
Vezia sedari tadi menunggu gilirannya,saat ini tes untuk melihat berada di tingkat mana QI beladiri para Murid,setelah tes tingkat,selanjutnya Tes bertarung,dan yang memiliki minat dalam bidang Alchemist akan di ikut kan tes,setelah tes bertarung.Bagi siapapun yang memiliki bakat Alchemis akan ikut tes alchemis,jika bidangnya berada di tes bertarung akan ikut tes bertarung,tapi jika seseorang bisa keduanya,dia akan mengikuti tes kedua duanya.
"Hachim.."Vezia tiba tiba saja bersin membuat Zero dan Jeno menatap kearah nya.
"Zizi kamu kenapa,kamu sakit"suara khawatir Zero dan Jeno terdengar di aula yang sunyi,sontak saja Sang paman Enzi,yang tumben tumben nya ikut melihat tes berbalik kearah mereka.
Sebenarnya Enzi itu tidak pernah datang secara langsung melihat tes,tapi karena hari ini sang Keponakan tercinta ikut tes dirinya ikut melihat.
Enzi berdiri dan bergegas kearah Vezia.Belum sempat Vezia berbicara,pamannya sudah menghantam dengan berbagai pertanyaan.
"Zizi kamu kenapa?kamu sakit?demam?mau pulang,besok aja ikut tesnya yah,jangan tambah parah.."tanya Enzi beruntun,nada khawatir tak bisa di sembunyikan.
Bahkan orang orang yang sedang mengikuti tes pun beralih menatap kearah mereka,murid yang sedang di tes berhenti para guru juga berhenti.
"Pam.."lagi lagi Vezia tak diberi kesempatan.
"Kamu pulang,nggak usah maksain diri,Zero,Jeno bawa Zizi pulang pastikan dia cepat di tangani para tabib"ucap Enzi tak memberi kesempatan Vezia berbicara.
Vezia Menghela napas kasar,semua mata tertuju kearah mereka,dirinya merasa malu dan kesal,jika di depannya bukan pamannya sudah sedari tadi Vezia melemparnya.
Vezia yang sudah benar benar kesal mengeluarkan auranya membuat seisi aula menahan napas saking takutnya dengan aura Vezia.
"Paman!"suara lembut namun terdengar mengerikan membuat mereka menelan ludah kasar dan menatap takut gadis bermata Dark Blue itu.
"I..iya?"sahut Enzi menatap takut keponakannya.Saking takutnya mereka dengan aura Vezia beberapa dari mereka ada yang sudah pingsan ada juga yang terduduk,padahal aura yang dikeluarkan Vezia itu hanya sedikit.
Vezia menarik napas,dan menarik kembali auranya membuat mereka menghela napas lega.
"Paman Zizi nggak apa apa kok,Zizi cuma bersin aja,udah sana lanjutin tesnya,kasihan pada nunggu"ucap Vezia lembut tapi wajah masih tetap datar.
Enzi menghela napas lega dan mengangguk mencium sekilas dahi Vezia sebelum kembali ketempatnya.
"Lanjut!"ucap Vezia dingin mereka hanya mengangguk patuh tak mau membuat iblis cantik itu kembali marah.
"pasti ada yang bicarain gue nih makanya gue bersin,apa jangan jangan Zio,awas aja lo Zio,gaji lu gue potong"batin Vezia.
Sisi lain..
Zio yang sedang enak enaknya makan cemilan sembari bersantai merasa merinding.
"Hachim.."
"Siapa sih ngomongin gue,kagak ada akhlak emang orang lagi ngunyah jadi bersin"ucap Zio,dia terlihat seperti orang aneh bicara sendiri.
"Mana merinding lagi,jangan jangan kunti Vampire marah lagi gegara,kemarin gue nyolong mangga.Punten bu Kunti saya nggak bakal ngulangin"ucapnya sembari menatap kearah setiap sudut.
"Bentar deh,emang kunti Vampire ngerti bahasa gue,ah bomat lah yang penting dah minta maaf"fix Zio sudah gila nanya sendiri jawab sendiri.
Kembali Ke sisi Vezia.
Menunggu lama akhirnya giliran Vezia,seluruh mata yang acuh tak acuh langsunh menatap kearah dirinya setiap langkahnya tak luput dari tatapan orang orang.
Vezia melangkah kedepan bola kaca berwarna putih terang meletakkan satu persatu jarinya,sebisa mungkin Vezia akan mengontrol Mana QI nya.
Bola itu bersinar terang sangat terang membuat seisi aula,menutup mata tetapi tetap mencoba melihat.
Prang..
Suara bola kaca yang pecah membuat mereka terkejut,dan bagaimana bisa itu pecah,mereka yakin bola itu tidak akan bisa pecah selama di adakannya tes.Tapi sekarang hancur berkeping keping,Vezia memandang malas kearah bola kaca yang pecah.
"Bagaimana bisa pecah,aku baru saja menempel satu jari ku"ucapan Vezia membuat semuanya memandang horor Vezia seolah olah Vezia adalah hantu,Satu jari saja bisa membuat bola kaca yang dikatakan tak akan bisa pecah nyatanya hancur,fix memang penyandang monster kultivasi.
