
Jerry menatap dengan tegas kearah Raja Lucas dan menetapkan tekadnya untuk berbicara kepada Raja Lucas a.k.a Ayah angkatnya mengenai keputusannya meminta Vezia pulang.
"Ayah,bisakah kita bicara?hanya berdua"Walaupun Vezia mengatakan agar terbiasa memanggil Raja Lucas dengan sebutan Ayah tetap saja lidahnya tidak terbiasa,baginya mereka masih asing kecuali adiknya dan Rolend.
Raja Lucas menatapnya tanpa minat tetapi mengangguk menyetujui dan mendahului Jerry menuju ruangannya.
Jerry menarik napas dan mengeluarkan apa yang selalu ditahannya,"Bisakah anda membatalkan permintaan anda untuk meminta Zizi kembali lebih cepat?"Tanya Jerry dengan suara tegas.
Raja Lucas yang tadinya menatap kearah luar berbalik dan menatapnya dengan tajam.
"Bisa kau beri aku alasan mengapa?dan mengapa aku harus menurutimu?"
Jerry menggertakan giginya,dia sudah bersabar menghadapi Raja Lucas dengan sikap acuhnya selama Vezia pergi tetapi tetap saja dia merasa marah karena Ayah adiknya ini meremehkannya tanpa sebab dia tidak tahu alasannya mengapa Raja Lucas selalu tidak menyukainya.
"Zizi sudah dewasa sudah seharusnya dia mengambil keputusan sendiri tanpa kalian membayang-bayanginya.Sejujurnya aku benci mengatakan hal yang merupakan fakta ini tetapi aku sangat mengenal sikap adikku,dia adalah orang yang lebih suka bebas dia tidak suka terkurung ketika dia ingin melakukan sesuatu,kalian melihatnya biasa saja dengan kalian mengekangnya tetapi didalam hatinya dia ingin memberontak hanya saja dia memikirkan kalian"Jerry mendengus dingin,nadanya tidak menyimpan kesopanan apapun apalagi menghadapi Raja Lucas yang selalu menatapnya seolah menatap pencuri.
Raja Lucas memberi tawa sinis,"Perlu kuingatkan padamu Jerry,adikmu sekarang adalah putriku.Aku yang membesarkannya sejak dia bayi hingga dewasa,aku berhak atas semua yang akan menyangkut masa depannya."
Jerry menggertakan giginya tetapi tidak bisa menyangkalnya,"Tetapu tetap saja kalian egois untuk mengurung Zizi ketika dia ingin bebas.Jujur saja katakan padaku Yang Mulia,kau hanya takut bukan?kau takut jika Ayah kandung Zizi datang menemuinya,kau takut Zizi akan bersama dengannya?"Kesalahan Jerry mengatakannya,tepat mengenai titik dimana itu yang paling ditakuti Raja Lucas.
Kekuatan Raja Lucas berkobar akibat amarah,"Keluar sekarang sebelum aku benar-benar membunuhmu,kau sudah melewati batasmu"Ucap Raja Lucas dengan setiap penekanan pada kata-katanya.
Jerry tidak menyerah dia bahkan menyeringai sinis,"Kau tahu apa yang akan dipikirkan Zizi ketika kalian melakukan ini?Zizi akan merasa kalian tidak mempercayainya dan itu pastinya akan melukai hatinya.Selama ini dia mempercayai kalian dalam menyayanginya,tetapi kalian tidak menaruh kepercayaan padanya jika dia juga menyayangi kalian.Seharusnya kalian berpikir,dia hidup selama 16 tahun bersama kalian dia hanya mengenal kalian sebagai keluarganya yang memberinya kasih sayang apa kalian pikir dia akan percaya dan semudah itu untuk ikut dengan seseorang yang meninggalkannya?Untukku aku akan dengan percaya diri mengatakan,bahkan jika Zizi percaya dia tidak akan meninggalkan kalian,karena dia terlalu menyayangi kalian lebih dari siapapun"Jerry berkata dengan dingin dan nada penuh percaya diri,Jerry tersenyum melihat tubuh Lucas tegang karena mendengar kata-katanya.
Jerry tidak ingin berlama-lama diruangan dan memilih pergi tetapi sebelum itu dia memberitahu Raja Lucas sesuatu yang membuat Raja Lucas marah,"Ini bukan permintaan tapi perintahku sebagai kakak Zizi,biarkan Zizi menyelesaikan misinya"Jerry menutup pintu dengan pelan dan pergi meninggalkan Raja Lucas didalam ruangannya yang marah dan memecahkan semua benda benda tak bersalah didalam.
Tetapi pintu kembali terbuka kali ini seorang pria paruh baya yang masuk dengan santai,"Kau tahu Lucas untuk kali ini aku setuju dengan Jerry."Rolend dengan santai mengambil tempat duduk,dan mengabaikan Raja Lucas yang menatapnya dengan mata pemburu.
