Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS103



Tak terasa mereka telah sampai di Kerajaan Hidori.Membuat beberapa pengawal disana terkejut.


Mereka keluar secara bersamaan,para prajurit di belakang mereka senantiasa


waspada dengan sekitar.


"Salam semua Raja dari Benua Poren,maaf kami tidak melakukan penyambutan,karena kami pikir kalian akan sampai dua minggu lagi"ucap salah satu penasehat.


"Hn!"hanya gumaman dari mereka.


"Mari saya antar"Penasehat itu melirik sedikit kearah Vezia yang senantiasa menunjukkan wajah dingin.


"Berhenti menatap putriku jika matamu tidak ingin keluar dari tempatnya"Suara dingin Harry sukses membuatnya meremang.


Mereka melangkah mengikuti Penasehat tadi,tanpa disadari siapapun Vezia,beserta rombongannya menyeringai keji.Mereka saling melirik dengan tatapan iblis.


Tentu saja,lihatlah keadaan Istana mereka saat ini,Ratu mereka telah mati,dan para pangeran pun ditangkap,jadi siapa yang akan mendukung Raja Fuziya itu sekarang.


Tapi mereka masih ingat ada 2 Kerajaan lain.


Rombongan Vezia memasuki aula,didalam sana sudah terlihat 3 Kerajaan besar Benua Vroz serta dengan petinggi petinggi mereka.


Mata mereka lebih terpaku kearah Vezia.Tanpa hormat mereka langsung duduk.


"Sombong sekali kalian"cibir salah satu petinggi disana.


Serempak Rombongan Vezia hanya mengangkat alis sebelah dan acuh.


"Ke Inti"ucap Vezia dingin.


"Siapa kau gadis kecil berani memerintah Raja"Ingin rasanya Kelima Raja Benua poren serta kstaria Vezia melenyapkan mereka tapi keduluan dengab suara Vezia.


"Aku Veziandra Rencla Duntler,kau jelas tahu siapa aku,dan tutup mulutmu,jabatanmu hanya sebatas ujung kuku bagiku"Kelima Raja Benua Poren menatap sinis sang pejabat yang bungkam.


"Jadi ini Ratu kecil Benua Poren,sangat cantik"puji Raja Fuziya.Vezia memutar bola mata malas.


"Saya kesini bukan ingin mendengar pujian anda,jadi Ke Inti saja,saya tidak suka membuang waktu"


Aura dingin Vezia menguar membuat mereka meneguk ludah kasar sedangkan di pihak Vezia menyeringai kejam.


"Bukankah sangat tidak sopan bila kerajaan besar ini tidak menyambut tamu dengan baik,maaf sebelumnya Raja Fuziya sepertinya rapatnya kita tunda dulu,Putri kecil kami sedang kelalahan"Ucap Raja Frost santai.


Tentu saja ketiga Raja Benua Vroz serta serta petinggi merasa terhina tapi mereka tidak mau gegabah,demi mendapatkan kekuasaan tinggi mereka harus mengorbankan sesuatu toh ini cuma penghinaan kecil mereka akan membalasnya dengan yang lebih parah.


Vezia tersenyum devil menatap mereka,jelas dia tahu isi pikiran mereka.


"Tentu,saya sudah menyiapkan kamar untuk tamu terhormat kami,silahkan ikuti pelayan kami"tanpa hormat dan basa basi mereka beranjak meninggalkan musuh mereka yang menyamar kebakaran jenggot.


Sebelum benar benar melangkah keluar Vezia menatap mereka dengan hanya memalingkan sedikit wajah nya.


"Jika bisa kuberi nasihat,pandai lah memilih lawanmu,jangan melihat dari ketenarannya,bisa jadi dia yang rendah tapi dia yang dapat menghancurkanmu"Setelah ucapan nya Vezia berlalu keluar diikuti rombongannya,tanpa mempedulikan otak lemot lawannya yang mencerna ucapan Vezia.


Tanpa diketahui siapapun kecuali Vezia,Shouto dan Tamaro diam diam menyaksikan semuanya,senyum puas terpatri dibibir mereka kala melihat bagaimana Ratu mereka membungkam habis wajah sombong orang orang busuk ini.


"Ayo Tamaro,kurasa Vezia-Sama butuh layanan kita,kau selalu memakai cincin ruang pemberian Vezia-Sama kan,jika dia melihat itu tidak ada dia akan marah"ucap Shouto.


Tamaro memutar bola mata malas,ayolah orang bodoh mana yang akan meninggalkan harta sebanyak itu di dalan cincin ruang berharga itu.


"Tentu,aku masih mau hidup dan tidak mau kena amukan dari Zia-Chan,ah rasanya aku ingin sekali mencubit pipinya yang imut"ucap Tamaro.


