
Di tengah terik nya panas matahari,tepat di perbatasan kerajaan Duntler dan Denzi,pasukan kerajaan Duntler dan Denzi saling berhadapan.
Dibarisan paling depan terlihat masing-masing keluarga kerajaan Duntler,Tenzia,Fioska,dan Frost.Kali ini Vezia ikut turun tangan untuk menangani,untuk Astesia dan Felly tidak ikut serta,sebab mereka di larang.Awalnya Vezia juga dilarang tapi Vezia menjelaskan jika dirinya harus ikut agar dapat mempermudah nanti nya.
"Jadi ada maksud apa kalian meminta kami berkumpul disini?"suara dingin Raja dari Kerajaan Denzi,dari nada bicara nya sungguh tak bersahabat.
Vezia maju ke depan di temani ayah dan kakeknya.Vern yang ikut andil dalam hal ini terkejut,senyum manis dia layangkan kala melihat sang calon permaisuri masa depannya(idih emng lu keterima😂).
"Maaf karena harus menganggu waktu anda Yang Mulia Raja Denzi,tapi pertemuan kali ini memang harus dilakukan agar perang antara Empat kerajaan dan Kerajaan Denzi dapat dihentikan"ucap Vezia dingin,matanya menatap lurus mata Raja Denzi.
Raja Denzi mengangkat alisnya bingung.
Tahu kebingungan Raja Denzi,Zero maju dan memperkenalkan Vezia,sebab Vezia saat ini malas ingin berbicara terlalu banyak,biarlah Zero yang mewakili dirinya,yang penting dirinya hadir sekarang hanya untuk memastikan agar semuanya berjalan lancar.
"Maaf Yang Mulia Raja Denzi,sebelumnya perkenalkan ini adalah Putri Vezia,Putri tunggal dari kerajaan Duntler dan Fioska!"ucap Zero.
Raja Denzi membelalakan matanya dirinya tidak menyangka ternyata gadis yang sedang banyak dibicarakan adalah gadis berusia 10 tahun,walaupun dia sudah mendengar kejeniusan Vezia dari umur 3 tahun,tapi dirinya masih belum percaya,tapi ketika berhadapan langsung dirinya sekarang tahu.Terlebih banyak yang mengatakan dirinya memiliki aura yang sangat menakutkan terbukti sekarang,dirinya sedari tadi menahan kakinya agar tetap tegak berdiri.
Vezia mengibaskan tangannya sekali untuk dapat membuat Raja Denzi tidak terlalu merasakan aura miliknya,reaksi Raja Denzi tak ada bedanya dengan orang-orang pertama kali yang melihat Vezia.Bukan hanya Raja Denzi,bahkan para Pangeran Denzi yang ikut serta puluhan prajurit disitu juga tertegun.
"Jadi hal penting apa itu?"tanya Raja Denzi.
Vezia melirik ke arah ayahnya.Tahu tatapan Vezia,Raja Lucas mengangguk,dirinya mengeluarkan gulungan ajaib yang dapat melihat ke masa lalu,disitu mereka memperlihatkan segala yang dilakukan tetua-tetua terdahulu yang saling merebut kekuasaan dan kekayaan sehingga membuat empat kerajaan bermusuhan dengan kerajaan Denzi.
"Berikan padanya!"ucap Raja Lucas,Ronald mengangguk dan mengambil gulungan itu dan memberikannya kepada Raja Denzi.
Raja Denzi menatap terkejut segala yang dilihatnya,mereka tentu saja akan percaya,sebab sebuah gulungan ajaib seperti ini bukan lah berisi sebuah kebohongan.Gulungan ajaib seperti ini sangat langkah dan sekarang hanya ada satu di kerajaan Duntler,dan jika gulungan itu telah terpakai secara otomatis gulungan itu akan lenyap setelah semua nya ditunjukkan.
Setelah melihat semuanya gulungan di tangan Raja Denzi lenyap menjadi abu.Tangan Raja Denzi terkepal erat,wajahnya merah padam.
"Bawa para Tetua itu kemari!"ucap Raja Denzi dingin,salah satu anak buahnya membawa tiga orang lelaki yang sudah sangat tua dan dipastikan mereka adalah Tetua kerajaan Denzi.
Dari pihak Vezia juga sudah mengeluarkan para Tetua yang di tahan nya baik tetua kerajaan Duntler,Fioska,Frost,dan Tenzia.