Rolend terkekeh mengirimkan gelombang sihir menenangkan untuk membuat putranya tenang,"Tenangkan dirimu Lucas.Sekarang aku tanya,berapa lama kau mengenal Zizi,berapa lama dia bersamamu?seberapa besar kau mengenalnya?dan berapa lama Ayah yang mengaku ayah kandung Zizi bersama Zizi?bandingkan waktu itu dengan waktu Ayah kandung Zizi"Rolend semakin tersenyum lebar melihat putranya terdiam.
"Jawab aku Lucas"
Raja Lucas mendengus tetapi menjawab dengan lembut ketika menyebut nama Putrinya,"Aku mengenal Zizi 16 tahun membesarkannya dengan tanganku sendiri bahkan aku tidak pernah membesarkan Varrel dan Lenzi seperti aku membesarkan Zizi.Aku mencoba menjauhkannya dari perang tetapi dia adalah anak yang istimewa.Aku selalu menghindari darah menempel ditubuhku ketika akan memeluk dan menggendongnya,aku selalu menimangnya ketika dia masih bayi.Aku mengenalnya bahkan lebih daripada aku mengenal diriku sendiri"Raja Lucas tersenyum dengan cahaya kebahagiaan dimatanya mengingat setiap masa kecil putrinya dan hal paling membahagiakan adalah ketika Putrinya pertama kali memanggilnya 'Ayah'.
Rolend ikut tersenyum dan menepuk pundak Raja Lucas,"Kau menghabiskan 16 tahun bersamanya,sementara Ayah kandung Zizi tidak pernah hidup bahkan dalam bayang Zizi sekalipun.Kau percaya pada Zizi kan?"
Raja Lucas menatap ayahnya dan menjawab dengan pasti,"Tentu saja aku percaya"
"So,jika kau sangat percaya pada Zizi mengapa kau tidak bisa percaya jika dia lebih menyayangimu dibanding Ayah kandungnya,mengapa kau tidak bisa percaya jika Zizi akan lebih memilihmu dibanding dia.Zizi hanya mengenalmu sebagai Ayahnya yang selalu menemaninya selama 16 tahun tentu saja dia akan memilihmu karena dia menyayangimu.Jika kau takut dia akan berpaling itu berarti kau tidak bisa percaya padanya,hal yang paling menyakitkan bagi Zizi adalah ketidak percayaan kalian padanya.Zizi sangat menyayangi kalian,tidak mungkin dia meninggalkan kalian."Rolend menghembuskan napas dan berdiri dihadapan Raja Lucas.
"Ingat ini Lucas,Zizi adalah putrimu walaupun dia bukan darahmu tapi dia besar ditanganmu mengikutimu,bahkan dia menjadikanmu sebagai panutannya,dia bukanlah burung yang harus terkurung secara terus menerus didalam sangkarnya,seekor burungpun butuh alam bebas.Jika kau percaya pada Putrimu biarkan dia mengambil keputusan untuk hidupnya,dia sudah dewasa percayalah setiap langkah yang dia ambil bukan hanya untuknya tapi untuk kita semua.Putrimu adalah seorang Ratu,kau menobatkannya sebagai Ratu,sebagai Ratu dia tidak bisa terkurung didalam Istana.Dia harus bisa keluar agar tahu seberapa berat perjuangan rakyatnya,seberapa besar hal yang harus dia tangani.Putrimu butuh wawasan untuk memimpin dan agar bisa menjadi pemimpin terbaik dimasa depan.Pikirkan dengan baik,agar kedepannya kau tidak menyesali keputusanmu"Rolend tersenyum menyemangati dan berjalan pergi membiarkan Raja Lucas mengatur pikirannya,mencerna setiap nasihat darinya.
"Oh satu lagi"Raja Lucas menatap Ayahnya yang berbicara tanpa berbalik.
"Putrimu adalah seseorang yang besar yang harus menanggung sebuah beban dipundaknya,inilah alasan mengapa aku ingin kau memikirkannya.Jika kau menghambatnya,kau hanya akan membuat sesuatu yang dia lakukan sia-sia"Rolend kembali berjalan,kali ini beban pikiran Raja Lucas bertambah memikirkan apa yang harus dia lakukan,keputusan apa yang harus dia ambil yang tidak akan membuatnya menyesal dimasa depan dan membuatnya tidak kehilangan putri kecilnya.
"Apa yang harus aku lakukan Diana?"
Raja Lucas menutup matanya berharap sebuah keajaiban datang dan membawa Diana dimimpinya untuk membantunya mendapatkan pikiran jernih dan solusi dalam masalahnya.
**Like..Coment...Vote...
Oh Ya,Author mau bilang kalau Likenya bisa sampe 1000 Author bakal Crazy Up😌**