Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS154



Ketika Vezia telah sampai dipanggung dimana saat ini guru-guru Academy Wizd menyusulnya memberinya tempat duduk tertinggi disebelah guru-guru Academy lain yang membuat semua guru dari Academy yang hadir tidak mempertanyakan mengapa,yah jelas saja mereka tidak ingin membuat Ratu yang dikenal kejam itu murka atas ketidak hormatan mereka.


Mata Vezia menelusuri guru dari Academy lain maupun beberapa Sekte-sekte yang hadir,mata zambrud terangnya berkilat kemenangan menatap objek yang dia dapati.Tidak salah lagi orang yang duduk diantara guru guru Academy Saintess dengan jubah megah dan mewah pasfi ada Kepala Academy Saintess,Luxia.


Tapi memang Vezia merasakan apa yang dirasakan Draxy dan Goldy,jelas sihir dan aura orang ini bukanlah berasal dari dunia bawah,dia pasti dari dunia atas.Andai saja Reijin disini,gurunya itu pasti bisa membantunya untuk tahu.Karena Reijin lebih tahu menahu seperti apa aura mungkin saja dia kenal aura sihir milik siapa ini,Vezia tidak akan ragu jika Luxia adalah orang yang terkenal terbukti dengan seberapa besar kekuatannya.


Vezia mengalihkan matanya kearah lapangan,barisan-barisan semua Academy masing-masing terpisah dengan seragam mereka.


Team Reapers berada ditempat dikelas mereka,dengan jubah kelas mereka masing-masing.Vezia tentu akan membuatkan mereka jubah khusus sebagai jubah team,dia perlu tahu aturan-aturan pertandingan team.


Vezia mencari keberadaan Zio,Vampire satu itu telah pergi setelah keluar dari ruang rapat menyisakan Zero dan Jeno menjaganya walaupun dia tahu Allena pasti tidak akan meninggalkannya tanpa memberi perintah kepada bawahannya untuk berjaga.


Seringai main-main terlihat dibibirnya melihat Zio yang sedang berdiri berdampingan bersama Regan yang memang berdiri dibelakang para siswa untuk memantau ketertiban murid murid.


"Zio,serius aku ingin menjodohkanmu dengan Regan saja gimana?kalian berdua cocok loh."Telepati tiba-tiba Vezia membuat Zio tersentak dan dari jauh menatap horor dan membunuh kearah gadis itu.Zio melirik Regan dan berjalan menjauh membuat pemuda dengan rambut merah api itu bingung.


"Kau baik-baik saja?"Regan bertanya dengan prihatin melihat wajah pucat Zio walaupun biasanya pucat tapi tidak separah ini.


"Ya,aku baik-baik saja!"Ketus Zio,mencoba menghindari Regan.


Zio mengepalkan tangan kesal,"Aku akan bersumpah Vezia,jika kau mengatakan sesuatu sepertu ini lagi.Aku menolak membuntuti si rambut merah menor ini.Akan lebih baik jika aku bermain sesuatu yang menyebalkan bersama Melvin!"Secara mental Zio cemberut kepada Vezia.Vezia tertawa.


"Oh jadi kau pindah haluan?sekarang kau mengincar Melvin.Zio sebaiknya kau menetap di satu hati,kasihan jika kau memberi mereka harapan palsu.Aku pribadi sih setuju jika kau sama Regan,dia bisa menjadi tamengmu kalau-kalau kau terkena masalah tanpa aku,dan kalau dilihat-lihat dia juga sangat perhatian padamu.apa kau tidak merasa senang?"Vezia menggigit pipi dalamnya menahan tawanya melihat Zio melotot ganas kearah Regan yang tidak tahu apa-apa.


"VEZIANDRA GUE TUH MASIH NORMAL,DAN GUE JUGA GAK BAKALAN MAU AMA NIH MAKHLUK BAWAHAN RAJA IBLIS.IDIH ENAK AJA GUE JADI PACARNYA,SORRY SORRY AJA KALAUPUN GUE BELOK.GAK BAKALAN GUE MILIH DIA!!"Vezia meringis tapi tertawa mendengar ucapan Zio,serius sebenarnya ada dendam apa sih Zio sama Regan sampai-sampai seilfeel dan sekesal itu Zio sana Regan.


"Serius Zio,kau ada dendam apa sih sama dia?"


Zio mendengus tidak menjawab pertanyaan Ratunya,bodo amat kalau gajinya dipotong(Becanda)yang penting dia tidak ingin lagi dekat-dekat secara pribadi dengan Regan,sungguh dia tidak tahu mengapa semenjak mengenal Regan dia memiliki berbagai kesialan menghampirinya.Titisan iblis sih,pikirnya.


Vezia berdehem pelan mengalihkan kembali perhatian ketika pembukaan acara yang sejak beberapa menit yang lalu telah berjalan.Tentu saja pembukaan acara ini sangat membosankan,hanya memperkenalkan murid unggulan dari Academy Saintess penjelasan aturan main,dan apalagi jika bukan makan dan minum.


Para murid berhamburan berbaur satu sama lain ketika mereka diizinkan untuk melakukan apapun selama itu masih dibagian lapangan.Vezia tidak tertarik untuk ikut makan dengan mereka yang kebanyakan membicarakan pelajaran apalagi mendengar mereka menyombongkan masing-masing murid mereka didepan semua guru Academy Saintess,kecuali Academy Wizd yang para gurunya tetap diam karena mereka tahu satu hal dan tidak akan melanggar,yaitu Vezia tidak suka jika mereka berbicara omong kosong atau menyombongkan kekuatan semua murid dan merasa lebih baik dibanding yang lain.


