
Dikediaman Pangeran Varrel.
Ketika Vezia yang sedang nyenyak tertidur lain halnya dengan kelima Pangeran yang tengah asik berbincang.
"Hey,bukankah itu cincin penyimpanan tingkat tinggi,darimana kalian mendapatkannya,dan kulihat ksatria kalian juga memiliki nya tapi hanya tingkat menengah?"ucap dan tanya Arvin.
"Ini dari Zizi,katanya agar lebih memudahkan kami membawa barang-barang kami"ucap Varrel datar.Ketiga pangeran Fioska cemberut dan iri mendengar ucapan Varrel.
"Tidak perlu memasang wajah menjijikan itu,Zizi mengatakan kepada kami jika kalian juga akan diberikan cincin penyimpanan darinya"ucap Lenzi,mendengar itu ketiga orang itu menjadi berseri-seri.Mereka bertiga bergegas berdiri hendak meninggalkan kamar Varrel.
"Kalian mau kemana?"tanya Varrel bingung dengan tingkah mereka.
"Menemui Zizi"ucap Alvin.
"Dia sedang tidur kau ingin membuat istana ini hancur karena amukannya"ucap Lenzi membuat mereka bertiga mengurungkan niat mereka dan duduk kembali,mereka tidak mau membuat Vezia marah,mereka ingat ketika mereka masih di kerajaan Duntler,mereka dengan seenak jidat masuk dan teriak membangunkan Vezia,membuat Vezia bangun dengan wajah menyeramkan,Vezia yang pada saat itu sangat kesal pun menghancurkan taman di bagian halamanannya dengan elemen petir nya,untung nya Raja Lucas dengan cepat menenangkan dirinya,maka dari itu perlu mereka catat dengan baik agar tak menganggu Vezia yang sedang tertidur.
"Aku tidak mau membuat Zizi marah,itu lebih menyeramkan dibandingkan melawan Spirit best tingkat menengah"ucap Alvin dengan bergidik ngeri.
"Bahkan bisa lebih parah dari itu"sambung Arvin.(Emang yah si kembar sehati mulu😂).
"Aku bosan,jika seperti ini biasanya kita akan bermain dengan Zizi,tapi dia sedang tidur"gerutu Keyvino.Yang lainnya mengangguk setuju.
"Bagaimana jika kita melatih elemen kita,yah walaupun Zizi mengatakan dia akan melatih kita,setidaknya kita harus mencoba"usul Lenzi.
"Boleh juga,kita bisa berlatih di halaman kediaman kakek disana tempat yang tenang,dan lagi Zizi bilang agar kita menyembunyikan elemen kita sampai kita benar-benar bisa mengontrolnya"ucap Arvin.
Mereka berlima memutuskan ke kediaman Raja Erland,bertepatan dengan itu,Raja Erland,Enzi,Keno,Harry,dan Raja Lucas tengah berbincang-bincang dibagian halaman kediaman Raja Erland.
"Ada apa kalian semua kemari,biasanya kalian akan selalu bersama adik kalian"ucap Keno melihat sikap kelima pangeran di depannya.
"Ayah ingin membuat istana ini hancur dengan kami membangunkan Zizi"ucap Keyvino kesal,Keno dan yang lainnya baru mengingat hal itu.
"Kakek kami ingin melatih elemen kami disini,agar orang lain tidak melihat"ucap Varrel.
"Bukankah kalian harus memberitahu Zizi,terlebih dahulu?"tanya Enzi.
"Iya ayah,tapi karena Zizi sedang tidur jadi kami memutuskan sendiri,yah setidaknya sebelum Zizi melatih kami,kami sedikit sudah bisa mengendalikannya"ucap Alvin menjawab pertanyaan ayahnya.
"Baiklah,berhubung disini ada Raja Lucas dia sedikit bisa mengajari kalian"ucap Raja Erland,Raja Lucas hanya mengangguk setuju,dia setidaknya bisa membantu sedikit agar nanti putri kecil nya tidak kewalahan mengajari mereka.
Raja Lucas maju diikuti kelima pangeran dan mereka langsung saja saling berjejer.
"Sebenarnya yang melatih kalian haruslah yang memiliki elemen yang sama,tapi entah bagaimana caranya Zizi mengajari kalian,karena aku tidak mau Zizi kewalahan setidaknya aku bisa membantu nya sedikit"ucap Raja Lucas dingin dan tegas,membuat mereka berlima merasa terintimidasi.
"Yang perlu kalian lakukan untuk menjadi seorang pegendali elemen adalah,ketenangan diri dan harus memiliki tekad dan jiwa yang kuat,dan juga kalian harus bisa membuat elemen kalian mengakui dan menyatu kepada kalian"ucap Raja Lucas,membuat mereka bingung.
"Mengakui,dan menyatu?"tanya Varrel.
"Iya.Memang benar jika elemen itu sudah berada didalam tubuh kalian,tapi dia tidak sepenuhnya berada disitu,kalian harus perlu melatihnya agar elemen itu mau menyatu,karena kalian berlima yang awalnya belum memiliki elemen,kalian harus lebih berusaha"jelasnya lagi,mereka berlima mengangguk paham.
