
Tak terasa acara pun telah usai,Vezia pun sekarang telah berada di dalam kamarnya,badannya terasa sangat lengket,di sebabkan terlalu lamanya acara yang harus melewati beberapa ***** bengek yang menurutnya sangat membosankan,jika tidak mengingat jika dia seorang putri sudah sedari tadi dia menghancurkan acara itu.
Terlebih dirinya muak melihat wajah para serigala penjilat itu,wajah-wajah yang tidak tahu diri,menjilat seorang bangsawan kerajaan agar menaikkan derajat mereka,sayangnya otak mereka terlalu bodoh mereka tidak tahu jika setiap kerajaan sangat mengetahui mana penjilat sesungguhnya.
Dan lagi mereka ingin mencoba masuk dalam anggota keluarga kerajaan miliknya bermimpilah setinggi mungkin,akan Vezia pastikan ketika angan mereka telah di ujung dirinya akan menarik secara cepat dan membiarkan mereka jatuh dalam kenyataan,kedua keluarganya tidak semudah itu dapat di bodohi,kata jenius bukanlah kata yang hanya terpajang agar di pandang orang tapi kata jenius sudah terbukti di masing-masing anggota mereka.
Vezia tidak akan semudah itu membiarkan orang asing seperti serigala kotor seperti mereka masuk dalam keluarganya.Kedua keluarga ini sangat percaya dengan Vezia dan setiap perkataannya,jadi mudah bagi Vezia,jika dirinya mengatakan jauhi maka akan mereka lakukan,karena mereka tahu Vezia dapat mengenali seseorang walau hanya melihat matanya,dan tahu mana yang baik dan buruk.
Kasih sayang yang terlalu besar untuk Vezia membuat mereka dapat melakukan apapun,jika mereka harus melakukan sebuah perang demi Vezia akan mereka lakukan.Kelima bukan tapi ketujuh kakak-kakak Vezia bahkan tidak ada niat untuk menikah sama sekali,mereka masih tidak ingin berhubungan dengan wanita selain nenek,bibi,dan malaikat kecil mereka,bagi mereka perempuan diluar sana memiliki sifat ular yang membuat mereka rasanya ingin memusnahkan mereka dalam sekali lihat.
Dan lagi alasan lainnya adalah karena mereka tidak tertarik dan masih fokus ingin menjaga adik kecil mereka,keluarganya yang lain tidak mempermasalahkan nya sama sekali menikah atau tidaknya mereka itu urusan mereka,mereka tidak akan memaksa mereka untuk cepat menikah,tidak menikahpun tidak masalah toh mereka tidak peduli dengan anggota baru yang akan hadir,mereka sudah bersyukur dengan hanya mereka yang berkumpul.
Bertanya masalah siapa Ratu yang akan mendampingi Raja dalam memimpin kerajaan selanjutnya,mereka memiliki Vezia yang bisa memegang tahta sebagai Ratu,dan jika nanti Vezia memiliki suami,Lenzi dan Varrel tidak masalah melepaskan kursi tahta kerajaan Duntler asalkan adik kesayangan mereka tetap berada di kerajaan mereka dan tidak pergi kemanapun.Tapi itu jika mereka mengizinkan Vezia menikah.
Untuk tahta kerajaan Fioska,mereka masih memiliki Harry,Enzi,dan Keno yang dapat memimpin selanjutnya.Jadi mereka tidak terlalu membutuhkan orang luar untuk hadir,mereka bukan orang yang hanya ingin mengambil sesuatu agar cepat naik tahta atau mendapatkan sesuatu,mereka tidak masalah apakah harus menetap sebagai anggota kerajaan atau tidak asalkan keluarga mereka tetap lengkap dan utuh.
Lupakan soal masalah itu kita kembali kepada Vezia yang sedari tadi diam memandangi langit-langit kamarnya,entah apa yang sedang dia pikirkan dengan otak jenius nya itu.
Tok...Tok...Tok...
Ketukan pintu membuat nya tersadar,dan beralih menatap sebentar kearah pintu sebelum menjawab.
"Masuk!"ucap nya dingin.
Jeno dan Zero masuk wajah mereka yang awalnya dingin melembut,mereka menutup pintu dan berjalan pelan kearah Vezia.
"Udah mandi dek,kakak udah nyiapin air di dalam sebelum kamu kemari tadi?"tanya Zero,ingatkan mereka akan menjadi layaknya adik kakak jika tidak ada orang lain.
