
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam mereka singgah untuk beristirahat di pinggir sungai.Para Ksatria melakukan tugasnya masing-masing ada yang menyediakan makanan,ada yang mendirikan tenda dan ada pula yang berjaga-jaga.
Vezia keluar dari kereta dan berjalan menuju sungai,dirinya melepaskan sepatunya dan memasukan kakinya kedalam air sungai yang begitu dingin.
Puk...
Tepukan dipundaknya membuatnya terkejut,ternyata itu adalah kedua kakaknya.
"Dimana ayah?"tanya Vezia.
"Sedang mendiskusikan sesuatu dengan paman Ronald"ucap Varrel.Varrel dan Lenzi ikut duduk disamping Vezia,dengan Vezia berada ditengah mereka.Vezia menyandarkan kepalanya di pundak Varrel,membuat Varrel mengelus lembut kepala Vezia,sedangkan Lenzi memainkan jari lentiknya.
"Kak,aku ingin bertanya sesuatu tapi kakak jangan marah"ucap Vezia.
"Tanyakan saja,kami berjanji tidak akan marah"ucap Lenzi.
"Jika suatu saat nanti aku menjadi orang yang berbeda dari yang kalian kenal apa yang akan kalian lakukan?"tanya Vezia.
"Kami akan tetap menyayangimu,
kami akan menerima apa adanya dirimu selagi itu baik untuk mu dan untuk orang lain,kami akan selalu berada disampingmu"ucap Lenzi.
"Jika suatu saat nanti aku harus pergi jauh demi mendapatkan apa yang aku inginkan apa kalian akan melepaskanku?"tanya Vezia.
"Jika itu membuatmu bahagia kami akan melepaskanmu,tapi dengan syarat kamu akan tetap kembali,jika kamu tidak kembali kami sendiri yang akan mencarimu dan membawamu kembali"ucap Varrel.
"Jika suatu saat nanti aku harus ditakdirkan melawan seseorang yang berbahaya dan aku mati dalam pertarungan apa yang akan kalian lakukan?"tanya Vezia dengan suara sedikit bergetar,menahan tangis.
"Kami berdua dan juga ayah akan sebisa mungkin mencegah dan melindungimu,kami tidak akan membiarkanmu terluka,kami tidak membiarkanmu pergi jika dengan nyawa kami bisa membuatmu tetap hidup kami rela melakukannya"ucap Lenzi dan Varrel tanpa ragu sedikitpun,tak terselip sebuah kebohongan.Mata Vezia berkaca-kaca mendengar ucapan kedua kakaknya.
"Jika..."ucapan Vezia tertahan akibat tangisannya yang pecah,kedua kakaknya memeluknya.
"Dengar sayang,kamu itu seperti hidup dan mati bagi kami,ketika kamu tidak ada itu akan membuat kami frustasi,melihat mu terluka sedikit membuat kami khawatir,apapun yang terjadi kami akan tetap bersama mu dan melindungimu"ucap Varrel dan mengeratkan pelukannya begitupun dengan Lenzi.
"Terimah kasih,terimah kasih karena telah menyayangiku terimah kasih karena telah memberikan ku keluarga yang sangat menyayangiku,aku berjanji akan menjaga mereka dan melindungi mereka,aku akan menjadi kuat"Batin Vezia penuh tekad,Vezia membalas pelukan kedua kakaknya.
Draxy dan Goldy,juga ikut menangis melihat masternya menangis,mereka merasa kasihan kepada takdir yang di berikan kepada Vezia.
"Kami akan selalu ada untukmu master"ucap mereka berdua.
"Terimah kasih"ucap Vezia.membuat Goldy dan Draxy tersenyum.
Tak hanya Goldy dan Draxy tapi Raja Lucas pun turut meluncurkan air matanya melihat itu semua,dia sudah berada di king emperor tingkat 9 jadi dirinya bisa mendengar dari jarak yang jauh.Dirinya tertegun dengan segala pertanyaan Vezia,entah mengapa membuat dirinya merasa tidak enak mungkin tidak akan terjadi sekarang tetapi suatu saat nanti mungkin saja bisa terjadi,memikirkan itu membuat Raja Lucas menjadi semakin takut kehilangan putrinya.
