
Selepas Zero,Jeno,Alvin dan Arvin pergi dari kamarnya,Vezia mengaktifkan tameng kedap suara.
Setelah Vezia memasang tamengnya Zio serta Shouto pun muncul dihadapannya.
"Sebaiknya adikmu kau bawa lebih cepat!"ucap Vezia tanpa basa basi.Shouto mengangguk patuh.
Mereka berdua masih memberi sikap hormat kepada Vezia.
"Duduk!"ucap Vezia,Mereka berdua menurut dan duduk di hadapan Vezia.
"Adik mu berada di tingkat berapa?"tanya Vezia.
"Tamaro berada di tingkat Alam Galaxy tingkat 5 memiliki tipe elemen Tumbuhan!"ucap Shouto.Vezia mengangguk.
"Kau bawa dia kedalam organisasi,untuk nama organisasi kita akan kuberitahu dan resmikan setelah pelatihan yang kuberikan selesai!"ucap Vezia,Shouto hanya mengangguk.
Vezia beralih menatap Zio.
"Queen,sesuai perintah anda,kami telah memata matai penyihir hitam,memang mereka bekerja sama dengan kaum setan tapi walau kita membunuh para penyihir hitam,kaum setan tetap akan membantu 3 kerajaan sebab,kaum setan telah dijanjikan hidup setengah dari penduduk benua Vroz serta setengahnya lagi penduduk benua Poren!"jelas Zio,aura Vezia menjadi lebih dingin.
"Rencana pertama akan tetap berjalan musnahkan penyihir hitam,untuk kaum setan akan kita hadapi,siapkan pasukan iblis dibawah perintah Zoy!"jelas Vezia wajahnya terlihat sangat datar dan dingin.
Vezia mengeluarkan beberapa botol yang berisi bubuk suci didalamnya.
"Sebarkan bubuk bubuk ini melalui udara dibagian Benua Poren dan Vroz dengan begini Kaum setan tidak akan bisa menyentuh para penduduk!"ucap Vezia.
Zio dan Shouto mengangguk patuh,memberi hormat lalu mereka menghilang dari hadapan Vezia.Vezia memutuskan untuk tidur karena besok dirinya harus pergi ke academy dan pulang lebih cepat,karena harus kembali ke kerajaan Duntler.
Vezia berbaring di tempat tidurnya tapi rasa kantuk tak kunjung datang,Vezia memutuskan untuk berjalan jalan,Vezia keluar dan mendapati Zero dan Jeno yang masih terjaga.
"Kenapa dek?"tanya Zero.Menatap Vezia yang keluar dari kamarnya.
"Zizi mau jalan jalan sebentar"ucap Vezia dingin,Vezia berjalan diikuti Zero dan Jeno,mereka bertiga berjalan kearah taman belakang lebih tepatnya Vezia yang ingin kesana.Vezia menduduki ayunan yang beberap minggu lalu dibuatnya.
Menikmati angin yang menerpa wajah di sisi kanan dan kirinya ada Zero dan Jeno yang menatapnya.
"Kak!"panggil Vezia matanya menatap kosong kedepan.
"Iya?"sahut Zero dan Jeno.
"Zizi takut kak!"ucap Vezia lirih.Zero dan Jeno saling melirik.
"Zizi takut kehilangan kalian,Zizi nggak mau salah satu dari kalian pergi hanya karena kekuatan Zizi!"ucap Vezia lirih.Zero dan Jeno memeluk Vezia dari samping.
"Syut,jangan takut kami tidak akan terluka selagi kamu baik baik saja Zizi.Dengar yah Zi,kami yang akan menjaga kamu,jadi selama kamu tidak terluka itu sudah cukup bagi kami!"ucap Zero lembut.Vezia mengangkat kepalanya menatap kedua kakak angkatnya itu dengan mata berkaca kaca.
Entahlah Vezia merasa dirinya selalu saja mudah menangis jika dihadapkan keluarganya.
"Hiks..Makasih kak,Hiks..Zizi sayang kak Zero dan kak Jeno,Zizi juga sayang sama semuanya!"ucap Vezia beserta isakannya.Zero dan Jeno memeluk erat Vezia.
"Kami juga sayang Zizi!"ucap Jeno lembut.
"Zizi!"suara bariton bernada dingin terdengar dari arah belakang mereka.Vezia berbalik menatap ayahnya.
"Ayah!"ucap Vezia dan berjalan menuju ayahnya.
"Kenapa belum tidur?"tanya Raja Lucas dengan suara lembut menatap penuh kasih sayang.
"Zizi belum ngantuk yah!"ucap Vezia.
"Tidur bareng ayah!"ucap Raja Lucas,Vezia hanya mengangguk,Raja Lucas menggendong Vezia ala koala,membiarkan Vezia menyembunyikan wajah diceruk leher ayah nya.