"Perhatikan baik-baik!"ucap Raja Lucas,mereka semua mengangguk.
Raja Lucas mengangkat tangan kanan nya dan memunculkan sebuah gumpalan Es,mereka yang melihatnya menjadi takjub untuk pertama kalinya mereka melihat seorang pengendali elemen.
"Kalian harus berusaha menjernihkan pikiran kalian,dan fokus untuk mengeluarkan elemen kalian,tapi ingat kalian harus melakukannya perlahan,karena jika tidak elemen yang keluar akan menjadi sangat berbahaya jika belum bisa dikendalikan"jelas Raja Lucas.Mereka mengangguk mengerti dan ikut mempraktikan sama seperti yang dilakukan Raja Lucas.
Perlahan-lahan sebuah elemen muncul di atas telapak tangan mereka,ketika akan sudah seukuran batu,elemen nya tiba-tiba menghilang.
"Cobalah untuk berkonsentrasi"ucap Raja Lucas,mereka melakukan apa yang diucapkan Raja Lucas,tapi beberapa kali mencoba elemen nya malah selalu menghilang bahkan sesekali meledak,terlebih elemen Varrel dan Lenzi yaitu elemen api,untungnya Raja Lucas menahannya dengan Elemen Es.
Mereka berlima terduduk akibat terlalu banyak menguras energi.
Keno,Enzi,Harry,dan Raja Erland yang sedari tadi melihat hanya diam,melihat mereka berlatih.
Tapi perhatian mereka teralihkan kearah seorang gadis kecil diikuti kedua ksatrianya yang setia.Melihat itu Harry dengan cepat berjalan kearah Vezia dan menggendongnya.
"Lagi pada ngapain sih?"tanya Vezia.
Harry menurunkan Vezia,Vezia berjalan menghampiri kelima kakaknya,Raja Lucas kembali ketempat duduknya membiarkan putrinya yang mengajari kelima kakaknya.
Mereka berlima berdiri dan menatap Vezia.
"Apa kalian tahu hal yang paling utama dalam mengendalikan Elemen?"tanya Vezia.
"Ketenangan,konsentrasi yang tinggi,serta yang paling utama adalah Mana"ucap Alvin yang memang pernah membaca buku soal elemen.
"Tepat sekali,yang harus kalian miliki pertama adalah ketiga itu.Kalian harus tahu QI selain berguna untuk beladiri,QI juga bisa membantu membuat kalian memiliki Mana yang banyak itu tergantung dengan tingkat QI kalian,cara agar kalian mendapatkan Mana dari QI adalah,kalian harus bisa membuat QI dan elemen kalian saling menyatu"ucap Vezia menjeda sesaat.
"Caranya agar mereka berdua menyatu,kalian harus melatih elemen kalian dengan menyalurkan QI kalian ketitik bagian tengah elemen kalian dibagian tubuh dimana elemen itu berada,ini sedikit sulit,karena untuk membuat elemen dan QI menyatu itu sangatlah susah,maka dari itu ketika seseorang mempunyai bakat QI tidak memungkin dia memiliki elemen"ucap Vezia.
"Nah ada poin penting juga,yaitu kesabaran,tidak setiap hal yang kita dapatkan,kan kita dapat secara instan,semua itu butuh proses,maka dari itu kalian harus berjuang dan selalu sabar"ucap Vezia(kok gue keinget kata temen gue,semua itu nggak instan harus butuh proses,mie instan aja harus dimasak dulu,padahal udah tertera namanya mie instan😂)
"Baiklah kita mulai latihan dengan mencoba menyatukan QI dan elemen kalian"ucap Vezia.
"Duduk lah dengan posisi bersila,letakan tangan kalian di atas ujung paha kanan kiri kalian"ucap Vezia,kelima kakaknya mengikuti instruksi Vezia.
"Tutup mata kalian,kosongkan pikiran kalian,buat pikiran kalian hanya terfokus pada satu titik yaitu titik bercahaya di dalam tubuh kalian,jika kalian berhasil melakukanya,kemudian rasakan angin berhembus dengan tenang,anggap saja angin yang berhembus itu adalah QI kalian yang coba kalian satukan dengan titik bercahaya itu,jika kalian merasakan angin yang awalnya tenang berhembus kencang itu berarti QI dan elemen itu mencoba menolak,yang kalian lakukan adalah harus berkonsentrasi dan memaksa,untuk membuat keduanya menyatu,buat keduanya percaya satu sama lain"instruksi Vezia,kelima kakak nya diam dan duduk dengan tenang,Vezia duduk dihadapan mereka mengamati mereka satu persatu.
Sedang di dalam pikiran kelima pangeran sedang berusaha melawan angin yang berubah menjadi kencang,mereka berlima tetap tenang dan selalu mengingat ucapan Vezia untuk berkonsentrasi dan membuat QI dan elemen saling percaya satu sama lain.
