Reborn In The Kingdom Of The Past

Reborn In The Kingdom Of The Past
MS80



Vezia bersiap-siap untuk ke academy melakukan tes,sekaligus memilih guru selain memilih guru ada juga beberapa Petua di Academy Lights akan mengambil murid khusus itu jika Para Petua tertarik.Selama berdirinya Academy sangat jarang mereka mengambil murid,sejauh ini hanya 6 orang Randy,dan ke 5 kakak Vezia,sayangnya kakak-kakak Vezia telah lulus,bisa jadi Vezia akan menggantikan tempat Kakak kakaknya.Ada satu Petua yang sangat ingin para murid menjadi muridnya,tapi sayang Petua itu tidak tertarik,bahkan untuk ke 5 kakak Vezia.


Memikirkan tentang itu semua Vezia tidak peduli,yang terpenting dia dapat masuk ke Academy.


"Putri apa Putri sudah siap?"ucap Jeno di luar kamar Vezia.


"Sudah Kak"ucap Vezia dan berjalan keluar.


"Kita ketempat kakak-kakak ku dulu"ucap Vezia,Zero dan Jeno hanya mengangguk.


Vezia berjalan kearah tempat kakak-kakaknya berlatih.Melihat kedatangan Vezia mereka secara serempak berhenti berlatih.


"Kamu mau ke academy dek?"tanya Lenzi.


"Iya kak,kalian tidak perlu ikut,siang nanti ketika pengadaan rapat kalian berlima ikut,ada beberapa hal yang harus kalian lakukan,dan juga Kak Arvin dan Kak Alvin,kalian harus menyelesaikan tugas itu secepatnya"ucap Vezia,mereka mengangguk patuh.


Mereka berlima mengecup dahi Vezia secara bergantian.


"Kalau gitu Zizi pergi dulu,bye kak"ucap Vezia.


"Hati-hati!"ucap mereka Vezia mengangguk dan berjalan menjauh.


Lenzi menghadap kebeberapa penjaga bayangan yang berkumpul.


"Jaga dia baik-baik,jangan biarkan siapapun menganggunya,terlebih melukainya jika tidak kalian semua akan mati"ucap Lenzi dingin,ingatlah sosok Pangeran Duntler akan menjadi iblis kepada siapapun yang mengganggu adik adiknya.Dia tidak peduli nyawa siapapun yang melayang asalkan adiknya bahagia.


"Mengerti Yang Mulia Putra Mahkota"ucap mereka dan menghilang memulai misi menjaga Permata Kerajaan Duntler dan Fioska.


-


-


-


-


Vezia duduk dengan tenang di dalam kereta,di depannya ada Zero dan Jeno yang tidak mengalihkan perhatian sama sekali dari wajah imut baby face Vezia.


Vezia membiarkan saja,dirinya asik memakan Permen Karet rasa Stroberry,sesekali membuat balon dari permen karet itu,jauh memang dari kata Putri yang anggun.Tanggapan Vezia bodo amat,hidup hidup saya kok situ yang ngatur(Eh si ibu ngegas ae bu bu).


Vezia menyodorkan beberapa coklat dan Po*ky kepada Zero dan Jeno.Zero dan Jeno hanya mengambil Po*ky saja itu menjadi cemilan Favorit mereka.


Vezia membuka jendela keretanya,dirinya bersiul itu adalah sinyal untuk para penjaga bayangan mendekat.Salah satu dari penjaga bayangan mendekat dan masuk kedalam kereta atas perintah Vezia.


Vezia memberikan beberapa cincin ruang,yang berisi beberapa koin nggak banyak sih bagi Vezia hanya 200 koin emas,dan terdapat beberapa cemilan di dalamnya.


"Bagikan itu kepada penjaga bayangan yang ikut,disitu ada 200 koin emas,dan beberapa cemilan agar kalian tidak bosan,apa itu cukup?"tanya Vezia,ketua penjaga bayangan menganga dengan tidak elitnya.


Bagi mereka itu sudah lebih dari cukup,bahkan dengan koin sebanyak itu mereka bisa berhenti bekerja,tapi sayang kesetiaan tetap ada.Dan lihatlah wajah putri mereka bertanya dengan santai seolah 200 koin emas hanya lah beberapa dari Koin perak.


"Terimah kasih putri ini sudah lebih dari cukup."ucap nya dan menunduk hormat.


"Owh iya,di setiap cincin ada ramuan ramuan tingkat menengah,gunakan dengan baik"ucap Vezia,penjaga bayangan itu mengangguk,dirinya merasa senang memiliki majikan seperti Vezia.Penjaga bayangan itu segera menghilang setelah memberi hormat.


Sedari tadi Zero dan Jeno hanya mengamati,mereka tersenyum melihat kebaikan Vezia.


"Adik kecil kita ini sudah sangat dewasa rupanya"ucap Zero,Vezia menatap mereka berdua dan tersenyum.


"Tenang kak,aku akan tetap menjadi gadis kecil bagi kalian dan dua keluargaku"ucap Vezia,Zero dan Jeno tersenyum dan mengelus sayang kepala Vezia.


"Zoy!"telepati Vezia.


