
Hari dimana bulan purnama merah telah tiba,Vezia menunggu hingga malam tiba dimana semuanya tidak lagi beraktivitas,kecuali para pengawal serta prajurit yang ada.
Tapi ada satu yang membuat Vezia merasa terhalang,yaitu penjaga penjaga bayangan yang selalu memantau dirinya.
Vezia keluar dari kamarnya,membuat Zero dan Jeno yang sedang berjaga bertanya.
"Ada apa putri?"tanya Zero.
"Ksatria bayangan berkumpul!"ucap Vezia dingin,sontak saja mereka secara serempak berbaris dengan berlutut di depan Vezia.
"Malam ini kuperintahkan kalian untuk berhenti mengawasiku hingga besok pagi,aku tidak menerima bantahan apapun,dan aku tidak mau sampai ayahku tahu,jika ada yang membantah dan memberi tahu ayahku,saat itu juga kalian semua akan mati,paham!"ucap Vezia dingin dan tegas,dirinya mengeluarkan auranya membuat Ksatria bayangan itu bergidik ngeri.
"Pa..pa..ha..m,pu..tr..i"ucap mereka dengan tergagap akibat aura Vezia begitu menakutkan,membuat mereka gemetar bahkan untuk bernafas saja takut.
"Kalian boleh pergi!"ucap Vezia,mereka dengan cepat melesat,tak ingin berlama-lama merasakan aura mengerikan Vezia.
Zero dan Jeno menatap curiga ke arah Vezia.
"Ada yang perlu kamu jelaskan adik manisku?"tanya Zero dan Jeno,senyum dingin mereka layangkan membuat Vezia sedikit takut.
"Tidak ada,aku hanya ingin tenang tanpa gangguan Ksatria-ksatria bayangan itu"ucap Vezia datar,Vezia melangkah kembali memasuki kamarnya tapi sebelum benar benar masuk dirinya mengatakan sesuatu yang membuat Zero dan Jeno curiga tapi tak bisa membantah.
"Jangan ada yang masuk kekamarku,siapapun itu,aku tidak mau ada gangguan,jika ada sedikit saja aku mendengar sebuah suara bising,kalian tahu akibatnya"ucap Vezia dingin.Zero dan Jeno menatap Vezia yang telah masuk kekamarnya entah mengapa mereka merasa ada yang di sembunyikan Vezia.
Vezia memasuki kamarnya mengunci pintunya menggunakan mantra sihir agar tak seorang pun yang bisa masuk.
Vezia mengubah pakaiannya menjadi pakaian pria,dan seluruhnya berwarna hitam terkecuali jubah yang dikenakannya berwarna merah darah.
"Master sebaiknya jangan menggunakan teleportasi,atau kekuatan apapun selain beladiri,sebab itu dapat berpengaruh untuk kebangkitan Ras anda master,anda harus menyimpan Mana kekuatan anda untuk menahan bangkitnya ketiga ras itu,terlebih ketiganya akan bangkit secara bertahap,itu mungkin akan berpengaruh"ucap Draxy.
Vezia mengangguk mengerti,dirinya melesat dengan cepat keluar melalui jendela,berlari dengan cepat menuju hutan kematian.
Suara kaki Vezia yang menapaki pohon demi pohon,matanya tak henti-henti melirik kearah bulan yang berubah menjadi cincin,selama perjalanan menuju gunung hutan kematian,tak ada satupun hewan yang menghalanginya,sebab semuanya telah tunduk pada Vezia.
Tiba-tiba Vezia merasakan rasa sakit yang teramat di bagian dadanya,tapi sebisa mungkin Vezia menahannya.
"Goldy,keluarlah!"ucap Vezia,Goldy pun keluar dalam wujud Phoenixnya.
"Bisa kau mengantarku ke gunung?"tanya Vezia,sembari memegangi dadanya.
"Bisa master,naiklah!"ucap Goldy,Vezia menaiki punggung Goldy.
Matanya menatap ke arah bulan yang sedikit demi sedikit memunculkan warna merah,seiring bertambahnya warna merah itu bertambah pula rasa sakit yang di rasakannya,kali ini bukan hanya di jantungnya melainkan di seluruh tubuhnya.
