
Tes bertarung pun dimulai,Vezia memilih pertama karena tak ingin membuang waktu,mengingat dirinya harus menghadiri pertemuan membahas masalah tempo hari.
Vezia sudah berdiri sejak 5 menit yang lalu di atas panggunh tapi tak satupun ada yang mau menantangnya.Vezia mendengus kesal,jika tahu begini lebih baik dirinya mengurangi tingkatannya.
Vezia memandang memelas kearah pamannya.Pamannya tahu jika Vezia lelah.
"Apa tidak ada yang ingin menantang Putri Vezia?"suara kepala sekolah bergema di arena pertarung,yang di dapatnya hanya keheningan semata.
"Baiklah,jika para murid tidak mau,adakah dari para guru yang bersedia?"tanya kepala sekolah,sukses membuat semuanya melongo,hey yang benar saja.
Salah satu Petua berdiri,sukses membuat semuanya terkejut pasalnya itu ada Petua Jin,yang di kabarkan tak pernah mau mengangkat murid.
"Jika bersedia saya yang akan menantangnya"ucap Petua Jin dengan nada tenang.
Enzi melotot menatap tak percaya,pandangannya di arahkan kearah Satu satunya keponakan perempuannya.
"Tenang saja paman!"ucap Vezia,matanya memandang dingin Petua Jin,membuat Petua Jin tertegun,sudut bibirnya tertarik sedikit membentuk seringaian,yang sukses membuat bulu kuduk mereka berdiri,kecuali Vezia,kedua Ksatria serta pamannya.
Petua Jin,memang tidak memiliki tingkat QI setinggi Raja Lucas,tapi jurus jurus nya dalam menyerang tidak bisa diragukan lagi.Dan juga Petua Jin satu satunya Petua,yang memiliki sihir hitam tapi sihir hitamnya digunakan bukan untuk kejahatan.
Petua Jin memasuki arena pertandingan.
Vezia menunduk memberi hormat,walau bagaimana pun di depannya adalah gurunya.
"Dalam peraturan pertandingan hanya boleh menggunakan QI,tapi QI anda lebih tinggi dibanding saya Putri,bolehkah menggunakan beberapa sihir?"tanya Petua Jin,lebih tepatnya pernyataan.
"Jika anda tidak masalah saya tidak keberatan sama sekali Tuan Petua,saya merasa terhormat dapat berhadapan dengan Petua terkuat di academy ini"ucap Vezia,bibir indah nya membentuk seringai kejam,membuat Petua di depannya sedikit gemetar,dan takut.
"Apa-apaan ini,dalam tes dilarang menggunakan sihir!"ucap Enzi menggberak meja di depannya.Vezia memandang kearah pamannya,Enzi membalas tatapan Vezia dengan tatapan tajam,sekuat apapun Vezia jika dihadapkan keluarganya dia takut,karena mereka adalah orang yang disayangi Vezia.
"Paman kumohon!"ucap Vezia dengan wajah memelas.
"Baik,paman izinkan,tapi jika sedikit saja ada goresan di tubuhmu bahkan sehelai rambutmu jatuh,jangan harap kamu bisa ikut ke academy,dan paman pastikan,akan mengurungmu selama 1 bulan,dan selama itu jangan harap pedang,dan busur akan kamu pegang,kamu akan dilarang berlatih selama itu juga!!"baru kali ini wajah Enzi begitu dingin serta nada bicara nya menjadi sangat dingin.
Vezia meneguk ludah kasar,dia tahu semua ancaman keluarganya yang berhubungan dengannya tidak pernah main main.
"Iya paman!"ucap Vezia lesuh.
"Astaga,kenapa hidupku begitu rumit,tapi aku tahu mereka sayang padaku"batin Vezia.
"Sabar Master,oh yah Master,kami merindukanmu!"suara Goldy yang tiba tiba membuat Vezia sedikit kaget untungnya dirinya dapat mempertahankan ekspresinya.
"Sabar aku akan menemui kalian setelah semuanya selesai,oke.kalian berlatih saja"ucap Vezia.
"Siap Master!"ucap Draxy.
Vezia dan Petua Jin saling melempar pandangan.Suara bel yang manandakan jika pertandingan dimulai.Tapi.dari salah satu mereka belum ada juga yang akan menyerang.