Lagi dan lagi tulisan yang tiba tiba muncul membuat mereka memandang horor dan takut kepada Vezia.Jelas saja takut bagaimana tidak takut jika tingkat QI Vezia melebihi ayahnya sendiri.Dan yang lebih membuat mereka terkejut bukan hanya tingkat QInya saja yang tertulis tapi ada elemen serta bakat lainnya.
Elemen:Petir Murni.
Bakat tambahan:Alchemis.
Kira kira seperti itu yang tertulis.
"Monster Jenius!"pikir seisi Aula.
Vezia menatap malas tulisan dihadapannya.Dan bersyukur setidaknya hanya itu saja yang terlihat.
"Umm..paman bagaimana dengan bola kacanya?"tanya Vezia menatap pamannya dengan wajah polos terlihat sangat imut membuar semuanya menahan napas saking imutnya.
"Syukurlah,ku pikir akan mengeluarkan semuanya,setidaknya mereka tidak tahu tingkat QI ku yang sebenarnya sudah berada di akhir"batin Vezia diam diam menghela napas.
Enzi seakan tersadar dan menatap lembut kearah Vezia.
"Tenang saja,paman yang akan mengurusnya,sekarang bersiaplah Tes kedua akan dimulai,oh ya paman mau tanya kamu mau ikut Tes bertarung atau Alchemist?"Ucap dan diakhiri Tanya oleh Enzi.
Semua mata memandang kearah Vezia menunggu jawaban Vezia,seolah kata yang dikeluarkan Vezia adalah nomor undian yang akan dibacakan mendapatkan sebuah hadiah.
"Keduanya!"jawaban Vezia membuat mereka menganga tidak elitnya kecuali,Enzi,Zero,Jeno dan sahabat Vezia.
"Baiklah,tapi jangan sampai kamu kelelahan"ucap Enzi,Vezia mengangguk patuh.
Semua murid di beri waktu 10 menit untuk mempersiapkan diri mengikuti tes selanjutnya,Vezia masih asyik duduk di kursi tempatnya,di sebelahnya ada Felly,Astesia,dan Randy.dibelakangnya ada Zero dan Jeno.
Vezia merasa sangat bosan,mengambil beberapa kotak Po*ky dan memabagikannya kepada Randy,Astesia,Felly,dan kedua Ksatrianya.
Semua mata memandang kearah Vezia,mungkin baru pertama kali melihat makanan seperti itu.Vezia berbalik kearah Jeno,Jeno tahu dengan tatapan Vezia.
"Semua yang berada di aula,angkat telapak tangan kalian!"suara Jeno menggema mereka hendak bertanya tapi melihat wajah dingin Vezia mereka diam saja mengikuti apa yang Jeno ucapkan.
Vezia menjetikan jarinya secara tiba tiba,beberapa coklat dan beberapa kotak Pocky berada di telapak tangan mereka,mereka bingung,jika itu sebuah coklat mereka tahu tapi yang bingungnya adalah Pocky ditangan mereka.
"Itu adalah cemilan favorit putri,sebut saja Pocky,kalian bisa mencoba"ucap Zero menjawab keterbingungan mereka,mereka hanya mengikuti instruksi Zero.
Mata mereka berbinar senang saat satu Pocky berukuran kecil dan panjang itu berhasil mereka makan.
"Terimah kasih Putri!"ucap mereka serempak membuat suara di aula menggema.Vezia hanya mengangguk dan asik dengan makanannya sendiri.Tiba tiba Vezia memiliki ide.
Vezia berjalan kearah sang paman.
"Paman!"Enzi yang sedang berbicara mendengar suara Vezia dengan cepat berbalik.
"Ada apa Baby?"tanya Enzi.
"Begini paman,bagaimana jika toko ynag berjualan di dalam Acadeny ditambahkan beberapa cemilan seperti yang sering kumakan,lihat mereka sangat menyukainya,dengan begini pemasukan uang academy akan bertambah"ucap Vezia.Enzi memikirkan sejenak.
"Apapun maumu Baby,lakukan sesukamu,dan lagi paman berterimah kasih,karena sudah mau membantu academy"ucap Enzi dengan senyum lembut.
"Tentu paman,ini kan demi kepentingan semuanya,oh yah paman,Zizi juga mau 50% hasil penjualan diberikan kepada orang yang kurang mampu,lebih detailnya akan kukatakan rapat nanti,aku ingin mengajukan beberapa bisnis kepada ketiga Raja lainnya"ucap Vezia.Enzi tersenyum,betapa beruntungnya dirinya memiliki Vezia bukan hnaya dirinya tapi keluarganya,walaupun dikatakan iblis tapi dirinya masih mementingkan orang lain.
Guru guru yang mendengar kagum dengan kecerdasan,kebaikan Vezia,dan lagi di usia sekecil ini mampu mengurus dua kerajaan sekaligus,siapa yang tidak menginginkannya menjadi menantu mereka,tentu semuanya berbondong bondong ingin menjadikan Vezia putri mereka,tapi sayang keluarganya terlewat over.
"Lakukan semaumu,semuanya akan setuju"ucap Enzi,Vezia tersenyum tipis,dan kembali ketempatnya.
**Holla guys Im come back...
Oh yah Jangan lupa dukunganya.
buat yang minta chap dimana Senna dan Janie a.k.a Vezia ketemu di dunia modern bakalan nyusul,tapi belum sekarang nanti pas Senna ama Vezia ketemu di benua Vroz,jadi tunggu aja ok😉**