Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS113(FLASHBACK)



Harap siapkan Tisu,karena mungkin setiap Scene membutuhkan air mata.Dan satu lagi pakai lagu yah,yang sedih sedih biar menghayati๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Zio sibuk berkutat dengan berkas-berkas bertumpuk di atas meja kerjanya.Dan itu semua atas perintah sang Boss sekaligus sahabat nya.


"Zio!"Baru aja dibicarain,baru juga tadi dia dari ruangannya udah nongol lagi.


"Gue masuk yah!"kalau sudah menggunakan kata Informal berarti Janie sedang santai.


"Masuk aja Jan"Janie masuk dan melihat Zio yang tengah sibuk memeriksa dokumen perusahaan nya.


"Lak*at lo Jan,kertas sebanyak ini gue sendiri yang ngerjain,gue juga butuh istirahat tahu"Celoteh Zio tanpa memandangi Janie.


Janie memutar bola mata malas,dan dengan santai duduk di sofa ruangan itu.


"Lo kan Vampire ngapain istirahat,kagak tidur 200 tahun pun lu bisa melek,udah deh bilang aja lo malas ngerjain"Zio menunjukkan cengirannya,memutuskan meninggalkan sejenak berkas berkas laknat yang sayangnya menghasilkan uang itu.


"Ada apa,tumben banget boss besar kita ini datang"ucap Zio.Janie menatap Zio sejenak,sebelum mengeluarkan sebuah map merah.


"Ini,gue mau lu urus semua perusahaan gue,baik yang indo maupun di luar negeri.Dan lo ambil alih sebagai pemimpin Mafia kita,kalau terjadi apa apa sama gue,gue mau lo bisa megang semuanya.Dan ketika waktunya lo bisa ngungkapin semua sama keluarga gue"Ucap Janie serius.Zio merasa tidak enak dengan pesan pesan Janie ini.


"Emang lo mau kemana Jan?Lo mau pergi,tapi bakal balik lagi kan?"Janie tersenyum,dan Zio bisa pastikan itu senyum tulus,dan entah firasat merasa tidak enak,seolah senyum itu adalah senyum terakhir dari sahabat tercinta nya.


"Entahlah.Gue juga gak tahu,yaudah gue pamit yah,Nyokap dah nelpon terus"Tanpa menunggu jawaban Zio,Janie berlalu keluar.


Zio mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran buruk yang menghinggapi kepalanya.


"semoga lo baik-baik aja Jan,gue gak mau lo kenapa-napa"


Zio menghembuskan napasnya,dan kembali ke meja kerja miliknya.


30 Menit dihabiskan Zio,memeriksa,menanda tangani hingga merevisi kembali berkas berkas yang tidak valid menurutnya.


Tapi pekerjaan nya harus tertunda karena gebrakan pintu dari Len.


"Zio,Janie!"Len menetralkan nafasnya.


"Ada apa Paman?"Zio merasa gelisah.


"Janie kecelakaan,mobilnya jatuh di jurang Team Sar dan polisi berusaha nyari,anak buah kita juga dah turun tangan!"Mata Zio terbelalak kaget.


Kata-kata Janie beberapa menit yang lalu masih terngiang,inikah alasannya.


"Paman jangan becanda deh,gak lucu,kalau maksud paman buat ngehibur gue,fix ini gak lucu sama sekali"Zio mencoba menyangkal.


Len menunduk dan menggelengkan kepalanya.


"Ini benar Zio"Tidak mungkin!sahabatnya tidak mungkin.


"Gue bakal nyari dia"Zio tanpa kata bergegas keluar.


Zio teleportasi langsung menggunakan batu teleport yang diberikan Janie.Belum saja Zio turun di jurang,suara tangisan Jerry terdengar olehnya.


Zio bergegas menuju kearah Jerry.Matanya membola menatap jasad yang tengah di pangkuan Jerry.


"Ini mimpi pasti mimpi!"Zio merasa dunia nya berhenti,sahabatnya terbaring pucat.


"Kenapa,kenapa bisa terjadi,padahal Janie punya kekuatan"Zio bergegas mendekati Jerry.


"Janie,Janie bangun woy kagak lucu,mending lu jadi gunung es aja deh dari pada ngelawak,sumpah lawakan lu gak lucu sama sekali!"Zio mengguncang tubuh Janie yang kini dipangkuannya.Jerry masih menggenggam tangan Janie.


