
Setelah makan malam,mereka semua berkumpul di ruang keluarga.Terlihat anggota keluarga duduk di tempat masing masing terkecuali Vezia yang berada di pangkuan sang Ayah.Zero,Jeno dan Ronald juga ikut andil dalam diskusi kali ini.
"Ada apa mengumpulkan kami Zizi?"tanya Harry mewakili semua.
Vezia tersenyum sesaat sebelum menjawab,tapi yakinlah senyuman nya itu adalah senyum iblis,firasat seluruh keluarganya yakin,Vezia akan melakukan hal yang tidak wajar kali ini,apa mereka keberatan,dan akan melarang?tentu tidak selagi malaikat kecil mereka tidak terluka mereka akan mendukung.
"Sepertinya malaikat kecil kita ini punya rencana besar"ucap Enzo dengan kekehan kecil,Mereka semua mengangguk dengan senyum iblis terpatri dibibir mereka.
"Bukankah tidak pantas paman,paman mengatakan malaikat sementara kelakuanku seperti iblis"ucap Vezia sarkastik.Enzi tertawa geli mendengar ucapan keponakan tersayangnya.
"Oh,come on baby,kau adalah malaikat kami,tapi untuk yang berbuat jahat adalah iblis"ucap Keno.
Vezia menunjukkan tawa jahatnya.Memang benar yang dikatakan pamannya.Setelah tawanya mereda pandangan mata Vezia berubah menjadi dingin,diikuti seluruh keluarganya.
Raja Lucas tiba-tiba berdiri mendudukan Vezia di kursi tempat duduknya sedangkan dirinya berjalan dan duduk disamping Lenzi.Mereka semua menatap kearah Vezia yang duduk dengan pandangan dingin.
Dengan gaya anggunnya Vezia mengambil gulungan yang memang telah dia siapkan di dalamnya adalah seluruh informasi tentang hal yang akan direncanakan.
Vezia mencibir membaca seluruh laporan yang diberikan Zero padanya.Senyum sinis bak iblis tak hilang dari bibirnya,seolah dirinya merasa sang mangsa yang mencari masalah dengannya telah berada di hadapannya.
"Kak Alvin,kak Arvin,kalian ingatkan dengan ucapanku tadi siang?"tanya Vezia nadanya begitu dingin,membuat bulu kuduk mereka merinding dan sedikit takut dengan aura mematikan Vezia.
Alvin dan Arvin mengangguk.Vezia memberikan senyum maut pada kedua kakaknya.Tangannya memberi isyarat mendekat kearah nya,dengan patuh mereka mendekati Vezia.
Vezia menyodorkan dua gulungan kearah Alvin dan Arvin,mereka berdua membuka gulungan itu,membaca sesaat sebelum senyum sinis serta tatapan penuh membunuh terbit di wajah tampan mereka.
Vezia melirik kearah mereka dengan senyum manis yang mengartikan sebuah makna lain bagi keluarganya.
"Kalian sudah tahu maksudku bukan?"tanya Vezia lebih tepat ke pernyataan.
"Tentu Baby,tenang saja takkan kami biarkan semut-semut kotor seperti mereka bertahan"ucap Alvin dan Arvin.Vezia mengangguk puas,untuk saat ini yang dihadapan seluruh keluarganya adalah Vezia sang iblis,bukan gadis manis dengan senyum cantik dihadapan keluarganya.
Alvin dan Arvin kembali ketempat duduk mereka,Vezia masih duduk dengan tenang.Vezia menjentikkan jarinya,dan seorang pemuda berdiri disamping Vezia dengan tudung yang menutupi wajahnya.
Keluarga Vezia terkejut secara serempak mereka berdiri,mereka akan hendak menyerang bukan karena merasa musuh tapi mereka tidak suka melihat orang asing dekat dengan gadis kecil mereka.
"Tenanglah,dia salah satu mata mataku"ucap Vezia dingin,mereka dengan tenang duduk.
Vezia melirik kearah pemuda disebelahnya,tahu dengan tatapan sang Queen,dirinya mengangguk membuka tudung jubah yang menutupi wajah tampannya.