"Bentar lagi kak!"ucap Vezia malas,entahlah dirinya terlalu malas untuk bergerak saat ini.
"Oh iya,5 serigala dan 5 kelinciku sudah diberi makan kan?"tanya Vezia.
"Sudah baru tadi kami menyuruh beberapa pelayan mengantarkan mereka makanan"sahut Jeno.5 Serigala dan 5 Kelinci yang dimaksud itu adalah hewan yang di tangkap kelima Pangeran yang diberi tantangan dari Vezia (Masih ingatkan?).
Vezia mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
"Kalau gitu Zizi mau mandi dulu!"ucap nya yang di angguki keduanya,Vezia berjalan kearah kamar mandi.
Jeno dan Zero yang memang pelayan sekaligus ksatria Vezia menyiapkan segala keperluan Vezia.Setelah menyiapkan untuk Vezia mereka keluar dari kamar Vezia dan berjaga di depan.
Vezia yang telah usai mandi pun dengan cepat mengenakan gaun yang sudah di siapkan Zero dan Jeno serta tidak lupa mengenakan hiasan-hiasan lain terutama sebuah mahkota yang menandakan dirinya seorang putri kerajaan.
"Putri apa sudah selesai?"tanya Zero dirinya kembali menggunakan bahasa formal dikarenakan saat ini mereka tidak sedang bertiga.
"Sudah kak!"ucap nya dan berjalan keluar.
"Putri,untuk beberapa hari kedepan anggota kerajaan Tenzia dan Frost akan tinggal,karena masih ada urusan antar kerajaan."tanya Zero,Vezia mengangguk mengerti,dirinya tahu maksud dari ucapan Zero,menghela napas untuk sesaat,sepertinya dirinya harus benar-benar banyak bergerak beberapa hari kedepan.
"Kita ketempat serigala dan kelinciku"ucap Vezia dingin.Dirinya melangkah menuju tempat hewan-hewan peliharaannya,diikuti Zero dan Jeno.
Tepat ketika mereka akan sampai mereka berpapasan dengan Felly dan Astesia.Felly yang memiliki sifat cerewet di depan Vezia mulai beraksi.
"Hai Vezia!"ucap Felly dan berlari memeluk Vezia,Vezia hanya diam sudah terbiasa dengan tingkah nya ini.Astesia dibuat geleng-geleng kepala,dia bingung sebenarnya antara Felly dan Vezia yang tua dan muda siapa sih.
"Bersikaplah seperti seorang Putri,Felly!"ucap Astesia.Felly merasa dejavu kata-kata itu,adalah kata-kata yang sama yang diucapkan kakak nya Stefania.
"Sudahlah kak Stesia,berapa kalipun kau mengatakannya,dia juga tidak akan mendengarnya"ucap Vezia dengan sedikit candaan dan ejekan.Felly seketika menjadi cemberut,mendengar ucapan Vezia.Astesia dibuat ketawa melihat tingkah Felly,sedangkan Vezia tersenyum tipis melihat Felly.
"Kau ingin kemana?"tanya Felly,dirinya tiba-tiba melupakan masalah ejekan Vezia tadi.
"Melihat hewan peliharaanku"jawab Vezia.
"Boleh aku ikut?"tanya Felly antusias,matanya berbinar lucu.Vezia menatapnya sesaat.
"Jika aku katakan tidak,kau akan tetap ikut jadi apa gunanya bertanya"ucap Vezia dengan di selingin gelengan kepala mengingat tingkah keras kepala Felly.
Felly yang mendengarnya hanya menunjukkan senyum malu.
Mereka lanjut berjalan kearah tempat hewan peliharaan Vezia.
"Wah lucu sekali!"ucap Felly dengan nada girang menatap kelinci-kelinci berwarna abu-abu yang memiliki sedikit warna lain.
"Kau mau satu pilihlah yang kau suka!"ucap Vezia,seketika itu Felly menunjukkan senyum senangnya.Dirinya berlari kearah kelinci berwarna abu-abu yang dibagian ekornya berwarna hijau.
Felly menggendong dan memeluk nya dengan sayang,berjalan kearah Vezia dengan senyum merekah,dan mata berbinar senang.
"Beri dia nama"ucap Vezia.Felly mengangguk dan berpikir memikirkan nama yang tepat untuk kelincinya.
"Bagaimana dengan grey?"ucapnta dan menatap kearah kelinci itu,mengelusnya dengan lembut,saat pertama kali dalam gendongan Felly dirinya seakan menolak,tapi akhirnya dapat menerima Felly.
