
Vezia nyaris tersedak saat mendapat berita tiba-tiba dari salah satu bawahan Ayahnya yang selalu mengirim pesan untuknya.
"Ada apa ini?Ayah tidak mungkin memaksa pulang jika bukan hal terdesak"Vezia memijat pangkal hidungnya.
"Aku ingin tahu alasan Ayahku?aku tidak bisa pulang,urusanku disini belum selesai perlu waktu 3 bulan untuk menyelesaikannya"Walaupun gelisah suara Vezia masih tetap dingin seperti biasanya.
Pengawal yang selalu berwajah datar itu bergidik ngeri,tapi dengan tegas menyampaikan apa yang di minta Raja Lucas.
"Maafkan saya Putri,tapi Yang Mulia Raja sama sekali tidak mengatakan alasannya.Dan jika anda masih tetap bersikeras menunggu hingga 3 bulan lamanya,saya dengan terpaksa mengatakan jika Yang Mulia sendiri yang akan membawa paksa anda kembali ke Kerajaan"Nadanya tetap tenang dan kepalanya terus menunduk,dia bahkan tidak melihat raut wajah apa yang di tampilkan Vezia mendengar tuturannya.
Vezia menarik napasnya dan menghembuskan hingga kelima kalinya dan mengangguk,"Baik,tapi aku butuh waktu 1 setengah bulan dan akan kembali.Jika itu masih tidak cukup,aku akan menunggu Ayahku yang datang"Vezia duduk membelakangi pengawak yang hanya menjawab dan pergi ketika tidak ada lagi yang dibicarakan.
"Ada apa sebenarnya?"Vezia menatap kearah luar jendela,dan memiliki firasat buruk tentang hal ini.Tidak mungkinkan Ayahnya melakukan ini hanya karena rindu,Ayahnya seharusnya mengerti tapi jika seperti ini terlebih saat dia tahu Ayahnya tidak akan main-main dengan setiap ucapannya.
Vezia sudah meminta informasi baru tentang perkembangan Benua Poren yang sejauh ini baik-baik saja,berkat penjagaan Naga Merah yang dia minta.
"Draxy,Goldy!"Kedua petsnya ini telah lama bermeditasi didalam ruang dimensinya sehingga tidak pernah bisa berkomunikasi dengannya kecuali ketika dia memanggil.
Kedua pemuda tampan keluar dari lubang transparan secara tiba-tiba dan berdiri didepan Vezia,"Kenapa Zi?"
"Aku butuh bantuan kalian,aku yakin kalian bisa mencari tahu identitas Kepala Academy baru Saintess"Kedua hewan suci legendaris itu saling melirik,dan menghembuskan napas.
"Baiklah,beri kami waktu 5 hari"Vezia mengangguk setuju.
Vezia berdiri meninggalkan ruangannya dan menuju kearah ruang tamu dimana seorang gadis dengan pakaian ala putri Kerajaan,sedang duduk diam menunggunya.
Melihat seorang yang dia tahu Ratu Kerajaan besar membuat gadis itu berdiri dan membungkuk cepat,Vezia mengangkat alisnya dan menyeringai sinis.
Tanpa berkata apapun Vezia melambaikan tangannya membuat gadis yang bernama Taylor itu duduk dengan tersentak,"Aku tertarik dengan racunmu.Aku ingin melihat secara langsung kau membuatnya,aku memiliki ruang alkimia jika kau membutuhkan bantuan kau bisa meminta asistenku.Aku menunggu racun itu malam ini,jika kau tidak bisa hadiah yang dijanjikan akan batal"Vezia tidak memberi kesempatan bagi gadis sombong itu untuk bicara,dua orang wanita dengan wajah bengis menatap Taylor menariknya menuju lantai atas meninggalkan Vezia yang hanya meliriknya tajam.
"Kau bisa melakukan semaumu sekarang,Allena"Seorang gadis dengan rambut hitam,dan mata hitam pekat keluar dari bayang bayang dan berdiri dengan dingin dan tegak disamping Vezia.
"Terima kasih Queen,tapi apakah dia tidak curiga nantinya?"Allena gadis itu adalah salah satu tangab kanan Vezia,sekaligus kakak sepupu dari Putri Ke-9 yang terbunuh akibat racun Pollonium.
"Jika itu Taylor dia tidak akan curiga,tetapi dibelakangnya ada seseorang yang tahu seluk beluk dan tahu silsilah semua keluarga Kerajaan.Jadi,itu tergantung dirimu ingin menunjukkannya atau tidak,pembalasan dendammu tidak ada hubungannya denganku,aku hanya membantu ketika kau memang tidak bisa menanganinya.Tapi,aku yakin untuk menjadi tangan kananku kau pasti tahu menjadi seekor ular"Vezia berdiri menjulang tinggi didepan Allena yang pendek satu atau 2 centi darinya.
Allena mengangguk dengan tajam,dia sudah cukup mengerti itu.Itu sebabnya dia meminta dia sendiri yang akan membalas dendam atas kematian Adik sepupu kesayangannya.Putri Ke-9 adalah satu satunya adik sepupu Allena tidak heran apabila dia sangat menyayanginya.Adapun latar belakang Allena yang tidak diketahui siapapun itu karena dia tidak pernah dan menolak menunjukkan dirinya.Karena hal itu bahkan keluarga selir dari Ibu Putri ke-9 nyaris lupa dengannya.Namun hanya Ibu dan Putri ke-9 yang ingat dengan Allena yang membuat Allena tersentuh dan sangat menyayangi keduanya.
