
Para pelayan restoran yang merasa jika orang orang yang masuk adalah seseorang yang tidak boleh diusik,mereka dengan cepat membentuk barisan dan menyambut Vezia dan lainnya dengan pelayanan yang paling ramah.
"Selamat datang di Restoran kami,ada yang bisa kami bantu.Restoran kami memiliki beberapa lantai,dengan lantai atas adalah VVIP,selain itu Restoran kami juga adalah tempat pelelangan.Jika tertarik kebetulan hari ini kami akan melakukan pelelangan"Vezia mengeluarkan auranya dan menatap dengan dingin kearah mereka,sontak mereka semua bergidik dan terduduk.
Zero dan Jeno menggeleng dan menahan tangan Vezia,Vezia mendengus dan mengangguk menarik kembali aura miliknya.Zio melempar cincin ruang tingkat rendah kearah salah satu pelayan yang berhasil berdiri setelah dirasa Vezia menarik auranya.
"Ruang VVIP no.1.Dicincin itu sudah ada sekitar 100 koin emas,jika kurang katakan"Mereka semua meneguk ludah kasar,dan dengan cepat membungkuk.
"Silahkan tuan-tuan,"Vezia melangkah memimpin tapi berhenti dan melirik sedikit,dengan kekuatannya ia mengubah suaranya menjadi layaknya laki-laki.
"Lain kali jaga mata kalian dari kami,dan gunakan pakaian yang pantas,jika kalian tidak ingin mati"Mereka semua bergidik dan mengangguk dengan cepat,salah satu diantara mereka mengantar rombongan Vezia kelantai paling atas,tidak ingin membuat pelanggan terhormat mereka yang membayar mahal lebih dari yang mereka dapatkan dari keluarga Kerajaan,marah atau mereka akan kehilangan pekerjaan mungkin parahnya lagi,Restoran ini akan hancur hanya dengan aura orang yang mereka kira laki-laki yang memimpin paling depan.
Begitu memasuki ruangan VVIP No.1,sudah tersaji makanan bermacam-macam,tirai dibuka dan terlihat orang orang yang duduk dikursi,didepan mereka terdapat panggung untuk melelang barang-barang.
Ini pertama kalinya Vezia datang ditempat pelelangan,selama dia hidup di zaman ini.Ayahnya membatasi tempatnya untuk pergi,termaksud melarangnya pergi ketempat pelelangan.
Seorang gadis dengan pakaian terbuka memasuki panggung,membuat teriakan lelaki hidung belang mulai terdengar.
"Selamat datang di tempat pelelangan Restoran Chun.Aku Yerin yang akan memimpin pelelangan,maaf jika kalian menunggu lama!"Gadis bernama Yerin itu mengedipkan matanya membuat para lelaki semakin berteriak.
Vezia memutar bola mata malas,matanya melihat lihat kearah daerah lain yang,tanpa sengaja dia menatap kearah Pangeran Kedua Hangao yang ikut menatap kearahnya.Vezia mengalihkan pandangannya kembali kearah tempat pelelangan.
"Barang pertama yang akan dilelang adalah Lavender suci berusia 100 tahun,ini adalah barang yang bagus.Menggunakan serbuk yang dihancurkan dari Lavender dapat membantu kultivasi untuk naik 3 tingkat,harga dibuka mulai dari 100 koin emas!"Satu persatu orang orang mulai menawar.
"Hmm,tanaman itu banyak dikebunku,kujadikan makanan untuk singaku."ucap Vezia dengan malas melihat berapa banyak orang yang mencoba mendapat tanaman yang menurutnya tidak berharga.
Ujung bibir Reijin berkedut karena kesal,"Yaya,Putri cantik yang kaya raya,jangan samakan dirimu dengan mereka,bahkan tanaman Anggrek usia 5000 tahun kau jadikan sebagai bahan untuk bermain main"Vezia terkekeh dan terus melihat hingga,tawaran dimenangkan oleh salah satu bocah bangsawan yang dia tahu Vezia bocah yang telah dia kalahkah tadi.
"Tch.2.000 koin emas hanya untuk tanaman itu,aku ingin tahu apakah dia bisa mengolahnya"Melipat kedua tangannya Vezia terus menunggu hingga barang yang mungkin membuatnya sedikit tertarik,itu adalah sebuah seruling dengan ukiran naga hitam,tubuh serulingnya berwarna putih diujungnya terdapat sebuah gantungan lonceng berwarna hitam.
"Ini adalah Seruling yang pernah digunakan seorang ahli beladiri,seruling ini bernama 'Tianfu',berguna untuk membantu mengendalikan hewan spirit level Roh.Harga dibuka mulai dari 1000 emas!"
