
"Aku yakin ini bukanlah urusanmu untuk tahu"Vezia menjawab dengan acuh.
Senna menggertakan giginya,tetapi menenangkan diri.Dia tidak ingin gegabah dan membuat Vezia semakin benci padanya nantinya.
"Apa kau memiliki rasamu pada mereka?"
Vezia terdiam dan mengepalkan tinjunya,dan menjawab kembali tanpa emosi dan kali ini benar-benar sangat dingin.
"Sekali lagi Senna ini bukanlah urusanmu"
Senna merasa sesak menghadapi Vezia yang selalu dingin seperti ini padanya,"Bahkan hingga sekarang kau masih membenciku Vezia,apakah aku memang tidak pantas untukmu?"Miris sekali,untuk apa dia bertanya sebuah pertanyaan yang memang sudah jelas jawabannya.
"Tolong Senna jangna ini lagi,aku benar-benar membenci ini semua.Aku menyesal pernah mencintaimu"Vezia mengetupkan rahangnya dan berbalik menatap Senna.
"Kita akan menyelesaikan ritualnya"
Senna menghela napas pasrah matanya menatap dengan sayang kearah Vezia,"Baik jika ini yang kau inginkan tapi ingatlah aku masih mencintai hingga saat ini.Aku tahu aku tidak pernah punya kesempatan,tapi kuharap kau menemukan seseorang yang baik untukmu bukan sepertiku"Senna tersenyum dan berjalan berdiri ditengah menghadapi Vezia dengan sebuah meja bundar tinggi memisahkan mereka.
Vezia tersenyum kecil sebagai balasannya,bersyukur Senna tidak terobsesi seperti terakhir kalinya padanya.Dia tahu Senna bisa menemukan gadis lain diluar sana.
Keduanya saling berhadapan dan menatap wadah yang memiliki ukiran rune lain dengan darah Vezia,"Apa kau harus meletakan darahku juga?"
Vezia menggelengkan kepalanya,"Tidak perlu,karena disini aku yang akan memutuskan itu hanya memerlukan darahku"
Senna mengangguk dan melihat Vezia membacakan beberapa mantar sebagai pelengkap,rune rune disekitar mereka dan dibawah mereka menyala seiring Vezia membaca mantranya.Vezia menggeser kertas berisi mantra yang harus dia baca,ketika Senna melakukannya rune gang ada didalam wadah menyala.
Dan seiring kata terakhir mantra sebuah benang merah melilit jarinya manis Senna begitupun Vezia,kedua benang merah itu tersambung.
Vezia menghela napas menatap benang yang menghubungkan mereka berdua,"Kau siap?"
Senna menelan harapan terakhirnya dengan dada sesak menjawab,"Ya"
"Darahku sebagai saksi,lilin yang menyala sebagai penerang dalam hubungan kami yang akan redup ketika putusnya benang ini,dan Eros sebagai hakim.Aku ingin memutuskan hubungan dengan Senna Veun sebagai seorang Mate.Aku tidak pernah mencintainya dan tidak pernah berakhir sebagai pasangan.Apofasíste me ton Eros os mártyra kathós kai dikastí"
Senna menahan pahit ditenggorokannya dan melakukan bagiannya,"Lilin yang menyala akan redup ketika benang kami putus,Eros sebagai hakim yang akan memutuskan hubungan kami.Takdir kami akan putus,Apofasíste me ton Eros os mártyra kathós kai dikastí"
Semua lilin redup,rune yang mengelilingi dan yang berada didalam wadah bersinar semakin terang.Pakaian berwarna mereka memudar menjadi warna yang berlawanan,dengan Vezia berwarna putih dan Senna berwarna hitam.
Darah dalam wadah terhapus,benang yang menghubungkan merah mereka menjadi hitam dan terputus dan menghilang.Dengan ini hubungan mereka sebagai Mate telah terputus,Tatoo yang berada dilengan Senna terbakar membuat Senna menggertakan gigunya menahan panasnya,begitupun Vezia yang merasakan Tatoo dilehernya terbakar.
Tatoo pada lengan Senna terhapus begitupun Tatoo Vezia yang dulunya menandakan jika dia adalah Mate Senna sekarang telah terhapus.