Sejauh ini Allena mencoba untuk menenangkan bibinya yang diam-diam menerima berita jika putri satu-satunya meninggal karena skema kotor didalam harem Kerajaan atau mungkin anak-anak dari selir teratas.Baik Ibu putri ke-9 dan putri Ke-9 tidak memiliki kekuasaan tinggi dan tidak memiliki peluang untuk bisa menaiki tahta dimasa depan mengingat banyaknya harem dan selir selir yang berpangkat tinggi milik Raja Fantesio.Lalu untuk apa membunuh seorang putri dari selir yang rendah?!.
"Satu lagi,jangan buat Taylor tahu jika kita tahu siapa dalang dibalik ini semua.Aku lebih suka kau mempermainkan psikisnya yang berpikir jika kita curiga padanya.Kau mengerti maksudku bukan?"
"Saya mengerti Queen,kalau begitu saya permisi"Allena hendak melangkah pergi tetapi suara Vezia menghentikannya yang membuatnya kembali disikap tegaknya siap menerima perintah.
"Oh aku lupa,kau bisa memberitahu Taylor hadiahnya jika dia berhasil membuat racunnya.Dan urusan dalangnya,aku sarankan biarkan dia bersenang-senang"Allena mengangguk dengan semangat,dan begitu melihat punggung Vezia menghilang dari belokan tajam menuju lantai dua.
Allena mengubah raut wajahnya menjadi dingin dan berbalik bergegas menuju lab dimana saat ini Taylor gemetar memegang kuali.
Allena melangkah dengan angkuh namun tenang dan menatap Taylor yang kini menatapnya.
Allena mendengus dengan dingin,"Ratu memberimu waktu hingga makan malan untuk menyelesaikan racun yang dia minta.Jika kau telat semenit tanggung sendiri konsekuensinya"Wajah Taylor memerah antara malu dan marah.
"Kau,sialan aku adalah putri Raja Fantesio,beraninya kau memperlakukanku seperti ini?!!"Taylor meraung marah hendak menampar Allena tetapi kaki Allena lebih dulu teracung menendangnya kebelakang hingga tersungkur,benjolan merah terlihat didahi Taylor akibat terbentur ujung meja.
Matanya semakin memerah,urat-urat didahinya terlihat dari leher hingga wajahnya semuanya memerah akibat amarah.
Allena menyeringai puas tangannya terangkat menampar pipi putih mulus Taylor,"Ini akibatnya kau menentang Ratu kami.Ingat ini baik-baik,aku dan anak buah Ratuku bebas memperlakukanmu.Kami tidak peduli jika kau seorang putri dari Kerajaan besar atau bahkan kau seorang Ratu.Mudah bagiku dan pasukan Ratuku menghancurkan Kerajaan kecilmu,bersikaplah yang manis karena setiap tindakanmu yang tidak ditoleransi akan mengancam nyawamu dan semua anggota keluargamu termasuk bayang bayang kehancuran kerajaanmu"Allena menjambak rambut Taylor membuat gadis itu meringis dan mengeluarkan air mata.
"Tch.You'r bi*ch!"Allena melempar Taylor kesamping dan mengangguk kearah dua wanita lain diruangan yang berpura-pura tidak melihat adegan yang dilakukan ketua mereka,atau memang dengan sengaja membiarkannya.
Taylor menangis karena kesakitan tetapi bahkan mereka tidak peduli,"Antarkan dia kekamar."Kedua wanita itu mengangguk dan mengangkat Taylor tanpa kelembutan apapun.
Sebelum Allena pergi dia mengucapkan sesuatu yang membuat Taylor pucat pasi,"Cepat atau lambat kebohonganmu akan terungkap dan ingat kedepannya jangan berani menghina atau merendahkan Ratu kami jika kau benar-benar ingin hidup dengan aman.Kematian bukanlah hal yang kami berikan tetapi hidup seperti dineraka itulah yang akan menantikanmu!"
**Like..Coment..Vote...
PENGUMUMAN PENTING JANGAN SKIP**:
BAGI PEMBACA SETIA AUTHOR TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA.MOHON YANG JADI SILENT READERS GAK KOMEN GPP TAPI PLEASE DI LIKE GK GMPNG BUAT CERITA.
SELAIN ITU,AUTHOR MAU KASIH KABAR KARENA NOVEL YANG INI TELAH MENJALIN KONTRAK DENGAN PIHAK NOVELTOON ITU BERARTI AUTHOR AKAN MENGATUR JADWAL UPDATE.DALAM SEMINGGU AUTHOR BISA UPDATE:"3 ATAU 4 KALI."Berapa Chapter perhari itu tergantung kalau Author memiliki ide lebih.
DAN JUGA BEBERAPA CHAP AKAN AUTHOR REVISI,JADI KALAU LAMA MOHON DIMAAFKAN.
SEKIAN TERIMA KASIH😅