
Vezia yang sedang asik dengan pedang nya di kejutkan dengan suara teriakan dari kelima kakaknya.
"ZIZI!"teriak mereka berlima membua Vezia refleks berbalik dengan wajah kesalnya.
"Apa!"ucap Vezia dingin.
Mereka berlima,hanya menunjukkan senyum tak bersalah membuat Vezia menghela napas,mereka memang sudah dewasa tapi ketika berhadapan dengan Vezia,mereka terlihat kekanak-kanakan.
"Kakak sangat merindukanmu!"ucap Arvin,Alvin,dan Varrel.Mereka bertiga memeluk Vezia.
"Zizi juga kak!"ucap Vezia membalas pelukan mereka bertiga.
"Sudah lama aku tidak merasakan pelukan kak Arvin,kak Alvin,dan kak Varrel"batin Vezia.
"Kamu semakin cantik saja!"puji Alvin,Vezia tersenyum manis,tapi kata-kata Varrel membuat mu Vezia melunturkan senyumnya.
"Membuat kami semakin melarangmu dekat dengan orang lain,ingat kata-kata dan larangan kami pada saat ulang tahunmu yang ke tiga tahun!"ucap Varrel dengan senyum dingin begitupun dengan keempat kakak Vezia lainnya.Vezia mendengus kesal.
"Ish,iya iya,Zizi nggak bakal dekat-dekat dengan orang lain"ucap Vezia kesal.Kelima kakaknya terkekeh geli melihat wajah kesal adik mereka.
"Jadi siapa pasangan dansamu besok?"tanya Keyvino.Mereka berlima maju mendekati Vezia berharap Vezia memilih salah satu dari mereka.Vezia tersenyum manis.
"Sayangnya aku sudah memilih ayah"ucap Vezia dengan senyum manisnya.Mereka berlima menunduk lesu.
"Aku menjadi pasangan dansa keduamu"ucap Lenzi tiba-tiba.Keempat pangeran lainnya menatap tajam kearah Lenzi.
"Kakak-kakak ku sayang,aku hanya mau berdansa sekali,apa kalian ingin melihatku kelelahan,dan jatuh sakit"ucap Vezia dengan nada sedih.Kelima kakaknya menghela napas.
"Baiklah tidak apa,kami tidak ingin melihatmu sakit"ucap Varrel.
"Makasih kak"ucap Vezia dengan senyum begitu manis membuat mereka berlima memeluk Vezia.
-
-
-
-
"Tuan Putri!"panggil Jeno.
"Iya,kak masuk aja"ucap Vezia.
Jeno masuk kedalam kamar Vezia ditangannya terdapat gaun yang sangat indah,Gaunnya berwarna merah dengan gradasi hitam,dibagian bawahnya.
"Tuan putri ini gaun yang akan anda kenakan besok,ini atas permintaan Yang Mulia Raja Lucas,sebab Yang Mulia juga mengenakan baju dengan warna yang sama"ucap Jeno.
"Baiklah kak,letakan saja di ruang gantiku"ucap Vezia.Jeno mengangguk dan berjalan menuju walk in closet milik Vezia.
"Kak Zero dimana?"tanya Vezia.
"Zero sedang berlatih Tuan Putri"ucap Jeno.
"Kak Jeno kenapa tidak berlatih juga?"
"Zero sedang berlatih,jadi saya harus menjaga putri,kami tidak bisa begitu saja meninggalkan putri,salah satu dari kami harus menjaga mu adik kecil."ucap Jeno.Vezia mengangguk mengerti.
"Oh ya,Tuan Putri,kerajaan lain telah sampai,dan tadi saya bertemu dengan Putri Felly dan Putri Astesia,mereka mencari putri"ucap Jeno.
"Katakan pada mereka untuk menemuiku di taman Istanaku"ucap Vezia.Jeno mengangguk,berpamit kepada Vezia untuk pergi melakukan tugas yang di perintahkan Vezia.
Selepas Jeno pergi,Vezia berjalan keluar.Vezia menghela napas pasrah,selama 7 tahun ini Vezia selalu dijaga ketat,masih ingatkan dengan kejadian pada saat penobatan Vezia dikerajaan Fioska.