"Kalian berdua boleh istirahat!"ucap Raja Lucas dingin,Zero dan Jeno mengangguk.
***
Pagi menjelang,Vezia terbangun lebih awal dibanding ayahnya.Melirik kearah ayahnya yang terlihat tertidur nyenyak.
"Ayah!"Vezia menggoyangkan tangan Raja Lucas untuk membangungkan nya.
Raja Lucas mengerjapkan matanya dan memandangi putrinya yang menatapnya.
"Morning kiss!"ucap Raja Lucas,Vezia tersenyum lalu mengecup pipi Raja Lucas dan dibalas oleh Raja Lucas juga.
"Zizi pamit yah,setelah makan pagi Zizi harus secepatnya ke academy!"ucap Vezia,Raja Lucas mengangguk.
"Pulanglah lebih awal,kita harus kembali ke kerajaan!"ucap Raja Lucas.
"Baik ayah!"ucap Vezia lalu keluar dari kamar Raja Lucas di depan pintu sudah ada Zero,Jeno dan Ronald yang menunggu.
"Selamat pagi Tuan Putri!"ucap mereka.
"Pagi!"datar Vezia.Vezia pamit kepada Ronald dan berjalan menuju ke kamarnya.
Di depan pintu kamar Vezia ada kelima kakaknya,entah apa yang mereka inginkan.
"Zizi,morning kiss!"ucap mereka,Vezia menggeleng gelengkan kepala melihat sifat kekanak kanakkan kakak kakaknya,lalu Memberikan mereka kecupan singkat di pipi.
"Zizi mau mandi terlebih dahulu,kalian bisa menunggu di dalam!"ucap Vezia datar,mereka mengangguk dan ikut masuk di dalam kamar Vezia.
Jubah berwarna red blood dengan lembang api hitam serta beberapa bordir emas disampingnya menandakan dirinya adalah murid sekte Iblis Api,bordir emas yang tergaris di bagian belakang mengukir lambang api merah dengan angka satu ditengahnya,itu pertanda bahwa Vezia adalah murid nomor satu di Sekte iblis api murid terkuat pertama.
Academy Light,memang mengharuskan bagi siapa saja yang telah memiliki sekte menggunakan jubah sektenya.
Vezia berjalan keluar diikuti kakak kakaknya,tiga kerajaan besar lainnya masih ada dikerajaan Fioska mereka akan pulang bersama sama.
-
-
-
-
Vezia berangkat ke Academy bersama Felly dan Astesia,tak lupa dengan Randy yang selalu ikut,sepanjang jalan Randy tak henti hentinya memandangi Vezia.Vezia hanya menunjukkan wajah dinginnya seolah itu hal biasa baginya.
"Berhenti memandangiku!"ucap Vezia lama kelamaan dirinya merasa risih.Randy terkekeh.
"Jika aku tidak bisa bagaimana?"ucap Randy dengan tatapan genitnya.Vezia mendengus dingin mengacuhkan Randy.
Keheningan kembali datang,Vezia yang merasa bosan mengeluarkan beberapa kotak pocky dan memberikannya kepada tiga orang yang ikut bersamanya,Zero dan Jeno memilih menaiki kuda.
Sembari makan Vezia membaca beberapa komik yang memang ada bertumpuk di perpustakaan dimensi miliknya.Vezia lebih suka membaca komik bergenre pembunuhan,aksi,fantasy,apa saja yang penting tidak terkait dengan hal genre romantis Vezia sangat tidak menyukainya.Hanya beberapa orang yang tahu kenapa dia tidak menyukainya salah satunya Zio.
Akhirnya mereka sampai di academy,setiap kali gerbong kereta yang membawa bendera kerajaan Fioska maupun Duntler,para murid akan selalu ada dihalaman Academy Light.
Vezia keluar terlebih dahulu diikuti Randy,Astesia dan Felly.Walaupun Vezia mengatakan tidak perlu formal terhadapnya,tetapi mereka tetap menunduk sedikit memberi hormat padanya.
Vezia hanya menganggukkan kepalanya,mereka semua memandangi Vezia membiarkan Vezia masuk terlebih dahulu.Vezia melirik kearah Zero.
"Kalian tidak perlu menunggu dia terlebih dahulu masuk,kalian bisa berjalan bersama putri,putri tidak suka jika diarea academy kalian berperilaku terlalu formal padanya!"ucap Zero dingin,mereka mengangguk patuh,satu demi satu mereka mengikuti Vezia berjalan ada yang telah berdiri bersampingan dengan rombongan Vezia.
"Kalian bisa lebih dulu pergi,aku harus bertemu petua Jin!"ucap Vezia dingin kepada ketiga orang dihadapannya.Astesia,Felly dan Randy mengangguk setuju.
Vezia diikuti Zero dan Jeno menuju ruangan Petua Jin,tanpa basa basi Vezia langsung membuka pintu ruangan Petua Jin,membuat Petua Jin yang sedang meminum tehnya menyemburkannya.