"Salam Queen!"ucap Shouto.Shouto adalah salah satu mata mata Vezia,yang dia perintahkan selama ini mengurusi masalah yang akan mereka diskusikan,selain masalah yang ditangani Alvin dan Arvin.
"Hn!"gumam Vezia.
Shouto berbalik kearah keluarga Vezia,dengan tampang datar dan nada datar dirinya memperkenalkan diri.
"Saya Shouto,mata-mata yang ditugaskan Queen Vezia"ucap Shouto.
Keluarga Vezia hanya melihat Shouto dan beralih menatap Vezia.
"Ayah,siapa nama pemimpin besar Benua Vroz,"tanya Vezia menatap serius kearah Ayahnya.
"Pemimpin besar Benua Vroz adalah kerajaan berdarah jepang,Nama kerajaannya adalah Hidori,nama Raja serta sekaligus pemimpin besar benua Vroz adalah Hidori Fuziya"ucap Raja Lucas.
Vezia melirik kearah Shouto.
"Apa kalian pernah melihat Pangeran Ketiga yang dijuluki sampah buruk rupa dikerajaan Hidori?"tanya Vezia dengan senyum misterius.
"Ya,kakak pernah mendengarnya,sebab dulu nya kakak pernah kebenua Vroz untuk bertemu kerajaan tetangga kerajaan Hidori.Jika tidak salah nama Pangeran ketiga itu Hidori Shouto"ucap Lenzi.
Lenzi baru menyadari ucapannya dengan
wajah sedikit terkejut menatap kearah Shouto,begitupun keluarganya.Shouto tersenyum miring,dirinya membuka jubahnya sepenuhnya dan menghanguskan jubahnya.
"Biar saya memperkenalkan secara resmi"Shouto menjeda sejenak.
"Saya adalah Pangeran Ketiga dari kerajaan Hidori,Hidori Shouto,pangeran yang dijuluki sampah buruk rupa"ucap Shouto dengan senyum miring masih tercetak dibibirnya.
Mereka semua terkejut tentunya,tapi namanya keluarga es yah raut wajah nya datar kek nggak kaget sama sekali.
"Dia adalah mata mataku,di kerajaan Hidori,pangeran ketiga.Jelaskan selanjutnya Shouto"ucap Vezia,Shouto mengangguk patuh.
"Saya adalah Mata mata Queen Vezia,awal mula saya bertemu Queen,ketika usia Queen 9 tahun,tepatnya saya bertemu Queen di perbatasan Kerajaan Frost dan kerajaan Tenzia,saat itu saya terjebak di sana,saya dikejar oleh pembunuh bayaran atas suruhan selir ayah saya,untuk menggulingkan saya dalam perebutan tahta selanjutnya,Pangeran pertama tidak bisa menerima karena dia hanya anak seorang selir,yang menyebarkan rumor buruk tentang saya adalah Selir ayah saya,dia meracuni saya agar tak bisa berlatih QI"Shouto menjeda sejenak,menarik nafas sebentar.
"Untungnya saat itu saya di beri bantuan oleh Queen Vezia,serta dia juga memberikan pil yang membuat saya dapat menjadi pembudi daya QI,sejak saat itu saya siap menjadi mata mata Queen"Shouto berhenti menjelaskan ketika melihat Ratunya melirik dirinya.
"Jelaskan seluruh yang kau dapatkan"ucap Vezia,Shouto mengerti.
"Saya ingin memberi tahu bahwa,ayah bukan dia bukan ayah saya,maksud saya adalah Raja Fuziya berencana menggulingkan Benua Poren,alasannya karena mereka iri dengan segala pencapaian Benua Poren,terlebih kerajaan Duntler,walau dikatakan Benua Vroz benua terkuat kedua setelah Jeiron,mereka tetap merasa iri,Raja Fuziya menginginkan kedua benua tunduk di bawahnya,dan rencana pertama dirinya akan menggulingkan Benua Poren.Tapi Raja Fuziya terlalu takut karena rumor tentang Putri Vezia Sang Jenius serta orang terkuat tersebar,jadi 3 Kerajaan besar Vroz bekerja sama,dengan cara pertemuan ini mereka lakukan"jelas Shouto,wajah keluarga Vezia berubah menjadi bengis tatapan mereka penuh niat membunuh.
