
Setelah selesai dengan urusan barang-barang di Mansionnya,Vezia teleport kelantai Satu,terlalu malas untuk berjalan turun tangga terlebih dari lantai 5 sampai 1.Serentak melihat Queen mereka,mereka semua menunduk memberi hormat.
"Berdiri,kita ke Istana"ucap Vezia dan tanpa basa-basi mereka teleport menuju ke Istana,mau tahu kenapa Zen,Zoy,dan Zio bisa sangat cepat menemui Vezia sedangkan Benua Jeiron sangat jauh dari Benua Poren itu karena mereka tidak ke Benua Jeiron mereka mendapat informasi dari salah satu Ras yang mereka tugaskan mengawasi segala sesuatu selama mereka menjaga Queen mereka.
Dan untuk sampai kesana bagi Vezia hanya butuh berapa detik dan itulah mengapa dia membawa dengan pasukannya,kan kalau mereka teleport kagak usah repot nunggu ampe 1 minggu kalau nunggu lamanya kek gitu yang ada malah lumutan si Vezia.(Lebay lu thor_-)
(Belum pernh nih makan cabe dari tangan author,mau rasa lu Vezia)
oke lupakan percakapn di atas.
Back To Story.
Mereka pun sampai di depan Istana yang besarnya yah sangat besarlah😂,dan sangat megah.Jika dilihat di siang hari akan terlihat sangat cantik dan berkilau,bagaimana tidak Istana itu terbuat dari Kristal Biru tua gradasi cyan.Vezia memandang Istana itu seluruh pasukan Iblis,Demon,Vampir sudah berada diluar menyambut kedatangan Ratu mereka,melihat Ratu mereka menatap Istana perasaan mereka sedikit was-was takut bila sang Ratu tak suka.
Vezia belum juga membuka pembicaraan,dirinya berjalan masuk,diikuti pasukan 3 Ras,memandangi setiap sisi Istananya,di dalam Istana bagian langit langit berwarna Dark Blue Crystal,lantainya berwarna hitam,di setiap sisi terdapat patung-patung tertua para Vampir,Demon,dan Iblis.Vezia terus berjalan hingga menuju aula singgasana,pintu besi dengan ukiran rumit terbuka sendiri menampilkan luasnya aula singgasana Istana itu,bisa Vezia lihat kursi kebesarannya yang terbuat dari Crystal berwarna Merah dan dibagian atasnya terdapat ukiran patung tengkorak berwarna hitam,Vezia berjalan menuju Singgasananya,Vezia membuka topengnya,dan merubah bajunya menjadi Gaun berwarna Biru malam,Rambutnya yang emas di ubah menjadi hitam,dengan warna putih dan merah di beberapa helai,serta matanya yang berwarna hitam dan ada sedikit titik merah,disudut matanya terdapat tato mawar merah dan hitam yang saling menyatu.
Dengan anggun Vezia duduk di singgasananya,mereka semua melihat Ratu mereka duduk serentak berlutut.
"Kerja bagus,aku sangat suka dengan Istana ini"puji Vezia walau suaranya tetap dingin.
Mereka semua senang dan bernafas lega sekaligus bangga,jarang sekali bisa mendapat pujian dari Ratu mereka.Tak lama datang lah Zio dirinya berlutut dihadapan Vezia.
"Salam My Queen"ucap Zio.
"Berdiri!"ucap Vezia,Zio berdiri dan menatap Queen nya,bagi yang melihat mungkin dikatakan sangat lancang tapi berbeda bagi ketiga tangan kanan Vezia,itu semua atas perintah Vezia,dirinya meminta ketika berbicara padanya mereka harus menatapnya.
"Queen peresmian nya akan dimulai sekarang"ucap Zio,Vezia mengangguk dan berdiri berjalan ke arah samping Zio,Zio mundur sedikit sebagai tanda bahwa dirinya hanya bawahan Vezia.
Vezia mengeluarkan cahaya ditangannya dan melesatkan ke arah langit-langit aula seketika cahaya terang membuat para Vampir itu mengerang.Vezia menatap datar Vampir-Vampir itu,ini adalah sebagian ujian untuk para Vampir menghadapi matahari menyengat dunia(Lebay🤣).
