Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS77



Vezia serta kelima kakaknya berjalan menuyusuri academy,langkah kaki berikutnya tertahan di karenakan suara Felly.Vezia berbalik menatap datar ke arah Felly yang diikuti Randy,serta Astesia di belakangnya.


Tuk...


Vezia menyentil dahi Felly ketika sudah berada dihadapannya membuat Felly cemberut sembari mengelua dahinya.


"Kau seorang putri kak Felly,bersikaplah selayaknya putri"ucap Vezia datar."


"Ish iya iya,kau sama saja dengan kak Stefina"gerutu Felly membuang muka ke samping.


"Ck.kekanak-kanakan,kau lebih tua dariku,tapi lihatlah sikap mu ini,aku ragu umur mu 14 tahun"ucap Vezia remeh,Felly meloto kesal ke arah Vezia.


"Yak.Aku ini 14 tahun"ucap Felly kesal.


"Benarkah,buktinya sikapmu masih kekanak-kanakkan,ingat kak Felly aku tidak melarangmu bersikap seperti itu,tapi kau juga harus tahu kapan bersikap dewasa,jika kau terus bersikap seperti ini,kau akan selalu dipandang remeh seseorang"ucap Vezia dingin,matanya menatap kearah bawah menatap tajam mata Felly,yang memandang takut dirinya.


"Iya aku paham,tapi bolehkan aku bersikap selayaknya jika bersamamu"ucap Felly dengan mata Puppynya.Vezia mengangguk singkat,membuat Felly tersenyum senang.


"Yosh,ayo ku ajak berkeliling"ucap Felly dan menyeret Vezia melupakan keberadaan kakak Vezia.


"Ehem"dehem ketujuh orang itu.


Felly tersadar dan tersenyum malu.


"Maaf"ucap Felly.Mereka mengangguk.


"Ayo kak"ucap Vezia.Felly,Vezia,dan Astesia berjalan di depan,sedangkan dibelakang ada kelima kakak Vezia serta Randy,jujur saja jika boleh Randy ingin berjalan bersama Felly dan yang lainnya,bagaimana tidak sedari tadi kelima orang Over Vezia tak pernah lepas memandangnya dengan tatapan seakan ingin menguliti dirinya.


"Apa kau benar-benar menyukai adikku?"pertanyaan tiba-tiba yang meluncur dari bibir Varrel membuat Randy terkejut.


"Ti..tidak,aku tidak menyukainya"ucap Randy awalnya terbata setelah itu kembali kemode dingin.


"Kau tidak bisa berbohong pangeran,aku jelas melihat pandangan mu sangat berbeda memandang adik kami"kali ini Alvin yang berbicara.


Randy terdiam tak tahu harus menjawab apa,untuk pertama kalinya otak cerdasnya tak bekerja,tangannya berkeringat dingin,seolah sedang diintrogasi mengenai dirinya yang ketahuan melakukan tindak kejahatan.


"Ku peringatkan Pangeran Randy,buang jauh-jauh perasaanmu itu pada adikku,sebab kami tak akan melepaskannya,jika itupun dia mau kami akan mengetes apakah dirimu layak atau tidak untuk menjadi pendampingnya kelak"ucap Zero dingin.Mereka berlima menatap Randy yang masih terdiam.


"Bagaimana jika aku mengatakan aku bukan hanya menyukainya tapi mencintainya,dan aku tak akan pernah membuang perasaanku dan berjuang mendapatkan Vezia,kecuali dialah yang meminta berhenti"ucap Randy dengan pandangan menantang.


Kelima kakak Vezia mengepalkan tangan erat.Ingin rasanya mereka memukul wajah tampan namun dingin dihadapan mereka ini.


"Cih,jangan harap kau bisa mendapatkan Vezia,jikapun terjadi berarti kau siap memasuki kehidupan layaknya neraka"ucap Varrel sinis dan berlalu diikuti yang lainnya meninggalkan Randy yang terdiam dengan wajah masam.


Jarak Vezia dan keenam laki-laki itu sudah jauh tetapi dirinya masih dapat mendengar percakapan mereka berkat pendengaran tajam miliknya.Vezia menghela napas pasrah inilah alasannya kenapa dirinya sangat tidak mau berurusan dengan lelaki lain selain lelaki dikeluarganya.


Dan juga dirinya tidak mau menyakiti Randy,karena sampai saat ini dirinya masih belum bisa membalas perasaan Randy,dia tidak bodoh sejak bertemu di ulang tahun Vezia umur 3 tahun dia menyadari tatapan Randy,walaupun saat itu Randy terbilang masih kecil,tapi pikirannya sangat dewasa.Puncak perasaan Randy bertambah seiring berjalan nya tahun ke tahun,dia tidak bodoh dia peka dengan perasaan Randy,mulai dari cara serta segala perhatian yang Randy berikan jika mereka sedang berdua.


