Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS151



Netra berwarna violet itu menatap orang-orang yang sibuk kesana kemari dari lantai dua sebuah paviliun tempat dia saar ini duduk bersantai menikmati suguhan yang dipesannya.


Mata yang menunjukkan kemalasan akan sesuatu,dia pemuda tampan yang terlihat cool tetapi sebenarnya memiliki sifat sangat berbeda jauh dengan tampilannya.Bagi orang yang pertama kali melihat yang dia terkesan misterius dan dingin,tapi tidak bagi Zio yang menganggap pemuda dihadapannya ini petakilan-Kata yang dia gunakan saat didunia modern-.


Sekarang Zio benar-benar tahu darimana perasaan tidak enaknya datang ketika Vezia memintanya secara langsung menghadapi pemuda keturunan Vampire Zeun dihadapannya.


Sungguh jika bisa Zio ingin menggali kuburan dan menanamkan kepala orang dihadapannya ini,atau lebih bagus lagi dia berdoa kepada Ratu terdahulu agar memusnahkan keturunannya.Zio tidak habis pikir bagaimana bisa pemuda dengan tingkahnya yang membuat siapapun jengkel bisa menjadi keturunan kedua bangsawan Vampire yang terkenal sangat misterius dan dingin terhadap siapapun.


Sungguh Zio meragukan apakah pemuda bernama asli Melvin Ans Zeun dihadapannya ini adalah Guardian Angel sekaligus keturunan Vampire Zeun.


Dan Zio berdoa untuk keluarga angkat Melvin diatas sana agar tabah melihat reputasi keluarga mereka hancur karena pemuda ini.


Kenapa keluarga Angkat?yap Melvin ditemukan di hutan oleh salah satu kepala keluarga terbesar di daerah Barat Casino,keluarga mereka walaupun tidak seterkanal keluarga '5 Keluarga besar' lainnya mereka masih tetap berpengaruh dibeberapa wilayah karena mereka salah satu keluarga penghasil keturunan dengan bibir unggul.Adapun Melvin sebagai anak angkat tidak diketahui siapapun kecuali keluarga mereka.


Melvin sebagai anak tertua dikeluarga Tastor memimpin rumah mereka agar tetap berjaya,dan membantu membimbing 3 adik lelakinya yang masih muda agar mampu menggantikannya,karena jujur bagi Melvin sendiri dia tidak pernah tertarik akan kekuasaan,apalagi mengambil alih hak paten ketiga adiknya.


Melvin bersyukur diangkat keluarga Tastor yang sangat baik,dan sebagai tindakan balaa budinya dia akan menjaga ketiga adik angkatnya sampai mereka siap memegang alih keluarga Tastor,dengan bantuan para tetua yang tersisa Melvin yakin adik adiknya akan berhasil.


Zio berdehem menarik perhatian Melvin yang mata Violet itu sudah berkilat,yang Zio tahu pasti selama 1 hari mengawasinya jika Melvin pasti akan melakukan hal-hal yang akan membuat nama keluarga Tastor malu apabila pemuda ini tidak tahu cara menyembunyikan tindakannya.


"Oh maafkan aku,aku lupa jika masih ada makhluk didepanku"Bibir Zio berkedut,tangannya mengepal.Senyumnya mengembang perlahan,berhitung didalam hatinya agar tidak lepas kendali untuk memukul senyum polos setan dihadapannya.


Tapi bukan Zio namanya jika dia tidak membalas walaupun kesal,Zio tahu Vezia mengirimnya untuk menguji karakter Melvin yang Zio 100% yakini Vezia tahu sifat asli Melvin sehingga menyuruhnya menghadapi secara langsung,karena Zio tidak bisa menyangkal sifatnya sendiri hampir sama seperti Melvin.


"Tidak masalah,aku juga merasa pemuda setengah otak sepertimu tidak bisa merasakan kehadiran besar sepertiku"Zio membalas dengan senyum ramah,namun matanya menjanjikan pembalasan dendam yang licik untuk orang dihadapannya.


Melvin tertawa dan bertepuk tangan,"Aku suka orang sepertimu.Kau tahu mungkin kita bisa jadi partnert hmm?"


