
Hari ini empat kerajaan akan melakukan perjalanan menuju ke kerajaan Fioska,dikarenakan Kerajaan Frost dan Tenzia yang masih menetap dikerajaan Duntler mereka jadinya berangkat bersamaan,sedangkan kerajaan Denzi berangkat dari kerajaan nya sendiri.
Sepanjang jalan Vezia hanya diam di dalam kereta,awalnya tenang,tapi ketenangan itu hilang di karenakan kelima kakaknya ini sedari tadi ribut.
"Haish..kalian ini bisa diam tidak"ucap Vezia kesal.
"Heheh maaf Zizi!"ucap mereka senyum senyum tak bersalah.Vezia memutar bola mata jengah melihat.
"Jika begini lebih baik aku pindah ke kereta Ayah!"ucap Vezia,mereka semua memandang dirinya.
Lenzi langsung saja menariknya dan memangkunya.
"Kamu dilarang keluar dari kereta ini"ucap Lenzi datar,dan memeluk Vezia dari belakang.
"Ya habisnya sih,kakak pada ribut"gerutu Vezia dengan wajah tertekuk.
"Hehehe iya deh kami nggak bakalan ribut lagi!"ucap mereka serempak,Vezia mengangguk,dirinya bersandar di dada Lenzi yang masih memeluk dirinya.Tanpa sadar dirinya sudah tertidur membuat kakak-kakaknya terus memperhatikannya seolah dialah yang paling menarik dilihat.
"Lucunya!"gumam mereka melihat Vezia yang tertidur dengna dengkuran halus yang keluar dari bibirnya.
-
-
-
-
Setelah menempuh perjalanan setidaknya 5 jam lamanya akhirnya mereka sampai,mereka semua sudah di sambut dengan banyaknya para pelayan.
Di kereta Vezia dan kelima kakaknya mereka paling lama keluar sehingga membuat Raja Lucas menghampiri mereka.
"Ada apa?"tanya Raja Lucas dingin dan menatap mereka.
"Zizi tertidur ayah!"ucap Varrel berbisik takut membangunkan sang adik.
Raja Lucas menatap Vezia yang tertidur di pangkuan Lenzi.Dirinya mengambil alih Vezia ke dalam gendongannya,dan berjalan diikuti kelima pangeran,ketika mereka akan memberi hormat,kelima pangeran sudah lebih dulu mengatakan untuk diam.Jadilah keheningan di sekitar mereka.
"Jangan ada yang mengeluarkan suara,telinganya sangat sensitif dengan suara walaupun sedang tertidur,dia mudah bangun,jika kalian tidak ingin mati,jangan membuat dia terbangun!"ucap Raja Lucas dengan pelan namun dapat di dengar akibat keheningan yang terjadi,Mereka mengangguk mengerti.
"Pelayan antar masing-masing anggota kerajaan menuju kamar yang sudah di sediakan"ucap Raja Erland.Para pelayan mengangguk mengerti.
Ronald berjalan menghampiri Raja Lucas dan membisikkan sesuatu.Raja Lucas sesaat mengangguk.
"Kalian tetap disini,sambutlah kedatangan Kerajaan Denzi sebentar lagi mereka akan sampai,aku ingin mengantar putriku kekamarnya,sampaikan salam ku kepada mereka"Ucap Raja Lucas masih tetap dingin,kepada kerajaan lain yang hendak pergi,mereka mengangguk mengerti.
Raja Lucas berjalan memasuki istana diikuti Ronald,Zero,dan Jeno.Sedangkan yang lainnya menunggu kerajaan Denzi tiba.
Akhirnya kereta kerajaan Denzi memasuki halaman kerajaan Fioska.Mereka di sambut dengan baik.
"Dimana Raja Lucas?"tanya Raja Denzi menatap tidak ada nya keberadaan Raja Lucas,serta Putri Vezia.
"Dia sedang mengantar Putri Vezia,mohon maaf dia tidak bisa menyambut anda sebab,kami tidak bisa membangunkan Putri,jika dia terbangun bisa jadi kerajaan ku akan hancur"ucap Raja Erland santai,tapi bagi mereka yang baru mendengar menganga dengan tidak elit serta kebingungan yang jelas tergambar.
"Adik kecil kami,paling tidak suka dibangunkan terlebih terbangun karena teriakan,dia akan mau dibangunkan jika itu memang ada hal yang penting,terlepas dari itu siap-siap kalian mati jika dia terbangun karena hal tidak penting"ucap Arvin,walau terdengar Arvin mengatakan dengan nada santai dan biasa tapi bagi mereka itu sangat mengerikan.
