
Festival Lampion.
Vezia,Varrel,Lenzi,beserta kedua Ksatria nya tengah berada di festival lampion,tangan Varrel dan Lenzi tak sedikit pun melepaskan Vezia,mengingat saat ini sedang sangat ramai mereka takut jika Vezia tiba-tiba saja akan terpisah dari mereka.
Karena saat ini mereka tidak terlalu menggunakan pakaian yang begitu mencolok lebih tepatnya mereka menyamar menjadi rakyat biasa serta mereka mengenakan topeng setengah wajah,sehingga mereka tidak menjadi pusat perhatian,karena Vezia tidak mau menjadi pusat perhatian,dia ingin bersenang-senang melakukan apa saja tanpa harus mendapat perlakuan hormat dari rakyat jika mereka melihatnya,terlebih festival pasti akan berjalan sangat canggung jika warga tahu Vezia datang langsung kedalam acara festival untuknya.
Ketika sedang asik berjalan-jalan mata Vezia tertuju pada penjual aneka makanan manis,mata nya berbinar lucu,mengetahui arah pandang adik mereka,mereka berempat hanya bisa menghela napas.
Vezia melepaskan pegangan kedua kakak nya dan berlari ke arah penjual itu.Refleks saja mereka dengan cepat mengikuti Vezia.
"Dek jangan lari-larian gini dong,kalau tiba-tiba kamu hilang gimana"ucap Varrel.
"Hehehe maaf kak"ucap Vezia dan matanya menelusri coklat tersusun rapi,sekali lagi keempat kakak nya itu hanya menghela napas.
"Hai gadis kecil,kamu ingin membeli sesuatu?"tanya penjual.
"Iya paman,aku mau coklat berbentuk bunga sakura itu dan juga kue pelangi itu"ucap Vezia,penjual itu mengambil kan apa yang di inginkan Vezia.
"Ini gadis kecil"ucap nya,Vezia menerimanya dan memberikan 2 keping emas,yang sebenarnya harga manisan itu adalah 2 koin perak.
"Gadis kecil kau hanya perlu membayar 2 koin perak saja"ucap penjual dan memberi kan kembali uang Vezia.
"Tidak perlu paman,anggaplah itu hadiah untuk paman,karena paman melayani dengan sangat sopan"ucap Vezia.
"Terimah kasih gadis kecil,kau sangat baik,persis seperti cahaya kerajaan kami"ucap penjual itu dengan senyum senang,keempat kakak Vezia tersenyum melihat itu.
"Cahaya kerajaan?"
"Iya gadis kecil,cahaya kerajaan kami adalah putri Vezia semenjak kehadirannya,kerajaan Duntler banyak berubah,terlebih kepada Raja dan kedua pangeran,serta Istana kerajaan juga ikut berwarna semenjak kehadiran putri.Kami semua sangat bersyukur semenjak kehadirannya,aku sangat ingin bertemu dengannya tapi sayang nya,aku tidak datang melihatnya pada saat pengeksekusian keluarga menteri kanan"ucap penjual itu dengan di akhir nada kecewa.
Vezia tertegun mendengar penjelasan dari pedagang itu.Varrel dan Lenzi yang mendengarkan ucapan pedagang itu diam-diam mengangguk setuju,memang semenjak kedatangan Vezia hidup mereka menjadi lebih berwarna.
"Aku juga berharap putri bisa hadir untuk melepaskan lampion nya sendiri"lanjutnya lagi.
"Lampion putri sendiri?"tanya Vezia bingung.
"Ya,sebenarnya di setiap ulang tahun anggota keluarga kerajaan akan di adakan festival semacam ini,dan kami selalu menyediakan satu lampion khusus untuk anggota keluarga kerajaan yang berulang tahun,tapi karena di tahun tahun sebelumnya kami terlalu takut kepada Raja dan Pangeran,kami tidak berani ingin meminta untuk mereka melepaskan lampion sendiri"jelasnya lagi.
Vezia sedikit melirik kearah kedua kakak nya sedang yang dirilik berpura-pura tidak tahu dan berbalik kearah lain.
"Akan kupastikan putri akan hadir"ucap Vezia.Pedagang itu terkejut dengan ucapan Vezia.
"Terimah kasih paman,kalau begitu saya dan kakak-kakak saya permisi"ucap Vezia,pedagang itu yang ingin mengajukan pertanyaan pun membatalkannya.
Vezia beserta keempat kakak nya,berjalan menuju kereta mereka yang sengaja di tempatkan jauh dari tempat festival.
"Apa kamu benar ingin ikut dalam acara itu?"Tanya Lenzi.
