Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS160



Para tim yang dikhususkan mengikuti ujian masuk dalam berkelompok akan mengadakan pertandingan dipertengahan bulan nanti.Yang berarti mereka dibebaskan untuk berlatih,sementara para muridnya berlatih.Vezia sebagai Guru dari Academy diharuskan hadir ditiap pertandingan Individu.


Vezia sebenarnya malas untuk ikut tapi dia tidak ingin menambah masalah baru untuk Academy Wizd dengan ketidak sopanannya menolak undangan itu,sebenarnya Vezia benar-benar tidak peduli dengan pendapat mereka jika masalahnya hanya bertumpu padanya tetapi jelas masalahnya juga akan berdampak pada Academy.


Lagian pertandingan-pertandingan per Individu ini tidak lama lagi akan selesai,dan itu berarti Vezia bisa mencari alibi lain yaitu untuk melatih Tim mereka untuk kontes tim yang akan datang.


Selain Academy Saintess dan juga Vezia,guru guru lain tidak tahu seperti apa konsep pertandingan tim nanti.Vezia tahu tim tim per academy akan diuji dengan tiga tantangan,tantangan pertama adalah memasuki Hutan yang terkenal di Benua ini selain Lembah Api yang mereka bilang dikategorikan Hutan.Hutan yang satu itu memiliki beberapa hewan hewan langka walau tak selangka di Lembah api.


Mereka ditugaskan untuk bertahan hidup setidaknya selama 5 hari dengan beberapa tantangan juga,dan itu jelas menguji kerja sama antar timnya seberapa baik mereka bisa saling memberi keuntungan agar anggota lain tidak rugi.


Tantangan kedua masih menyangkut dengan hutan,mereka akan diberi tugas ketika bertahan hidup didalam dengan tugas lain mencari bendera yang disembunyikan Para guru Academy Saintess.Diantara banyaknya Academy hanya 5 Academy berpartisipasi dalam ujian Tim sementara Tim Academy Saintess tidak dihitung untuk ujian karena mereka termasuk dalam tugas tim yang akan dilakukan pada tugas ketiga.


5 Dari Academy yang ikut 3 tim diantaranya akan gugur yang berarti mereka tidak bisa ikut dalam kompetisi apabila mereka tidak bisa berhasil mengumpulkan bendera sebanyak mungkin.Dan seperti yang tertulis diatas,tugas ketiga adalah melawan Tim murid unggulan Academy Saintess yang memiliki kekuatan diatas rata-rata daru murid Academy lain,menurut para guru Academy tapi kita belum melihatkan bagaimana hasil dari pelatihan neraka yang diberikan Vezia.


Vezia mungkin tidak membantu mereka dengan kenaikan tingkat QI mereka,karena Vezia ingin mereka berusaha sendiri dan tahu seberapa lelahnya menaiki tingkat tertinggi tanpa bantuan pil apapun,dan juga itu masih dianggap curang apabila Vezia memberi pil peningkatan kepada mereka.


Tapi Vezia yakin setidaknya mereka mampu bertahan melawan murid murid unggulan itu dengan seberapa banyak pelatihan mereka dan pelajaran mereka dengan bimbingan Vezia.Belum lagi yang Vezia harus akui keenam muridnya itu memang pandai karena mereka berhasil meningkat 1-3 tingkatan dalam sebulan dia mengajari mereka.


Dan tentu saja yant paling meningkat adalah Rayyen,sebenarnya karena Rayyen merupakan Guardian Angelnya dan telah membuka segel.Keunggulan Rayyen bahkan diatas para murid Academy Saintess,jelas saja karena Rayyen mendapat kekuatan langsung dari dunia atas setelah dia diciptakan untuk menjadi penjaga sang terpilih,sama halnya dengan Guardian Angel lain.


Setidaknya dengan peningkatan Rayyen mendorong teman-temannya yang lain untuk menjadi seperti dia,cukup menghibur.Tapi Vezia harus menghela napas karena dia tahu Rayyen dan Melvin akan melakukan berbagai cara agar saling mengalahkan,karena Melvin ternyata masuk kedalam ujian per tim di Academynya.Vezia tidak masalah jika salah satu dari mereka kalah.Vezia hanya ingin mereka bisa memasuki Academy Saintess mencari Guardian Angel yang tersisa,dan setelah menemukan semua dan membuka segel mereka bisa meninggalkan Academy Saintess karena jelas mereka ditugaskna agar tetap menjaga dan tetap disisinya.


Vezia bisa saja melakukan langsung,memasuki Academy Saintess tetapi Melvin dan Rayyen adalah orang yang akan melakukan rencananya,kalau kalau Ayahnya tidak mengizinkannya untuk menerima surat yang diberikan kepala Academy Saintess kepadanya untuk menjadi pengajar mereka.


Berbicara tentang Ayahnya.Vezia merasa cemas dan penasaran tentang rahasia yang dibicarakan Kakeknya tempo hari,dia juga lupa bertanya apakah kakak-kakaknya sudah memiliki seorang yang mereka suka,atau apakah Felly,Gildy sudah memiliki tunangan dan Astesia sudah menikah,ataukah Stefania sudah mengandung,ughh dia harap kakak Felly satu itu sudah mengandung dia ingin menggendong seorang bayi yang lucu.


Dan paling penting dia berharap dan sangat berharap semoga Randy bisa melupakannya walaupun akan mustahil secepat itu,dia tidak ingin merasakan lagi seseorang yang seperti Senna.


"Zia"Zio menyenggol tangan Vezia yang melamun membuat gadis itu tersentak dan menatapnya dengan tajam.