Tapi mereka tidak tahu jika Petua Jin mengirim bebetapa sihir hitam lewat tempat mereka berdiri menuju Vezia.
Vezia membentuk senyum sinis,dia tahu apa yang di lakukan Petua Jin.Sihir hitam menguar keluar membuat,semuanya meloto,terlebih dua ksatria,paman dan sahabat Vezia yang memandang Vezia khawatir.
Vezia masih tetap tenang,saat Sihir hitam itu akan melahapnya,Vezia sudah lebih dulu melompat kebelakang,tapi Sihir itu tetap mengejarnya.
Vezia tetap santai,matanya tetap menatap lurus Petua Jin,matanya menatap jari telunjuk Petua Jin yang diam diam bergerak.
Vezia tersenyun miring,entah sejak kapan sebuah batu kecil ada di tangannya,tanpa semua ketahui,Vezia menembakan batu itu ke jari telunjuk Petua Jin,membuat Petua Jin terkejut sontak Sihir hitam itu hilang.
Petua Jin menatap Vezia terkejut.
Vezia melesat kearah Petua Jin,mengangkat kakinya hendak menendang Petua Jin,tapi Petua Jin mampu menangkap kakinya dan melempar Vezia kesisi Kirinya,Vezia dengan lihai mendarat dengan sempurna.
Petua Jin menyerang Vezia dengan jurus jurus andalan miliknya,karena dia tahu Gadis di depannya ini bukan gadis yang mudah dikalahkan dengan jurus biasa yang dia lakukan.
Vezia mampu menangkis semua nya dengan mudah,saat sedang sibuk menangkis jurus jurus Petua Jin,Petua Jin menggunakan sebelah tangannya yang bebas walau hanya sebentar mengirim beberapa sihir hitam dan menyerang Vezia dari belakang,tapi sayang nya Vezia yang memiliki tingkat kepekaan yang tinggi terhadap sekitar mampu lolos dari serangan itu,sehingga Petua Jin terkena sihirnya sendiri.
Petua Jin terlempar dengan darah yang keluar dari mulutnya,karena terkena sihir hitam yang sangat diketahui berbahaya.
Vezia berdiri dengan tenang memandang kearah Petua Jin.
"Ingin melanjutkan?"suara dingin Vezia membuat bulu kuduk mereka meremang.
Tak mendapat jawaban,Vezia melempar beberapa belati kearah Petua Jin,walau sempat di tangkis tapi itu membuat tangan Petua Jin terluka,walaupun sihir hitam itu miliknya,tapi siapapun yang terkena akan tetap parah,walau pemilik sekalipun.
"Kuharap kau bertahan,di dalam belati telah kububuhi racun!"ucap Vezia dengan senyum miring.
Mata Petua Jin terbelalak kaget.Tapi sebuah senyum terbit dibibir nya.
"Kau memang hebat,mampu membuatku terkena seranganku sendiri,jika kau tidak keberatan apa kau mau menjadi murid pertamaku!"Ucapan Dari Petua Jin membuat mereka terbelalak kaget.
"Aku terima!"ucap Vezia.
Vezia beranjak mendekati Petua Jin.
"Maaf!"ucap Vezia setelah itu menaruh telapak tangan kirinya di kening Petua Jin,menutup mata menyerap keluar sihir hitam yang masuk kedalam Petua Jin.
"Aku sudah mengeluarkan nya,jadi dia tidak akan melukai anda,dan ini penawar racun dariku!"ucap Vezia dingin.
Petua Jin bangkit berdiri.
"Baik!"ucap Vezia.
Setelah usai mereka melanjutkan semuanya hingga semua ujian tes telah selesai,dan besok adalah hari pertama bagi Vezia masuk belajar ke academy.
-
-
-
-
Sesuai ucapan Vezia,mereka mengadakan rapat,Vezia duduk di samping ayahnya dengan wajah dingin menatap para pemimpin kerajaan yang menatap serius dirinya.
Di belakangnya ada Zero,Jeno,Ronald,dan Shouto yang memakai topeng,ketiga Raja lainnya bertanya tanya siapa pemuda yang memiliki aura bangsawan itu.
"Maaf menganggu waktu kalian,tapi ini hal yang sangat penting mengenai masa depan Benua Poren!"ucap Raja Lucas,mereka tetap diam membiarkan Raja Duntler itu berucap.