"Iya kak,aku harus menghargai usaha rakyat kita kak,walau bagaimanapun mereka juga turut ikut membantu dikerajaan kita."ucap Vezia.Varrel dan Lenzi hanya menghela napas.
"Dimana lampion-lampion nya akan di terbangkan?"tanya Vezia.
"Biasanya akan di terbangkan di danau air mata"ucap Jeno.Vezia mengangguk.
"Ya sudah ayo ke danau air mata"ucap Vezia.
"Tapi putri anda harus mengganti pakaian anda terlebih dahulu setidaknya yang mencerminkan anda seorang putri"ucap Zero.
"Tapi aku tidak membawa baju ganti,dan lagi itu sangat merepotkan"ucap Vezia kesal.
"Aku sudah menyediakan untuk putri"ucap Jeno,Vezia pasrah saja dia tidak mau mendengar ceramah panjang Zero jika dia membantah.
"Pangeran Varrel dan Pangeran Lenzi sebaiknya juga mengganti pakaian kalian,saya juga sudah menyiapkan untuk kalian"ucap Jeno.
"Tunggu,kenapa kalian bisa menyediakan secepat ini bukankah kalian baru tahu tadi"ucap Vezia heran.
"Sebenarnya putri,kami sudah tahu jika setiap ulang tahun anggota kerajaan,anggota yang berulang tahun akan hadir untuk melepas lampion sendiri,karena berjaga-jaga jika saja putri mendengar beritanya jadi kami menyediakan memang"ucap Zero.Jeno dan Zero menunjukkan senyum bangga.
"Tapi darimana kalian tahu aku akan ikut dalam acara ini?"tanya Vezia lagi.
"Putri kami sudah merawat putri sedari bayi,hingga sekarang kami sangat mengenal putri,sekejam apapun putri,putri pasti akan menghargai usaha seseorang yang menghormati putri"ucap Jeno,Vezia tersenyum manis kearah Zero dan Jeno.
"Aku akan mengganti pakaian ku"ucap Vezia dan masuk kedalan kereta,sedangkan keempat kakak nya berjaga di luar,Lenzi dna Varrek sedari tadi telah mengganti pakaian mereka ketika Vezia sibuk berbicara dengan Zeri dan Jeno.
Vezia telah mengganti pakaian nya menjadi gaun berwarna Dark Blue serasi dengan warna kedua iris matanya,rambutnya sengaja di kepang satu,dia hanya mengenakan jepitan rambut berbentuk phoenix yang berwarna hitam,serta sepatu yang bagian bawahnya rata berwarna hitam.
"Setidaknya ini tidak terlalu mencolok"gumam Vezia.
Mereka pun bergegas menuju danau air mata,mereka tetap mengenakan topeng mereka.
Ketika mereka sampai mereka melihat sudah banyak warga yang berkumpul dan berdiri di sisi danau dengan berjejer sangat rapi.
Mereka mendekat dan melihat ada sebuah perahu yang dihias sangat cantik dan dibagian perahu ada lampion yang memiliki warna yang berbeda dengan lampion yang di pegang warga,lampion itu berwarna biru,dan terdapat lambang kerajaan di bagian bawah pinggir lampionnya.
"Apakah itu lampion sang putri"ucap Jeno,dan suara nya tak sengaja di dengar salah satu warga.
"Benar,kami membuatnya dengan sangat indah walaupun kami tahu putri mungkin tidak akan hadir"ucap nya dengan nada sendu.
Vezia berjalan menuju perahu itu dan menaikinya.
"Siapa bilang aku tidak hadir,aku disini"ucap Vezia dingin dan membuka topengnya,seluruh warga terkejut melihat Vezia mereka tidak menyangka Vezia akan turut hadir.
"Putri Vezia hadir,ternyata dilihat dari dekat putri sangatlah cantik"ucap salah satu warga,semua warga bersorak dengan senang.
"Apa aku akan menerbangkan lampionku di perahu ini?"tanya Vezia dingin,Vezia sengaja membuat warga tidak terlalu merasakan aura nya. tapi tetap saja para warga bergidik mendengar ucapan dingin Vezia,tapi mereka tahu putri itu sebenarnya sangat baik.
"Benar putri,lebih tepatnya putri akan menerbangkan di tengah tengah danau"ucap warga yang tadi menjawab pertanyaan Jeno.
"Tidak bisa,jika putri terjatuh bagaimana"ucap Jeno.Mereka berempat melepas topeng mereka,membuat seluruh warga terkejut dan dengan takut-takut menunduk terlebih melihat tatapan kedua pangeran.
"Kakak"suara Vezia mampu membuat mereka berempat menghilangkan tatapan tajam mereka.