"Kau tahu Tamaro,kau lebih terlihat berusia 19 dibanding 13,sifat serta tubuhmu sangat beketerbalikan,bukankah ini waktunya kau merasakan masa kanak kanak mu"Tamaro memandang datar kakaknya.


"Setelah kupikir menjadi anak polos sedikit buruk,aku tidak mau menjadi anak anak yang gampang di bodohi,lagipun aku menikmati yang sekarang,setidaknya ada Zia-Chan yang memperlakukanku seperti anak kecil walaupun aku lebih tua darinya"Shouto tersenyum senang apapun yang membuat adiknya bahagia tidak masalah.


"Yah,Nii-chan berharap kau selalu bisa menjaga Zia-Chan,dia sudah berjasa untuk kita"Tamaro mengangguk.Mereka sampai di depan pintu kamar Vezia,kebetulan di depan pintu kamar Vezia tidak ada pengawal itu semua atas perintah Vezia.


Mereka masuk tanpa memberi salam,karena mereka yakin Vezia sudah mengetahui keberadaan mereka berdua.


"Salam Queen"hormat mereka berdua serempak.


"Hn!"Tamaro dan Shouto masih dalam posisi hormat.


"Berdiri!"ucap Vezia,mereka dengan patuh mengikuti perintah Vezia.


"Bagaimana keadaan pangeran yang lain?"tanya Vezia.


"Tidak dalam keadaan baik"Vezia mengangguk mengerti.


"Aku mau kalian membawa Pangeran Keempat nanti malam,aku ingin memastikan sesuatu lakukan dengan bersih"Mereka mengangguk memgerti.


"Zia-Chan apa ada yang perlu kulakukan untukmu,selain misi ini?"suara antusias Tamaro membuat Vezia terkekeh geli.


"Aku ingin memakan makanan khas jepang,bisakan?"Tamaro mengangguk antusias.


"Tentu saja bisa,kalau begitu biar kubawakan"Vezia mengangguk membiarkan Tamaro yang nampak bahagia.


"Huh,ada apa dengan adikmu itu Shouto,bersemangat sekali jika disuruh oleh Zizi"ucap Jeno,Shouto terkekeh sesaat.


"Jelaslah dia bahagia,memang umur Vezia lebih muda dari pada dirinya,tapi dia bahagia ketika Vezia-Chan memperlakukan nya bak anak kecil,jadi bagi dia apa yang diperintahkan Vezia adalah bentuk kasih sayang Vezia sebagai Nee-san padanya,dan juga terkadang Tamaro bersikap sebagai kakak bagi Vezia,itu impiannya menjadi seorang kakak"Vezia menatap Shouto sesaat.Dia jelas tahu soal masalah Tamaro,Tamaro sama persis seperti dirinya,dewasa bukan pada umur yang tepat,dewasa sebelum waktunya karena masalah keluarga.Vezia tersenyum miris membayangkan nasib Tamaro,setidaknya Vezia dulu sudah mendapat kasih sayang dari keluarga Asgr,dan sekarang dia menadapat banyak kasih sayang.


Sekarang gilirannya membuat Tamaro bahagia walaupun hanya sebatas sebagai atasan,karena dia tidak mau nyawa Tamaro terancam karena ke Overprotectivan keluarganya,terlebih dia selalu kemana mana ditemani Zero dan Jeno,jangan lupakan kedua hewan partnert nya yang sama Protectivenya.


Tak lama Tamaro telah datang dengan nampan berisi makanan khas jepang(malas nulis namanya bayangin aja yah),bersama kue kue khas jepang juga.


Tamaro dengan telaten menyusun di meja di kamar Vezia,dan menarik tangan Vezia pelan,berhubung tinggi mereka sama,jadi Tamaro tidak perlu mendongak lagi.


"Nah sekarang Zia-Chan makan"Vezia patuh saja,dia lebih memilih membuat Tamaro sebagai kakaknya,karena kalau memperlakukan Tamaro seperti anak kecil akan tidak berguna,tapi setidaknya dia akan bermain main dengan Tamaro sesekali sebagai anak yang memang bersifat pada umurnya.


**Hallo guys maaf baru update....Bagi yang gabung di grup pasti udah tahu alasannya.


Nah gini,Author bakalan bikin Pertanyaan buat readers yang ada,di chap selanjutnya,yang bisa jawab author bakal kasih tahu siapa aja yang bakal jadi calon pasangan Vezia.Karena pasti nya kaliam bakaln penasaran siapa aja,dan juga calon calonnya tuh pasti bakaln berada ditempat yang berbeda beda jadi nunggu mereka keluar tuh nanti Chap kagak tahu


Kalau ada yg minat komen,author bakalan bikin minimal 5 pertanyaan dan itu tentang cerita author juga,mungkin akan ada yang melencang dari Cerita Reborn.


See you yah..jangan lupa Vote and komen**.