Vezia bisa melihat raut wajah mereka yang berubah-ubah,tatapan matanya beralih fokus menatap Keyvino,dan Lenzi,dirinya bisa melihat sedikit demi sedikit Mana terkumpul dan mengelilingi tubuh mereka,beberapa menit kemudian Keyvino dan Lenzi membuka mata mereka dengan mata membola terkejut,mereka merasa seperti ada yang lain yang mengalir ditubuh mereka,setelah beberapa menit keterkejutan mereka,Alvin,Arvin,dan Varrel juga membuka mata mereka dan melakukan hal yang sama dengan Keyvino,dan Lenzi.
Vezia tersenyum melihat keberhasilan mereka.Jenius,pikir Vezia.Tidak semua orang bisa dengan mudah dan cepat bisa melakukan itu,maka dari itu Vezia cukup tertegun dengan pencapaian kakak kakaknya.
"Selamat kakak kakak ku,akhirnya kalian berhasil menyatukan keduanya,dan kalian memiliki Mana yang sangat kuat dan banyak"ucap Vezia denga senyum senang,membuat kelima kakaknya ikut tersenyum.
Sedang para orang tua hanya bisa memandang terkejut anak-anak mereka.
Begitupun dengan Ronald,Zero,dan Jeno.
"tidak salah kedua keluarga ini disebut keluarga besar jenius"Batin mereka bertiga.
"Karena kalian berhasil menyatukan keduanya,langkah kedua adalah kalian harus bisa membuat elemen itu mengakui dan menyatu dengan kalian sama seperti yang dikatakan ayah tadi"ucap Vezia.
Vezia pun menjelaskan semuanya.Caranya adalah,sama seperti tadi ketika akan menyatukan QI dan elemen,yang membedakan adalah,kali ini mereka harus melawan elemen itu sendiri,mereka akan saling melawan di dalam pikiran mereka,ketika sudah berhasil membuat elemen itu kalah dan tunduk,mereka harus memindahkan elemen kebagian paling terdalam yang berada tepat disamping dimana dantian tempat QI dikumpulkan.
Kelima kakak nya mengikuti apa yang dikatakan Vezia.Tak terasa hari sudah berada tepat tengah malam tapi mereka belum beranjak dari sana sama sekali,sedari tadi mereka,selalu melihat perkembangan kelima pangeran yang belum bergerak sama sekali,terkadang mereka mengubah raut wajah mereka seolah menahan sakit.
Keringat bercucuran di tubuh mereka tanpa henti.Setelah 5 menit lamanya akhirnya mereka secara bersamaan membuka mata mereka,terpancar tatapan penuh kebahagiaan disana,menandakan mereka telah berhasil.Sekali lagi Vezia dan yang lainnya tertegun dengan pencapaian kelima pangeran itu,memang patut menyandang jenius,pikir mereka semua.
Kesenangan mereka terhenti kala mendengar suara dingin dari keempat wanita yang saat sedang berdiri dengan tatapan dingin.Para lelaki meneguk saliva.
"Bagus yah,ternyata kalian semua disini,kalian tahu ini sudah sangat larut malam,dan apa yang kalian lakukan disini,terlebih kamu Zizi,kamu masih kecil tidak baik tidur terlalu larut,bibi sedari tadi mencarimu,ternyata kamu disini,kalian juga para lelaki bukannya mengantar Zizi kekamar atau mengingatkannya kalian malah membiarkan nya bergabung dengan kalian"Omel Hana membuat mereka semua meringis,mereka sekarang tahu harus mencatat baik-baik jangan membuat sesuatu yang menyusahkan Vezia jika tidak mereka akan kena ceramah panjang.
Para lelaki menatap Vezia meminta pertolongan,karena merasa iba,Vezia mengeluarkan jurus andalannya.
"Bibi Hana,Zizi tadi hanya membantu kakak kakakku untuk melatih elemen mereka,jangan marah yah bibi"ucap Vezia dengan suara manja dan mata puppy eyes membuat Hana,Erika,Ratu Erina,dan Kenaya tidak tega,Hana berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Vezia.
"Zizi sayang bibi tidak marah dan melarang melatih mereka tapi kamu harus tahu batas waktu nya,kali ini bibi maafkan lain kali jangan di ulangi lagi yah"ucap Hana dan mengelus lembut kepala Vezia.
"Selamat,terimah kasih Zizi"Batin para lelaki,menghela napas lega.
"Mari ikut bibi,kamu harus tidur sekarang"ucap Kenaya dan menggendong Vezia,mereka berlima berjalan menjauh,tapi sebelum itu Ratu Erina berbalik menatap mereka.
"Jangan ulangi lagi,jika tidak kalian tahu akibatnya"ucap Ratu Erina dengan mata tajan dan menyusul menantu serta cucunya,para lelaki meringis mendengar itu semua.
"Ternyata perempuan lebih menakutkan jika sedang marah"ucap Keno,dan diangguki semua.
Holla guys.....
Jangan lupa yah😉