"Tidak apa kak,kan kalian bisa menjagaku,walau bagaimanapun kita harus menghargai usaha mereka"ucap Vezia dengan nada dingin.Warga yang mendengar menjadi terharu.
"Kalau begitu biar aku saja"ucap Lenzi.Lenzi ikut naik ke perahu.
"Maaf pangeran,ini lampion untuk anda setiap orang yang hadir harus menerbangkan lampion"ucap Warga tadi.
"Bagaimana cara menerbangkannya?"tanya Varrel,yang juga mendapat lampion begitupun Zero dan Jeno.Jujur saja mereka baru pertama kali melakukan acara seperti ini.
"Pangeran hanya perlu berdoa demi kesehatan,kebahagiaan,serta panjang umur untuk putri,kedua pangeran boleh mengucapkan harapan terdalam dari pangeran,setelah mengucapkan semuanya di dalam hati pangeran,pangeran langsung menerbangkannya"jelas nya.
Mereka semua mengangguk mengerti.
"Dan untuk putri,karena putri yang berulang tahun putri boleh mengucapkan apapun harapan putri"ucapnya lagi.
Vezia dan Lenzi,duduk dengan diam di dalam perahu tiba-tiba saja berjalan sendiri sampai ketengah-tengah danau,Lenzi dan Vezia berdiri saling berhadapan,dengan lampion masing-masing di tangan mereka.
Mereka pun melakukan doa dan mengucapkan harapan mereka masing-masing.
"Aku berharap,keluargaku sekarang dan keluargaku di dunia yang dulu selalu hidup bahagia.Aku berharap aku bisa menjadi pemimpin yang terkuat dan menjaga rakyat-rakyatku agar tetap bahagia.Aku berharap aku bisa selalu bersama dan menjaga keluargaku,aku tidak ingin kehilangn mereka,aku tidak ingin melihat mereka bersedih,aku ingin mengakhiri semua konfik yang ada di dunia ini,dan menjadikan dunia ini damai,aku tak ingin lagi ada pertumpahan darah,hanya itu keinginanku"Batin Vezia mengucapkan harapannya.
"Aku berharap aku bisa selalu bersama dengan keluargaku,aku berharap adik-adikku bahagia,aku berharap Zizi kecilku selalu bahagia aku tidak ingin melihat dia terluka,aku berharap bisa melindunginya walau nyawa taruhannya."Batin Lenzi mengucapkan harapannya,dan tanpa disadarinya Varrel pun mengucapkan harapan yang sama.
"Aku berharap putri akan selalu bahagia,dan menjadi adik manis kami selamanya,aku berharap putri kelak menjadi seseorang yang bersinar,aku berharap dirinya akan bahagia,dan mampu melewati segala tantangan yang akan di hadapinya kelak"Batin Zero dan Jeno.
Setelah mengucapkan semua harapan mereka,mereka menerbangkan lampion secara bersamaan.Air mata Vezia jatuh kala mengingat segala harapan atau lebih tepatnya permohonan nya.
"Aku berharap semuanya menjadi nyata"Batin nya dengan menatap lampion lampion yang terbang tinggi,Lenzi yang melihat Vezia memgeluarkan air mata menarik Vezia kedalam pelukannya,masa bodoh dengan warga yang melihatnya.
"Zizi sayang jangan menangis yah,kakak nggak suka"ucap Lenzi dan menghapus air matanya.
"Zizi nggak nangis kak,Zizi hanya sedang bahagia"ucap Vezia.Lenzi tersenyum kecil dan mengelus kepala Vezia.
Setelah semua acara pelepasan lampion selesai,Vezia pamit kepada warga karena harus kembali ke istana.
"Terimah kasih atas kerja keras kalian"ucap Vezia dengan membungkuk.
"Tidak perlu seperti itu putri,kami yang harus berterimah kasih karena telah mengubah kerajaan menjadi lebih hidup"ucap salah satu warga.
Vezia tersenyum mendengar ucapan warga tadi,warga yang melihat senyum Vezia tertegun,untuk pertama kalinya mereka melihat senyum dari Vezia,karena selama ini putri tidak pernah tersenyum.
Keempat kakaknya kali ini membiarkan Vezia tersenyum di depan umum,sebagai balasan menghargai usaha mereka.
Tiba-tiba saja seorang gadis yang memiliki usia sama seperti putri datang menghampirinya,walau pun memiliki usia yang sama,Vezia sedikit lebih tinggi dari anak itu.
"Putli,apakah putli mau menggunakan mahkota bunga ini,aku membuatnya untuk putli ebagai adiah ulang tahun putli"ucapnya dengan nada cadel.Dan memberikan Vezia sebuah mahkota bunga sakura,dan terdapat beberapa hiasan bunga bunga kecil.