Tak lama setelah itu mereka berhenti mengerang karena Vezia menurunkan sedikit cahaya,Zio sama sekali tidak terpengaruh karena dirinya hidup lebih lama dibanding dengan Vampir baru dibangkitkan itu,lebih tepatnya dia tidak mati,dirinya lari ke dimensi lain sama(Nanti kujelasin,kalau yang ingat chap 1,pasti tahu dong).
Vezia mengeluarkan kekuatan cahaya dan kegelapanya dan mengarahkan ke arah para Vampir yang terkapar tak berdaya.Tak lama setelah itu mereka bangkit seperti semula,kekuatan itu gunanya membuat mereka bertahan di bawah sinar matahari sehingga tidak membakar mereka.
"Mulai hari ini,detik ini,jam Ini,Kerajaan kita akan dikenal sebagai KERAJAAN DIV"Ucap Vezia dengan suara lantang nan dingin membuat siapa saja mendengar bergidik ngeri.Semua pasukan 3 Ras menunduk hormat dan bersorak.
"HIDUP KERAJAAN DIV,HIDUP YANG MULIA RATU"sorakan mereka menggema hingga keluar menggema di seluruh wilayah dilembah api,membuat hewan hewan dilembah api,bersorak karena Ratu mereka telah datang,semua hewan tingkat tinggi di lembah api berlari menuju Istana Vezia,mereka masuk tanpa halangan hingga sampai di depan Vezia,mereka masuk ke aula tanpa dicegah akibat perintah Vezia.
"Hormat kami kepada penguasa lembah api"ucap hewan hewan tingkat tinggi itu.Vezia menatap mereka satu persatu.
"Draxy,Goldy,keluarlah"ucap Vezia,Draxy dan Goldy keluar dengan wujud Naga terlihat biasa tapi auranya sangat kuat,serta Goldy dalam bentuk kelinci tapi auranya sama dengan Goldy.
Hewan-hewan tingkat tinggi dari lembah api menatap mereka berdua terkejut.
"Lama tak berjumpa Naga bodoh"ucap canda salah satu Raja ular berwarna hitam serta mata hijau terangnya.Draxy mendengus dingin.
"Hn,lama tak berjumpa Ular gila"ucap Draxy.Mereka saling memberi tatapan permusuhan,hingga aura Vezia menguar membuat mereka sadar.
"Untuk kalian hewan dilembah api,jaga lembah api dengan baik,jangan biarkan manusia kotor mendekati Istana ku,dan lembah api ini,dan untuk kalian jangan ada yang mengikat kontrak tanpa persetujuanku"ucap Vezia dingin dan tegas mereka semua mengangguk dan berlalu pergi setelah pamit dari Vezia.
"Zio ikut aku"ucap Vezia,Vezia berjalan menuju ruangan khusus untuk dirinya diikuti Zio dibelakangnya,3 Pasukan Ras sudah dibubarkan,Draxy dan Goldy sudah masuk ruang Dimensi setelah sudah bertemu dan bercengkrama bersama teman lama.
Vezia masuk dan duduk di sofa dengan tenang,sedang Zio berdiri disamping Ratunya.
"Jadi Zio,bagaimana bisa kau sampai di dunia manusia lebih tepatnya dunia masa depan"ucap Vezia dengan seringainya melihat wajah terkejut Zio.
"Darimana anda tahu Queen?"tanya Zio dengan wajah masih terkejut.
"Hn!kau pikir aku bodoh tidak mengetahui tentang kalian,biar kuperjelas,Zio yang dulu tangan kanan Ratu Vampir terdahulu setelah kematian Ratu dirinya lari ke dimensi lain yaitu dunia masa depan,menjadi anak buah Mafia bernama Queen White Devil a.k.a Janie Prazie Asgr,kau puas Zio Atmaja"ucap Vezia dengan tatapan dingin menatap Zio dan menyebut nama lengkap Zio.
Vezia mengeluarkan topengnya,memang sedari Vezia memasuki aula,Zio masih belum muncul sehingga dirinya tidak melihat Vezia dengan topeng itu.
"I..itu"ucapan Zio tertahan.
"Ya!"ucap Vezia santai.
"Wah,wah pantas saja gue lihat pertama kali aura lu kagak asing,yah walau wajah lu udah berubah tapi aura lu masih gue kenal"ucap Zio melupakan formalitas diantara mereka.
