Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS74



Makan malam pun tiba,acara makan malam di adakan di lapangan khusus untuk membuat pesta.Meja-meja bundar tersusun,di atasnya sudah banyak makanan yang tersaji,di tengah-tengah lapangan terdapat meja panjang khusus untuk 5 Kerajaan besar.


Vezia yang sedari tadi telah bersiap menunggu kedatangan 5 kakaknya.Zero dan Jeno pun masih setia disamping Vezia.


"Hai dek,maaf kelamaan yah"ucap Lenzi membuat Vezia beralih menatap mereka berlima yang baru saja datang.Vezia hanya mengangguk dan berjalan menuju lapangan.


"Seperti biasa kalian memang tampan"ucap Vezia datar,tapi mampu membuat kelima orang itu terpekik senang.Lenzi dan Varrel menggandeng tangan Vezia,sedangkan Alvin,Arvin dan Keyvino hanya bisa menatap mereka berdua tajam.


Dibelakang mereka Zero dan Jeno yang mengikuti,dibuat tepuk jidat melihat kelakuan kelima pangeran yang memang tidak bisa akur jika dekat dengan Vezia.


Vezia pun sudah dibuat capek dengan kelima orang tapi biarlah itu menjadi kesenangan tersendiri baginya.


Mereka semua telah sampai di lapangan,terlihat sudah banyak tamu-tamu yang datang dan duduk dimeja masing-masing sesuai dengan nama yang tertera di atas meja(Maksudnya nama keluarga yah).Begitupun dengan 5 kerajaan lainnya,hanya mereka bertujuh saja yang datangnya terlambat.


Kelima kakak Vezia menatap Vezia dengan pandangan bersalah karena yang membuat mereka terlambat adalah mereka.


"Tidak apa kak,ayo"ucap Vezia menatap kakak-kakaknya,mereka berlima mengangguk.Ketika Zero dan Jeno akan berjalan menuju tempat para Ksatria menunggu mereka berdua di tahan oleh Vezia.


"Kalian mau kemana?"tanya Vezia.Berbalik menatap Zero dan Jeno.


"Saya dan Jeno mau ketempat para Ksatria Putri,kami tidak mungkin bergabung di dalam acara"Jelas Zero.


"Apakah aku memerintahkan kalian untuk pergi,ingat kalian boleh bergerak ketika aku memerintahkan kalian,ikut denganku"ucap Vezia datar.Zero dan Jeno mengangguk patuh,mereka berdua mengikuti Vezia.


"Kak,kakak sama yang lain ke tempat duduk dulu aja,Zizi ada urusan sebentar"ucap Vezia.Kelima kakak nya menatap Vezia bingung.


"Nggak kakak sama yang lainnya ikut kamu aja"ucap Lenzi,Vezia mengangguk.Vezia berjalan ke arah para Ksatria nya yang berbaris rapi.Mereka semua serempak hormat ketika Vezia datang.


"Berdiri"ucap Vezia dingin.Mereka semua menurut.


"5 orang dari kalian maju"ucap Vezia,tak lama majulah ksatria.Sedari tadi tamu-tamu kerajaan,kedua keluarga Vezia serta 3 tamu kerajaan besar hanya diam belum memulai makan malam mereka,sebab menunggu Vezia dan kelima kakaknya.


"Ada apa putri?"tanya sala satu mereka.


"Bawa beberapa meja bundar kemari sesuaikan buat meja-meja itu bisa pas dengan jumlah kalian"ucap Vezia,mereka berlima mengangguk dan melaksanakan perintah Vezia tak lama datang lah beberapa meja.


"5 orang tambahan bantu mereka agar cepat"ucap Vezia,5 Ksatria lainnya maju dan membantu mereka.Setelah tersusun rapi mereka kembali ke barisan.


Vezia menatap meja-meja itu,dengan jentikan jari semua meja itu telah ada kursi.


Dirinya menatap ke arah Zero,Zero tahu arti tatapan itu.