Zio masih mempertahankan senyum ketika meminum teh yang dari tadi diseduh,dan menjawab ketika dia berhasil menenggak tehnya,"Sayang sekali aku tidak berniat menjadi rekanmu.Kita tidak berada di level yang sama"Zio menyeringai sinis melihat kilatan tersinggung dimata Violet yang harus Zio akui,warna mata Melvin sangat indah.


Yang juga merupakan konfirmasi jika Melvin adalah keturunan Vampire Zeun,karena mata Violet itu hanya dimiliki Ratu terdahulu yang pasti Vezia juga punya.


Melvin kembali tersenyum dan berbicara seraya memegangi dadanya seolah terluka akan ucapan Zio,"Kau melukaiku Tuan"


Zio memutar matanya,dengan gerakan keras meletakan gelasnya membuat Melvin menatapnya dengan terkejut pura-pura.


"Oh Tuan mengapa kau kesal?hati-hati aku tidak ingin membantumu mengganti cangkir mahal ini apabila dia hancur karena tanganmu"Melvin terkekeh berhasil menarik kekesalan Zio keluar.


"Diam bocah,aku tidak perlu uangmu untuk membantuku jika cangkir ini memang hancur.Aku hanya ingin langsung pada tujuanku mengapa aku ingin menemuimu"Ucap Zio dengan dingin,yang membuat Zio terkejut ketika mata Melvin tidak menunjukan binar nakalnya melainkan tatapan dingin yang terlihat.


"Ya aku sudah ingin tahu sejak kemarin.Mengapa menguntitku terus menerus,dan itu sungguh mengganggu kesenanganku untuk melakukan sesuatu yang kusukai."Melvin mendengus dingin ketika melihat Zio hanya tersenyum suram kearahnya.


"Well,aku minta maaf tentang itu.Tapi tanpa perlu kuberitahu,aku yakin kau tahu aku bukanlah manusia?dan kau tahu pasti aku sama sepertimu"


Melvin mengangkat alisnya sebelah,sebelum tersenyum sinis."Tentu saja aku tahu"


"Bagus,jika kau sudah tahu.Dan sekedar pemberitahuan,bersikaplah hormat padaku usiaku lebih tua dibandingkan kau yang baru berusia 200 tahun.Dan aku cukup takjub kau mampu mempertahankan wujud anak kecilmu ketika kau diangkat oleh keluarga Tastor"ucap Zio dengan senyum jahat dibibirnya ketika melihat,kilatan Melvin berubah menjadi curiga dan waspada.


"Siapa kau sebenarnya?"tanya Melvin dengan suara rendah mengancam.


"Aku akan memberitahumu.Hanya jika kau menjawab pertanyaanku"Zio tentu tidak ingin memberitahu secara langsung sebelum dia tahu apakah Melvin bisa dipercaya,walaupun dia keturunan kedua setelah Vezia dan Guardian Angelnya,Zio tidak ingin gegabah tanpa tahu seperti apa karakter lain dari Melvin.Zio tidak ingin sahabatnya dalam bahaya hanya karena kelalaiannya dalam menilai karakter orang.


"Aku akan menjawab,tapi tidak disini"


Zio mengangguk mengerti,dan berdiri mengikuti Melvin ketika pemuda itu beranjak.Tentu saja untuk hal semacam ini mereka tidak bisa bicara disembarang tempat.Apalagi memiliki sihir,mereka pasti pandai memanipulasi sesuatu agar mendapat informasi yang sebenarnya tidak perlu mereka campuri.


Melvin dan Zio sama-sama menghilang dan berakhir disebuah kediaman yang menurut Zio cukup besar untuk seorang kaya diwilayah mereka.Zio tidak terkejut atau bahkan tidak terpana ketika melihat banyaknya lukisan dengan bingkai emas atau hiasan-hiasan emas didinding,untuk apa terkejut ketika kau memiliki Ratu plus sahabat yang memiliki Istana diberbagai tempat dengan segala fasilitas mahal plus dengan seluruh istananya didasari berlian.