Raja Lucas berjalan menghampiri mereka bertiga.
"Zizi,bisakah ayah meminta sesuatu padamu?"tanya Raja Lucas membuat mereka bertiga mengalihkan perhatian mereka kepada Raja Lucas yang baru saja datang.
"Ayah mohon kepadamu apapun yang menyangkut dengan dirimu jangan sembunyikan dari kami,apapun yang terjadi katakan pada kami,jika suatu saat nanti semua yang kamu katakan itu benar terjadi ayah harap kamu jangan menutupi apapun dan membiarkan kami melindungimu"pintah Raja Lucas,dirinya berjongkok mensejajarkan tingginya dengan tinggi Vezia kedua tangan nya memegang pipi Vezia.
"Iya ayah"ucap Vezia,Raja Lucas memeluk Vezia dengan erat seolah tidak ada hari esok.
"Maafkan Zizi ayah,Zizi berbohong,tapi Zizi nggak mau buat kalian dalam bahaya,ini adalah takdir bagi Zizi,Zizi tidak mau kehilangan kalian"Batin Vezia dengan memeluk ayah nya begitu erat.
-
-
-
-
Tak terasa mereka pun telah sampai,mereka memasuki kota kerajaan Fioska,di bagian desa nya tidak berbeda jauh dengan desa kerajaan Duntler hanya saja,ada beberapa yang tidak dimiliki Fioska tapi dimiliki Duntler begitupun dengan Duntler tapi dimiliki Fioska.
Akhirnya mereka sampai di depan gerbang kerajaan Fioska,Ronald menunjukkan token keluarga kerajaan Duntler dan juga Fioska,penjaga dengan cepat membuka gerbang,setelah gerbang terbuka terlihatlah keluarga kerajaan Fioska yang sudah menunggu kedatangan mereka,senyuman tak luput dari wajah mereka terlebih ketiga pemuda yang sudah menunggu adik kecil mereka,ketika mereka akan berteriak,Raja Lucas lebih dulu menaruh jari telunjuknya di bibirnya,dan menunjukkan Vezia yang berada dalam gendongan nya sedang tertidur,sontak saja semuanya menjadi hening tak ada yang mengeluarkan suara,mereka takut membangungkan Vezia terlebih mereka sangat menikmati pemandangan wajah imut Vezia.
"Enak saja aku yang akan mengantarnya"ucap Alvin dan melangkah ingin mendekati Vezia,tapi ditarik oleh Arvin.
"Aku yang akan mengantarnya"ucap Arvin,terjadilah perdebatan diantara mereka membuat satu keluarga yang bersatu itu geleng geleng kepala,emang yah kalau udah menyangkut Vezia nggak bisa akur,pikir mereka.
Vezia yang sedikit terusik pun,sedikit menggoyangkan badan nya.
"Diam kalian bisa membuatnya terbangun"ucap Paman Harry dengan nada dingin nya mereka terdiam.
"Lucas,berikan saja padaku aku tahu,kalian sangat lelah,beristirahatlah,pelayan antar Raja dan Kedua pangeran kekamar mereka"ucap Harry yang langsung di turuti pelayan itu.Harry dengan hati-hati mengambil Vezia,Raja Lucas mengecup pelan kening Vezia dan berjalan mengikuti pelayan itu diikuti Varrel dan Lenzi tapi sebelum itu Varrel dan Lenzi mengucapkan kata-kata yang membuat Arvin,Alvin,dan Keyvino kesal.
"Jangan berani bermain dengan nya sebelum kami datang"ucap Lenzi,dengan mata tajam.Mereka bertiga menghela napas kesal.
"Paman aku ingin mengantarnya"ucap Keyvino dengan nada merengek,pelayan pelayan lain dibuat terkejut dengan sikap Pangeran mereka yang dikenal dingin menjadi berubah ketika Vezia datang.