Salah satu bangsawan yang selalu berdebat dengan Tvigen mulai menawar,terus seperti itu mereka terus menawar satu sama lain.Vezia yang memang tertarik dengan seruling itu mulai meneriakan harganya.
"50.000 emas!"Hening mereka semua melihat kearah lantai paling atas dimana terdapat seorang yang mereka kira pemuda bertopeng mengangkat papan penawarannya.
"Wow!siapa mereka,50.000 emas,sekaya apa dia.Bahkan aku butuh bertahun tahun untuk mengumpulkan uang sebanyak itu!"Suara bisikan mulai terdengar dari mereka.
"Kau menyukainya Zizi?"tanya Zero,Vezia mengangkat bahu acuh."Tidak,hadiah untuk Noah,aku yakin dia akan menyukainya"Zero dan Jeno tersenyum dingin dan dalam hati mengumpat oada bocah bernama Noah yang berhasil menarik perhatian adik kecil mereka.
"Tidak ada yang menawar.'Tianfu' jatuh ditangan pemuda dilantai atas VVIP No.1"Reijin,dan Zio terbahak mendengar ucapan Yerin si pembawa acara.
"Hahaha,astaga Pemuda?berapa kali aku mendengar orang memanggilmu pemuda"Vezia tersenyum kesal dan memukul kepala kedua orang itu.
Barang-barang terus keluar,Vezia hanya menatap bosan.Dia menunggu barang yang menurutnya menarik untuk hadiah Putri Keempat,dia adalah satu satunya putri yang mau menjaga Noah,Vezia sangat menyukai Noah.Itu selalu mengingatkannya pada Tyn.
"Huh,tidak ada yang menarik.Mungkin aku harus melihat sesuatu yang bagus di cincin penyimpananku sebagai hadiah untuk putri keempat"gumam Vezia.
"Ayo,sudah saatnya kita Ke Kerajaan!"Mereka mengangguk dan mengikuti Vezia keluar.Sebelum pergi mereka menuju tempat pengambilan barang.
Gadis bernama Yerin itu tengah menunggu dengan seruling didalamnya,Vezia memberikan kantong tanpa dasar pada gadis itu,dan langsung mengambil seruling.
"Terima kasih atas kemurahan hati anda Tuan.Tempat kami akan terbuka untuk anda"Vezia mengangguk dan pergi,Tianfu tadi sudah dia masukkan kedalam cincin penyimpanannya.
Saat akan turun kelantai bawah,Vezia dan rombongannya bertemu dengan rombongan Pangeran kedua Hangao.
"Salam Ratu Kerajaan DIV.Suatu kehormatan bertemu anda disini.Saya dengar anda akan Ke Kerajaan kami,jika tidak keberatan kita bisa bersama"Zero dan Jeno berdiri dengan posesif dikedua sisi Vezia.
"Tentu Pangeran"mengacuhkan tatapan penasaran dan kagum dari orang orang disekitar mereka keluar,Pangeran kedua menawarkan tumpangan tapi Vezia menolak.
"Saya sudah memiliki kuda.Terlebih saya tidak bisa berada di satu kereta dengan orang asing,"Vezia menaiki kudanya diikuti Reijin,Zero,Jeno dan Zio yang tak hentinya menatap ganas kearah Pangeran kedua.
Vezia lebih dulu memacu kudanya diikuti keempat pria yang menjaganya itu,hanya butuh sekitar 30 menit mereka telah sampai di depan gerbang Kerajaan Hangao.Vezia menyunggingkan senyum sinis melihat betapa lebaynya penyambutan yang diberikan padanya.Dengan bantuan Zero,Vezia turun dari kudanya dan berjalan memasuki istana dipimpin Pangeran Kedua menuju aula,dimana ternyata semua keluarga Kerajaan tengah berkumpul,hanya kali ini bahkan para leluhur mereka juga ikut hadir.
Raja Hangao berdiri diikuti semua orang didalam ruangan,"Salam Ratu Kerajaan DIV!"Vezia mengangguk dan menerima salam mereka,matanya menulusuri ruangan dan tersenyum tipis kearah Noah.
"Hai adik kecil,kita bertemu lagi.Apa kau merindukanku?"Noah melihat kearah Ayahnya yang hanya mengangguk,Noah tersenyum cerah dan melompat dari kursinya,tanpa basa basi berlari kearah Vezia dan melompat.
"Dapat!"Vezia berhasil mengangkap Noah,tentu saja sikap manis Vezia kepada Noah membuat semua orang diaula tercengang karena awal Vezia masuk mereka merasakan hawa hawa tak sedap dari Vezia dan seakan Vezia membawa kutub utara kedalam aula,namun begitu melihat Noah suhu berubah menjadi musim semi yang indah.Mereka berasumsi jika Ratu Kerajaan terkejam ini menyukai seorang anak kecil.