"Please lah Jan,ini gak lucu sama sekali,please hiks..Janie gue gak suka,candaan lu gak lucu sama sekali.Janie bangun.Lo udah janji sama gue,mana janji sahabat kita dulu hah,mana janji katanya kita bakalan naklukin dunia bersama-sama..hiks gue gak ikhlas gue gak bakal biarin lo pergi"Zio memeluk tubuh tak berdaya Janie.


"Janie sayang bangun dek,masa kamu tinggalin kakak ama Zio sih"Jerry mengecup tangan dingin adiknya.Jerry memang sudah mengenal Zio sebagai sahabat Janie dan juga sudah menjadi sahabatnya.


"Please bangun sayang,kakak gak mau kamu pergi.hiks...bangun yah...bangun sayang...hiks...kakak janji turutin kemauan kamu.Kamu mau apa kakak bakalan kasih,kamu mau nyawa kakak pun kakak kasih,asal kamu bangun yah"Nihil mata Janie tak kunjung terbuka.


"Jerry,Zio,lepaskan adik kalian dia harus di kremasi!"suara Tn.Asgr membuat Zio dan Jerry beralih.


"TIDAK!JANIE KAMI MASIH HIDUP!"secara serempak Zio dan Jerry menolak.Len yang melihat dari kejauhan ikut menangis.


"Lay maafin gue,gue gak bisa jaga anak kesayangan lo,gue minta maaf!"Lirih Len,tanpa dicegah lagi air matanya ikut turun.


"Janie please bangun,gue bakal nurutin mau lo,please gue bakal ngurus semua berkas berkas itu,lo boleh nyantai,lo boleh nyuruh gue apapun.Asal lo bangun please gue gak mau ditinggal sendiri lagi,gue cuma punya lo,please hiks...please..bangun..hiks...bangun yah dek..kakak mohon bangun..hiks...masa kamu tega tinggalin kak Jerry sama kakak sih..hiks...tega banget sih,biasanya juga gak bakalan tega gini...bangun yah dek..."Anggota White Devil ikut menangis melihat wakil ketua mereka menangis,terlebih melihat ketua mereka sudah pergi meninggalkan mereka.


Mereka mendekati Janie beserta dua lelaki yang tengah menangis itu.


"Ketua bangun ketua,kami akan jadi anggota yang patuh.Ketua ingin kami sukses kan,kami akan berusaha,kami mohon ketua,kami masih butuh bimbingan ketua!"Anggota White devil terduduk,25 orang itu terduduk di depan mayat Ketua mereka,malaikat tak bersayap mereka.


Bagi mereka Janie itu malaikat.Banyak yang menjauhi Janie karena karakter nya dingin.Tapi dibalik itu anggota nya sudah melihat sisi baik Janie.Janie memperlakukan mereka layaknya keluarga.Janie itu sebenarnya akan sangat terbuka dan lucu jika sudah dekat dengan orang.


"*Kalian semua mau jalan jalan tidak?"tanya Janie pada anggota anggotanya*.


"Mau Ketua!"


"Oke,besok kita berangkat ke hawai,semua biaya saya tanggung.Kita bakal Have Fun,tugas memasak akan diserahkan pada Zio!"Semua anggotanya bersoraknya kecuali Zio.


"Lah kok gue sih,gak adil itu woy,gak bisa gini"protes Zio.


Janie mengejek Zio.


"Lah siapa suruh lo ngabisin semua cemilan dilemari hah,sebagai gantinya yah harus lu yang masak,gimana semua setuju gak?"Janie melirik anggota lainnya.


"Setuju ketua,waketu harus masak!"Zio terpaksa menuruti.


Kenangan-kenangan menyenangkan mereka berputar dikepala mereka.Bagi mereka waktu yang dihabiskan bersama Janie itu sangat berharga.


"Lo lihatkan Jan,bahkan anggota kita nggak mau lo pergi,please bangun Jan..."Zio tak bisa menahan lagi,masa bodo dengan image nya,Zio menangis keras memeluk tubuh Janie.


"Ketua kami..mohon ketua bangun!"suara ke 25 orang itu tidak membantu sama sekali.


Len ikut mendekat.Dirinya berdiri disisi kepala Janie.


"Janie kecil bangun nak,Paman tidak ingin membuat Ayah angkat mu itu marah karena tak bisa menjagamu,bangun yah..paman mohon bangun"Len menitikan air matanya.Apa yang harus dia katakan kepada Lay ketika dia datang dimimpinya nanti.


