Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS132



Mereka semua di uji melalui bola crystal yang ada dimeja tepat di tengah-tengah panggung.Rata-rata memiliki dua bakat,dan tentu saja itu adalah Sihir dan Bela Diri,ada juga yang hanya mendapat sihir atau bela diri.Atau juga Alchemist.


Giliran Noah yang di Uji,Vezia berdiri dan berjalan menuju bola menurunkan Noah didepan bola dan meminta Noah meletakkan tangannya,Vezia bisa tahu jika Noah adalah ahli bela diri,tidak seperti kakaknya yang lain yang kebanyakan mendapat sihir dan Bela diri,Noah justru menjadi Alchemist.Vezia menepuk kepala Noah,"Bagus,kakak akan mengajarimu menjadi Alchemist yang hebat"Noah tersenyum lebar dan mengucapkan terima kasih.


Bakat Noah ini sangat menguntungkan baginya,dengan elemen api murni untuk menyuling pil,Vezia bisa membimbing Noah untuk membuat elemen apinya juga bisa menjadi tipe penyerang,apalagi jika menjadi Alchemist memungkinkannya dapat menyuling pil peningkat QI sendiri,jadi bisa dibilang bakat Noah ini bakat langka.Tidak seperti sihir yang harus mengutamakan tongkat sebagai penyalur aliran nadi sihir,Elemen tidak perlu objek apapun.Vezia sendiri memiliki sihir murni turunan,dan dapat menggunakan sihir tanpa tongkat dan pengucapan,tidak seperti yang lain harus menggunakan kata dan tongkat.


Melatih sihir sendiri tidak mudah,harus mampu menstabilkan nadi sihir dialirkan ke tongkat serta harus mengucapkan mantra dengan tepat,karena jika salah mengucapkan mantra bisa berbahaya atau mantra tidak akan bergunanya.Tipe yang berbahaya seperti sihir penyembuh,berbeda dengan Healing-Penyembuh alami,turunan dari lahir tanpa sihir-Sihir penyembuh harus menyebutkan mantra dengan tepat jika tidak,sihir yang dikeluarkan akan berubah menjadi buruk dan bisa memperparah keadaan si pasien.


Maka dari itu banyak yang lebih memilih fokus melatih sihir penyerang,dan lebih mengandalkan Alchemist untuk membuat pil kebutuhan mereka,tidak heran bila status Alchemist lebih tinggi di mata semua orang.Terkadang juga para penyihir akan melatih sihir penyembuh yang lebih mudah agar dapat menjadi cadangan kalau-kalau mereka terdesak dalam sebuah pertarungan.


Semua murid sudah selesai di tes diatas Crystal.Karena dalam hal ini Vezia melatih tiga bakat sekaligus,Vezia memutuskan untuk mengajari bakat sihir dan bela diri sekaligus agar mereka tahu bagaimana meminimalisir energi QI dengan energi sihir.Sedangkan sisa lainnya akan mendapat kelas berbeda,Vezia sudah memutuskan karena banyaknya pemilik bakat sihir dan bela diri,dia memilih mengajar sekaligus bisa menghemat waktu.


Sedangkan yang hanya memiliki bakat Beladiri akan dibedakan,begitupun Alchemist dan sihir.Murid yang belum diajarkan pertahanan akan belajar pelajaran umum lainnya.


Vezia memasuki kelas yang sudah diduduki semua murid yang menunggu guru baru mereka,aura Vezia yang begitu dingin membuat mereka bergidik.Vezia berdiri didepan sebuah papan tulis,tangan dibelakang dan matanya memandang jejeran para murid yang bersiap menerima instruksi dari guru mereka.


"Selamat Pagi Profesor!"ucap mereka,sebagaimana yang diajarkan tata krama,mereka berdiri dan memberi Vezia hormat mereka.


Vezia mengangguk,"Kalian sudah mengenalku,perkenalkan orang disampingku adalah tangan kananku."Vezia melirik Zio sekilas sebagai tanda.Zio mengangguk dan dengan tegas memperkenalkan diri.