"Boleh juga.Bagaimana dengan kak Stesia,apa kakak tidak ingin mengambil satu dari serigala atau kelinci itu?"tanya Vezia menatap Astesia yang sedari tadi diam.Mata Astesia langsung saja berbinar penuh harap.
"Benarkah?"tanya Astesia.Vezia mengangguk.Astesia dengan senang berjalan kearah Serigala hitam bercorak putih itu.Awalnya Serigala itu hampir menggigit Astesia,tapi dengan cepat dihadang Vezia.
Vezia mengelus lembut kepala Serigala itu membuat nya merasa nyaman.
"Ikutlah dengan Putri Astesia,mulai sekarang dia adalah tuanmu!"ucap Vezia,Seakan paham Serigala itu berjalan dan mengitari Astesia,kepala nya mengelus kaki Astesia.Astesia yang awalnya takut menjadi berani,dengan lembut dirinya mengelus bulu halus serigala itu.
"Mulai sekarang namamu adalah White,itu sesuai dengan warna matamu"ucap Astesia,seakan setuju serigala itu mengeluarkan suara lolongan nya dan mengibaskan ekornya kewajah Astesia membuatnya tertawa geli.
Syut..
Suara anak panah serta tangkapan Vezia membuat mereka terdiam,Zero dan Jeno dengan cepat melindungi Vezia.
Penjaga bayangan yang ditugaskan menjaga Vezia dengan cepat mengelilingi Vezia,Felly,dan Astesia.
"Siapa disana,keluarlah!"suara dingin Zero tidak mendapat sahutan sama sekali.
"Sampai kapan kau akan terus diam disana,tidakkah kau lelah selalu mengintai istanaku!"suara dingin dan ucapan Vezia mampu membuat orang itu terkejut dengan senyum mengembang dirinya keluar dari persembunyiannya dan berjalan dengan tenang.
"Apa yang kau inginkan?sedari acara ulang tahunku kau selalu mengintai istanaku"ucap Vezia mata nya begitu tajam menatap pemuda bertudung dihadapannya.Zero dan Jeno semakin mendekatkan diri mereka dengan Vezia.
"Kakak ksatria,bawa Putri Felly dan Putri Astesia dari sini,ingat jangan biarkan mereka terluka!"ucap Vezia dingin,3 orang diantara mereka mengangguk.
"Tapi Vezia aku tidak mau meninggalkanmu"ucap Felly dan memegang tangan Vezia erat,tidak lupa dirinya memeluk kelinci itu dengan erat.
"Kak Felly dengarkan aku sekali ini saja,aku tidak mau kalian terluka!"ucap Vezia walau nada nya datar tapi tatapannya melembut.Melihat tatapan Vezia Felly mengangguk patuh.
Ketiga ksatria tadi dengan cepat melesat membawa Astesia dan Felly.Ksatria lain yang tersisa mengelilingi melindungi Vezia.
"Kau tenang saja aku tidak akan melukai kalian,mana mungkin aku akan melukai gadisku!"ucap pemuda itu,Vezia mengangkat alisnya sebelah.Wajah serta pandangan nya tetap dingin dan tajam.
"Siapa yang kau maksud dengan gadismu,dan kau berkata tak melukai lantas apa maksudmu dengan sebatang kayu murahan ini?"tanya Vezia nadanya sangat dingin.
"Tentu saja kau,sayangku,oh maaf soal itu aku hanya ingin bermain-main dengan kelinci kecil imut mu!"ucap Pemuda itu yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Vezia.
Vezia dengan cepat melesat mundur diikuti ksatrianya.
"Menjauh dari Putri Vezia!"ucap Zero dan Jeno dingin.
Seakan tuli Pemuda itu,melangkah mencoba mendekati Vezia.Tapi serangan tiba-tiba dari Zero membuat terhenti.
"Sudah kukatakan menjauh dari adikku!"setiap ucapan Zero penuh penekanan.
Pemuda itu tetap tenang,seakan mengabaikan dan tak membalas serangan Zero,dia tahu Ksatria di depannya adalah ksatria kesayangan gadisnya,jika dia melukai mereka,Gadisnya pasti akan membenci dirinya.
"Apa kau tidak mengingat ku gadis kecil,pemuda yang kau tolong beberapa hari yang lalu?"tanya pemuda itu.Vezia terdiam sejenak dan kembali mengingatnya.
"Ternyata kau,apa maumu datang kemari?"tanya Vezia.
"Bukankah sudah kukatakan,aku hanya ingin menemuimu,gadis esku!"ucapnya dengan senyum manis tersungging dibibirnya.