"Sudah kalian bertiga,temani sepupu kalian,Zizi biar kan kami yang mengurusnya"ucap Raja Erland.Ketiga pangeran itu hanya pasrah dan berjalan dengan malas menyusul Varrel dan Lenzi.Ketika sudah memastikan Ketiga pangeran itu pergi,mereka semua mengelilingi Harry dan terus-terusan menatap wajah imut Vezia.
"Kenapa dia sangat imut ketika tertidur"ucap Kenaya .
"Rasanya aku ingin mengurungnya"Ucap Elina.
Mereka tak henti-hentinya berbicara,membuat Harry menjadi kesal.
"Bisakah kalian diam,jika dia terbangun bagaimana,kalian tahukan bagaimana menakutkan nya dia jika ada yang membangunkannya"ucap Harry membuat mereka terdiam,mereka tidak mau membuat Vezia marah,melihat Vezia mendiamkan mereka saja sudah mengerikan apalagi melihat Vezia marah karena ada yang menganggu tidurnya.
Bagi Vezia tidur dan makan adalah salah satu yang utama baginya.Harry berjalan membawa Vezia kedalam Istana dan menuju kebagian kamar Vezia yang di depannya disediakan taman yang begitu luas,dan juga ada pohon sakura,yang tumbuh.Harry dengan hati hati membaringkan Vezia,mengelus sayang puncak kepala Vezia dan mencium puk kepalanya.Harry sudah menganggap Vezia seperti anaknya maka dari itu dia sangat menyayangi Vezia.
Harry menyelimuti Vezia dan dengan langkah pelan,keluar dari kamar Vezia.Tepat ketika dia akan keluar Zero dan Jeno juga masuk.
"Apa yang kalian lakukan disini?"tanya Harry dingin.
"Kami akan menjaga putri"jawav Zero dingin.
"Tapi kalian bisa berjaga diluar"ucap Harry.
"Maaf Pangeran,kami hanya menuruti perintah Putri,dan juga kami sudah terbiasa menjaga putri di dalam kamarnya terkecuali ada seseorang yang menemaninya"jelas Jeno,Harry mendengus kesal.
"Baiklah terserah kalian saja,tapi awas saja jangan macam macam dengannya"ancam Harry.
"Anda tenang saja,putri lebih kuat dari kami dia bisa membunuh kami dalam sekali tebasan,kami juga sudah lama bersama putri anda bisa percaya kepada kami"jelas Jeno,Harry mengangguk.Zero dan Jeno masuk kedalam.
"Jangan biarkan siapapun membuatnya terbangun,dan satu lagi jaga baik-baik,dia adalah putri kerajaan Fioska,sekaligus putriku"ucap Harry kepada penjaga yang menjaga pintu kamar Vezia.
"Baik pangeran"ucap mereka berdua.
Zero dan Jeno yang mendengar ucapan Harry,tersenyum kecil.Mereka berdua berjalan mendekati Vezia.
"Huh,sudah lama kita tidak bisa bermain bertiga,dengan putri,lidahku rasanya keluh aku ingin sekali memanggilnya adik,tapi selalu saja ada orang lain"ucap Jeno dan menatap wajah damai Vezia.
"Kau benar,aku serasa berada dalam kompetisi merebutkan perhatian putri"ucap Zero.
"Tak kusangka putri yang kita besarkan akan menjadi seperti ini,entah mengapa aku menyesal sendiri membawa putri kehadapn mereka"ucap Zero lagi.
"Sudahlah,lupakan saja,kita kan sudah seperti kakak baginya,kau mau membuatnya sedih dengan mendengar perkataanmu"Ucao Jeno.
"Tentu saja tidak,hal yang paling aku tidak inginkan,kehilangan dirinya,dia yang terluka,serta dia yang menangis"ucap Zero tangan nya mengelus lembut kepala Vezia.
"Aku setuju denganmu,hidupku berubah semenjak adik kecil kita ini datang"ucap Jeno dan ikut mengelus kepala Vezia.
holla guys gimana seneng nggak nih..
Jangan lupa yah😉