"Aku ingin bicara,berdua saja"Vezia mengangguk dan berdiri mengikuti Zio pergi,mereka pergi keruangannya dan mengikuti Zero dan Jeno tapi keduanya menunggu diluar karena diperintahkan.


"Kenapa?kau terlihat sangat pucat Zio,apa kau baik-baik saja?"Vezia memandangi sahabatnya dengan khawatir.


"Senna?memangnya dia kenapa?"Vezia tegang sendiri baru juga tadi dia memikirkan nama orangnya,eh Zio membawa berita tentang dia.Vezia mungkin sudah memberikan nasihat pada Senna tapi dia tidka tahu seperti apa karakter Senna.Dia berharap Senna bisa melupakannya,dan jika bisa sekarang sudah memiliki pasangan.


"Kau menyuruhku mencari tahu tentang anggota yang akan menjadi lawan Rayyen dan temannya kan?dan salah satu anggota unggulan mereka adalah Senna.Dan aku rasa Senna tahu kau ada disini"


Vezia menegang,dia tidak pernah sepanik dan secemas ini.Dia tidak ingin bertemu Senna,hari dimana dia menolak keras Senna hari itu dia berjanji tidak akan pernah ingin bertemu lagi dengan lelaki yang dulu terobsesi padanya.


"Tapi bagaimana bisa?aku sudah menyamarkan bau dan juga aura sihirku"Vezia mencengkram sisi tangannya yang lain dan menggosoknya,ini adalah kebiasaan yang akhir akhir ini dia lakukan ketika sedang gelisah.


"Kau lupa satu hal Zi,dia masih matemu kau belum memutuskan benang takdir kalian berdua.Yang berarti sebagai Matemu Senna masih bisa merasakanmu sekalipun kau menyembunyikannya,dan juga sekalipun kau sudah memutuskan ada satu hal yang Senna akan tahu tentangmu,baumu yang paling khas dan itu tidak akan hilang sekalipun kau menghapusnya itu salah satu kekuatan keluarga Klan Veun.Ketika salah satu anggota Klan Veun telah mengklaim seseorang yang mereka incar,sekalipun kau menyembunyikan baumu mereka tidak akan bisa menghilang jika berhadapan dengan Klan Veun"Zio menghela napas,Zio tahu Vezia jenius tapi anak itu selalu malas ingin mengetahui sesuatu jika bukan menyangkut dirinya,yang membuat Zio tahu setelah memberitahu ini Vezia akan mencari tahu semua sesuatu tentang klan agar dia tidak ceroboh lagi,karena yang satu hal Vezia tahu semua Matenya tergolong dalam Ras.Selain Senna,matenya yang lainnya juga merupakan Guardian Angelnya.


Itu adalah alasan kenapa Vezia tidak ingin membahas tanda yang ada ditangan Melvin dan Rayyen,dia perlu mencari tahu memutuskan benang takdir mereka tanpa mempengaruhi posisi mereka sebagai Guardian Angelnya.


"Itu salahku,aku lupa untuk memutuskannya.Karena aku tidak ingin berlama-lama dengan Senna waktu itu.Dan juga pemutusan benangnya memerlukan ritual"Vezia mendesah lelah,masalah Ayahnya belum selesai dan datang lagi masalah Senna.


Zio memicingkan matanya tajam,rahangnya mengatup."Kalau begitu putuskan,aku akan membawa Senna padamu.Dan aku mau ritualnya malam ini,aku tidak ingin bocah seperti dia berkeliaran di sekitarmu dengan masih memegang statusnya sebagai Matemu"


Vezia melirik Zio yang marah,oh ya dia hanya melihat Zio marah ketika itu benar-benar sesuatu yang mengkhawatirkan baginya seperti sekarang,Vezia tidak tahu seberaoa bencinya Zio pada Senna.Tapi yang pasti dia tahu,Zio tidak akan memberikan ruang baginya untuk berdiskusi agar bisa berbicara dengan Senna,yang sebenarnya juga tidak ingin dia lakukan.


"Baiklah,aku akan menyiapkannya"Vezia menjawan tanpa memandangi Zio yang marah.


"Kenapa kau menghindari tatapanku?kau menyembunyikan sesuatu dariku?dan aku harap ini bukan tentang Senna atau yang menyangkut Matemu Vezia"Zio menarik dagu Vezia memaksanya menatapnya,matanya menyipit bahaya tanda dia benar-benar serius.


"Err...aku..."Vezia tidak tahu berbicara apa karena tebakan Zio sepenuhnya benar,Vezia lupa mengatakan pada Zio atau memang dia tidak ingin mengatakannya jika Rayyen dan Melvin sebenarnya adalah Matenya.


"Aku memberimu waktu untuk mengatakannya padaku malam nanti,karena aku tahu ini masalah tentang Matemu.Aku mengerti privasimu Vezia tapi untuk masalah Matemu aku ingin tahu siapa mereka,aku tidak ingin kau memiliki pasangan yang lemah dan setengah otak,kau mengerti?"Zio menatap Vezia tepat dimatanya agar Vezia tidak memalingkan wajahnya kearah lain.


"Aku mengerti"Vezia mengangguk pelan.


Zio menghela napas puas,sebelum pergi mengecup kilat dahi Vezia.Vezia menghela napas lega begitu Zio sudah pergi,dia akan membicarakan dengan Zio tapi tidak sekarang ketika dia harus membutuhkan tenaganya untuk membuat rune kuno.


Vote..Coment Like