Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS106



Malam tiba Vezia telah siap,dengan gaunnya tapi Gaun yang dikenakannya kali ini dengan desain yang modern,karena Vezia tipe orang yang paling tidak suka bertarung menggunakan gaun,jadi dia mendesain gaunnya sendiri,dan itu sebenarnya baju dari dunia modernnya,gaunnya itu memiliki tombol disisi kiri,jika di tekan otomatis akan berubah menjadi pakaian laki laki.Dan plus itu didesain anti peluru,serta anti benda tajam lainnya,Vezia berencana membuatkan itu untuk keluarganya,terlebih para lelaki dikeluarganya yang sering ikut perang.


Dan juga Vezia tipe orang yang suka mempersiapkan hal sendiri.Sebelum Istana baru mereka dibangun,Keluarga Vezia sempat bertanya apakah harus ada pelayan perempuan.Vezia bilang tidak perlu cukup pelayan mereka di Istana Duntler dan Fioska,karena kebetulan sekali Istana Duntler dan Fioska hanya memperkerjakan para lelaki sebagai pelayan.


Maka dari itu bisa dibilang walaupun mereka dari keluarga kerajaan terbesar mereka sangat bersikap mandiri.Hanya pakaian saja yang disiapkan selebihnya jika urusan pribadi seperti dimandikan pelayan seperti bangsawan lainnya mereka tidak.


Karena mereka hanya mau disentuh oleh keluarga mereka bukan dengan orang lain.Dan lagi Vezia sangat tidak menyukai namanya pelayan perempuan,karena pelayan perempuan paling mudah berkhianat,dan terhasut menjadi seorang pengkhianat,terlebih Vezia tahu tabiat orang orang jaman dulu,dimana Pelayannya akan merayu dan melakukan segala hal agar dapat mendapat kan atau menjadi keluarga terpandang,


memikirkannya saja membuat Vezia merasa jijik.


Vezia menggandakan pakaian laki laki ala bangsawan yang di desainnya sama seperti miliknya(Bukan gaun yah).Dirinya sudah menyuruh Jeno mengantarkan kepada Ayah,Kakek,Harry,Raja Denzi,Raja Frost,serta Raja Tenzia.


Untuk pasukannya dirinya sudah memberi alat semacam tameng transparan,yang secara otomatis akan menyala jika keadaan darurat,maksudnya jika orang yang memegang tamengnya memang benar benar dalam keadan tidak berdaya.Sebagai jaga jaga.


Vezia keluar setelah dirasa siap,di depan kamarnya sudah ada Kakek,ayah,dan juga pamannya tidak lupa dengan Ronald,Zero,dan Jeno,ketiga Ksatria itu yang biasa menggunakan baju zirah perang sekarang menggunakan baju yang diberikan Vezia,fungsinya sama seperti baju baju ayahnya,serta Vezia sudah memberi sihir pelindung.


"Wah kalian terlihat tampan"ucap Vezia walaupun terdengar datar tak di pungkiri lelaki dihadapannya sangat senang.


"Ayo,Paman tidak sabar ingin memulai hal yang menyenangkan malam ini!"mereka semua tersenyum miring dengan ucapan Harry.Sudah mereka katakan untuk tidak bermain main dengan keluarga Duntler dan Fioska,Keluarga mereka adalah jelmaan iblis dalam bentuk wajah dewa dewi.


Tampan dan Cantik namun menakutkan,devinisi sesungguhnya untuk kedua keluarga itu.


Vezia itu tipe orang tidak punya hati,memang dia tidak akan membunuh siapapun yang tidak bersalah,tapi jika seseorang itu mencoba menghalangi nya akan dia bunuh.


Vezia sempat mengatakan kepada organisasi mafianya yang telah dia beri nama White Devil.Mereka hanya akan membunuh yang memang pantas dibunuh,tapi jika orang baik itu mencoba menghalangi silahkan dibunuh toh Vezia tidak peduli sama sekali.Vezia tidk suka berpura pura baik dia akui,dia adalah Iblis,Vezia terlalu jahat untuk dikatakan malaikat.


Duntler dan Fioska?kedua nama kerajaan itu akan dikenal sebagai keluarga yang baik,dan memiliki Visual diatas rata rata.Hanya itu yang orang tahu,tapi dibalik itu semua mereka adalah Iblis,siapapun yang mengusik mereka,dia beserta seluruh keturunannya akan rata.