"Pelayan susun makanan lagi di meja-meja itu"ucap Zero,para pelayan bergerak dengan cepat ketika melihat tatapan datar Vezia mengarah ke arah mereka.


"Duduk!"ucap Vezia kepada barisan Ksatria itu.Mereka semua terkejut.


"Tapi putri!"ucap salah satunya.


"Tapi apa,aku tidak suka dibantah kalian tahu aku turun tangan karena,jika hanya perantara kalian pasti tidak mau,apa kalian tidak menghargai ku"ucap Vezia dingin dan menatap mereka dengan pura-pura sedih,membuat semua ksatria itu tidak tega dan menuruti Vezia.Vezia tersenyum miring melihat itu.


"Bagus,kalian akan ikut dalam acara"ucap Vezia,membuat mereka tersenyum haru menatap Vezia.


"Terima kasih Putri"ucap ksatria-ksatria itu.Vezia mengangguk dan berjalan diikuti kelima kakak,dan dua ksatrianya.Mereka duduk ditempat masing-masing,Zero dan Jeno ikut andil duduk dengan keluarga kerajaan Duntler.Membuat semua yang ada terkejut.


"Maaf membuat kalian menunggu"ucap Vezia datar,tapi mereka yakin Vezia tulus meminta maaf.


"Tak apa Putri,lagipun waktu makan malamnya hanya beberapa detik lagi"ucap Raja Tenzi,Vezia mengangguk dengan senyum tipis.


Tamu yang lain masih menatap ke arah Zero dan Jeno yang bergabung dengan meja keluarga kerajaan Duntler bukan di meja para Ksatria.Vezia yang melihat itu,menatap ke arah Zero dan Jeno yang hanya menunjukkan raut wajah datar.


"Bagus,aku suka seperti ini"batin Vezia.


"Ada yang ingin bertanya,mengapa kalian menatap kedua ksatriaku?"tanya Vezia menatap semua tamu.


"Mengapa anda membiarkan kedua ksatria itu ikut dalam meja anda putri,bukankah tidak pantas mereka hanya ksatria?"tanya Wanita itu terdapat sedikit nada cemoohan.


Vezia memandang dingin wanita itu.


"Apakah aku harus meminta persetujuan anda,apakah keluarga harus meminta persetujuan anda.Apakah aku mengundang kedua kakakku itu harus meminta persetujuan anda.Dengan tidak mengurangi rasa hormat anda Nyonya,sebaiknya nada cemoohan anda hilangkan,sebab saya bisa membuat sesuatu yang lebih tidak baik jika anda berani menghina keluarga saya"ucap Vezia dingin dengan mata tajamnya menatap wanita itu,membuat wanita itu malu dan takut secara bersamaan.


Zero dan Jeno memandang sinis ke arah wanita itu,bolehkah mereka merasa sombong?mereka baru saja dibela oleh Putri dua kerajaan besar yang terkenal di benua ini,siapa yang tidak iri bahkan mereka dianggap kakak olehnya.Para tamu kerajaan pun ada yang menatap iri ke arah Zero dan Jeno.


Vezia kembali fokus kedepan,matanya menatap penasihat yang sedari tadi menatap nya,seolah dia meminta persetujuan memulai makan malam darinya,Vezia menatap penasihat kerajaan Fioska dan mengangguk.


Setelah anggukan Vezia terdengar suara Gong menandakan makan malam dimulai.Makan malam dihiasi oleh keheningan sudah menjadi adat bagi keluarga kerajaan,setelah makanan penutup mereka masih tetap di lapangan,sekedar menikmati teh dan cemilan yang di sediakan.


"Zizi sayang kamu akan pergi ke akademi besokkan?"tanya Raja Lucas.


"Iya ayah,tapi aku hanya akan berkeliling,untuk masuk dalam pembelajaran akan diadakan setelah tes kekuatan"ucap Vezia.


