
Taylor berkeringat dingin,dia sungguh tidak tahu akan memasuki situasi ini.Dia setuju saja saat ayahnya mengatakan jika Ratu Kerajaan DIV tertarik dengan racun yang dia berikan tempo hari.
Sedari tadi Taylor terus mondar mandir,dia bahkan tidak tahu jika penampilannya jauh dari kata layak sebagai seorang putri.Rambutnya masih acak-acakan akibat ulah Allena yang menjambaknya.
Ditambah dia juga tadi mengacak-acak rambutnya,dia frustasi dia tidak tahu apa salahnya kepada mereka sehingga membuatnya seperti ini.Dia tahu dia menghina Ratu Kerajaan DIV tapi bukankah ini kejam untuknya?oh dia lupa jika Ratu Shera adalah perempuan yang kejam tak pandang bulu.
Taylor memandang ruangan yang sekarang menjadi kamarnya untuk sementara,ini menghinanya sungguh membuatnya malu dan merasa harga dirinya diinjak-injak.Dia adalah Putri dari selir kedua yang merupakan cucu dari Menteri kanan yang bahkan tak seorangpun berani menyinggung tapi dia diperlakukan seperti pelayan disini.
Harga diri Taylor terlalu tinggi untuk menerima penghinaan semacam ini,sayangnya otaknya terlalu tumpul untuk memikirkan jika bahkan tiga Kerajaan sekalipun menentang Vezia,dipastikan hanya membuat kerugian besar bagi mereka.
Taylor tidak memikirkan itu semua,yang dipikirannya sekarang adalah bagaimana cara membalas semua perlakuan mereka,dan juga bagaimana caranya mengatasi masalah yang akan datang.
Jelas dia diminta membuat racun dan Vezia ingin melihat langsung proses pembuatannya,masalahnya adalah dia bukanlah yang membuat itu.
Dia sudah berjanji kepada orang 'itu' agar tidak memberitahu siapapun jika dialah yang membuatnya,dia harus bagaimana?.
Belum sempat dia bisa memikirkan solusi pintu kamar telah terbuka secara paksa,diambang pintu terlihat Allena bersama dua wanita yang tadi menyeretnya datang membawa sebuah gaun.Allena melempar gaun kearahnya,suaranya dingin ketika dia berbicara.
"Ganti pakaianmu,kau terlihat menjijikan dengan gaunmu yang terlalu meriah itu.Jangan merusak pemandangan Ratu kami!"Kedua wanita dibelakang Allena diam-diam meringis mendengar itu.Bukan rahasia lagi jika Allena adalah salah satu tangan kanan Ratu mereka yang memiliku mulut kurang kontrol a.k.a to the point dalam hal menghina.
Taylor menggertakan giginya dia tidak mengerti apa masalah gadis didepannya,dari awal dia selalu melihat Taylor dengan maya permusuhan dan mata jijik seolah melihat orang paling memuakkan di dunia.
Taylor memandang angkuh gaun yang berada didepannya,kakinya terangkat dan menginjak gaun berwarna merah polos dengan hiasan bordir mawar.
"Tch.Aku tidak butuh gaunku lebih berkualitas dibanding ini"Taylor melipat tangannya dan menendang gaun.
Allena mengangkat alisnya dan menyeringai kejam,"Berkualitas?seberapa berkualitasnya dengan pakaian Ratuku?seberapa berkualitasnya dengan pakaian pelayan yang di Istana Ratuku?coba sebutkan harganya?aku ingin tahu seberapa kayanya kerajaanmu"Allena sengaja memancing Taylor,dia suka sekali mengaduk-aduk emosi seseorang.
Taylor menggeram marah dan membentak,"Gadis sialan,gaunku jelas lebih berkualitas dibanding pelayan Ratumu.Gaunku seharga 3000 emas dan dengan kain terbaik di benua ini!!"Taylor tidak berhenti melotot bahkan ketika Allena dengan santai melempar gaun berwarna biru kearahnya.
"Coba kau sentuh dan lihat,samakan kualitasnya dengan milikmu.Biar kuberitahu agar kau mengurangi kesombonganmu.Kualitas pakaian Pelayan Ratu kami adalah kualitas yang setara dengan keluarga Kerajaan,dengan harga melebihi jutaan koin emas.Jadi kau bisa memperkirakan sendiri berapa harga pakaian Ratu kami,dibanding dengan gudang emas bangsawan kelas menengah.Bahkan kepala pelayan kami lebih kaya dibanding mereka"Allena bersama dua wanita dibelakangnya mencibir Taylor.
Taylor memegang kain ditangannya dan memang benar kain ini terasa sangat sejuk,halus dan berkualitas lebih tinggi dibanding pakaian Keluarga Kerajaan mereka atau kerajaan lain,wajahnya antara malu dan terlihat serakah mendengar nominal harga pakaian pelayan di Mansion itu,dia tidak menyangka gaji yang diberikan Ratu Kerajaan DIV sebesar patut saja bahkan para pelayannya memiliki pakaian kualitas terbaik.