"Kak Melvin sudah pulang.Kakak!!"Suara seorang remaja kecil berusia 13 tahun diikuti dengan dua remaja lainnya dibelakang membuat Zio menatap mereka.


Zio terkejut mendapati jika ternyata ketiganya adalah kembar,bahkan mereka terlalu identik untuk kembar tiga.Jika Zio tidak teliti dia benar-benar tidak akan bisa membedakan ketiganya jika tidak melihat sebuah tanda sebagai pemisah ketiga kembar itu.


Sadar jika kakak mereka memiliki tamu,ketiga kembaran itu membungkuk dan memberi Zio salam.


"Selamat siang untuk Tamu terhormat.Selamat datang di Kediaman Tastor"


Zio tersenyum menyambut salam mereka,"Terima kasih.Sungguh adik yang sopan sangat berbeda dengan kakaknya"


Melvin memberi dengusan protes atas ucapan Zio,enak saja mengatainya tidak sopan.Begini-begini dia yang mengajari ketiga adik kembarnya itu sopan santun.


Ketiga kembar itu tersenyum kecil,Zio terkekeh pelan.Pasti walaupun mereka kembar,sifat mereka tentu akan berbeda. Untuk kesan pertama Zio,mereka bertiga jelas memiliki karakter yang berbeda.


Zio menilai jika anak kembar tertua memiliki sifat yang kalem pastinya dia penengah diantara adiknya,anak kembar kedua sendiri sifatnya terlihat seperti Melvin hanya saja setidaknya adiknya ini masih terlihat sopan.Dan yang ketiga,yang paling Zio suka lihat dia memiliki kesan dingin,misterius dan juga terlihat sangat pintar untuk anak seusianya terbukti dengan betapa dia mengacuhkan sekitar dan hanya fokus dengan buku tebal ditangannya.


"Ikut denganku kita akan bicara.Kalian bertiga pergilah ke perpustakaan,aku sudah meminta kalian mengerjakan tugas bukan?"Ketiga kepala kembar itu mengangguk dan pamit undur diri untuk pergi sesuai yang dimintai kakak tertua mereka.


Sementara Melvin memimpin Zio memasuki ruang kerjanya,Zio mengangkat alis terkesan dengan nuansa ruang kerja Melvin yang tidak menggambarkan kepribadian pemuda itu.


"Kau ingin teh?"


Melvin mendengus hina tapi tidak membalas,Zio meminun teh hijau dan merasa sedikit rileks.Matanya menelusuri lebih jauh ruangan itu,"Untuk orang dengan sikap tidak tahu malu,kau ternyata masih cukup pandai membesarkan adik-adikmu dan mengurusi usaha keluarga Tastor"


Melvin menatap Zio sinis dengan jawaban sinis,"Tentu saja,apa kau pikir aku orang bodoh yang tidak mementingkan keluargaku.Aku masih memiliki sepenuhnya otakku untuk bertindak menjaga nama baik keluarga Tastor"


"Aku akui"


"Sekarang kita kembali keintinya,tanyakan apa yang ingin kau tanyakan.Tapi aku harap,pertanyaanmu masih hal-hal yang wajar"Sarkas Melvin.


Zio tertawa kecil dan melambai,"Tenang saja ini sangat wajar.Karena..."


Melvin tersentak melihat tatapan membunuh dan mendengar suara dingin Zio,"Aku tidak ingin mengambil resiko memperkenalkan orang sepertimu yang tidak diketahui sifatnya kepada Ratu"


"Ratu?apa maksudmu Ratu Vampire?"Mata Melvin membola,dia sudah lama mendengar tentang Ratu Vampire baru itu.Berulang kali dia mencari informasi,tapi selalu menghadapi jalan buntu.Dia hanya tahu jika Ratu Vampire sekarang ada di Benua mereka.