"Bertahanlah Master,kita akan sampai sedikit lagi!"ucap Goldy.Vezia tak menjawab dirinya hanya fokus pada bulan yang saat ini setengahnya sudah berwarna merah.
Goldy yang terbang dengan cepat akhirnya telah sampai di puncak gunung hutan kematian,Vezia turun dari punggung Goldy.
Vezia membuat sebuah lingkaran formasi yang memang sudah menjadi keharusan dalam melaksanakan bangkit nya Ras yang ada dalam dirinya,terlebih Formasi itu juga akan membuat pasukannya bangkit.
Draxy keluar dari Ruang dimensi miliknya,Goldy dan Draxy berubah ukuran menjadi sedikit lebih besar,dan mengelilingi Vezia.
"Goldy buat tameng yang bisa membuat orang lain tidak melihat kejadian yang akan terjadi nanti"ucap Draxy,Goldy mengangguk patuh.
Vezia yang masih merasakan sakit terduduk dibagian tengah-tengah lingkaran yang memiliki simbol titik besar berwarna merah.Vezia menatap kearah Bulan,tepat ketika bulan telah sepenuhnya berwarna merah saat itu juga rasa sakit yang di rasakan Vezia semakin bertambah,rasa sakit itu bahkan lebih menyakitkan dibanding dirinya yang mencoba menyatukan Yin dan Yang.
Hewan-hewan yang ada dihutan tiba-tiba merasa gelisah,mereka merasa ketakutan akan bangkitnya sesuatu yang sangat kuat.
Tak hanya hewan-hewan di hutan tapi di seluruh penjuru benua baik benua Poren,Jeiron maupun Vroz, juga merasakan kegelisahan yang sangat teramat,mereka seolah merasakan akan adanya sebuah kekuatan besar akan bangkit.
Bulan purnama merah pun tak luput dari penglihatan mereka,semuanya berbondong-bondong keluar dari rumah mereka hanya untuk melihat bulan purnama merah,mereka merasa takut sebab warna merahnya itu,seperti sebuah darah segar.
Vezia yang tadinya duduk bangkit berdiri,rasa sakit yang di rasakannya telah menghilang.
"Draxy,Goldy!"suara nya yang dingin semakin dingin.
"Apakah dunia atas para Raja malaikat maupun Dewa tahu aku seorang Ras campuran?"tanya Vezia dingin matanya menatap bulan lekat.
"Tidak,satu hal yang mereka tidak tahu dan hanya kami dan seseorang yang tahu bahwa anda seorang Ras campuran sekaligus Ratu para Ras"suara Draxy berseru dengan dingin,sepertinya bangkitnya Ras master mereka berpengaruh besar pada keduanya.
"Seseorang?"alis Vezia berkerut,matanya beralih menatap Draxy.
"Belum saatnya anda tahu siapa dia"ucap Draxy.Vezia tak bertanya lebih lanjut,matanya beralih fokus kearah lingkaran formasi yang tiba-tiba bercahaya.
Mata dingin Vezia menatap lurus ke arah depan,Iris mata yang awalnya berwarna Dark Blue berubah menjadi merah semerah darah,tatapan nya dingin serta haus darah,rambut emas nya tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat sangat pekat,bibirnya yang semerah cherry berubah menjadi sedikit pucat,baju serta jubahnya berganti menjadi gaun hitam dengan warna merah darah dibagian bawahnya.
Mata Vezia terpejam sesaat dan terbuka di serta senyum devil,dimulutnya telah tumbuh sebuah taring yang panjang.
"Bangkitlah kalian pasukan Vampirku,Aku Ratu kalian telah tiba"ucap Vezia,tangannya terangkat dengan anggun,dan secara tiba-tiba sebuah pasukan Vampir berada dihadapannya dan berlutut memberi hormat,tatapan mereka kosong tanpa adanya tanda kehidupan(namanya juga vampir😁)
"Hormat kami Ratu para Vampir,kami telah lama menanti anda,dan akhirnya anda kembali dan membangkitkan kami,para Vampir Zeun"ucap mereka secara serempak.Golongan pasukan Vampir milik Vezia adalah Vampir Zeun yang telah lama mati dan akan bangkit jika Ratu para Vampir telah bangkit,untuk para Vampir yang bukan dari Vampir Zeun masih tetap ada tapi tidak diketahui keberadaannya,
kenapa hanya Vampir Zeun yang mati ketika tidak adanya Ratu para Vampir itu dikarenakan sumpah Setia mereka akan mengikuti Ratu mereka mati bersama.