"Cih,pantas saja Raja Sialan itu,membatalkan pertemuan di kerajaan Denzi dan memilih di kerajaannya"ucap Harry dengan nada begitu dingin.
"Benar,mereka sudah merencanakan semuanya,mereka menyewa penyihir hitam daerah Benua Vroz yang di katakan sangat kuat"ucap Shouto.Pandangan mata mereka menjadi lebih bengis.
"Kita tidak bisa menganggap remeh penyihir hitam,mereka bisa saja bekerja sama dengan kaum Setan,terlebih kaum Setan sangat sulit di kalahkan terkecuali dia bertemu dengan kaum iblis,atau ada seseorang yang mampu mengalahkan mereka"jelas Enzi.
Vezia tiba-tiba berdiri dan berjalan ketengah tengah mereka.Dengan senyum iblis serta aura membunuh mampu membuat yang berada dalam ruangan merasa merinding bahkan auranya dapat dirasakan orang yang berada di luar.
"Paman,apa paman lupa,selain kaum Iblis,kaum Setan juga dapat dikalahkan Vampire,dan Demon,karena mereka hampir sejenis"ucap Vezia,Enzi mengangguk mengerti dirinya baru ingat.
"Jadi apa rencanamu kali ini,Baby?"tanya Lenzi.Vezia menatap mereka dengan senyum bengis dan dinginnya.
"Shouto,apa kau keberatan jika seluruh kerajaan serta benua mu kuratakan?"tanya Vezia tanpa melirik Shouto.
"Saya sangat senang jika anda melakukannya Queen,dibalik ketenaran Benua Vroz,sebenarnya ketiga kerajaan itu adalah orang orang yang bermain gelap,menyiksa rakyat,melakukan perdagangan budak,maupun organ tubuh manusia"ucap Shouto,Seluruh orang yang berada di dalam ruangan terkejut bukan main,terkecuali Vezia.
"Sepertinya akan menarik jika kita bermain terlebih dahulu,bagaimana jika kita membuat ketiga kerajaan ini,memperlihatkan wajah wajah bangga mereka"ucap Vezia dengan senyum pertanda tak baik.
"Tentu Queen,saya akan mendukung apapun itu,toh saya tidak peduli sama sekali,Raja Fuziya juga yang membunuh ibunda saya,sehingga saya hanya memiliki adik saya satu satunya di dunia,saya tidak ingin orang lain merasakan penderitaan seperti saya,akan lebih baik jika Ketiga Raja busuk itu musnah"ucap Shouto dengan tersirat nada benci dan mata penuh dendam.
"Baik,kau bisa bawa adikmu pergi sehari sebelum kehancuran mereka"ucap Vezia,Shouto mengangguk patuh.
"Kau bisa kembali"ucap Vezia,Shouto sekali lagi mengangguk menunduk hormat dan menghilang dari ruangan itu,menyisakan orang orang yang sedang tersenyum,senyuman peringatan awal kehancuran orang orang yang berani mencari masalah dengan mereka.
"Ayah besok setelah tes masuk academy ku,apa bisa aku meminta 5 Kerajaan besar berkumpul aku akan memimpin rapat,apa tidak masalah?"tanya Vezia sembari menatap matanya,Raja Lucas berjalan kearah Vezia.
"Tentu baby,apapun untukmu"ucap Raja Lucas dan mencium pipi Vezia,membuat lelaki di dalam ruangan menatap kesal Raja Lucas karena mencuri ciuman di depan mereka,Vezia dan ketiga bibi serta neneknya,hanya dapat menggeleng geleng kan kepala.
**Holla guys,aku come back,maaf yah berapa hari ini nggak up,soalnya Author lagi sibuk belajar online,lagi full ama tugas tugas,sama kesehatan author akhir akhir ini agak menurun karena pola makan sma tidur tidak teratur
Mohon dukungannya yah
terimah kasih**