulan anak muda yang sedang berlatih,tapi Senna berhenti berjalan begitu tatapannya terpaku pada dua pemuda tertentu yang sedang mengadakan kontes adu tatap,tepatnya matanya terpaku pada cahaya lemah ditangan mereka dan ikatan familiar dari keduanya.
"Apakah mungkin itu dua Mate Vezia yang lain?"Senna berdiri kaku matanya menatap tajam kearah kedua pemuda itu tidak lain adalah Melvin dan Rayyen yang sekarang ikut menatap Senna dengan pandangan bingung dan juga tanya.
"Tidak salah lagi,ikatan akrab cahaya ditangan mereka.Sebagai salah satu Mate Vezia jelas aku bisa merasakan Matenya yang lain.Aku ingin tahu apakah mereka tahu jika mereka adalah matenya"Lamunan Senna berhenti karena Zio yang mendesis sinis kearahnya,Senna mengikutinya kembali dan mereka berjalan menuju lantai tiga menuju pintu paling pojok namun dengan pintu besar hitam polos tanpa aksen apapun.
Senna berdiri disana dengan kosong menatap gadis yang telah lama tidak dia lihat,gadis yang kini tumbuh semakin cantik dan dapat memikat siapapun disekelilingnya
Vezia berdiri dengan tegak tatapan tegasnya dan dinginnya tertuju kearah Senna dan dua orang lainnya.Dari pada menyapa dan menatap Senna lebih lama Vezia mengalihkan pandangannya pada Zio yang terlihat sangat serius.
"Aku membawanya"Zio menyuruh Senna dan Roy masuk dan menutup pintu.
Vezia mengangguk melempar pakaian berwarna senada dengan miliknya kearah Senna yang menangkapnya dan berjalan menuju ruang ganti,dia masih bingung apa yang dia lakukan disini.Dia sangat ingin bicara pada Vezia,dan mengungkapkan jika dia masih tetap berada dihatinya hingga sekarang.
Vezia berdiri menunggu Senna keluar tapi sebelum itu dia menatap Zio dan Roy,"Kalian bisa keluar ritual ini hanya bisa dilakukan kami berdua dan tidak bisa diganggu"Zio jelas tidak bisa membantah,dengan cemberut besar dia menarik Roy keluar.
Senna keluar dari ruang ganti,baju yang dia pakai sekarang hampir menyerupai sebuah gaun terusan berwarna merah,dengan bagian atas terbuka memperlihatkan dada yang kokoh,dibagian pinggang terdalat sebuah kain menyerupai selendang melilit pinggangnya berwarna sama.(Tahu Claude gak?tuh papanya siapa sih Athy kan?nah ilustrasi bajunya kek baju Claude biasa pake kalau gak lagi acara formal).
Vezia masih sibuk mengukir darahnya didalam sebuah wadah ditengah gambar runenya.Senna berdehem menarik perhatiannya,Vezia berbalik dengan alis terangkat.
"Lama tidak berjumap Vezia,kau sama cantiknya seperti dulu"Senna tersenyum kecil pada dengusan Vezia.
"Aku tidak ingin bicara sekarang Senna,alasan kau disini adalah agar kita dapat menyelesaikan ritual pemutusan mate kita"Vezia berucap dengan tenang.
Senna terkejut dan secara otomatis matanya menyala membuat mata RedBloodnya semakin mencolok dan senada dengan pakaian yang dia kenakan.
"Kenapa kau terkejut bukankah aku sudah pernah mengatakannya,aku bisa memutuskan hubungan Mate kita"Vezia menyeringai dengan ejekan.
Senna menarik napas dan menjawan dengan tenang,"Apakah ini yang kau inginkan?"
Vezia berbalik melanjutkan urusannya dan menjawab dengan nada monoton,"Ya,aku telah lama menantikan hari ini.Bagaimana denganmu,aku yakin setelah 6 tahun kau sudah mendapat gadis yang tepat"
Senna terkekeh miris,dan menatap punggunh tegak Vezia."Sangat mudah diucapkan dari pada dilakukan,bahkan hingga sekarang aku masih mencintiamu Vezia"Senna tersenyum lembut.
Vezia berhenti bergerak tapi hanya sesaat dan kembali melanjutkan,"Oh ya?maaf kalau begitu aku tidak bisa membalas perasaanmu,dan kuharap obsesi berhenti padaku"
Senna mengepalkan tangannya dengab erat rahangnya mengeras,"Aku punya pertanyaan untukmu"
"Apa itu?"Vezia berbalik menatap Senna.
"Dua pemuda dibawah yang berlatih aku bisa merasakan keduanya memiliki ikatan denganmu,dan cahaya ditatoo mereka.Apakah mereka matemu?dan apakah mereka tahu tentang itu?"Senna menatap Vezia dengan terlalu serius sehingha membuat Vezia risih sendiri.
"Ya mereka,tapi mereka tidak tahu"Vezia menjawab kembali dengan monoton.
"Kenapa?"Senna masih terus menatap,menantikan jawaban Vezia.
Vite..Comnt..Like