Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS40(FLASHBACK 2)



Mata Janie yang terpejam perlahan-lahan terbuka,bau obat-obatan yang begitu menyengat membuat Janie tahu jika sekarang dia berada dirumah sakit.


Janie mengedarkan pandangannya dan mendapati Jerry yang tengah tertidur dengan posisi duduk serta tangannya yang menggenggam erat tangan Janie.Dengan hati-hati Janie melepas tautan tangannya dan mengambil Handphone nya yang berada di atas nakas.


"Kamu udah bangun?"Tanya Jerry yang terbangun ketika merasakan pergerakan Janie.


"Hn!"


Setelah gumaman Janie hanya keheningan yang ada di ruangan itu.Janie yang fokus dengan Handphone dan Jerry yang asik memandangi wajah Janie.


Kriet...


Suara gagang pintu mengalihkan perhatian mereka.Lay yang tiba-tiba datang ketika mendapat kabar dari salah satu anak buahnya jika Janie masuk kerumah sakit.


"Kenapa nggak bilang kalau kamu masuk rumah sakit"Ucap Lay dengan raut wajah khawatir.


"Baru megang Handphone"jawab Janie.


"Janie mau pulang"lanjut Janie memandangi kakaknya.


"Nggak bisa Janie kamu harus dirawat"ucap Jerry.


"Janie cuma demam,Janie mau pulang"ucap Janie.


"Kalau nggak mau,Janie pulang sendiri"lanjut Janie ketika melihat Jerry yang ingin berbicara.


"Kakak kamu benar Janie,kamu harus dirawat"ucap Lay.


"Tidak mau,sekali tidak tetap tidak"ucap Janie dingin,tak suka jika perkataanya dibantah.


"Maaf anda siapa?"tanya Jerry yang memang sedari tadi bertanya-tanya siapa pria dihadapannya yang terlihat seolah sangat dekat dengan Janie.


"Saya Lay,saya orang yang pernah ditolong Janie"bohong Lay,tidak mungkinkan jika Lay mengatakan dia adalah pemimpin Mafia yang mengajak Janie bergabung.


Jerry mengangguk mengerti.


"Mommy dan Daddy tidak datangkan"ucap Janie dingin,Jerry mengangguk.Janie hanya bisa menahan tangisnya,selalu saja seperti ini jika dia sakit Mommy dan Daddy sama sekali tidak pernah menengoknya.


Lay menatap sedih kearah Janie.


"Kamu makan dulu sebelum pulang,paman udah beliin kamu makanan"ucap Lay,dan memberikan kresek putih yang berisi makanan.


"Biar kakak suapin"ucap Jerry dan mengambil makanan dari Lay,dan menyuapi Janie


"Kakak udah makan?"tanya Janie.


"Belum,kakak belum lapar"ucap Jerry dan lanjut menyuapi Janie.


"Kakak juga makan"Janie mengambil satu sendok dan menyuapi Jerry.


Lay tersenyum senang melihat kedekatan mereka.


"Syukurlah akhirnya kakak nya sudah mulai dekat dengannya"Batin Lay.


"Setelah makan,paman akan antar kalian pulang"ucap Lay.


"Nggak usah paman,kan ada supir kita di depan nungguin"ucap Janie.


"Supir kalian udah paman suruh pulang,jadi kalian ikut dengan paman"ucap Lay,Janie dan Jerry mengangguk setuju.


Setelah makan,Janie dan Jerry lebih dulu kemobil Lay,sedangkan Lay tengah mengurus biaya administrasi.


Setelah selesai dengan biayanya,Lay begegas kemobil miliknya,dia melihat Janie yang tertidur bersandar di pundak Jerry.


Lay menjalankan mobilnya,sepanjang perjalanan hanya ada keheningan hingga akhirnya Lay bersuara lebih dulu.