"Jadi aku mengumpulkan kalian,karena putriku ingin menyampaikan,strategi kita menghadapi Benua Vroz,seperti yang aku katakan di surat itu,bahwa Benua Vroz berniat menggulingkan kita,jadi mereka bekerja sama dengan penyihir hitam,dan kaum setan."ucap Raja Lucas lagi.
Raja Lucas melirik kearah Putrinya.
Vezia mengangguk dan berdiri,menatap satu persatu semua lelaki yang ada di dalam ruangan ini.Disana juga ada kelima kakaknya selain itu juga ada putra mahkota dan pangeran di tiap kerajaan.
"Sebelum aku membahas strategi kita,kalian pasti bertanya tanya darimana aku tahu semuanya,kalian pasti pernah mendengar tentang Shouto,pangeran ketiga kerajaan Hidori,yang dikenal buruk rupa dan sampah Kultivasi!"ucap Vezia.
Mereka hanya mengangguk.Shouto maju kedepan dan berdiri di samping Vezia,membuka topeng nya menatap dingin satu persatu orang orang di ruangan yang bertanya tentang siapa dia.
"Perkenalkan,saya Hidori Shouto,pangeran ketiga kerajaan Hidori,sekaligus mata mata putri Vezia!"ucapan Shouto sukses membuat mereka terkejut kecuali keluarga kerajaan Duntler dan Fioska.
"Jadi,rumor itu salah?"tanya Raja Tenzia.
"Untuk wujud wajahku itu salah,tapi untuk sampah kultivasi memang benar,tapi karena bantuan Queen Vezia saya mampu berkultivasi!"ucap Shouto tenang dan dingin.
Vezia menengadahkan tangannya,Shouto dengan hati hati memberi sebuh gulungan kepada Vezia.
Vezia maju kedepan dan pergi ketengah tengah dimana ada meja yang cukup untuk tempat peta besar itu dibuka.
"Ini adalah Peta Benua Vroz,aku telah menandai tempat dimana semua prajurit ditempati,kita hanya akan memperlihatkan beberapa prajurit ikut,agar mereka tidak curiga jika kita telah mengetahui tentang rencana mereka,untuk penyihir hitam serahkan padaku,prajurit yang ada akan menyerang prajurit yang secara diam diam di sembunyikan untuk menyerang kita,sisanya akan menyerang kaum setan,masing masing prajurit akan diberi pedang yang telah kulumuri bubuk suci untuk memusnahkan Kaum setan."Jelas Vezia,mereka yang tadi duduk sudah ikut melihat kearah Peta.
Mereka mendengar secara seksama,takjub itu yang di pikiran para pangeran dan Raja melihat bagaimana otak jenius Vezia bekerja,memang pantas saja Kerajaan Duntler dan Fioska selalu menang dalam pertempuran tanpa hambatan,dibalik layar ternyata ada seorang iblis kecil yang mengontrol.
"Shouto!"Shouto yang mendengar dengan sigap mendekat.
"Ya Queen!"ucap Shouto.
"Berapa banyak penduduk yang ada di Benua Vroz?"tanya Vezia.
"Hitungn gabungan sekitar,50.000 penduduk,tak sebanyak penduduk dibenua lain sebab banyak dari mereka terutama yang masih muda dibunuh dan di jual organ tubuhnya!"jawab Shouto,Vezia mengangguk.
Vezia menatap kearah para pangeran.
"Pangeran mendekat!"mereka yang di sebut mendekat.
"Tugas kalian adalah,mengatur jalur bagaimna para penduduk akan keluar,sebelum pertempuran dimulai evakusai semua penduduk ketempat yang di tunjuk Shouto,disana kalian harus pandai membagi,sebar kan semua penduduk.Karena kita 5 kerajaan,masing masing dari 5 kerajaan paling tidak membawa 10.000 penduduk kalian tidak perlu khawatir tentang bagaimana mereka akan tinggal aku telah menyebar seluruh anak buahku,dalam waktu satu minggu ini semua tempat tinggal mereka telah aku atur!"ucapan Vezia sukses membuat terkejut,sungguh merek takjub Vezia tak main main dalam bergerak,itulah Vezia selalu melakukan semua tidak setengah setengah.
