
Lamunan tamu kerajaan terbuyarkan karena suara dingin Vezia.
"Sampai kapan kalian akan diam?"tanya Vezia dingin,matanya menatap dingin semua yang ada.Mereka dengan cepat mengubah ekspresi mereka.
Vezia menatap ke arah 2 sahabat perempuannya,yang memandang takut dirinya.Menghela napas sesaat,dirinya berdiri berjalan ke arah mereka.
"Aku tahu kalian berdua takut,maaf,jika kalian tidak ingin bersa..."ucapan Vezia terpotong karena tangisan Felly,serta pelukan dari Astesia dan Felly.
"Eh!"Vezia bingung melihat Felly yang tengah menangis,tak hanya dirinya tapi semuanya juga dibuat bingung,sedang Astesia hanya diam sambil memeluk Vezia.
"Kalian kenapa?apa kalian benar-benar takut padaku?"tanya Vezia hendak melepaskan pelukan Felly dan Astesia,Astesia melepaskan pelukannya sedangkan Felly tetap bersikeras memeluk Vezia bahkan pelukannya semakin erat.
"Kenpa kau menangis hm?"tanya Vezia suaranya melembut sedikit membuat mereka takjub,semua nya berspekulasi jika Vezia pasti sangat menyayangi Astesia dan Felly.
"Bodoh..hiks..kau..hiks..membuatku takut"umpat Felly yang masih memeluk Vezia.
"Maafkan aku jika perbuatanku membuatmu ketakutan"ucap Vezia dan memeluk Felly.
"Bukan itu maksudku,kau membuatku takut,aku takut jika kau terluka bodoh"ucap Felly melepas pelukannya dan menatap Vezia dengan mata berair serta tatapan marah.Vezia terkejut sesaat sebelum menaikan sudut bibirnya mengulas senyum tipis.
Vezia mengacak rambut Felly dan kembali memeluknya.
"Aku minta maaf,tapi kau lihatkan aku tidak terluka"ucap Vezia,Felly memeluk Vezia begitupun Astesia ikut memeluk keduanya.
"Lain kali jangan seperti ini mengerti,kau membuat Felly dan aku takut"ucap Astesia menunduk dan menatap Vezia yang lebih pendek darinya.
"Iya,maaf"ucap Vezia dan mereka bertiga berpelukan,suasana yang begitu mengharukan membuat yang menonton pada baper,mereka terharu melihat persahabatan ketiga orang itu,walaupun salah satu dari mereka kejam tapi mereka mampu menerimanya.
Mereka melepaskan pelukan mereka,Vezia menatap Felly yang masih belum berhenti menangis.Vezia mengangkat tangannya dan membawa nya kepipi Felly menghapus air mata Felly.
"Sudah jangan menangis lagi,aku kan sudah minta maaf,lihat wajahmu jadi jelek karena menangis"ucap Vezia di selingi candaan membuat Felly menggerutu kesal sedang yang lain tertawa melihat itu.
"Ayo tersenyum aku ingin melihat senyum manis kakak cantikku ini"ucap Vezia,Felly yang mendengar itu tersipu malu dan dengan malu tersenyum manis.
"Nah kan,kak Felly ku jadi semakin cantik jika tersenyum"ucap Vezia,membuat Felly lagi-lagi tersipu.
Berbeda dengan mereka yang tersenyum melihat itu,berbeda lagi dengan kelima kakak Vezia yang melihat nya mereka seolah mendapat sinyal jika Felly adalah saingan mereka mendapat kan perhatian Vezia,diam-diam mereka mendengus kesal,tapi mau bagaimana lagi jika mereka menganggu Felly,Vezia pasti akan marah secara Felly adalah sahabat nya begitpun dengan Astesia.
"Maaf atas ketidak nyamanan kalian,terutama kerajaan Denzi saya memohon maaf,karena acara tidak berjalan lancar"ucao Raja Erland.
Vezia kembali mengubah raut wajah nya menjadi dingin.
"Maaf!"satu kata itu yang keluar dari mulut Vezia.
"Tidak perlu meminta maaf,aku sangat berterimah kasih karena mendapat tontonan yang begitu menghibur,ternyata rumor memang benar jika sang Putri Fioska dan Duntler memang kejam"ucap Kerajaan Denzi yang entah sebuah pujian atau sebuah hinaan.
"Terimah kasih,saya anggap itu sebagai Pujian,karena pada kenyataannya keluarga kami memang berdarah kejam"ucap Vezia disertai senyum serta tatapan iblisnya menatap Raja Denzi,membuat Raja Denzi gemetar.
Keluarga Vezia yang melihat itu terkekeh sinis.
"Kalian bisa kembali ke kediaman masing-masing,sebagai ganti acara ini,malam ini kami akan mengadakan acara makan malam untuk semuanya"ucap Raja Erland mereka semua menyetujui dan beranjak meninggalkan lapangan,dan hanya tersisa 5 kerajaan besar.
Kelima kakak serta kedua Ksatria Vezia berjalan mendekati Vezia,Vern pun ikut mendekati Vezia membuat ketujuh orang over itu,menatap dingin ke arahnya.
"Kau sangat kejam untuk seukuran gadis kecil sepertimu"ucap Vern menatap Vezia dengan tatapan penuh minat.
Vezia hanya menatap datar dirinya tanpa berniat membalas sama sekali.