"Janie,darimana lu tahu kalau gue itu Vampir?"tanya Zio dan duduk disamping Vezia.
"Eh ogeb,lu lupa gue siapa,masa lu jadi tangan kanan gue udah lama lupa kalau gue punya kekuatan dan tahu mengenai aura serta ras seseorang,ngapa lu jadi pikun sih,bocah,dan jangn panggil gue Janie,pake nama gue sekrang ae"ucap Vezia,Vezia memang selain menjadikan Zio tangan kananya juga menjadi sahabatnya semasa dulu jadi tidak heran kalau dia bisa bicara panjang lebar di depan Zio jika hanya berdua.
"Oh iya juga sih,sorry lah Zi,eh lu tahu nggak abang lo makin hari makin dingin,bahkan kagak mau bicara ama orang tua lu"ucap Zio,raut wajah Vezia berubah sendu.
"Zio,lo kagak bisa gitu pergi lagi kedimensi dunia kita dulu?"tanya Vezia.Zio menggeleng.
"Kagak bisa lagi,semenjak lo udah bangkitin pasukan Vampir gue secara otomatis ketarik,dan nggak bakal bisa lagi kesana,karena hanya bisa sekali doang"jelas Zio.Vezia mendengus kasar.
"Gimana nih,gue takut kak Jerry bakal macam-macam"ucap Vezia dan mengusap kasar wajahnya.Zio memegang pundak Vezia.
"Lo tahu nggak,dua hari setelah lu pergi,Abang lo hampir bunuh diri,untung aja gue bisa halangin kalau kagak,gue udah nggak tahu nasib nya kek gimana"ucap Zio,Vezia terbelalak kaget,dan semakin frustasi.
"Gue harus gimana,gue nggak mau kak Jerry terus-terusan kek gitu,sementara gue kagak akan bisa kesana"ucap Vezia mengerang frustasi.
"Lo tenang aja,gue udah kasih nasihat ke si Jerry,dia juga ingat dengan janji yang dia buat ama lu,dan dia bilang dia akan tetap hidup,tapi walau kek gitu dia masih tetap dingin"ucap Zio,Vezia sedikit bisa menghela napas lega.
"Gue pengen tahu gimana bisa lu bisa bereinkarnasi ke zaman ini?"tanya Zio.Vezia pun menceritkan semuanya,tapi dia juga tidak tahu kenapa bisa dia sampai kesini.
"Aneh yah"ucap Zio diangguki Vezia.
"Tapi gue udah tahu kok,siapa yang tahu alasan gue kesini"ucao Vezia,seketika Zio menatap Vezia.
"Siapa?"tanya Zio,Vezia menggelengkan kepalanya sikap kepo Zio kagak hilang hilang.
"Kepo bat sih lu,mau tahu aja,udah sono pergi urusin Istana gue mau pulang,sebelum ayah gue ngamuk lihat gue kagak ada"ucap Vezia,Zio menggerutu kesal.
"Ah kagak asik lu,main rahasia"ucap Zio dengan wajah dibuat cemberut yang terlihat jijik bagi Vezia.
"Woy muka lu kagak usah kek gitu,najis gue nj*r"ucap Vezia dan menimpuk wajah Zio menggunakan bantal.
"Va*ngke lu Vezia,mau rusakin wajah tampan gue"ucap Zio dengan mata melotot.
"Tampan pala lu,muka pas-pasan gitu ada dipasar banyak"cibir Vezia dengan mata sinis memandang Zio.
"Kau menyakitiku Vezia,aku ternistakan"ucap Zio dengan wajah dibuat sedih semakin membuat Vezia muntah pelangi.
"Sumpah najis tahu nggak sih"ucap Vezia.Membuat Zio kesal.
"Dasar ratu kejam,kagak ada kasihan nya ama gue"gumam Zio tapi masih didengar Vezia.
"Oh udah berani ama Queen lu"ucap Vezia kemode Queennya serta aura dinginnya.Zio cengar-cengir dan kembali bersikap formal.
"Tidak Queen"ucap Zio dan berlutut.
"Hn!Kalau gitu saya mau kembali"ucap Vezia dan seketika menghilang meninggalkan Zio,yang masih terdiam.
**Holla guys maaf baru up berapa hari ini author sibuk nguruain Mos Online,ditamba author sakit karena keseringan begadang.
Jangan lupa dukungannya yah😉**