"Aku merindukan kakak cantik!"Vezia tersenyum dan menepuk kepala Noah tapi merasakan hawa lain dari kedua ksatrianya.
"Kak,!"Zero dan Jeno mendengus dan menatap garang kearah Noah sebelum kembali mengalihkan perhatian kearah Vezia.
Vezia mengambil tempat duduk khusus diikuti Reijin,Zero,Jeno,dan Zio.Noah masih tetap menempel padanya sehingga membuatnya berada dipangkuan Vezia.
"Terima kasih atas penyambutan anda Raja Hangao,anda sudah menyampai pesan saya bukan?"Raja Hangao tersenyum dengan ramah.
"Tentu saja Ratu!"Matanya melirik kearah Putri Keempatnya yang gugup.
"Rose,beri salam pada Ratu!"Putri keempat mengangguk dan dengan sedikit gemetar berjalan kearah Vezia,dan tepat didepannya memberikan hormat ala putri Kerajaan.
"Gadis yang manis,terima kasih sudah menjaga Noah"Rose tersenyum malu san tetap menunduk.
"Terima kasih pujiannya Ratu,tentu saya akan menjaga adik saya Ratu"Senyum Vezia sedikit mengembang sebelum kembali menjadi garis datar.
"Aku punya hadiah untukmu!"Rose mendongakkan kepalanya dan menatap Vezia dengan terkejut sebelum kembali menunduk karena teguran Permaisuri.
"Maaf atas kelancangan saya Ratu!"Vezia mendengus dan menyentuh dagu Rose,mengangkat kepalanya agar dia bisa menatap wajah gadis itu.
"Jika kau tidak salah,jangan tundukkan kepalamu!"Ucap Vezia dingin,mereka semua meneguk ludah kasar karena aura dingin Vezia.
Rose mengangguk cepat,Vezia melepas tangannya.Dan mengeluarkan sebuah hiasan rambut berbahan dasar emas dengan permata crystal sebagai hiasan.
"Ini hadiah untukmu,ini adalah jepit rambut ajaib,dia akan mengubah penampilan rambutmu sesuai kemauanmu"Rose menerima dengan hati senang dan mengucapkan terima kasih pada Vezia.
Noah cemberut dan melipat kedua tangannya membuat Vezia dibuat gemas sendiri,"Kak Rose mendapat Hadiah apakah aku tidak?"kesal Noah,Rose menegur Noah karena berkata tidak sopan pada Vezia.
"Noah jangan begitu,bukankah Ratu sangat baik,kau harus bersikap sopan"Noah menundukkan kepalanya dan meminta maaf.
Vezia tersenyum kearah Rose,"Tidak salah aku menilaimu,aku menunggumu di Academy Rose.Semoga kau sesuai harapanku"Rose tersenyum cerah dan dengan tekadnya berkata.
"Saya akan berusaha Ratu!"Vezia mengangguk dan memintanya kembali ketempat duduknya.
Vezia menunduk menatap Noah,mengacuhkan tatapan yang dilayangkan orang orang diaula padanya maupun pada Rose.
"Tentu saja aku memiliki hadiah untukmu,pangeran kecil"Noah mendongak dengan binar dimatanya,"Benarkah?"Vezia mengangguk dan mengeluarkan seruling Tianfu serta dengan gelang giok berwarna biru.
"Ini dia,seruling ini akan membantumu mengendalikan hewan spirit level Roh.Dan gelang ini akan melindungimu dari orang yang berniat jahat"Raja Hangao dan anggota keluarga Kerajaan terbelalak kaget.
Noah menatap takjub kearah hadiahnya dan berterima kasih kepada Vezia,Noah memasukkan serulingnya keruang cincin dan Gelang telah dia gunakan dengan bantuan Vezia.
"Terima kasih atas kemurahan hati anda Ratu,hadiah anda sungguh mengagumkan"Vezia melambaikan tangannya tanda tak masalah.
"Tak masalah,aku hanya memberi hadiah bagi mereka yang pantas mendapatkannya"Vezia menyeringai melihat jika para Putri merasa tersindir atas ucapannya kecuali Putri Keempat.
Raja Hangao tentu saja tahu atas sindirian yang dilayangkan Vezia,dan meminta maaf atas ketidak sopanan para putri dan putranya.
"Karena kau sudah menepati janjimu,sekarang giliranku menepati janjiku"Vezia melayangkan sebuah peti berukuran sedang kearah Raja Hangao yang langsung mengambil dan membukanya.
Matanya membola dan menatap Vezia tak percaya,"Ini.."