"Astaga Vezia,ketuk pintu dulu kalau mau masuk untung lagi nggak makan kalau makan kan bisa tersedak!"omel Petua Jin,Vezia mengangguk sekilas lalu duduk tanpa disuruh.
Petua Jin menghela napas pasrah,untung murid kesayangan kalau tidak sudah di hempas dari tadi.
"Ada apa?"tanya Petua Jin.
"Aku ingin meminta bantuan Guru,Guru memiliki ilmu hitam yang kuat,jadi bisa mengalahkan kaum setan,bulan depan Benua Vroz dan Benua poren akan melakukan peperangan,tapi aku harap Guru bisa menyembunyikan ini sampai waktunya tiba!"jelas Vezia.Petua Jin mengelus jenggotnya yang sedikit tumbuh.Jangan salah walau Petua Jin sudah berkepala 4 dirinya masih terlihat berusia 30 dan masih tampan.
"Baiklah,aku akan membantu.Kau pergilah kekelas Flonta tingkat 2!"ucap Petua Jin.
"Tingkat 2?"tanya Vezia.
"Iya.Kami memutuskan memasukkan mu kekelas paling unggul ditingkat 2,kau terlalu kuat berada di tingkat 1,bisa saja kami memasukkanmu ketingkat 3 tapi sesuai permintaan mu kami tidak akan membuatmu secepat itu,jadi agar adil kami memberimu tingkat 2,dan soal kapan bisa naik ketingkat 3 itu tergantung dirimu jika bisa menyelesaikan secepat mungkin,disana juga ada Pangeran Vern dan Pangeran Randy!"ucap Petua Jin,Vezia hanya mengangguk lalu berdiri memberi hormat kepada gurunya lalu berjalan keluar diikuti Zero dan Jeno.
Flonta tingkat 2
Sebuah papan nama terpampang di atas pintu ruangan.Zero mengetuk pintu dan keluarlah guru yang memberhentikan sejenak pengajaran nya.
Melihat jika yang datang adalah Vezia sang bintang 5 kerajaan bahkan 1 benua poren,guru itu hendak memberi hormat tapi di cegah.
"Tidak perlu,anda guru saya,tidak sopan jika guru yang memberi hormat kepada muridnya!"ucap Vezia dingin,Guru itu tertegun baru kali ini dia mendapati seorang murid seperti ini,adapun putri maupun pangeran dari kerajaan yang dibawah naungan 5 kerajaan terlihat sangat sombong.Kenapa bisa terbalik ketika anak anak dari 5 kerajaan besar terlihat murah hati dan tidak sombong,justru mereka kerajaan kecil sangat sombong.
Vezia melirik Zero dan Jeno,itu adalah perintah untuk memulai pengawasan dari jauh.Zero dan Jeno mengangguk lalu menghilang.
"Mari Putri!"ucap sang guru.
Vezia dengan anggun berjalan jubah nya sedikit berkibar akibat angin yang masuk melalui jendela.
"Semuanya kita kedatanan murid baru,silahkan perkenalkan diri anda putri,walau sudah banyak yang mengenal anda setidaknya ini perkenalan resmi!"ucap Guru itu,Vezia mengangguk.
"Veziandra Rencla Duntler!"ucap Vezia dingin,membuat bulu kuduk mereka merinding,untungnya Vezia membuat mereka tidak merasakan auranya jika tidak yang ada pelajaran tidak akan berlanjut.
"Anda bisa duduk disana putri,itu adalah bangku yang disediakan karena anda akan belajar disini!"ucap guru itu menunjuk kearah bangku lebih tepatnya seperti sebuah sofa dibagian depan dengan meja di depannya.
Vezia memutar bola mata malas,ini pasti ulah pamannya.Vezia mengangkat tangannya dan langsung mengepalnya seketika itu juga bangku serta meja miliknya hancur,membuat mereka bergidik dan menatap takut Vezia.
"Sudah kubilang bukan selama aku belajar disini aku tidak mau ada keformalan,apa perlu kubuat pengumuman di dalam academy!"suara dingin Vezia membuat mereka sangat takut.
"Ba..baik Putri,saya akan mengganti bangku anda!"ucap Guru itu gugup.
"Tidak perlu biar Putri Vezia duduk disamping saya!"ucap Randy datar.Guru itu menatap Vezia,Vezia hanya mengangguk dan karena malas berjalan langsung menghilang dan duduk disamping Randy.
Vern menatap tajam Randy,Randy memberi senyum kemenangan.
"Berhenti menatapku,lanjutkan pelajaran!"ucap Vezia yang sedang menutup matanya.Mereka dengan patuh mengikuti instruksi Vezia.
**Holla guys maaf baru up soalnya tugas sekolah menumpuk terus harus bantuin ibu terua
jangan lupa dukungannya**