Walaupun Golongan Vampir lain tidak sama seperti Vampir Zeun yang bersumpah,tapi mereka tetap mengakui adanya Ratu mereka.
Vezia menatap dingin kearah mereka,Vezia memasang sebuah perisai transparant pada pasukan Vampir Zeun,setelah itu tiba-tiba dirinya berubah.
Gigi taringnya menghilang,dan iris matanya berubah menjadi hitam pekat,rambutnya masih tetap sama berwarna hitam pekat hanya ada beberapa yang berwarna merah dan putih,di kepalanya muncul sebuah tanduk iblis,dan dibelakangnya muncul sebuah sayap demon.
Draxy dan Goldy tidak menyangka jika Ras iblis dan Demon dalam diri Master mereka akan bangkit secara bersamaan.
"Rise up!"ucap Vezia dingin dan tiba-tiba sebuah pasukan dari bayangan gelap sisi hutan terbentuk menjadi menyerupai manusia yang memiliki rambut hitam serta warna mata hitam pekat,itu adalah pasukan Demon yang terbentuk dari sisi gelap Vezia,tak hanya itu tiba-tiba saja pasukan iblis juga berhadapan dengan Vezia mereka semua secara serempak menunduk hormat pada Vezia.
"Hormat My Queen,Ratunya para Vampir,Demon,dan Iblis"ucap pasukan Demon,Iblis,dan Vampir secara bersamaan,dan Vezia telah memisahkan mereka dimasing-masing perisai transparant.
Vezia memandangi mereka dengan senyum iblisnya,dirinya terbang keatas menatap mereka dengan pandangan dingin.
"Mulai sekarang Vampir Zeun,Pasukan Demon dan Iblis akan bersatu,aku mau kalian bisa bersatu.Jika tidak kalian tahu apa yang akan terjadi.Mengerti!"ucap Vezia dingin,Dirinya terlihat bagaikan Dewi iblis dari neraka yang memiliki seluru ras yang menyatu(lah emang😂)
"Kami mengerti My Queen!"ucap mereka serempak.
Vezia dengan pelan menurunkan tubuhnya,memandangi seluruh pasukannya.Seringai menakutkan terbit dibibirnya.
"Bagus,kalian kembali lah,aku akan memanggil kalian untuk tugas pertama kalian"ucap Vezia dingin tatapan matanya menatap mereka semua tajam membuat mereka menjadi segan dan takut.
"Baik My Queen!"sahut mereka serempak,dan secara bersamaan menghilang dari hadapan Vezia.
Vezia kembali mengubah penampilannya seperti pertama kali.Dia menatap Bulan yang sudah berubah seperti semula.Goldy dan Draxy juga telah kembali seperti semula.Mereka telah menghilangkan dinding penghalang yang mereka buat.
"Kita kembali!"ucap Vezia,dan secara tiba-tiba menghilang dari gunung,menggunakan kekuatan teleportasi.
Di tempat Lain
Seorang pemuda dengan wajah dingin bak es batu,sedang duduk bersantai di jendela kamarnya.Tangannya memegang sebuah kalung,digenggamnya kalung itu erat hingga pecah.
Seringai menyeramkan serta tawa menyeramkan dikeluarkannya ketika melihat bulan purnama merah yang kali ini memiliki warna merah semerah darah tidak seperti biasanya.
"Rupanya dia telah kembali,aku sudah lama menunggumu....Ratuku"ucap nya di sertai seringai menyeramkan.
Tatapan matanya yang sedingin es sesaat melembut dan kembali berubah.
**Hayoo siapakah dia?
ada yang bisa menebak?
Jangan lupa oke dukungannya😁😉**