
Semua membubarkan diri,acara peresmian Jerry sesungguhnya akan diadakan.pada malam hari,sekaligus pemberian gelar untuk ke 25 penyihir serta Alex dan Tyo.
Disini lah Vezia ditaman bagian sisi utara Istana yang memang Taman khusus untuk dirinya.
Vezia menatap datar pemuda dihadapannya.Sedang pemuda yang ditatap balik menatapnya lembut.
"Kak Zero,dan Kak Jeno bisa tinggalkan aku dengan dia.Aku janji dia tidak akan macam-macam"Zero dan Jeno memutuskan mengiyakan permintaan Vezia.
Setelah memastikan Zero dan Jeno benar benar pergi Vezia membuka suara.
"Kau tentu tahu apa alasanku memanggilmu bicara denganku"Mata Vezia bukan tertuju kepada Randy melainkan tertuju kearah bunga-bunga yang nampak cantik menghiasi tamannya.
Vezia bisa mendengar helaan napas Randy.
"Ini belum beberapa bulan kamu mengizinkanku mendapatkan hatimu Vezia.Kenapa aku harus menyerah"Suara Randy terdengar begitu menantang.
Vezia tersenyum sinis,menyesap sedikit teh yang disajikan tadi oleh pelayannya sebelum kembali menjawab Randy.
"Ku akui kau keras kepala Randy.Kau sudah melihat,tidak ada harapan bagimu.Hatiku beku,keluargaku bahkan tidak merestuimu mendekati ku.
Perjuanganmu hanya akan berakhir sia-sia,masih banyak perempuan lain yang bisa kau dapatkan hatinya,tapi bukan aku"Vezia tak menatap Randy,tangannya memainkan bunga mawar merah yang entah sejak kapan tersampir indah ditangannya.
"Kamu masih berusia 10 tahun,tentu saja akan sulit keluargamu melepasmu,tapi bagaimana dengan tahun tahun yang akan datang,tidak ada yang tahu Vezia.Begitupun hatimu,jika bukan sekarang aku yakin bisa mendapatkannya jika kamu memberiku kesempatan hingga diwaktu umurmu cukup membahas soal pasangan"Vezia akui tekat Randy untuk mendekatinya begitu hebat,nyalinya tak bisa dia anggap remeh sama sekali.
"Ah,sekarang aku tahu kenapa Kerajaan Frost dikenal sebagai Kerajaan para pejuang tanpa takut mendampingi kerajaan lain"ucap Vezia matanya kini sudah tertuju menatap Randy.
"Percuma Randy,sampai kapanpun aku tidak akan bisa mencintai siapapun kecuali keluargaku.Bahkan jikapun iya,aku masih akan berpikir seribu kali menjadikannya pasanganku"Alis Randy terangkat menanyakan maksud dari Vezia.
"Kenapa?"
Kekehan sinis terdengar dari bibir Vezia,bunga mawar yang berada ditangannya hangus menyisakan debu yang dibawa terbang oleh angin yang menerpa mereka.
"Kau tidak perlu tahu kenapa.Jelasnya sebaiknya kau lupakan perasaanmu padaku.Aku memberi tahumu bukan karena aku peduli,tapi ini demi hidupmu,well jika kau ingin hidup lupakan perasaanmu padaku.Jika kau ingin mati silahkan lanjutkan yang pasti aku tidak bisa membalasnya"Vezia berdiri hendak meninggalkan Randy yang terdiam mendengar ucapan Vezia.
Randy mengeraskan rahangnya,dirinya beranjak dan mencekal tangan Vezia ketika Vezia hendak pergi.
Dengan paksa Randy membuat Vezia berbalik menatapnya.Mata nya menatap ganas Vezia penuh akan emosi.
Vezia terdiam mendengar kan ucapan dingin Randy.Matanya menatap yakin kearah netra Randy.
"Bohong jika aku tidak peduli dengan perasaanmu Randy.Nyatanya aku peduli tapi aku tidak bisa membalasnya,aku tidak mau menyakitimu lebih jauh dari ini,hatiku terlampau kaku.Dan aku tidak mau kau akan menyesal jika mengetahui aku siapa,dan seperti apa diriku.Dan aku terlalu takut kembali membuka hati hingga akhirnya dikecewakan lagi"Vezia berpaling menatap kearah lain tak ingin lebih lama menatap kearah mata penuh cinta Randy.
Randy tersenyum miring melihat Vezia yang tidak menatapnya.Tangannya memegang lembut dagu Vezia,dan dengan lembut juga membawa mata Dark Blue Vezia menatap matanya.
"Kau tidak bisa membohongiku Vezia.Kau peduli padaku,kau peduli tentang perasaanku"Vezia menatap dingin Randy,dan menepis tangannya.
"Terserah dirimu Randy,aku sudah mengatakannya.Jadi itu urusanmu untuk meneruskannya atau tidak"Sekali lagi ketika Vezia hendak melangkah tapi terhenti karena Randy memeluknya.
Vezia meremang merasakan nafas Randy yang menerpa lehernya.
"Apa kamu tahu Vezia,kerajaanku memiliki Rahasia yang tidak diketahui siapapun"Mata Randy untuk sesaat berubah menjadi hijau pekat sebelum kembali kewarna semula.
Vezia menegang merasakan bibir Randy yang lancang mencium lehernya."Lepaskan aku,atau kau benar-benar akan menyesal Randy"
Randy tersenyum sinis,tangannya terbawa mengelus pelan leher Vezia."Aku sudah pernah mengatakan nya Vezia,siapapun yang berani memikat hatiku harus bertanggung jawab,sampai kapanpun aku tidak akan melepaskannya sebelum dia menjadi milikku"
Vezia mendengus dingin dan menyikut dada Randy hingga membuat pemuda itu mundur beberapa langkah.
"Dan sepertinya kau salah memilih seorang perempuan yang ingin kau rebut hatinya.Silahkan saja,kupastikan neraka sudah berada dihadapanmu"Senyum dingin Vezia berikan sesaat dan berlalu meninggalkan Randy yang berdecak kesal.
"Justru itu yang membuatku semakin ingin memilikimu Vezia"Senyuman bak iblis terpatri dibibirnya.Katakan lah Randy gila,tapi faktanya setengah kewarasannya dibawa pergi oleh Vezia.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Vezia menghela napas,mata nya memandang kosong kearah luar dari kamar nya yang kini terletak di lantai dua bersama-sama dengan kamar kakak-kakak nya.
"Ada apa Vezia?kagak biasa nya lo kayak gini?"Vezia tidak berbalik masih menghadap kearah luar.Zio mendekati Vezia menepuk bahu Vezia.
"Gue mau ketemu Senna"Zio menghela napas.
"Fine,besok gue bakal nemenin lo,tapi gue gak bakal segang bunuh Senna kalau dia berbuat macam-macam"Vezia mengangguk membiarkan apa yang ingin dilakukan sahabat nya.
like,coment,Vote.