Jelas saja diamnya Academy Wizd yang tidak ikut andil dalam aksi merak mereka menarik perhatian beberapa guru dan tetua academy lain walaupun begitu mereka tidak mempertanyakan,tidak sampai salah satu guru yang mengejutkan Vezia baru menyadarinya yang termuda walaupun tak semuda dia,sekitar usia 25-an menjadi guru di Academy Saintess.


"Pasti sangat beruntung bagi Academy Wizd ini mampu menarik perhatian Ratu Kerajaan yang terkenal diseluruh Benua.Aku bertanya-tanya apa yang sangat diinginkan Ratu?"Nada ramah terselip diucapan tentu membuat siapapun akan merasa jika dia sekedar bertanya atau basa basi dengan ramah,tapi tidak bagi Vezia yang tahu jika pasti Pemuda itu ingin tahu tentang dia.


"Bukan apa-apa,aku hanya ingin mencoba sesuatu yang baru"Vezia menjawab dengan suara tenang dan dingin,matanya menyipit sedikit melihat kedutan geli dibibir pemuda bermata ungu tua itu.


Vezia mengangkat alisnya dengan pandangan tanya,sebelum bibirnya membentuk seringai sinis."Aku ingin tahu sesuatu yang menarik itu apa?bisa anda jelaskan?dan bukankah tidak sopan jika tidak memperkenalkan diri?"sinis Vezia,membuat mereka yang mendengarnya bergidik,oh yah suara sinis Vezia seperti sebuah aura mengancam.


Pemuda tadi memerah sedikit sebelum menyeringai geli,"Maafkan atas ketidak sopananku,anda bisa memanggil saya Castor"Gadis gadis yang melihat memerah,yah kecuali Vezia.Jujur saja Castor tidak lebih tampan dibanding kakak-kakaknya,Vezia yakin jika saja tiga Benua berbaur dan selalu melakukan acara bersama kakak-kakaknya bahkan Ayahnya akan menjadi incaran para gadis maupun wanita diluar sana,tapi tentu saja Vezia menolak oh maaf saja,jika keluarganya bisa protektif diapun juga bisa.


Alis Vezia terangkat,"Castor?bintang yang paling terang di rasi bintang Gemini"


Castor tersenyum lembut dan mengangguk,"Benar,namaku diberikan oleh guruku ketika dia menemukanku tepat dibulan dengan rasi bintang Gemini.Guruku juga memiliki nama dari rasi bintang paling terang,Sirius"


Bibir Vezia berkedut geli,"Sirius?kok jadi ingat Harry Potter"


Vezia mengangguk mengerti,Castor tersenyum kearah Vezia,"Kami tidak bisa menjelaskan sesuatu itu,itu larangan"


"Kalau begitu berharap saja untuk membuatku bermimpi melihat keajaiban itu"suara Vezia yang mengandung sarkasme sedikit menyinggung guru lain,tapi apa yang bisa mereka lakukan,mereka masih ingin hidup untuk kedepannya,terima kasih.


Castor jelas tidak peduli dengan sarkasme Vezia,itu membuatnya sedikit tertarik karena gadis didepannya sangat misterius.Dan jelas sedari tadi dia memperhatikan Kepala sekolahnya,selalu memperhatikan Vezia.Jika saja Castor tidak berteman lama dengan Luxia dia tidak akan tahu tatapan dibalik mata yang kosong itu,jelas ada kerinduan,penyesalan,kasih sayang untuk gadis itu.


Castor pasti harus bertanya,karena seumur hidup Luxia hanya akan menatap istri dan anaknya dengan tatapan kasih sayang mendalam.


Vezia melirik kerumunan murid yang berbicara dan beberapa dari mereka memamerkan bakat mereka.Dia perlu memantau Noah karena anak itu belum sepenuhnya stabil.


Vezia berdiri,"Saya permisi"Vezia melangkah pergi diikuti Zero dan Jeno menuruni panggung besar itu menuju kumpulan anak-anak usia 7 tahun.


Vezia mencari keberadaan Noah tapi tidak menemukan anak hyperaktif itu,"Apa kalian melihat Noah?"


"Kami melihatnya Profesor,dia bilang pergi mencari Pangeran Rayyen dan Putri Rose"Vezia mengangguk,dan memberi coklat kepada anak-anak yang menatapnya dengan kagum itu.


Vezia membiarkan sihirnya menuntunnya mencari Noah,dan benar dia sedang berkumpul dengan Rayyen dan Team Reapers lain.Melihat kedatangan Vezia membuat murid-murid Academy Wizd membungkuk kearahnya.


Dan kembali berdiri ketika diminta,"Noah?"Vezia melihat Noah yang cemberut kearah Rayyen dan Rose.


Bocah itu tetap diam,Vezia mengangkat alis kearah Team Reapers."Err..itu Profesor,Noah marah karena emm saya tidak sengaja mematahkan seruling hadiah yang anda berikan padanya"Rayyen menunduk malu,dia benar-benar tidak sengaja tadi dia hanya mencoba bermain tetapi adiknya tidak membiarkan dia memegangnya jadi karena terlalu keras dia menggenggam serulingnya patah.


Noah menunduk sedih mengangkat serulingnya,Vezia terkekeh geli membuat para pemuda disana tersipu,menepuk kepala Noah.Vezia melambaikan tangannya seruling itu kembali utuh,"Aku menambahkan beberapa sihir sehingga itu tidak akan patah.Ingat gunakan dengan baik"Noah terkikik girang dan mengangguk,dan dengan hati-hati memasukannya di dalam cincin penyimpanannya.


Like..Vote...Coment...