Allena menatap jijik dirinya,dia melirik krdua wanita itu,kedua wanita itu mengerti dan berjalan masuk kekamar mengambil paksa gaun biru itu."Karena Ketua kami berbaik hati,kau akan mengenakan pakaian ini"Keduanya tidak menyembunyikan sikap tak sopan,dan secara blak-blakkan memakai kata Informal bahkan tidak melihat orang didepannya sebagai seorang Putri.
Taylor memerah tetapi tidak membantah,dan menuju kekamar mandi untuk bersiap.Allena sekali lagi mencibir jijik,"Lihatlah ketika keserakahan lebih mendominasi otaknya,dia bahkan tidak bisa menjaga harga dirinya tetap tinggi dengan menerima pakaian dari seseorang yang menghinanya"Ketus Allena,kedua wanita tersenyum mengejek membenarkan ucapan ketua mereka.
Allena menatap keduanya,"Setelah itu,bawa dia keruang makan dan pastikan dia tidak menggunakan wewangian yang tajam,ataupun berbau tak sedap.Ratu tidak akan memaafkannya"Keduanya mengangguk,mereka mengerti itu.Ratu mereka sangat membenci parfum yang terlalu berbau tajam.
"Apa lagi?jangan bilang kali ini kau meminta tolong untuk membuatkan puisi untuk gadis-gadis yang kau temui"Allena mengumpat kesal,tidak habis pikir mengapa Ratunya memiliki tangan kanan seperti Shouto yang entah memiliki kebiasaan menggoda seorang gadis.
"Eitss..jangan marah dulu Ale.Kali ini beda bukan puisi,heheh aku mau minta tolong untuk membuatkan coklat.Kau kan tahu cara membu.."Shouto belum sempat menyelesaikan ucapannya ketika sebuah belati telah melayang kearahnya.
"SHOUTO SIALAN,MENJAUH KAU DARI HADAPANKU!"Allena heran sendiri kenapa dia suka sekali terpancing emosi hanya gara-gara makhluk kurang adab didepannya,dan lebih pentingnya lagi MENGAPA SI MAKHLUK MINUS AKHLAK INI SUKA MENGGANGGUNYA?!!.
Shouto mengelus dada dan menatap horor kearah Allena yang melotot kesal,"Maaf,maaf aku hanya meminta membantuku mengapa kau sensitif sekali.Oh apa kau cemburu,karena aku memiliki pasangan sementara kau masih sen.."Wajah Allena memerah,moodnya benar-benar rusak karena orang dihadapannya.
"Aku hitung sampai tiga,kau tidak menyingkir.Aku pastikan juniormu terpisah dari selangkanganmu"Allena melotot berharap Shouto terpengaruh dengan ancamannya dan cepat pergi dari hadapannya.
Sayang sekali Allena harus bisa menghela napas karena itu tidak mempan,"Oh jangan begitu Allena,kau ini seorang perempuan bersikaplah lebih lembut mungkin aku akan jatuh cinta padamu."Shouto dengah jahil menggoda Allena,Allena tidak tahu mengapa wajahnya tiba-tiba memanas tetapi dengan cepat mencoba mengubah ekspresinya yang nyaris malu.
"Apa-apaan kau hah?kau ingin aku bersikap lembut pada orang kurang otak sepertimu,mimpi saja sana.Bahkan jika lelaki didunia ini hanya kau saja aku tidak akan sudi menjadi kekasihmu!"Allena melotot marah,harap-harap dengan begini rasa gugupnya teratasi,lagian kenapa sih makhluk astral didepannya ini suka sekali menggodanya.
Shouto tersenyum dengan nakal,"Aku tidak mengatakan kita menjadi kekasih,aku hanya bilang.."
Cukup Allena tidak ingin mendengar godaan Shouto lagi,dia yakin jika dia mendengar lebih lanjut dia akan benar-benar degdegan atau mungkin bisa saja membunuh Shouto.
Allena melotot kesal mencoba menghalangi godaan Shouto selanjutnya,"Aku tidak butuh kau menjelaskannya,mendengarmu bicara membuat telingaku sakit.Sebaiknya kau pergi sekarang,sebelum aku membelah kepalamu dan menggali otakmu agar kau bisa menjadi orang waras!!"Allena berjalan beberapa langkah kearah kamarnya,membuka pintu dan membantingnya dengan keras.
Shouto mengangkat alisnya sebelah bingung?apasih?kenapa gadis itu selalu saja sensi setiap kali bertemu dengannya,dia kan hanya bercanda.
Shouto tidak tahu,memilih pergi.Mungkin saja Allena sedang datang bulan,pikirnya.
Allena sendiri bersandar di belakang pintu terengah-engah dengan wajah memerah seraya memegang dadanya yang terua berdebar-debar entah karena dia terlalu marah atau karena...
Allena menggelengkan kepalanya,"Tidak mungkin,yang benar saja masa aku jatuh cinta sama orang kurang adab dan otak seperti Shouto.Masih mending aku jatuh cintanya sama kak Zio,sudah tampan,lucu lagi"Allena tersenyum sendiri,ah dia sangat mengidolakan Zio.
**Poor Shouto.
Like.
Comen..
Vote**