Senna merasa sesak,sekarang hubungannya dan Vezia benar-benar putus.Vezia hanya menatap Senna dalam diam,sebelum berbicara."Kau bisa menggunakan beberapa kamar disini,untuk memulihkan energimu.Dan aku harap kau bertemu seseorang yang lebih baik untukmu Senna,aku permisi"Vezia berjalan cepat keluar membuka pintu dan mendapati Zio dan Roy menunggu mereka dengan cemas.
Vezia mengangguk kearah Roy dan pergi diikuti Zio.Sementara itu Roy dengan cepat memasuki ruangan hanya untuk mendapati Senna menutupi wajahnya,Roy tahu sahabatnya itu sedih karena hubungannya benar-benar putus.
Senna mengangkat kepalanya dan memandangi Roy dengan senyum miris,"Ini berakhir bukan?bahkan ketika kami belum memiliki hubungan sepenuhnya kami telah berakhir seperti ini."Senna terkekeh dan duduk dengan lelah diatas kursi diruangan itu.
Roy menghela napas dan memeluk sahabatnya itu,"Aku sudah pernah mengatakannya padamu Senna.Jika kau bersikap terlalu terobsesi padanya,kalian tidak akan pernah bisa bersama.Senna tolong,aku yakin kau bisa melupakan Vezia.Dan seperti kata Vezia kau pasti bisa menemukan gadis lain"
Senna tidak menjawab Roy,hanya diam dan menelan fakta jika ini semua telah terjadi,dari awal itu adalah kesalahannya.Jadi dia pantas mendapatkannya.(rada kasian ama Senna).
......................
Vezia duduk setelah mengganti pakaiannya,dan menatap Zio yang sekarang ada didepannya dengan raut wajah kosong.
"Rasanya lega,aku merasa sedikit bebas"Vezia tersenyum kecil,walaupun sedikit kasihan pada Senna.Tapi jujur dia tidak ingin membuat Senna semakin berharap akan lebih baik mereka memutuskannya dari sekarang.
Zio mendengus dan menatap Vezia dengan tatapan tajam,Vezia tahu dia harus mengatakannya.
"Aku memiliki Mate Zio,bukan hanya Senna.Dan mereka semua berasal dari Ras yang ada didunia ini"Vezia menatap Zio yang mengeraskan rahangnya.
"Itu berarti kau memiliki lebih dari 2 Mate?"Zio mendesis seperti itu adalah racun.
"Ya,dan dua lainnya telah bersama kita.Rayyen dan Melvin mereka berdua adah Mateku"Vezia menumpahkannya sekaligus membuat Zio tidak percaya,dan menatap sahabatnya dengan marah karena tidak memberitahunya.Vezia menghela napas.
"Lalu kenapa kau tidak memberitahuku?dan kenapa kau tidak memutuskannya?"Zio mengatup rahangnya,tangannya terkepal matanya benar benar semerah darah dan menyala siap membunuh.
"Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu kalian,dan aku tidak bisa memutuskannya"Vezia tersentak melihat Zio yang mengeluarkan aura membunuh.
"Dan kenapa tidak?!"Zio menekankan setiap katanya dan menahan akan mencekik siapapun.
"Tidak ketika,aku tidak tahu apakah itu akan berpengaruh pada status mereka sebagai Guardian Angelku.Aku masih mencari sampai sekarang"Bohong jika Vezia tidak berkeringat dingin,karena Zio tidak pernah menunjukan wajah semenakutkan itu didepannya.
Zio menjadu tenang dan menarik auranya,membuat Vezia lega.Dan merasa kasihan bagi siapapun yang merasakannya dia tahu aura Vezia sampai keluar.
"Begitu,aku akan membantumu mencarinya.Aku bukannya tidak ingin kau memilih salah satu diantara mereka,tapi mereka terlalu lemah untukmu.Dan aku tidak ingin hal yang seperti Senna terjadi.Aku ingin kau bahagia dengan orang yang tepat"Zio menjawab dengan lembut menatap Vezia yang tersenyum manis kearahnya.
"Aku tahu.Terima kasih Zio"
Zio tersenyum lebar dan berdiri memeluk Vezia."Apakah anak-anak itu siap?tidak lama lagi pertandingan Turnamen"Tanya Zio.
"Aku yakin mereka siap.Mereka telah berkembang pesat,membuatku sangat bangga"
Zio terkekeh,dia tidak akan meragukan sahabatnya siapapun yang berguru padanya akan menjadi orang hebat.
Vote.Coment.Like