"Ini bukan waktumu bertanya.Pertanyaan pertamaku,seberapa banyak yang kau tahu tentang klan Vampire Zeun?dan seberapa kau mengenal Ratu Vampire terdahulu.Dan mengapa kau bisa berakhir dihutan,ketika seharusnya kau bisa menjawab panggilan Ratu kita ketika klan kita telah bangkit 6 tahun yang lalu"


Melvin bersandar dan mulai berbicara,"Ketika usiaku untuk seorang Vampire masih terbilan muda aku tinggal dengan salah bangsawan Vampire Veun.Satu-satunya Klan Vampire yang bertahan,selama itu aku mencari tahu tentang identitasku yang aku tahu berkat mereka jika aku adalah keturunan kedua Ratu Vampire sebelumnya.Dan karena hal itu juga,beberapa Vampire Veun yang bekerja sama dengan Vampire Yuz berniat membunuhku.Karena mereka berasumsi aku akan menjadi bencana apabila aku berhasil membangkitkan klan Zeun kembali"


Melvin kembali berbicara tapi nada suaranya terdengar sangat membunuh dan penuh dendam,"Dan karena hal itu juga,bangsawan yang merawatku mati karena melindungiku.Mereka hancur ditangan Klan Vampire Veun dan Klan Vampire Yuz,aku tidak tahu harus bersyukur atau marah.Bangsawan yang merawatku masih sempat membuatku bersembunyi disalah satu sebuah rumah dihutan dengan aku hidup bersama satu pelayan.Dan sekali lagi aku harus sendiri ketika para baj*ngan itu berhasil menemukan tempat kami.Saat itu aku lari dan berhasil membangkitkan kekuatanku,aku membunuh mereka semua.Dan setelah itu aku jatuh pingsan,dan ketika bangun yang aku tahu aku dalam tubuh anak berusia 3 tahun dan telah berada dikediaman ini"


Zio mengernyit,"Tunggu apa maksudmu berhasil membangkitkan kekuatanmu?kau tidak akan mengatakan jika selama ratusan tahun hidup kekuatanmu tersegel?"


Melvin menggeleng,"Tidak itu tidak sepenuhnya tersegel hanya saja kekuatanku belum bangkit sepenuhnya aku hanya bisa menggunakan separuh kekuatanku"


Zio mengetukkan jarinya dimeja dan bertanya,"Saat kekuatanmu bangkit itu kapan?"


Melvin mengernyit heran,"Jika aku tidak salah itu tepat bulan 11 dimana bulan purnama biru"


Zio terbelalak kaget,itu jelas 10 hari sebelum peristiwa kematian Ratu Diana jika apa yang dikatakan Zero dan Jeno benar.


"Jika asumsiku benar,kekuatanmu bangkit ketika beberapa sebelum lahirnya Ratu baru kita,yang berarti saat itu juga kekuatan segelmu bangkit karena kekuatan yang timbul darinya"cetus Zio.


Melvin tersedak tehnya dan melotot kearah Zio,"Tunggu,jangan bilang padaku jika Ratu baru kita sebenarnya berusia lebih muda dariku bahkan dalam wujud manusia"


Zio tersenyum menang,"Jika iya kenapa?Ratu baru kita lahir pada siklus manusia biasa usianya sekarang 16 tahun manusia dan begitu pula usia Vampirenya.Dan jika kau mengambil usia Vampire,Ratu kita masih sebuah bibit bayi"


Melvin menatap horor kearah minumannya,terdiam tanpa tahu berkata-kata apa lagi.Hell?!!bagaimana tidak terkejut,Ratu baru mereka sebenarnya masih bibir bayi dalam kalangan Vampire.Wah ini sih namanya keterlaluan sekali.


"Lupakan itu,sekarang pertayaannya seberapa baik kau mengenal Ratu Vampire terdahulu?aku tahu kau membacanya atau mendengarnya karena untuk usiamu sekarang,Ratu jelas telah mati berabad-abad yang lalu dan aku telah tertidur ribuan tahun"Ucap Zio,diam diam senang melihat wajah cengo Melvin.