"Yes,Queen?"


"Malam ini temui aku di dalam kamarku,ajak Zen beserta Zio,ada beberapa hal yang harus kalian lakukan,untuk urusan markas,serahkan kepada Shouto,dan Istana serahkan kepada Demon yang aku perintahkan"ucap Vezia.


"Baik Queen"ucap Zoy.


-


-


-


-


Bisa Vezia lihat di depan pintu masuk gedung Academy ada Felly,Astesia serta Randy yang menunggunya.


"Hai Vezia!"ucap Felly dan berlari memeluk Vezia mengacuhkan tatapan murid lainnya yang menatap aneh kearah nya.


Vezia geleng geleng kepala melihat kelakuan Felly.


"Kak Felly!"suara dingin milik Vezia membuatnya tersadar dan melepas pelukannya.Tersenyum malu dan meminta maaf.Vezia hanya menatap dirinya dan mengusap kepala Felly.


"Lain kali jangan di ulangi,kita berada di luar Istana sekarang"ucap Vezia,Felly mengangguk patuh.


"Mau ku antar keruang tes,tes nya tidak lama lagi akan dimulai,kebetulan kami yang berada di tingkat senior akan ikut melihat acaranya"ucap Felly,Vezia hanya mengangguk.Matanya beralih kearah Randy yang terang terangan menatap nya,dan beralih menatap Astesia.


"Selamat pagi kak Randy,kak Stesi"sapa Vezia walau terdengar datar.


"Pagi Vezia"ucap mereka berdua.


"Mari dek,bentar lagi tesnya udah mau mulai"ucap Astesia,Vezia mengangguk dan berjalan diikuti Zero dan Jeno yang setia dengan tampang datarnya.


-


-


-


-


Disisi Lain jauh dari Benua Poren.


Pemuda berambut Jingga dengan mata merah Redblood,serta pemuda lainnya yang berambut coklat dan memiliki mata hijau,dari mata saja kita bisa melihat dua perbedaan pangkat mereka,mata Redblood Seorang anggota kerajaan Vampir dan yang memiliki mata hijau adalah anggota bangsawan Vampir tingkat rendah tetapi karena keberuntungannya dirinya bisa menjadi tangan kanan dari orang disebelahnya,serta menjadi sahabatnya.


"Bagaimana,apa kita akan keluar dari Istana?"tanya Pemuda berambut coklat,menatap pemuda berwajah tembok di sebelahnya.


"Kita akan ke Benua Vroz Roy,aku tidak akan sepenuhnya meninggalkan tahtaku,karena itu pesan Ibunda untukku"ucap Pemuda berambut Jingga,dia adalah Senna,sang Putra Mahkota kerajaan Veun.


"Kau yakin Senna,bukankah selama ini kau selalu menolak"ucap Roy menatap sahabatnya ini.


"Entahlah,aku sepenuhnya belum yakin,tapi kurasa aku harus mengambil akih kerajaan ini,tapi pertama kita harus mencari keberadaan gadisku terlebih dahulu"ucap Senna,Roy menghela napas mendengar kalimat terakhir Senna.


"Kau yakin dia ada di dunia ini?"tanya Roy.


"Aku yakin dia ada disini,kita akan menjelajahi seisi benua,bagaimanapun aku harus mendapatkannya kembali,aku akan menjadikannya satu satunya Ratuku,dan hanya milikku"ucap Senna pandangan matanya menjadi lebih dingin.


Roy hanya menghela napas mendengar keegoisan sahabatnya itu.


"Kau harus berpikir Senna,bagaimana jika dia tidak mengenalimu,dan walaupun iya jika dia tidak mau apa yang akan kau lakukan?"tanya Roy,Roy tahu sahabatnya ini sangat egois,apalagi menyangkut Gadisnya.


"Aku tidak peduli akan kubuat dia mengenaliku,jika dia menolakku,aku akan membawanya secara paksa dan mengurungnya"ucap Senna,matanya menatap Roy tajam.


"Kau egois Senna,kau tidak memikirkan bagaimna kedepannya"ucap Roy yak habis pikir dengan jalan Pikiran Senna.


"Kau tahu betul mengenai diriku Roy,apapun yang ku klaim sebagai milikku harus menjadi milikku,aku tidak peduli bahkan jika untuk menghancurkan satu negara untuk mendapatkannya akan kulakukan"ucap Senna pandangan matanya menatap jauh kedalan hutan gelap yang tak memiliki tanda tanda kehidupan sama sekali.


"Terserah sajalah,tapi kuharap keegoisan mu ini tidak membuatnya menjauhimu"ucap Roy dan menghilang meninggalkan Senna yang terdiam dengan segala pikiran berkecamuk memikirkan kata kata Roy,tapi sayang egonya tetap menang.


"Akan kulakukan apapun untukmu mendapatkanmu kembali gadisku,jikapun menolak,aku akan memaksamu,Tunggu aku


Janieku"


Wajah nya yang dingin menujukkan smirk mengerikan membuatnya,terlihat tampan dan menakutkan secara bersamaan.


**Holla guys i'm comeback.


mohon dukungannya yah,thank you😉😘**