
Vezia bersama dengan Anggota Kerajaan Hangao sampai di Istana Fantesio,dugaan Vezia benar jika Raja Fantesio mencoba menjilatnya dan terbukti dengan dia yang bahkan mau menjemputnya secara langsung saat ini didepan pintu Istana yang mengejutkan para tamu.
Raja Fantesio tidak menyembunyikan berita jika dia mengundang Ratu Kerajaan DIV yang itu berarti membuatnya dapat dikenali dengan cepat.Ditambah lagi rumor jika ada tiga orang ksatria yang selalu bersamanya,dua diantaranya bertopeng.
Walaupun begitu mereka masih terkejut mengetahui jika Ratu itu adalah gadis yang berusia tidak lebih tua dibanding dengan murid yang diajarnya sebagai Profesor di Academy Wizd.
Vezia mengangkat tangannya tidak memberi waktu bagi Raja Fantesio bicara,mengerti akan hal itu.Raja Fantesio membimbing Vezia dan keluarga kerajaan Hangao memasuki aula.
Mengambil tempat duduk,Vezia duduk tepat dimeja bundar besar yang berada tak jauh dari Anggota Kerajaan Fantesio.Dengan dia yang sudah datang itu berarti mereka akan memulai acara.
Seorang penasihat membaca gulungan yang pastinya Vezia harus memutar matanya karena embel embel seperti ini.Tak lama seorang gadis manis,dan anggun berjalan menuju ketempat dimana Penasihat memintanya untuk berdiri.Dan seorang pemuda tampan dengan pakaian mewah berdiri disebelahnya.Jelas keduanya memang pasangan yang ditakdirkan.
Vezia hanya acuh meminum tehnya matanya melirik kesana kemari menatap satu persatu anak-anak Raja Fantesio,hingga bibirnya tersungging memberinya senyum sinis.
"Aku menemukanmu!"Vezia menatap intens kearah satu objek tanpa siapapun tahu.
Vezia menunjuk Zio memintanya menunduk,"Bisikan pada penasihat Kerajaan,setelah upacara pertunangan aku akan mengadakan kompetisi.Siapapun yang bisa membuatku terkesan dengan kejeniusannya,aku akan memberi hadiah"
Zio mengangguk dan berdiri menuju kearah penasihat,sang penasihat mengangguk dan berjalan kesisi Raja.Tentu saja kabar ini membuat Raja Fantesio antusias.
Begitu upacara pemasangan cincin selesai,Raja Fantesio berdiri mengatakan apa yang dikatakan sang penasihat padanya.
Itu semua mengundang para tamu menatap Vezia dengan mata serakah,Vezia tersenyum kecut dengan tatapan mereka.Jika boleh Vezia ingin mencungkil satu-satu mata mata yang memandangnya,"Lumayan,dapat koleksi baru!"(Setan emang)
"Tantangan apa yang ingin diberikan Ratu?"Vezia mengangkat alisnya menatap kearah gadis yang duduk dikursi anggota Kerajaan DIV.Vezia tidak salah dan sedikit terkesan akan keberanian gadis itu,tapi...
"Nama putri ini Taylor Ern Fantesio"ucapnya dengan nada congkak.
Vezia tersenyum manis,"Gadis yang sangat pemberani,tapi belajarlah untuk menggunakan otakmu membedakan bersikap berani dan bersikap sok berani"Vezia tersenyum dingin,dan menekan kekuatan gadis itu membuat gadis bernama Taylor pucat pasi dan batuk mengeluarkan darah.
Mereka yang menonton tak kalah pucat dan memandang kasihan kearah Taylor,Vezia tersenyum penuh cemooh dan berkata tanpa menjaga sedikitpun cibiran darinya.
"Aku cukup kecewa dengan para Putri yang aku temui sejauh ini,mereka bahkan tidak bisa menunjukan etika yang benar.Tidak salah jika kau sombong karena kau anggota Kerajaan tetapi kesombongan yang kudapatkan dari Para Putri yang kutemui adalah kesombongan seolah mereka menggenggam dunia ditangannya.Jujur saja,perilaku seperti ini membuatku muak.Raja Fantesio sebaiknya kau mengajari anak-anakmu sopan santun,aku tidak pernah mentolerir seseorang yang memandangku dengan congkak terlebih ketika dia berada dibawahku!"ucap Vezia,tangannya bertumpu diatas lututnya dan memandang dingin kearah mereka.
Keringat dingin bercucuran dari mereka,dari suara gemetar Raja Fantesio sudah dipastikan betapa takutnya mereka.Taylor yang merasa dipelototi mengangkat kepalanya benar saja hampir semua anggota Kerajaannya memelototinya kecuali,gadis dan pemuda yang duduk disebelah Putri Kedua dan Pangeran ketiga.Sebenarnya mereka bukan memelototi tetapi mencibir.
"Maaf atas ketidak sopanan Putri saya Yang Mulia,yang satu itu memang sangat sulit dikendalikan.Taylor cepat minta maaf!"ucap Raja Fantesio,diakhiri sedikit bentakan kearah Taylor.
Taylor menggertakan giginya menahan rasa sakit yang terasa diulu hatinya,Taylor dengan gemetar meminta maaf tetapi dalam hatinya dia mengumpat.Tentu saja Vezia tahu itu.
"Tidak perlu meminta maaf jika kau tidak ingin,aku tidak butuh maaf dari orang yang menggunakan kesombongannya untuk berpikir."Vezia menatap hina kearah Taylor.
Raja Fantesio makin memerah karena malu,begitupun anggota Kerajaan lain.Tetapi jelas sekali beberapa tamu ada yang puas pasalnya mereka sangat muak dengan Taylor yang sangat sombong.
Vezia menatap acuh kearah Taylor yang diam-diam mengepalkan tangannya karena dipermalukan.
Like,Coment,Vote