Mereka semua mengikuti pelayan yang akan membawa mereka ke kamar yang sudah di sediakan.
-
-
-
-
Raja Lucas membaringkan Vezia dengan hati-hati.Dirinya sudah mengatakan kepada tangan kanannya,serta kedua Ksatria putrinya untuk berjaga diluar,malam ini dia akan tidur dengan putrinya.
Raja Lucas masih tetap diam,menatap wajah damai Putrinya.Matanya beralih menatap ke arah lain dan melamun kan sesuatu,tapi lamunan nya terganggu karena suara erangan kecil dari Putrinya.
"Udah bangun?"tanya Raja Lucas menatap lembut Putrinya.
"Eh Ayah!"ucap Vezia dengan suara serak,dan terkejut sebab baru memperhatikan ternyata ayahnya ada di dekatnya.Raja Lucas tersenyum lembut,dan lagi-lagi menatap dalam wajah putrinya.
"Ayah,ayah kenapa,akhir-akhir ini ayah terlihat sedang memikirkan sesuatu?"tanya Vezia menatap ekspresi wajah ayahnya.
"Ayah baik-baik saja sayang"ucap Raja Lucas lembut,tapi Vezia tahu jika ayahnya itu berbohong.
"Ayah bohong!"ucap Vezia dengan ekspresi marahnya.Raja Lucas menghela napas dia sama sekali tidak bisa membohongi putrinya.
"Ayah mendapat kan surat ancaman lagi sama seperti surat yang dulu dikirim ketika kamu masih berusia 3 tahun,ayah hanya takut kehilangan kamu Zizi"ucap Raja Lucas dengan wajah sedihnya.
Vezia menatap lama wajah ayahnya,tangannya terangkat dan mengelus lembut pipi ayahnya.
"Ayah,aku percaya kalian bisa menjaga ku ayah,aku yakin dia bahkan tidak akan bisa menyentuhku sama sekali"ucap Vezia dan masih tetap menatap ayahnya.
Raja Lucas mengangguk mengiyakan,dan kembali menarik Vezia memeluk Putrinya dengan erat.
-
-
-
-
Acara perayaan perdamaian antara empat kerajaan dan Kerajaan Denzi akan dilakukan pagi ini,membuat seluruh pelayan sibuk mondar-mandir.
Vezia yang diikuti kedua ksatrianya berjalan menuju ke arah aula,di depannya tepat sekali ada kelima kakaknya yang baru saja akan menjemput dirinya.
Mereka terpukau dengan kecantikan Vezia.
"Selamat pagi kakak"sapa Vezia dan memberikan mereka kecupan yang sudah rutin dilakukan tiap pagi.
"Selamat pagi Zizi"ucap mereka membalas kecupan Vezia.
Lenzi dan Varrel mengenggam tangan Vezia dan berjalan disamping mereka ada Arvin,Alvin dan Keyvino,sedangkan dibelakang ada Zero dan Jeno.
"Zio!"telepati Vezia.
"Ada apa Queen?"
"Kau sudah melakukan apa yang kuminta kan?"tanya Vezia.
"Yes,Queen,Zen dan Zoy saat ini sedang berada di lembah api hitam beserta pasukan Vampir,Demon,dan Iblis yang ada"jawab Zio.
"Lalu kau ada dimana?"tanya Vezia.
"Saya selalu memantau anda Queen,saya tidak bisa meninggalkan anda,karena misi utama saya adalah menjaga keselamatan anda"jawab Zio,Vezia menghela napas.
"Kau seharusnya tidak perlu menjagaku,aku memiliki dua Ksatria.Tapi kali ini aku ingin meminta bantuan mu,aku merasakan adanya Vampir lain kecuali diriku disini,cari tahu siapa mereka"ucap Vezia dingin.
"Tentu Queen,saya akan menyamar sebagai salah satu tamu pesta,tapi saya minta maaf sebelumnya Queen,jika ada hal yang terjadi saya tidak bisa menahan diri jika menyangkut dengan anda"ucap Zio yang nada nya seketika berubah dingin.Vezia tersenyum dalam hatinya.
"Aku mengerti,lakukan apapun yang menurut mu benar,tapi kuharap kau berhati-hati jangan sampai kau terluka"ucap Vezia,Zio tersenyum lembut dari jauh memperhatikan Ratu nya itu.
"Tentu My Queen"ucapnya dengan senyum senang.
Holla Guys...
Jangan Lupa Yah😉