"Aku Zio,tangan kanan Ratu Kerajaan DIV.Tugasku disini adalah membantu mengawasi Ratu dalam mengajari kalian"Mereka semua mengangguk mengerti.


"Karena tidak ingin membuang waktu,kalian semua yang berada didalam kelas akan belajar dua mata pelajaran sekaligus,Sihir dan Bela diri.Ada alasan mengapa aku mengatur ini semua,ini agar kalian tahu cara menggunakan Sihir dan QI diwaktu yang bersamaan atau membantu kalian cara menghemat kedua energi ketika bertarung."Tangan Vezia terayun membawa kapur putih menulis di papan tulis.


"Seperti yang kita semua tahu,Sihir berbeda jauh dengan QI.Sihir adalah bakat yang diturunkan,tidak memiliki inti atau dantian sebagai pusat pengumpulan energi.Sihir menggunakan Tongkat sebagai objek untuk melakukan sihir,dan harus mengucapkan mantra jika ingin sihir bekerja.Tetapi ada juga yang memilih menggunakan objek lain seperti cincin yang lebih praktis.Banyak diluar sana yang mengira orang yang tidak menggunakan tongkat adalah orang yang memiliki bakat alami sihir.Tidak,jika kalian memperhatikan dengan baik,tepat dijari tengah adalah penghubung antara sihir untuk menyalurkan sihir.Tidak seperti QI yang memiliki dantian sebagai tempat menyalurkan energi,sihir mencakup semua anggota tubuh,setiap tubuhmu mengalir sebuah sihir,yang perlu dilakukan adalah memfokuskan semua indra tubuhmu atau aliran yang kamu rasakan ditiap titik menuju ke tongkat.Sihir tidak bisa dipatahkan atau seseorang tidak bisa membuatmu kehilangan bakat sihirmu,berbeda dengan Dantian QI mu yang dapat dirusak begitu saja.Bakat Bela Diri sangat berbeda dengan sihir,jika kamu terlalu lelah maka Dantianmu akan tidak stabil dan memerlukan kultivasi untuk membuat energimu kembali pulih,sedangkan sihir tergantung pada pengucapan dan ayunan tongkatmu,jika kamu kelelahan kamu masih bisa mengucapkan mantra untuk melindungi diri dan mencari tempat sembunyi atau menyihir dirimu untuk melayang pergi jauh.Sedangkan QI harus memulihkan diri dengan menarik semua aliran alami pada bumi sebagai bentuk pengisian kultivasi agar energimu kembalu pulih.Tidak heran bila banyak yang lebih memilih sihir dibanding Bela diri sendiri,sampai sini ada yang bertanya?"


"Apakah Sihir juga memiliki kekurangan Profesor?lalu bagaimana dengan Bela Diri?"tanyanya.


"Tentu setiap bakat memiliki kekurangan maupun kelebihan.Kekurangan sihir sendiri,adalah tidak bisa digunakan saat pertarungan jarak dekat,tipe sihir adalah pertarungan jarak jauh.Mengucapkan mantra sihir sendiri juga harus jelas dan keras,hal itu yang mampu membuat orang tahu serangan apa yang kau luncurkan,tidak heran bila banyak yang mencoba berlatih sihir Non Verbal atau melatih sihir dengan pengucapan lembut tanpa membuat suara mereka terdengar.Bagi siapapun yang memiliki bakat alami sihir tidak perlu repot repot menggunakan tongkat atau mengucapkan mantra secara verbal."Vezia menarik napas dan berjalan diantara kursi kursi murid dan melanjutkan menjelaskan.


"Bela diri sendiri adalah tipe petarung jarak dekat,namun bagi kalian pemilik bakat sihir jangan meremehkan seorang Bela Diri,secara teknis mereka lebih cepat menghindar dan menyerang dibanding penyihir.Jika kalian menyerang menggunakan sihir dengan pengucapan jelas mereka bisa jadi menghindar dengan cepat.Kalian juga harus waspada karena mereka bisa dengan cepat menyerang tanpa memberi kesempatan,itulah mengapa seorang penyihir belajar untuk mengucapkan mantra non verbal atau mantra dengan gerakan bibir saja,karena mantranya bekerja hanya melalui niat dan dalam pikiran kita merasa pengucapannya sudah jelas.Untuk pemilik bakat bela diri sendiri juga harus hati-hati,penyihir yang telah mempelajari hal seperti itu pandai mengecoh,terlebih jika mereka pandai mengekstra sihir alam seperti angin yang mampu membuat mereka terbang sesaat untuk menghindar dari serangan"Seorang gadis lagi mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan.