Melvin berdehem mencoba keluar dari sesi kejutannya,"Aku tidak mengenal Ratu sepertimu tapi aku yakin Ratu adalah sebuah individu yang ditakuti dimanapun dan jelas berada dipuncak tertinggi yang mampu mengendalikan seluruh Ras"


"Dan pertanyaan ketigamu mengapa aku tidak menjawah panggilan Ratu baru kita.Tepat saat itu ketika aku akan ikut dalam ritual pemanggilan,keluarga Tastor sedang mengalami gangguan.Dan aku tentu tidak bisa meninggalkan mereka,dan sampai saat ini aku mencari tahu keberadaan Ratu karena aku ingin meminta pengampunan sekaligus hukuman atas sikap lancangku mementingkan urusan pribadiku"Melvin menghela napas gusar dan menunduk menyesal.


Zio tersenyum dan berdiri menepuk pundak Melvin,"Kau tenang saja Ratu kita akan mengerti.Sekedar tahu saja,Ratu kita itu seperti adik bagiku dia menjadikanku sahabatnya.Jika kau bertanya pada siapapun yang mengenalnya,mereka akan bilang dia itu kejam,dingin tapi dia baik dan sangat suka menolong orang yang menurutnya butuh pertolongan.Diatas itu,Ratu kita juga sangat loyal dan sangat menganggap serius urusan bawahannya bahkan jika kau melalaikan tugasmu karena alasan keluargamu,dia tidak akan marah karena dia juga mencintai keluarganya dan mengerti posisimu.Kau tidak akan menyesali mengenal Ratu kita,dia kuat bahkan lebih kuat dibanding Ratu pertama"


Melvin menatap Zio yang terlihat sangat bangga dan juga terdengar sangat sayang terhadap Ratu baru mereka.Itu membuat Melvin semakin tidak sabar bertemu Ratu baru yang memiliki usia bibit bayi.


"Kapan aku bisa bertemu Ratu?"


Zio tersenyum licik,"Untuk inilah aku menguntitmu Ratu telah memerintahkanku mencari tahu tentangmu,dan kau beruntung kau akan bertemu Ratu diturnamen pemilihann Academy Saintess"


Melvin terkejut dan berdiri secara tiba-tiba,"Tunggu jadi rumor jika Ratu Kerajaan DIV yang sebenarnya Ratu Vampire kita mengajar di Academy Wizd itu bukan hanya sekedar rumor?"


"Tepat sekali"


Zio tersenyum kemenangan melihat wajah cengo Melvin lagi,dan dia tahu apa yang terjadi selanjutnya.1...2...3...


"AGHHH,SIALA*,SIALA* JADI AKU TIDAK SALAH TENTANG ITU.AKU TIDAK TERIMA INI!!"


Zio tertawa terbahak-bahak melihat Melvin meratapi nasibnya,"Kurang aj*r bisa-bisanya Academy seperti mereka bisa diajar oleh Ratu,aku tidak terima.Seharusnya Ratu mengajar ditempat yang layak!!!"teriak Melvin tak terima sekaligus terdengar sangat cemburu.


"Oh kau tahu,kelas tertinggi mereka juga dapat pelatihan pribadi loh plus ada satu kelompok dijadikan murid dan tinggal bersama Ratu"Zio,suka sekali anak ini menambah garam diatas luka.Menambah cuka yang sudah banyaak.


"APA?!!THE F*CK,AKU TIDAK TERIMA!!"


Melvin membiarkan kekuatannya meliar menghamburkan isi kantornya,sebelum terduduk dan merengek tidak terima.


"Aku tidak terima,seharusnya aku yang diajari Ratu.Bocah-bocah sialan Academy Wizd aku akan pastikan mereka hancur dan membuat Ratu melihat mereka kalah dengan tak bermartabat!"Seringai licik terbit dibibir Melvin dan dengan tekad baja membuktikan jika dia lebih baik nantinya.


Zio tertawa terbahak-bahak sungguh keputusannya untuk menyetujui misi ini tidak merugikan,akhirnya dia mendapat teman sefrekuensi dan yang mampu membuat Vezia pusing menghadapi sifatnya.


"Yayay semoga berhasil,dan sampai jumpa lagi!"Dengan itu Zio menghilang menyisakkan Melvin yang bergumam terus-terusan jika dia akan lebih baik dibanding bocah ingusan yang diajari Ratunya.


**Like...Coment..Vote...


Oh yeah Zio dapat kawan yang bakal buat Vezia emosi🤣**