"Jangan menganggu putri,maaf atas kelancangan anak saya,putri tidak perlu menerima hadiahnya"ucap seorang wanita paruh baya yang ternyata ibu dari gadis itu.Mata gadis itu berkaca-kaca mendengar ucapan ibunya.
"Tidak apa-apa bibi,aku akan menerimanya,kasihan dia,dia sudah bekerja keras demi diriku"ucap Vezia,membuat wanita itu tersenyum dengan kebaikan hati Vezia begitupun dengan yang lain.Gadis itu tersenyum senang.
"Apa kau mau mengenakan nya dikepalaku?"tanya Vezia,dan diangguki dengan antusias,gadis itupun memasangkan mahkota bunga itu dikepala Vezia,membuat Vezia terlihat sangat cantik.
"Putli sangat cantik"ucap Gadis itu dengan polosnya.
"Kau juga cantik"ucap Vezia membuat seyuman gadis itu bertambah berseri.
Vezia melepaskan jepitan rambut.berwarna hitam dikepalanya dan memasangkan di kepala gadis itu.
"Ini sebagai hadiah dariku"ucap Vezia.
"Tapi aku tidak belulang tahun putli"ucap nya.
"Memberikan hadiah tidak harus menunggu seseorang berulang tahun"ucap Vezia.
"Terimah kasih atas kebaikan putri,semoga putri dan keluarga kerajaan selalu bahagia"ucap ibu gadis itu.
"Terimah kasih atas doanya bibi,kalau begitu kami semua pamit"ucap Vezia.Para warga mengantar mereka sampai kekereta mereka.
Vezia melambaikan tangannya.begitupun dengan warga.
Karena terlalu lelah,Vezia tertidur dengan bersandar di pundak Lenzi.Mereka berempat tersenyum melihat wajah imut Vezia yang sedang tertidur.Zero dan Jeno tidak seperti ksatria lain yang akan berjaga dari luar,tapi mereka ikut kedalam itu semua atas permintaan Vezia.
Hanya butuh beberapa menit akhirnya mereka sampai di Istana,di depan gerbang sudah ada Raja Lucas dan Ronald yang menunggu.
"Kenapa ayah disini?"tanya Lenzi dengan Vezia yang sedang digendongannya.Raja Lucas meneliti tubuh ketiga anaknya,dan menghela napas lega karena tidak terluka sama sekali.
Melihat kekhawatiran ayahnya,Varrel dan Lenzi menghela napas.
"Ayah tenang saja kami tidak apa-apa"ucap Varrel.
"Ada dengan Zizi?"tanya Raja Lucas sedikit panik.
"Astaga ayah tenanglah dia hanya tertidur"ucap Lenzi kesal sendiri melihat kepanikan ayahnya terlebih jika menyangkut soal Vezia.(Nggak sadar diri nih bocah,sama aje kali lu,lu semua kalau udah meyangkut Vezia apalgi lihat dia lagi sakit,udah kek orang kesurupan setan🙄).
"Syukurlah"ucap Raja Lucas dan mengambil alih menggendong Vezia.
"Darimana mahkota bunga ini"ucap Raja Lucas.
"Itu dari seorang gadis kecil,dia membuatkan itu untuk hadiah ulang tahun Zizi"jelas Varrel.Raja Lucas hendak melepas dan membuangnya tapi tertahan akibat peringatan dari Zero.
"Maaf yang mulia,anda tidak mau kan membuat Putri marah kepada anda,sebaiknya anda jangan membuangnya putri akan sangat marah"ucap Zero dingin,ingat kan Zero dan Jeno hanya lembut kepada Vezia.
"Kenapa dia harus marah ini hanya bunga"ucap Raja Lucas dingin.
"Bagi Raja itu hanya bunga,tapi bagi putri itu adalah mahkota,putri sangat menghargai pemberian orang lain sekalipun itu batu biasa,tapi jika orang itu bekerja keras hanya untuk putri,putri akan sangat menghargai usahanya"jelas Jeno.Raja Lucas memandangi putrinya dengan senyum kecil,dan juga sedikit kecewa.Tersenyum karena kebaikan Vezia,mirip sekali dengan mendiang Ratu Diana,yang sangat menghargai baik dan menghargai pemberian orang lain.Kecewa sebab Zero dan Jeno lebih mengenal putri nya dibanding dirinya sendiri.
"Ayah sebaiknya kita cepat membawa dia kedalam udara malam hari sangat dingin,jangan sampai dia sakit"ucap Varrel.Raja Lucas mengangguk setuju,dan berjalan menuju Istana Phoenix.
Holla guys...
Jangan Lupa yah😉