Mereka saling berhadapan satu sama lain.
Vezia maju menatap mereka semua.Dan matanya beralih menatap ke arah Raja Denzi.
"Jadi apa keputusan anda Yang Mulia Raja,apakah peperangan ini dilanjutkan atau memutuskan untuk berdamai?"tanya Vezia.Raja Denzi yang semula marah,menatap heran ke arah Vezia,dirinya merasa seolah Vezialah Raja dari Empat di kerajaan itu.
"Anda jangan meremehkan nya,walau sekecil ini dia sudah pandai dalam mengurusi segala yang berbau politik serta perang,jika dikatakan dia lah yang memimpin kami,tanpa dirinya kami tidak akan pernah tahu jika selama ini kerajaan kita saling berperang hanya karena keegoisan tetua terdahulu."ucap Raja Lucas kala melihat tatapan remeh di mata Raja Denzi untuk Putrinya.
Raja Denzi lagi-lagi terkejut,ternyata rumor yang dikatakan jika Raja Lucas berubah karena putrinya itu benar.
"Aku sudah putuskan,kita akan saling berdamai,tapi ada syaratnya!"ucap Raja Denzi.Vezia mengangguk mengerti dirinya sudah tahu akan hal ini.
"Apa syaratnya?"tanya Vezia.
"Aku hanya mau kerajaan kita saling memberi keuntungan dengan melakukan kerja sama dalam perdagangan,saling menukar bahan pangan yang tidak ada dikerajaan ku maupun di kerajaan mu.Dan itu berlaku untuk kerajaan lain!"ucap Raja Denzi.Vezia mengangguk mengerti,sebelum kemari dirinya sudah membicarakan ini dengan Raja lain.
Tidak ada salahnya menerima kerja sama ini,karena di kerajaan Denzi juga memiliki beberapa sumber daya alam yang dibutuhkan antar kerajaan,dengan adanya kesepakatan ini bisa saling melengkapi dan menguntungkan satu sama lain.
Vezia berbalik menatap Raja-Raja yang ikut membalas menatap dirinya.Mereka mengangguk mantap,mereka sudah yakin dengan semua ini.Vezia kembali berbalik.
"Kami terima kerja sama ini,tapi kami tidak mau ada nya kecurangan atau pun pengkhianatan,terlebih jika ada pemberontakan dari kerajaan mu"ucap Vezia dingin.
"Tenang saja,itu tidak akan terjadi"ucap Raja Denzi.
Vezia memberikan Raja Denzi sebuah gulungan,disitu adalah surat kontrak kerja sama antar empat kerajaan dengan kerajaan Denzi.Yang membedakan surat kontrak ini berisi perjanjian darah,jadi dengan begini antar kerajaan tidak perlu takut jika ada kecurangan maupun pengkhianatan,jika sampai itu terjadi berarti kelima gulungan yang di pegang lima kerajaan akan musnah.
"Gulungan ini adalah gulungan kontrak kerja sama sebagai tanda bukti kerja sama antar lima kerajaan.Tetapi gulungan ini layaknya gulungan kontrak darah,kalian akan menanda tangani ini dengan darah kalian,dengan begini kita dapat terhindar dari segala kecurangan dan pengkhianatan yang akan terjadi.Jika ada salah satu kerajaan yang melakukan kecurangan,gulungan itu akan musnah,dan di tangan masing-masing Raja yang melakukan kontrak darah kan tertulis nama kerajaan dan siapa yang melakukan kecurangan,disitu informasi yang diberikan akan secara detail tertulis"jelas Zero,nadanya masih tetap datar dan dingin.
Mereka semua memandang takjub ke arah gulungan itu,ternyata ada gulungan seajaib ini.pikir mereka.
"Darimana kau mendapatkan ini?"tanya Raja Denzi.
"Jika kukatakan itu ciptaan ku sendiri kau akan percaya?"tanya Vezia,lebih tepatnya sebuah pernyataan,alisnya terangkat sebelah dan matanya memandang datar Raja Denzi.
"Tapi bagaimna mungkin?"ucap Raja Denzi tak percaya.
"Maaf Raja Denzi,memang putri ku lah yang membuatnya,dikerajaan ini tidak ada yang memiliki gulungan seperti ini"ucap Raja Lucas,kali ini Raja Denzi mengangguk percaya.