"Kakak semua tidak bisakah kalian membiarkanku sendiri?"tanya Vezia dengan nada manja nya membuat ksatria yang berjaga tidak tahan.
"Tidak bisa sayang kamu harus dijaga ketat,kami tidak mau kamu terluka"suara tiba-tiba dari Harry membuat Vezia mendengus kesal,Vezia mengembungkan pipinya dengan bibir mengerucut dirinya terlihat sangat imut.
"Tapi paman.."
"Tidak ada tapi-tapian sayang"ucap Harry dan membawa Vezia kedalam gendongannya,Vezia masih saja menunjukkan wajah cemberutnya.
"Paman turunkan aku,aku ini sudah besar,kenapa masih di gendong juga sih"ucap Vezia dengan wajah memerah malu.Harry terkekeh.
"Walaupun kamu udah besar,bagi kami kamu itu masih gadis dan putri kecil kami"ucap Harry.Vezia hanya bisa tersenyum kecil.Dirinya merasa sangat bersyukur memiliki keluarga yang sangat menyayangi dirinya.
"Paman dimana bibi Hana?"tanya Vezia.
"Bibimu sedang melakukan sesuatu"jawab Harry.
Harry mengecup kening Vezia sebelum menurunkannya.
"Jaga dia baik-baik jika tergores sedikit kepala kalian taruhannya"ucap Harry dingin.Ksatria yang mendengar bergidik ngeri.
"Baik Pangeran"ucap mereka serempak.
"Zizi pergi dulu paman"ucap Vezia,Harry mengangguk.Vezia berjalan menuju ke taman Istana Phoenix diikuti ksatria-ksatria yang menjaganya,tiba-tiba saja Jeno sudah berada disamping Vezia.
"Mereka sudah menunggu anda Putri"ucap Jeno.Vezia mengangguk mengerti.
Lama berjalan akhirnya Vezia sampai di taman miliknya,dibagian tengah taman itu ada sebuah pohon Sakura yang lebat,dan dibawah nya ada meja dan kursi yang berukuran sedang,cukup lah untuk acara pesta minum teh para putri.
"Berpencar,dan jaga setiap sisi,jangan sampai ada celah"ucap Jeno dingin,ksatria-ksatria yang ikut itu pun dengan cepat melesat menghilang berjaga di setiap sisi.
"Salam Putri Astesia dan Putri Felly,maaf membuat kalian menunggu"ucap Vezia dingin.
"Tidak apa-apa Putri Vezia"jawab mereka berdua.
Masih ingatkan dengan mereka berdua.Putri Astesia sekarang berusia 16 tahun,sedangkan Putri Felly berusia 14 tahun.
"Bagaimana kabarmu Putri Vezia?"tanya Astesia.
"Baik,tidak perlu formal sudah kukatakan bukan,hanya tidak bertemu beberapa tahun saja sudah berubah"ucap Vezia dengan gelengan kepala.Astesia hanya tersenyum malu.
"Mari duduk!"ucap Vezia,mereka bertiga pun duduk.
Pelayan yang berada di samping mereka dengan serentak menuangkan teh ke gelas mereka.Mereka bertiga dengan anggun meminumnya,terlihat sangat sangat mencerminkan putri bangsawan kerajaan kelas atas,terlebih Vezia aura dingin nya menambah kan kesan seperti seorang pemimpin.Selain dari itu walaupun dirinya berusia 10 tahun wajah masih terlihat sangat baby face,menambah kesan imut dalam dirinya.
"Huh,Vezia kenapa kau terlihat sangat tampan dan cantik"ucap Felly dengan memandang Vezia takjub.
"Singkirkan tatapan mu itu,itu menakutkan"ucap Astesia dengan geli.
"Yak,aku juga masih normal"ucap Felly kesal.Vezia geleng-geleng kepala melihat pertengkaran mereka berdua.
"Apa kalian mau mencobanya?"tanya Vezia dan menyodorkan mereka sekotak Pocky, mereka memang selalu melihat Vezia memakan makanan yang mereka tidak tahu namanya dan ini pertama kali nya mereka mencoba.