Dan juga sampai saat ini Hati Vezia masih beku untuk masalah percintaan,dirinya tidak mau terlibat dengan hal semacam itu,dia hanya mau fokus dengan keluarga serta jalan takdir yang akan ditempuhnya.Hatinya seolah mati rasa mengenai cinta.Dulu hanya sekali dirinya merasakan suka kepada lelaki tapi itu sebatas suka karena kagum bukan hal lainnya,hatinya hanya mencintai keluarganya baik yang dulu maupun sekarang.


"Vezia!"sentak Felly membuat Vezia terkejut tapi dengan cepat kembali datar.


"Ck.kau ini kenapa,sedari tadi melamun?"tanya Felly kesal.


"Hn!"gumam Vezia,membuat Felly mendengus kesal.


"Sudahlah memang susah berbicara dengan gunung es sepertimu"ucap Felly,Vezia hanya mengacuhkannya dan berjalan kedepan.


"Zizi sayang!"ucap Varrel ketika sudah didekat Vezia.


"Hn!"gumam Vezia dan berbalik menatap Varrel.


"Sudah saat nya kita pulang,kata paman tesnya akan di adakan 3 hari lagi"ucap Varrel.Vezia mengangguk.


"Ya sudah,ayo kita pulang,aku takut ayah tidak akan bisa makan tanpa ada dirimu"ucap Varrel,Vezia baru mengingat jika ayahnya itu akan sulit untuk makan jika dirinya tidak ada.


Vezia hanya mengangguk.


-


-


-


-


Mereka telah sampai di kerajaan tepat sekali saat ini makan siang,mereka pulang bersamaan dengan pulangnya Randy,Astesia,dan juga Felly,jadi kelima kerajaan akan makan siang bersama.


Vezia berjalan ke arah kamar ayahnya,tanpa babibu lagi dirinya membuka pintu kamar sang ayah.Membuat Raja Lucas yang sedang fokus dengan kertas kertas menumpuk itu mengalihkan pandangannya.Matanya berubah menjadi lembut.


"Ayah,ayo sudah saatnya makan siang"ucap Vezia,Raja Lucas mengangguk dan berjalan menuju putri kecilnya dan mengangkat dan membawa kegendongannya.Vezia hanya mengikut saja sudah biasa baginya,walaupun dirinya sudah besar dia selalu di perlakukan seperti anak kecil yang kadang membuat Vezia kesal.


"Ayah bagaimana jika ada seseorang yang menyukaiku?"tanya Vezia,membuat Raja Lucas berhenti melangkah serta Zero dan Jeno juga ikut berhenti,sedari tadi Zero dan Jeno mengikuti Vezia.


"Ayah akan menyiksanya"ucap Raja Lucas santai namun terkesan menakutkan.


"Jika aku menyukainya?"tanya Vezia lagi,kali ini Raja Lucas memandang tajam dirinya membuat Vezia meneguk ludah kasar.


"Aku akan membunuhnya tapi sebelum itu akan kubuat dia merasakan apa namanya neraka dunia,karena telah berani menyukai dan membuat permata kecilku menyukai dirinya,ingat Zizi perjanjian yang kita buat,kau dilarang berdekatan dengan laki laki lain,apalagi sampai menyukainya,kau hanya milik kerajaan Duntler dan Fioska,dan kau hanya boleh menyukai dan mencintai kami"ucap Raja Lucas dengan suara dingin penuh penekanan,pandangan matanya terkesan terobsesi,dan sangat over protective dan posesif terhadap Vezia.


Vezia mengangguk mengerti dan merutuki dirinya menanyakan hal hal semacam itu membuat suasana menjadi mencekam,dirinya hanya bisa berdoa jangan sampai laki-laki yang dia sukai(jika itu terjadi)atau laki laki yang menyukai nya tidak ketahuan oleh ayahnya,dan keluarganya jika tidak dia tidak tahu bagaimana nasibnya,sepertinya memang harus melakukan perjuangan yang ekstra.


Zero dan Jeno yang sedari tadi mendengar tersenyum miring,mereka memang selalu mengikuti perintah Vezia tapi mereka akan ikut andil dalam hal yang diucapkan Raja Lucas,begitupun dua hewan pendamping Vezia.


**Holla guys,maaf baru up,akhir akhir ini sibuk karena author sibuk buat beljr online.


jangan lupa dukungannya yah.😁😘**