"Baiklah,tapi kamu ingatkan persyaratan kamu boleh masuk ke akademi,penjaga bayangan mu akan di tambah,dilarang berinteraksi dengan laki-laki tak dikenal"ucap Raja Lucas pandangan nya berubah menjadi dingin.


"Tidak boleh dekat dengan pangeran atau laki-laki"ucap Kelima kakaknya secara serempak,Vezia mengangguk pasrah.


"Vezia mau kutemani berkeliling besok,mumpung aku nggak ada mata pelajaran besok"ucap Felly.Vezia mengangguk setuju.


"Queen!"telepati Zoy.


"Ada apa?"tanya Vezia.


"Mansion nya sudah selesai Queen,untuk orang-orang yang ada suruh,Zen masih mencari Queen"ucap Zoy.


"Hmm..aku akan singgah terlebih dahulu di mansion itu,baru ke istana,untuk masalah orang-orang itu biarkan Zen mencarinya"ucap Vezia.


"Baik Queen!"


-


-


-


-


Vezia mengganti pakaiannya menjadi pakaian seperti yang ada didunia modern ketika dirinya akan melaksanakan misi.Vezia sudah memberitahu Zero dan Jeno untuk tidak memasuki kamarnya dan mengatakan dirinya tidak mau diganggu.


Setelah memastikan sudah siap,Vezia mengenakan topeng yang disisi topeng itu terdapat tulisan 'QWD' yang artinya Queen White Devil topeng yang dikenakan Vezia semasa menjadi Ketua mafia didunia yang sebelumnya.Vezia melesat keluar dari jendela kamar,untuk masalah penjaga bayangan Vezia juga sudah memberitahu mereka dirinya tidak mau adanya penjagaan,jadilah para penjaga bayangan itu beristirahat hingga besok.


Setelah memastikan Vezia sudah berada di tengah hutan,Vezia langsung berteleportasi ke hutan kehidupan yang berada di tengah-tengah ketiga benua ini,kenapa Vezia tidak berteleportasi dari kamarnya,yah tentu saja karena Vezia segaja ingin merasakan angin malam😅.


Vezia sampai di dalam Mansion,yang langsung disambut Zen dan pasukan Demon dan Iblis.


"Salam Queen!"ucap mereka serempak.


"Hn!"gumam Vezia dan berjalan menuju ke lantai paling atas dimana ruangannya berada.Di dalam ruangan itu kosong tak terisi apa -apa,tapi dalam satu jentikan jari,telah berubah,di dalamnya sudah terdapat perpustakaan,dan meja kerja Vezia seperti yang di dunia modern.


Di dalam mansion itu juga Vezia telah buat terisi perabotan rumah tangga lainnya,mansion ini memiliki 5 lantai masing-masing satu lantai memiliki 500 kamar,terkecuali lantai 5 hanya memiliki 6 ruangan,yaitu ruang kerja Vezia ,disudut kanan ruang kerja Vezia ada pintu itu adalah pintu menuju kamar Vezia.5 lainnya adalah kamar Zoy,kamar Zen,kamar Zio,kamar Zero,kamar Jeno,untuk ruang kerja mereka juga sama seperti Vezia,mereka juga dilengkapi dengan fasilitas yang sama sepert Vezia.


Karena suatu saat Zero dan Jeno juga ikut maka dari itu Vezia menyediakan ruangan khusus untuk mereka berdua.Di mansion itu juga memiliki ruang bawah tanah,khusus untuk tempat senjata,di bagian belakang terdapat lapangan yang luas tempat latihan.Tidak lupa Vezia juga menyediakan perpusatakaan khusus dimasing-masing kamar.Masing-masing kamar untuk pasukannya nanti satu kamar terisi 2 orang dan itu memiliki fasilitas yang lengkap semua fasilitasnya sama seperti fasilitas didunia modern.Singkat nya Vezia membuta itu semua sama seperti di dunianya yang dulu.


Holla Guys..


Jangan Lupa dukungannya yah...