"Paman harap kamu nggak akan buat Janie bersedih dan kesepian"ucap Lay.Jerry terkejut mendengar ucapan Lay,sedekat itukah mereka,pikir Jerry.


"Tidak usah terkejut,saya sudah tahu semua tentang Janie,termaksud yang dia alami selama ini,dan saya berharap kamu tidak akan membuat Janie menangis lagi,karena saya tidak akan segan membawa dia keluar dari keluarga kalian"ucap Lay dingin dan penuh ancaman.Pandangan Jerry juga ikut berubah menjadi dingin.


"Dia adik saya,apa hak anda ingin merebut adik saya"ucap Jerry dingin dan memandangi Lay dari belakang.


"Jika kamu benar kakak nya dan peduli padanya seharusnya kamu tidak membiarkan dia menderita.Tidak membiarkan dia menanggung semuanya sendiri.Dan tentang hak,saya tidak peduli,saya bisa melakukan apapun yang saya ingin kan termaksud membawa Janie pergi"ucap Lay dingin dan menusuk,pandangan matanya begitu dingin.


"Aku memberi mu kesempatan untuk menjaga dan membuat Janie bahagia,jika dia bersedih lagi,jangan harap kamu akan bisa melihatnya"Lanjut Lay.


Jerry hanya bisa diam dengan pandangan dingin,tangannya menggenggam erat tangan Janie,dia tahu dia salah dan dia akan memperbaiki semuanya,dia tidak akan pernah melepaskan adiknya kepada siapapun.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit,akhirnya mereka sampai.


Lay keluar dari mobil dan berniat ingin menggendong Janie,tapi lebih dulu di dahului Jerry.


"Ingat apa yang tadi saya katakan"ucap Lay,membuat Jerry diam sejenak sebelum melanjutkan langkahnya memasuki mansion mereka.


Jerry memasuki mansion dengan Janie yang berada digendongannya,dia terkejut ketika melihat ternyata kedua orang tuanya telah kembali.


"Ada apa dengan adikmu Jerry?"tanya Ny.Asgr


"Dia sedang sakit"jwb Jerry acuh,lalu melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju kamar Janie.


Sesampainya di kamar Janie,dia membaringkan Janie dengan hati hati,Jerry juga ikut berbaring disamping Janie,dan memeluk Janie dengan erat.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Janie tiba-tiba saja terbangun ketika mendengar suara Handphone nya.Hal pertama yang dilihat Janie ketika membuka matanya adalah wajah tampan Jerry,yang membuat hati Janie menghangat.


"Jadi begini yah rasanta dipeluk seorang kakak,nyaman"Batin Janie dan mengeratkan pelukannya.


Dengan pelan Janie melepaskan pelukannya takut membuat sang kakak terganggu.Setelah berhasil melepaskan pelukan Jerry,Janie mengambil Handphone nya dan menjawab telepon yang sedari tadi berbunyi.


"Hallo paman?"


"Bagaimana keadaanmu Janie?"tanya Lay


"Sudah mulai membaik paman"ucap Janie.


"Baguslah,paman ada tugas untuk kamu, sebagai misi pertama kamu"


"Tapi aku baru saja berlatih kemarin"


"Tenang saja ini tugas yang sangat mudah untuk mu"ucap Lay


"Baiklah terserah paman saja"ucap Janie,setelah itu memutuskan panggilannya.


"Dari paman Lay?"tanya Jerry yang tiba tiba bersuara membuat Janie refleks berbalik akibat terkejut,tapi karena wajah Jerry yang begitu dekat dengan wajah Janie membuat Janie tak sengaja mengecup pipi Jerry.Seketika Janie terdiam akibat terkejut,tentu saja Janie terkejut plus malu karena ini pertama kalinya dia mencium kakaknya karena selama ini mereka tidak begitu dekat jangankan mencium berbicara saja hanya sepatah kata,jadi ini adalah hal mengejutkan bagi Janie.