"Lalu bagaimana dengan biaya hidup mereka,tidak mungkin kerajaan akan terus membiayai mereka!"ucap Raja Denzi.
"Maka dari itu aku mengatakan aku yang mengurusnya,aku mengajukan kerja sama,aku akan membangun toko dengan ide ku sendiri aku yakin 98 % rencana ini berhasil,jika semua hasil penjualan sesuai dengan hitungan,kita akan membagi rata,tapi keuntungn yang di dapat penduduk miskin lebih banyak,kerajaan akan mengambil beberapa %,karena tujuan dibangunnya itu hanya untuk orang yang kurang mampu,selain itu aku akan membangun sebuah tempat dimana para penduduk dapat bekerja menghasilkan uang sendiri,dengan keuntungan besar ini,bahkan Benua Jeiron akan mau bekerja sama!"jelas Vezia nadanya tetap datar.
"Kami setuju,tapi para penduduk itu akan tetap membayar pajak sama seperti aturan kerajaan!"ucap Raja Frost.
"Tenang saja,aku sudah mengatur semua,selama mereka masih belum terlalu tahu apapun,mereka dibawah kendaliku,setelah mereka sudah terbiasa aku akan melepas tanggung jawabku,membiarkan kalian mengurus mereka tapi ingat aku tidak ingin mendapat keluhan apapun apabila ada dari kerajaan kalian melakukan hal yang merugikan mereka!"ucap Vezia dingin,matanya menatap tajam mereka semua,membuat mereka meneguk ludah kasar.
"Lupakan masalah ini dulu,kita akan atur strategi terlebih dahulu!"ucap Vezia.
Vezia memegang sebuah ballpoin ditangannya,membuat yang lain bertanya tanya apa yang ditangan Vezia.
"Lihat ini!"ucap Vezia menunjuk sebuah titik titik merah yang di tandainya.
Mereka fokus melihat.
"Dibagian utara ini mereka menempatkan para Archer pemanah,itu agar mereka dapat memanah dan mengenai sasaran dengan mudah,karena bagian utara sangat dekat dengan bagian depan Istana,dimana saat kita memasuki Istana dengan mudah mereka memanah kita,selama acara pertemuan berlangsung bersikaplah biasa,selama kita melakukan rapat,mereka pasti akan menyerang para prajurit yang terlihat.Jadi,Kita akan secara diam diam menempatkan para Ksatria yang memiliki tingkat QI tinggi yang mahir dalam bidang Pedang dibelakang para Archer benua Vroz tanpa ketahuan,karena terlalu lama,jika harus melawan panah dengan panah.Di bagian Timur ini secara diam diam juga kita akan menempatkan beberapa pemanah penyihir dari bantuan Sekte Iblis Api Sekte milikku!"jelas Vezia.
Vezia diam sesaat.
"Karena kita tidak memiliki seseorang yang memiliki kekuatan Healing,masing masing semua prajurit paling tidak membawa ramuan atau Pil penyembuh,dan ingat cara Kaum setan mengalahkan musuhmya dengan menghisap inti hidupnya,inti hidup kita berada di setiap badan tapi untuk kaum setan menyerap melalui jantung,aku telah menyiapkan sebuah kertas mantra pelindung!"
"Masing masing Prajurit kerajaan akan dibagi rata,siapapun yang memiliki QI tinggi akan diperlihatkan setidaknya itu sebagai bukti bahwa kita tidak dapat diremehkan,selain itu agar tidak menimbulkan kecurigaan,dalam pikiran mereka pasti berpikir Ksatria tingkat QI itu untuk pelindung."Vezia mengakhiri penjelasan menatap satu persatu semua orang yang menatap takjub dirinya.
Terlebih tiga kerajaan beserta pangeran yang ada,mereka kagum tentu saja,ketika putri lainnya akan berdiam diri menghindari perang dan akan duduk santai.Berbeda dengan Vezia yang malah turun tangan melakukan hal yang dilakukan para lelaki.
Mereka takjub dengan segala strategi dan analisa Vezia.Sungguh Jenius.Mereka tidak tahu harus mendeskripsikan seperti apa,tapi Vezia adalah pasangan idaman kaum lelaki.
Holla guys maaf baru Up..
jangan lupa dukungan😉