"Kalian tenang saja,aku sangat membenci seorang pengkhianat jadi semua gulungan itu tidak ku curangi,aku akan membunuh siapapun yang berkhianat sekalipun dia berada di kerajaan ku,sebab pengkhianat seperti itu tidak pantas untuk hidup itu hanya akan merusak keindahan dunia"ucap Vezia dingin namun terkesan santai.Tapi tak dipungkiri kata-kata Vezia begitu pedas.
Raja Denzi dan pasukan yang dibawanya sekarang tidak meragukan betapa jeniusnya Vezia.Di umur sekecil ini dapat melakukan hal seperti ini,sungguh beruntung seseorang yang akan menjadi pendamping hidupnya kelak.
Raja Denzi,Raja Lucas,Raja Tenzia,Raja Frost,Raja Erland,dan Vezia membuat bentuk lingkaran.Masing-masing di tangan mereka memegang gulungan kontrak.Vezia memang akan ikut dalam melakukan kontrak agar dirinya bisa cepat mengatasi jika ada nya pengkhianatan.
Setelah mereka menetaskan darah mereka,gulungan itu tiba-tiba menghilang membuat mereka bingung.
"Tenang saja gulungan itu akan muncul jika kalian memintanya,dan dia akan cepat muncul di hadapan kalian jika ada salah satu yang melanggar persayaratan kontrak dan melakukan pengkhianatn"jelas Zero datar.Dirinya sudah tahu semua,jadi dia yang menjelaskan kala melihat Vezia menatapnya.
Sekali lagi mereka dibuat takjub dengan kehebatan Vezia serta gulungan itu.
Tapi ketakjuban mereka terhenti kala mendengar teriakan Kelima kakak Vezia.
"Zizi tanganmu kenapa kamu menggores nya terlalu besar"ucap kelimanya mereka memegang tangan Vezia yang berdarah.
Raja Denzi menjatuhkan rahangnya luka itu sangat kecil tapi lihat reaksi kelima orang ini,mereka seperti melihat Vezia terluka parah,ternyata memang Vezia membawa banyka perubahan bagi kedua kerajaan ini.
"Ayolah kak ini akan sembuh,kalian ini luka sekecil ini jangan terlalu berisik"omel Vezia,mereka meringis mendengar omelan Vezia,tapi mereka tetap menahan tangan Vezia jangan sampai mengeluarkan banyak darah.
Vezia meminum ramuan penyembuh walau hanya satu tetes dan itu membuat lukanya langsung menghilang,dia tidak mau kelima orang di depannya ini ribut lebih lanjut karena luka kecilnya.
"Untuk tanda perdamaian kelima kerajaan,kami akan mengadakan acara di kerajaan Fioska,bersediakah kerajaan Denzi untuk hadir?"tanya Raja Erland.
"Tentu saja,ini sebuah awal yang bagus bukan!"seru Raja Denzi dengan senangnya.
"Dan untuk para tetua ini,biar aku yang mengurus mereka!"ucap Vezia di sertai seringai menakutkan miliknya,membuat para tetua yang menatapnya merasakan mala petaka yang besar akan menimpa mereka.
"Terserah padamu Putri!"ucap kelima Raja itu serentak.Mereka saling memandang dan sedetik kemudia tawa terdengar dari mulut mereka.
Begitupun mereka yang melihat.Hari ini penuh akan tawa bahagia,semuanya terlihat damai,ini semua berkat malaikat kecil mereka,berkat seorang gadis dingin dihadapan mereka,mereka sudah bersumpah akan selalu melindungi cahaya mereka,mereka akan melindungi Vezia bagaimana pun caranya.
Vern yang sedari tadi diam,maju ke depan,diikuti saudara-saudaranya.Sontak saja kelima kakak Vezia,serta Zero dan Jeno melindungi Vezia,mereka tidak mau Vezia dekat-dekat dengan Vern.
Vern yang melihat itu mendengus kesal,itu tak luput dari penglihatan ayahnya.Dirinya diam-diam menertawakan putranya.
"Hahah,kasian sekali kau Vern,sepertinya kau harus berjuang keras"batin Raja Denzi,dan terkekeh geli,menatap secara bergantian,ketujuh kakak Over Vezia dan Vern yang saling menatap tajam.
Holla Guys gimana
suka nggak
Jangan lupa dukungannya😉