"Jan,bangun gue harus ngomong apa sama anggota kita yang lain.Masa lo mau buat anak buah kita di seluruh dunia menangis sih..please bangun..hiks..bangun Jan,gue gak bisa ngadapin mereka kalau lo gak ada,gue harus jawab apa kalau anggota kita nanya keberadaan lo,kalau gue jujur nanti mereka ngamuk,Jan bangun lo itu malaikat mereka,masa malaikat pergi sih,bangun..hiks..gue mohon"Zio tak berhenti menangis,meracau kata kata yang tak bereaksi sama sekali untuk Janie.


"Bangun dek,kakak mohon bangun..kakak gak biss hidup tanpa adek.hiks...bangun dek..."Jerry menempelkan dahi ke sisi pelipis Janie,begitupun Zio yang menempel disisi lainnya.


Kedua pemuda itu menangis,wajah Janie sudah dipenuhi air mata mereka berdua.Hujan yang sedari tadi mengguyur hanya mereka abaikan.


"GAK ADIL,INI SEMUA GAK ADIL,GUE MAU ADEK GUE KEMBALI,JANIE KEMBALI PLEASE GUE GAK IKHLAS!"Zio kembali mengangkat kepalanya dan berteriak di depan wajah Janie yang pucat pasi.


Jerry tak kuat mengeluarkan suaranya.Matanya menelusuri wajah adiknya,dengan jari nya yang memainkan rambut adiknya.


"Hehehe,kamu gak mau kan kelinci kesayangan kamu kakak panggang,makanya bangun ayo.Kakak bakal makan,makanan kesukaan kamu.Terus kakak bakal ikut main sama kamu.Apa lagi yah,oh iya,katanya kamu mau kakak masuk universitas kesukaan kamu kan,yaudah kita daftar sekarang aja gimana!"Ucap Jerry setelah lama diam.Kedua orang tua Janie dan Jerry.Menatap Jerry sakit,Jerry seperti orang yang kehilangan kawarasannya.


"Zio,Jerry kalian harus ikhlas,bagaimana Janie akan bahagia jika melihat kalian begini.Sekarang biarkan mayat Janie diurus dulu!"Zio tak mampu bergerak,tubuhnya terasa lemas.Matanya masih menurunkan sebuah tetesan tetesan air yang tidak akan pernah berhenti sama sekali.


"Nggak gue gak mau adek gue harus pulang bareng gue,lepas woy anjing lepasin adek gue!"Jerry berontak kala dipisahkan dengan mayat adiknya.


Zio menahan tangan seorang polisi yang akan menaruh Janie kesebuah Peti.


Mata Zio berubah dingin..


"Lepasin tangan lo dari tubuh adek gue.Adek gue gak mati,dia gak mungkin ninggalin gue dan Jerry!"Len menggeleng,Zio sedang terpuruk jelas mengganggu pola pikirnya.


"Dokter bisa bius Jerry!"Dokter yang kebetulan ikut itu membius Jerry,sedangkan Len membius Zio menggunakan suntik khusus,dirinya tahu jika Zio itu Vampire,dirinya sudah antisipasi dari Janie meminta suntik khusus untuk Zio kalau kalau dia lepas kendali.


"Bawa mereka kedalam mobil saya.Dan untuk putri saya bawa kemobil saya yang satunya lagi!"ucap Tn.Asgr.


Len beralih menatap 25 anggota White Devil yang memandang kosong peti tempat Janie.


"Lihatlah Janie,betapa mereka menyayangi mu,bahkan kepergianmu mampu membuat mereka begini!"sekali lagi Len menitikan air matanya.


"Hubungi anggota yang lain,serta yang tersebar di daerah luar,malam ini mereka berangkat,kita harus mempersiapkan pemakaman Ketua.Semua harus hadir tanpa kecuali,satu lagi katakan pada mereka jangan ada yang berulah karena kabar kematian Ketua,mereka harus tenang,atau Ketua tidak akan senang melihat mereka dalam keadaan kacau begitupun kalian!"ucap Len,yang hanya diangguki salah satu orang disana.


Kedua orang tua Janie bingung,sebenarnya siapa Putrinya mengapa begitu banyak orang yang menghormatinya.Hingga kematiannya membawa dampak begitu besar bagi orang orang yang sangat berpengaruh ini.


**Like..Coment...Vote..


masih ada flashback lain,tapi ini Author nulisnya ngebut karena Author dapat Wifi doang.Jadi ngebut,sebrnnya author mau satu paket habisin semua tapu yah gitu**..