"Profesor,bagaimana dengan Alchemist,bagaimana jika seseorang yang hanya memiliki bakat Alchemist,bagaimana dia bisa menjaga diri?"Vezia berhenti didepan dan menaruh kedua tangannya diatas meja.


"Ada alasan mengapa seorang Alchemist lebih dihormati dibanding Penyihir dan Kultivator.Seorang Alchemist pastinya memiliki elemen api untuk menyuling pil,seorang Master Alchemist bisa membuat Pil sendiri jika dia tahu apa saja manfaat dalam bahan yang dia gunakan,contoh seperti Ratu Kerajaan Poren,kalian tahu bukan?"-Mereka semua mengangguk,siapa yang tidak tahu gadis itu,semua benua tahu siapa dia."Ratu Vezia sendiri adalah seorang Master Alchemist tingkat akhir,kalian pernah mendengar jika kelima pangeran atau kelima kakaknya yang tidak memiliki element bisa memiliki element,itu semua berkat ramuan yang dia buat."Mereka semua menahan napas,dan menunggu kelanjutan penjelasan Vezia.


"Itu salah satunya,kalian tahu sendiri jika diatas segalanya seseorang yang memiliki bakat alami Element bisa menggunakan dua tipe pertarungan,pemilik element juga pandai mengekstra energi alam sebagai sarana untuk menyerang musuh.Api seorang Alchemist memang digunakan sebagai menyuling namun bisa di ubah dan dilatih menjadi tipe petarung,tergantung apakah Alchemist itu mampu membuat Api itu menjadi tipe petarung.


Menjadi seorang Alchemist juga harus memiliki jiwa suci untuk menyuling pil agar sempurna,namun keterbalikan itu semua jika ingin mengubah element menjadi tipe penyerang,Alchemist harus bisa mengubah tipe api menjadi api kemarahan agar bisa menyerang,tetapi dari itu mereka masih bisa mengendalikan sehingga api penyerang bisa digunakan sesuai kemauan mereka tanpa melibatkan emosi asli dari kemarahan.Warna pada Api untuk menyuling pil adalah merah dengan sedikit kuning,sedangkan tipe penyerang adalah merah dengan warna Orange.Alchemist sendiri juga bisa membuat pil untuk memiliki dantian jika ingin menjadi kultivator,tidak heran bila Alchemist dihormati.


Namun,kekurangan seorang Alchemist sendiri,jika dia mencoba membuat Pil yang lebih sulit dan tidak berhasil menyuling,bisa berakibat fatal untuk manik jiwa Alchemistnya,bisa jadi dia hancur atau tidak stabil.Selama Alchemist mampu menahan tingkat kesulitan pembuatan pil,kefatalannya bisa dihindari"


Vezia menarik napas,meminum air yang diberikan Zio."Tetapi diantara ketiga bakat ini orang-orang lebih menghormati seorang Alchemist,karena pada dasarnya menjadi Alchemist memungkinkan kita bisa melakukan apapun.Tidak akan mengherankan bila kalian sangat jarang menemukan Alchemist"ucap Vezia.


Kali ini Rose mengangkat tangan,tidak mengejutkan bagi Vezia jika Rose berada di kelas teratas di usianya 14 tahun,Vezia yakin Rose akan menjadi penyihir dan ahli bela diri yang hebat."Boleh saya bertanya Profesor,maaf jika sebelumnya saya lancang.Profesor sebenarnya berada ditingkat mana,dan berapa banyak bakat yang Profesor miliki?"


Vezia menatap kearah semua muridnya yang memandangnya penasaran."Apakah ini penting?"


like...vote...coment...