"Ada apa Raja Hangao?"tanya salah satu leluhur,"Ini 15 batu crystal elemen!"Semua orang tersedak kecuali Vezia dan kawanannya.
Bagaimana bisa gadis itu dengan begitu mudah memberikan batu crystal elemen itu pada mereka secara cuma-cuma dan dengan begitu banyak hanya untuk jabatan guru di Academy Wizd.Bahkan hanya dengan satu batu saja itu sudah cukup dan sangat membantu,tapi dia memberikannya 15 buah,tidak heran mengapa banyak yang takut pada Kerajaan DIV.
"Masing-masing batu itu memiliki elemen kehidupan di bumi,Api,Air,Tanah,dan angin.Penggunaan elemenya menjadi 3 tahun,itu batu khusus langsung yang diberikan Naga penjaga Lembah api Kerajaan DIV"Jelas Zio,makin membuat tercengang tak percaya.
Raja Hangai tertawa,dan berterima kasih."Terima kasih,sunggub terima kasih.Hadiah anda benar-benar mengagumkan,saya akan meyakinkan murid murid Academy Wizd tidak akan mengecewakan anda,termaksud putra dan putri saya mereka akan berusaha dikelas anda"Vezia menyeringai dan menatap kearah anak-anak Raja Hangao yang nampak angkuh.
"Untuk anak-anak mu memang sangat berbakat,tidak mudah mempelajari sihir dan QI dalam waktu bersamaan,tapi mereka cukup pandai menstabilkan keduanya"Ucapan terima kasih datang dari pangeran dan putri.
"Hanya jika kau mengajarinya bagaimana bersikap sopan.Sangat disayangkan Raja Hangao,diantara para putrimu.Putri keempatlah yang memiliki tata krama seorang Putri."Vezia menatap dingin kearah mereka yang berkeringat dingin dengan tatapan dingin Vezia.
"Queen,kami sudah menemukan mansion yang anda minta putri,total kamar ada 100 dengan masing-masing kamar mandi,fasilitas lengkap Queen,kami sudah menambahkan beberapa yang kurang"Telepati Shouto,Zio melirik Vezia yang mengangguk acuh.
"Baik,sebentar lagi kami kesana.kalian berdua,bawa beberapa anak organisasi sekiranya 20 orang"
"Baik Queen!"
Vezia menatap kembali kearah Raja Hangao,"Maaf sepertinya pertemuan sampai disini,saya harus melihat tempat tinggal baru saya selama disini"
Mereka berdiri diikuti anggota Kerajaan,"Baik,baik.Jika berkenan anda bisa berkunjung Ke Istana,Istana kami selali terbuka untuk anda"Vezia mengangguk,menurunkan Noah dan menepuk kepalanya.
"Ugh..apa kakak cantik akan pulang?"Vezia mengangguk dan membungkuk sedikit.
"Iya Noah,kakak akan kembali kemari.Jika kau ingin datang,minta kakakmu yang membawa ke tempatku tinggal,mengerti?"Noah mengangguk dengan senyum cerah.
Vezia sekali lagi mengangguk kearah Raja Hangao,dan menghilang bersama antek anteknya.Hingga suara salah satu tetua memecahkan keheningan mereka,"Jangan sampai menyinggungnya,tingkat kultivasi telah berada tahap akhir atau mungkin melewati tahap akhir,aku tidak bisa membaca tingkat kultivasi miliknya.Yang pasti dia bukan orang biasa,tidak ada yang bisa berteleportasi secara alami sepertinya.Berbeda dengan keempat orang tadi yang memiliki item"Raja Hangao mengangguk mengerti,mereka akan sebisa mungkin tidak menyinggung perasaan Vezia sebab Kerajaan Vezia bisa membawa keuntungan bagi mereka.
"Kendalikan putri putrimu Foretti beruntung,Rose dan Noah mampu memberi kesan baik bagi Ratu.Kehancuran kerajaan kita bisa datang dari tingkah laku putri putrimu"tegur tetua yang tadi.
Raja Hangao memerah malu dan mengangguk,meloto kearah tiga putrinya yang diam diam menunduk malu."Menurutmu usia berapa dia,Raja Hangao?"tanya Ratu,itu yang menjadi pertanyaan mereka selama ini.
"16 tahun,Ibunda Ratu.Ratu Kerajaan DIV sempat memberitahu saya usianya"ucap Rose dengan sopan,tentu saja usia Vezia membuat mereka terkejut,semuda itu tapi sudah memimpin Kerajaan.Dan lebih lagi dia sudah berada ditahap lebih akhir,sekuat apa jika tahun tahun yang akan datang.Pastinya gadis itu akan membawa pengaruh besar pada dunia.
Voment...
voment..