"Sebaiknya anda harus pandai memilah kata-kata Pangeran,sebab ucapan anda bisa menjadi mala petaka jika anda salah berucap"ucap Lenzi menatap dingin dan tajam ke arah Vern.Tak mau kalah Vern pun membalas tatapan Lenzi.
"Sebaiknya kita kembali,kamu harus istirahat Zizi"ucap Harry yang tiba-tiba datang,dan langsung menggendong Vezia.Vezia hanya mengangguk mereka semua berjalan menjauhi Vern yang menatap Vezia.
"Kau semakin membuatku ingin cepat-cepat menjadikanmu milikku,Vezia"Batin Vern di sertai seringainya.
-
-
-
-
Vezia berbaring dikamar nya setelah apa yang di lakukan nya tadi membuat dirinya belum puas rasanya sangat kurang,dirinya ingin menyiksa lebih dan lebih,tapi sayang tamu kerajaan masih ada.
"Draxy,Goldy,keluarlah"telepati Vezia.
Draxy dan Goldy keluar dari ruang dimensi dan menubruk Vezia membuat Vezia yang awalnya duduk kembali terbaring di atas kasurnya.
"Kami sangat merindukan anda Master"ucap Draxy dan menjilati pipi Vezia membuat Vezia tertawa geli.
"Aku juga"ucap Vezia.
"Selama aku tidak menghubungi kalian,apa yang kalian lakukan?"tanya Vezia.
"Kami sibuk berlatih master,agar kekuatan kami kuat untuk melindungi anda"ucap Goldy,Vezia tersenyum dengan tulus dan membawa Draxy dan Goldy kepelukannya.
Vezia melepaskan pelukannya ketika tiba-tiba saja ketiga bawahannya datang,Draxy dan Goldy?mereka masih disana mereka tidak perlu takut ketahuan karena mereka berdua mampu menyembunyikan aura mereka,dan lagi walau mereka tahu tidak masalah toh mereka tangan kanan kepercayaan Vezia.
"Ada apa?"tanya Vezia dingin.
"Vampir Yuz yang lain telah di temukan Queen,mereka semua berjumlah 30 orang ditambah 3 orang yang tersisa menjadi 33,mereka sudah berada di Istana yang telah selesai dibangun,tapi Queen 30 orang itu tidak mau menuruti keinginan anda untuk bergabung dengan Vampir Zeun,apa yang harus saya lakukan Queen?"jelas Zio dan di akhiri pertanyaan.
"Buat mereka tersiksa,setelah makan malam nanti aku akan ke Istana untuk meresmikan nya"ucap Vezia.
"Tapi Queen jarak antara benua Poren dan Benua Jeiron sangat jauh Queen"ucap Zen.
"Zen,apa kau lupa Queen mu ini siapa?"tanya lebih tepatnya pernyataan,Zen bergidik ngeri dan merutuki kebodohannya.
"Maaf Queen saya melupakannya"ucap Zen.
"Tak apa.masalah yang kau katakan itu,aku tinggal berteleportasi saja"ucap Vezia datar.
"Maaf jika saya lancang Queen jika anda bisa melakukan itu,kenapa anda tidak tinggal saja di Istana kita,andakan bisa berteleportasi secara cepat"ucap Zoy yang sedari tadi diam.
"Yang kau katakan benar Zoy,tapi aku ingin menjelajahi seluruh benua maka dari itu aku akan menunggu hingga umurku cukup,dan lagi kau tahu keluargaku ini sangat ketat jika mengenai diriku,jadi malam ini aku hanya sebentar saja di Istana"jelas Vezia.
Mereka bertiga mengangguk mengerti.
"Oh Zen ada tugas untukmu,cari keseluruh benua orang-orang yang kuat,kita akan membuat organisasi pembunuh bayaran,dan satu hal mereka harus orang-orang yang putus asa dan tak memiliki tempat bernaung,dan kau Zoy selama Zen menjalankan tugasnya,bangun sebuah mansion besar di hutan kehidupan di tengah-tengah ketiga benua ini,mengerti"ucap Vezia.
"Mengerti Queen"ucap Zen dan Zoy.
"Dan jika sudah dibangun dan semua sudah terkumpul untuk sementara Zen dan Zoy memegang kendali,ingat selidiki dulu siapa yang akan dibunuh jika pantas bunuh,jika tidak bunuh yang membayar kalian,tapi jika ada yang menghalangi kalian bunuh saja mereka"ucap Vezia disertai seringai iblisnya membuat ketiga orang itu merinding karena aura membunuh Vezia,mereka tidak terkejut dengan kekejaman Vezia toh,mereka juga kejam turunan dari sang Ratu.
"Dan untukmu Zio,pegang kendali istana,awasi pergerakan para Vampir Yuz yang bodoh itu,dan satu lagi sebar beberapa Vampir Zeun menuju kota tempat para Kaum Vampir berkumpul,umumkan bahwa sang Ratu telah kembali,kita akan membuat dalang di balik meninggalnya Ratu terdahulu keluar dari persembunyiannya"ucap Vezia nadanya begitu dingin,tatapan matanya penuh niat membunuh.
"Mengerti Queen"ucap Zio,mereka bertiga menunduk dan melesat menghilang.
"Cih,orang-orang bodoh ingin bermain denganku,dalam mimpipun kalian akan tetap mati"ucap Vezia.Matanya menatap bengis ke arah bulan yang tengah terang.Draxy dan Goldy hanya melihat semua dalam diam.Mereka akan ikut apapun yang dilakukan Vezia.
Holla Guys,....Gimana suka nggak?
Jangan lupa dukungannya😉