Lupakan itu,kita kembali dimana masa saat ini Vezia beserta rombongannya sudah berada di ruang rapat Kerajaan Hidori.Vezia menghiraukan para pangeran dari 2 kerajaan lainnya yang nampak mencoba mencuri pandang dengannya,hello dia baru berusia 10 tahun,tidak mungkin tertarik dengan mereka.


"Jadi apa maksud Raja Hidori mengundang kami,dan kenapa tempatnya di ubah?"tanya Raja Frost.


"Heh,jika tidak bisa mencari alasan katakan saja sejujurnya,tch ular!"sindir keras dari Jeno,Vezia sudah memberi akses siapapun berani bicara dari pihaknya.


"Kau ksatria tidak..."belum sempat pangeran Kerajaa Todori berucap sebuah belati melayang dan mengenai sedikit telinganya sebelum menancap ke dinding.


"Jaga ucapan mu pangeran dia adalah kakakku,sekali mulutmu berucap yang tidak baik tentangnya,Benua mu akan hancur sehancur hancurnya"Mereka merinding mendengar ancaman Vezia,tapi demi menjaga wibawa mereka harus tetap tenang.Dan jangan membuat pihak dari Vezia marah.


"Maaf atas ketidak sopanan Putra saya,Ratu Tapi bukankah Ksatria anda terlalu lancang mengikuti pembicaraan kita"namanya orang sombong takkan mau kehilangan muka,tapi sudah dikatakan jangan bermain kata dengan Vezia bahkan hanya dengan mulutnya pun kau akan mau mati dibuatnya.


"Lancang darimana nya,bukankah yang dikatakan nya benar,dan aku sebagai Ratunya sudah memberi izin.Dan kutekankan sekali lagi dia kakakku bukan Ksatria,sekali lagi kau sandangkan kata itu untuk mereka,kupastikan kuburanmu tak seindah leluhurmu"Zero dan Jeno tersenyum smirk memandang mereka yang nampak pucat pasi.


"Jadi bisa dilanjutkan,ah dan satu lagi jika para pangeran yang tidak memiliki otak ini tidak ada urusan silahkan suruh mereka keluar,aku tidak mau berdebat dengan orang orang tak berakal"Ini salah satu yang membuat Zio tidak mau bermain kata dengan Vezia,mulut Vezia kelewat tajam,dan menampar harga diri seseorang.


Tidak menerima hinaan Vezia para Pangeran berdiri dan meraung marah.


"Tch.Jaga ucapan mu,kau bahkan lebih kecil dari kami,apakah kau begitu pintar hah"Suasana nampak suram,tapi tidak untuk pihak Vezia,bahkan ayahnya terlihat santai dia percaya pada kecerdasan putrinya.


"Aku tidak ingin mengatakan diriku pintar,karena orang pintar tak pernah menganggap dirinya pintar,tapi setidaknya aku tak bodoh sepertimu.Dan kuingatkan Pangeran Benua mu memang besar tapi jabatan mu sebatas pangeran sedang aku adalah Ratunya Benua Poren,apa itu bisa membungkam mulut kecilmu.Dan ingat jangan melihat dari umur ku,karena sekarangpun aku bisa menghancurkan kalian dalam satu kedipan mata"Setelah ucapan Vezia,entah tiba tiba saja pangeran tadi terangkat dan merasa lehernya seperti dicekik seseorang,membuat seisi aula kaget kecuali pihak Vezia.


Pihak Benua Vroz,menatap ngeri Vezia yang nampak tidak bergerak tapi matanya senantiasa menatap tajam pangeran yang bergantung.


"Ratu maafkan anak saya,dia memang sepert ini,tolong lepaskan"Dengan malas Vezia mengedipkan matanya,membuat Pangeran itu terjatuh dan meraup oksigen sebanyak banyaknya,dirinya memandang benci kearah Vezia.


**Maaf guys,aku selalu lama up karena banyak pikiran,banyak tugas,banyak masalah belum lagi kendala Kuota.


Buat adegan perdebatan lebih panas akan di chap selanjutnya..


Coment,and Vote yah😉😉**