Berbeda dengan Janie berbeda juga dengan Jerry yang tersenyum senang,walau ini pertama kali Janie mengecupnya tapi Jerry sangat senang.


Janie dengan cepat menutupi wajahnya menggunakan bantal.


"Mukanya kok ditutupin"tanya Jerry dengan senyum jahilnya.


"Malu kak"ucap Janie dengan bantal yang masih menutupi wajahnya.


"Malu kenapa,sama kakak sendiri juga"ucap Jerry dan mencoba melepaskan bantal yang menutupi wajah Janie.


"Ini pertama kalinya bagi Janie kak,selama ini kan kakak selalu acuh sama Janie"ucap Janie,senyum Jerry pudar digantikan dengan wajah sedihnya.


"Maaf"ucap Jerry dengan wajah menunduk,Janie melepaskan bantak yang menutupi wajahnya dan memandangi kakaknya,Janie tersenyum dan langsung memeluk Jerry.


"Janie udah maafin kakak kok"ucap Janie membuat Jerry tersenyum senang dan memeluk Janie dengan erat.


"Ini pertama kalinya untuk kamu,tapi tidak untuk kakak,kamu tahu nggak setiap malam ketika kamu udah tidur kakak diam diam kekamar kamu buat lihat kamu atau sekedar buat ngasih kecupan selamat malam"ucap Jerry dan memandangi Janie.


Janie terkejut mendengar ucapan Jerry.


"Jadi selama ini yang aku kira mimpi itu beneran"ucap Janie dengan bola mata membulat sempurna membuatnya terlihat sangat imut.


Jerry tersenyum dan mengacak-acak rambut Janie.


"Maaf kakak selalu sembunyiin ini dari kamu,kamu tahukan sifat kakak kayak gimana"ucap Jerry dengan senyum malu.


"Ya tahulah,kakak itu tipe orang yang malu malu tapi mau,nggak mau to the point,nah itu juga yang Janie nggak suka"Batin Janie.


"Ini kan udah malam banget kakak kekamar kakak sana,Janie mau lanjut tidur"ucap Janie.


"Kamu ngusir kakak"ucap Jerry dengan mata memicing tajam


"kalau iya kenapa" ucap Janie dan memeletkan lidahnya.


"Owh udah berani yah ngusir kakak"Jerry tiba-tiba bersmirk yang membuat Janie memiliki firasat yang tidak baik.


"nggak kok kak,Janie becanda doang"ucap Janie dengan cengirannya.


"Becanda ya"senyum Jerry semakin menakutkan,Janie yang memiliki firasat tidak enak pun dengan cepat berdiri berniat lari tapi terlambat karena Jerry yang lebih dulu menahannya.


"Hhaahha ampun kak,Janie minta maaf kak,hahah ampun kak,ahhaha"Jerry tak menggubris ucapan Janie dan terus menerus menggelitiki Janie tanpa ampun.


Jerry berhenti menggelitiki Janie ketika melihat Janie yang sudah ngos-ngosan akibat terlalu banyak tertawa.


"Udah tidur,besok pagi harus kesekolah"ucap Jerry dan menarik Janie ikut berbaring.


"Lah kakak ngapa tidur disini,sono tidur dikamar kakak"ucao Janie.


"Kakak mau nemenin kamu"ucap Jerry.


"Janie bukan anak kecil yang harus ditemenin kak"ucap Janie,tapi diacuhkan Jerry.


"Terserahu lu deh bambank"gumam Janie.


"Ngomong apa tadi?"Tanya Jerry yang kurang jelas mendengrnya


"Nggak kok kak,Janie cuma bilang kakak ganteng banget"ucap Janie dengan senyum manis.


"Baru tahu yah kamu"ucap Jerry dengan bangganya.


"Pd banget untung kakak gue,kalau kagak udah gue lelepin dah"Batin Janie.


Hello guys maaf chapter kali ini ngbosenin..


jnagna lupa yah😉