"Apa tidak salah kau mengklaimku sebagai gadismu,gadis yang baru kau kenal,dan lagi kau berbicara sesuatu yang gadis berusia 10 tahun tak memahaminya"ucap Vezia pandangan nya masih tetap dingin.
"10 tahun yah,tapi aku merasa seperti sedang menghadapi orang dewasa,kau memiliki sikap dewasa,jadi bukan masalah untukku membahasnya bukan!"ucapnya dengan senyum kemenangan seolah dia berhasil membuat Vezia diam dengan kata-katanya.
"Apakah aku berbicara soal sikapku,aku mengatakan gadis berusia 10 tahun,bukan tentang sikap"ucao Vezia tenang tapi dibalik tenangnya sebuah senyum diam-diam dia sunggingkan.
Pemuda itu yang awalnya tersenyum melunturkan senyumannya.Benar apa yang dikatakan Vezia dia mengatakan gadis berusia 10 tahun,tapi dia tidak membahas soal sikapnya.
"Aku memang tidak bisa melawanmu!"ucap Pemuda itu.
"Dan maaf sepertinya aku melupakan dirimu,aku tidak ingat bagaimana wajahmu ketika kita bertemu!"ucap Vezia dingin.
"Kau ingin melihatnya,tapi kurasa sebaiknya jangan di depan mereka,itu akan membuat seluruh istanamu akan heboh!"ucapnya.
"Heheh kurasa kehebohan itu sudah terjadi sekarang,ah maaf sekali pangeran kurasa kau harus bisa menghadapi keluargaku!"ucap Vezia dengan senyum iblis terpatri di bibir manisnya.Tepat ketika senyumnya menyungging ke 10 pria tiba-tiba berada dihadapannya aura mengintimidasi menguar membuat pemuda itu sedikit takut dan gemetar.
Kalian tentu tahu siapa mereka,siapa lagi jika bukan Kakek,Ayah,kakak²,dan paman² Vezia.
"Menjauh dari gadis kecil kami!"ucap mereka serempak,Ronald,Zero dan Jeno pun turut ikut dalam barisan ke10 lelaki itu.
Nenek,dan Bibi Vezia dengan cepat membawa Vezia kepelukan mereka memeriksa jika Vezia tidak terluka sama sekali.
"Zizi nggak apa-apa kok nek,bibi!"ucap Vezia mencoba menenangkan ketiga wanita di depannya.
"Siapa yang memberi tahu kalian jika ada seorang pemuda yang menemuiku?"tanya Vezia.
"Putri Felly,dan putri Astesia,tiba-tiba saja ketika sedang mengadakan rapat antar kerajaan Putri Felly masuk dengan keadaan menangis dan meminta kami cepat menemuimu"ucap Hana,dirinya memeluk erat Vezia takut jika melepaskan nya Vezia akan terluka.
"Zizi nggak apa-apa kok,lihat dia tidak menyakitiku sama sekali!"ucapnya.Ketiga wanita di depannya hanya mengangguk walau tak dipungkiri rasa khawatir tak bisa mereka pendam.
"Tidak perlu menghadapinya seramai ini,kita bukan pengecut yang harus melawan satu orang dengan 13 pria,cukup dengan kak Zian saja sudah dapat membuatnya terluka!"ucap Vezia tenang namun dingin.Mereka mengangguk,perlahan mereka mundur menyisakkan pemuda itu dan Lenzi yang saling berhadapan.
Pemuda itu hanya menatap mereka,tanpa ada niatan ingin bertarung sama sekali.
"Sayangnya aku tidak mau bertarung dengan orang yang disayangi gadis kecilku!"ucapnya tenang.
"Berhenti mengklaimnya menjadi gadismu,dia tidak akan kami biarkan dekat dengan siapapun terutama orang seperti dirimu!"ucap Lenzi dingin serta tatapan sinis dia layangkan.
"Kurasa sampai sini saja pertemuan kita,sampai jumpa lagi,baby!"ucapnya dengan senyuman lalu menghilang entah kemana.
Keluarga Vezia mati-matian menahan amarah mereka agar tidak meledak.
Raja Lucas membawa Vezia kedalam gendongannya,mereka menuju keruang keluarga kerajaan,setiap langkah mereka selalu di dominasi aura dingin,membuat seisi istana tahu jika saat ini kedua kerajaan ini sedang marah.
**Holla guys
jangan lupa yah,Like,Coment,Fav,Rate and Vote😉**