Felly dan Astesua mengambil nya dan mencobanya,mata mereka langsung berbinar senang.
"Ini enak sekali,aku baru pertama kali memakannya"ucap Felly antusias di angguki Astesia.
"Apa namanya?"tanya Felly.
"Sebut saja Pocky"ucap Vezia acuh.Felly dan Astesia mengangguk mereka lanjut memakan Pocky yang masing-masing mereka pegang sekotak.
"Jika kalian mau,datang kekediamanku akan ku berikan"ucap Vezia datar,membuat mereka berbinar senang,seolah mereka seperti anak anjing yang baru mendapatkan makanan.
"Benarkah?"tanya Astesia meyakinkan,Vezia mengangguk.
Mereka berdua terpekik senang.Jeno yang berada di samping Vezia tersenyum kecil,adik kecil mereka tidak berubah masih dingin tetapi tetap baik.
Tangan nya terangkat mengelus kepala Vezia,Vezia tidak masalah sama sekali karena itu kebiasaan Zero dan Jeno.Bagi Vezia terlihat biasa tapi bagi kedua orang dihadapannya itu tidak,pasalnya mereka tahu Jeno hanyalah pelayan dan Ksatria Vezia,tapi mengapa begitu berani melakukan itu,pikir mereka.
"Adik kecil kami ternyata tidak berubah"ucap Jeno lembut,Vezia berbalik menatap Jeno,memberikan senyum lembut.
Lagi-lagi membuat kedua orang dihadapannya terkejut,terkejut mendengar kata adik kecil,dan mereka baru pertama kali melihat Vezia tersenyum lembut dan jujur saja itu terlihat seperti dewi bagi mereka.
"Aku sudah menganggap mereka kakak ku,maka dari itu perlakuan seperti ini hal yang biasa"ucap Vezia menjawab pikiran mereka,yang melihat tingkahnya dan Jeno.Astesia dan Felly terkejut.
"Darimana kau tahu?"tanya Felly.
" Raut wajah kalian,mudah sekali kutebak"ucap Vezia acuh tak acuh,itu tidak sepenuhnya bohong,Vezia pandai melihat raut wajah orang maka dari itu tanpa kekuatannya pun dia bisa tahu.
"Vezia,kau kan sudah berumur 10 tahun,apa kau akan memasuki akademi?"tanya Felly.
"Itu kutanyakan dulu kepada ayahku,aku tidak yakin dia mengizinkannya,memberikan ku guru pribadi saja tidak apalagi melepas ku ke akademi,kalian ingin melihat akademi itu dikelilingi ksatriaku"ucap Vezia dengan helaan napas.Astesia dan Felly mengerti betul bagaimana keadaan Vezia,dikelilingi keluarga super over memang sangat sulit banyak larangan,tapi mereka tahu itu demi kebaikan Vezia.
Bagi Vezia pun tidak masalah sama sekali.
Tapi itu akan mempersulitnya untuk keluar berpetualang menjelajahi berbagai benua.
"Tapi walaupun kau tidak ke akademi ataupun tidak memiliki guru pribadi,kau tetap saja jenius,bahkan jika aku boleh mengatakan guru di akademi akan kau buat pingsan akibat otak mu itu yang kelewat jenius"ucap Felly,entah itu sebuah pujian atau apa,Vezia hanya acuh.
Vezia memang dikenal selain kuat dia juga Jenius dan pandai,dan itu sudah terbukti dengan beberapa kali dia yang mengatur strategi peperangan ayahnya,dan itu semua berhasil,dan selain itu juga dia sangat pandai dalam menghadapi masalah para rakyat,tidak hanya itu masih banyak hal-hal yang dilakukan Vezia diusianya yang begitu muda yang membuat seisi benua gempar.maka dari itu banyak juga yang mengenalnya,seisi benua Poren pun sudah mengenalnya,entah bagaimana dengan Benua lain.
Holla Guys...
jangan lupa Like,Coment,Rate,Fav,and Vote😉