Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Tantangan tersulit.



Episode 97


Sato tampak melihat berbagai relief dan tulisan. Tentang bagaimana memanfaatkan karma itu. Lalu, dia pun berlatih tentang sesuatu. Yaitu ...


 


“Kekuatan Karma bisa dikeluarkan setengah dan disimpan sebagian untuk keperluan lain, seperti menyerang dan bertahan setelah ‘penghapusan” ujar Sato membaca suatu teori di sana.


 


“Baiklah, aku akan berjuang!” teriaknya.


 


“Pertama, adalah jaga fokus dan pernafasan,” ucapnya dan berpose seperti patung yang bertuliskan informasi tersebut. Lalu, mengayun-ayunkan tangannya di sana.


 


Semuanya juga menemujan hal lain. Lalu, mencatatnya.


 


Kemudian, mereka melihat Sato berlatih.


 


“Woah, gercepnya ....” pendapat Sayugo.


 


Huft!


 


Sato masih berlatih.


 


“Sekarang adalah latihan imajinasi! Bayangkan kau berada di padang rumput, ada kuda yang sedang merumput. Lalu kau harus melakukan ini ini dan itu,” ucap Sato.


 


Dia pun mulai melakukan itu.


 


Huuuft huuuft huffft!


 


Terus berlatih hingga malam tiba. Saat sudah malam. Mereka pun sepertinya akan beristirahat. Sebelumnya mereka sepertinya harus dapatkan makanan.


 


Tampak, Sayugo coba ke sebuah desa untuk mencari makanan.


 


Sato tak ikut karena dia fokus berlatih imajinasinya itu. Dilanjutkan dengan latihan pernafasan lagi.


 


Huuuft guuuft huffft!


 


Lanjut dan terus lanjut.


 


Sayugo lalu kembali dengan beberapa makanan yang hampir separuhnya sudah dia makan. Hal itu membuat Chintya marah.


 


Sayugo hanya bisa ketakutan saat dijewer Chintya. Sato lalu makan untuk beristirahat.


 


Saat semuanya sudah tertidur di depan api unggun Sato masih berusaha untuk berlatih. Kini dia dalam pikirannya. Muncul suatu imajiner yang seperyinya bagian dari latihannya.


 


Imajiner itu adalah seorang yang mungkin saja petarung hebat.


 


Sato di depannya. Dia tampak sudah dalam mode karmanya.


 


Sato lalu bersiap bertarung. Orang itu tampak tenang di depannya.


 


Sato melompat ke arahnya. Terjangan cepat. Lalu, orang itu menghindari dengan mudah. Namun, imajiner itu adalah karma.


 


Lalu, Sato pun tampak melompat lagi dan orang itu tampaknya masih bisa menghindar dengan mudah.


 


“Sialan!” geram Sato.


 


“Hahahaha!”


 


Orang itu terus hindari banyak terjangan dari stao. Tak ada satu pun yang mengenainya.


 


“Dengar ini  Nak! Suatu saat kau harus gunakan karma selain dengan satu serangan itu. Kau tahu bukan?” tanya orang itu.


 


Sato menunduk.


 


Lalu  saat dia lengah.


 


Duagh!


 


Sato terjungkal. Padahal dia yang menyerangnya.


 


“Sayang sekali, kau harus bertarung dengab adil di sini. Ini adalah refleksi dari pikiranmu. Apa pun yang kau pikirkan. Itu akan mudah terwujud dan kembali lagi. Secara otomatis itu juga akan menyulitkanmu,” jelas orang bernama karma itu.


 


“Jadi begitu ya!”


 


Sato lalu berusaha bangkit. Dia sepertinya sudah bisa meluruskan pikirannya.


 


‘Ini adalah langkah besar agar pikiranku memisah dengan  karma! Aku harus bisa!” gumam Sato.


 


Wuush!


 


Dia pun tampak sudah aktifkan karma yang kali ini. Mempunyai efek gelombang besar. Orang itu tampak berdiri saja.


 


‘Baiklah, ini sangat susah. Tapi ya sudah. Apa boleh buat. Aku harus bersiap untuk melewatinya’ batin Sato dan menyerang orang itu.


 


Di dunia nyata. Terlihat tanda Karma Sato yang tengah tertidur itu aktif. Sepertinya dia masih belum tidur dan sedang berlatih di alam bawah sadarnya.


 


Lalu Sayugo pun bangun. Dia melihat Sato. Kaget. Namun, dia tak pertanyakan itu. Dia tampaknya pergi untuk sesuatu.


 


Kembali lagi.


 


Terlihat Sato akan menyerang. Kini, dengan aura merah yang juga menguar dari dalam tubuhnya.


 


Hyaaaa!


 


Sato akan memulai aksinya. Orang itu menyambutnya.


 


“Hyaaaa!”


 


Sato maju dan gunakan tanda karmanya itu. Dia lalu meninju orang itu.


 


Duaaaar!


 


Namun dia terpental.


 


“Apa?!”


 


Orang itu tampak terbebas dari belenggu tanda sihir itu.


 


“Sudah ku bilang bukan? Apa pun yang kau pikirkan. Itu semua pasti akan menghalaumu,” ucap orang itu.


 


Sato lalu mencoba bangkit. Tampak, dia kesakitan pada tubuhnya. Karmanya sepertinya melawan balik tadi. Membuatnya harus terluka seperti ini.


 


Esoknya. Sato bangun. Dia tampak kecewa karena latihan itu masih belum baik.


 


Dia pun bangun dan melatih dirinya dalam bagian pernafasan. Saat pagi dan siang hari dia berlatih olah nafas. Sorenya dia berlatih fokus.


 


Malamnya dia akan berlatih kesadaran dan juga serangan pamungkas yang efektif.


 


Blaaar blaar blaaar!


 


Malam itu. Sato masih belum baik lagi. Karmanya selalu mental. Orang itu tak terkena imbasnya.


 


‘Sialan gagal juga!’ batin Sato kesal.


 


Dia terus berlatih hingga satu minggu. Saat itu juga. Sepertinya megamu kekaur.


 


Semuanya senang.


 


“Kami sudah berhasil, tapi itu semua juga harus diimbangi dengan kekuatan Sato yang meningkat,” ujar megamu.


 


“Benar, dengan kekuatan Sato yang meningkat. Kita bisa membuat sejarah baru. Bahkan kekuatan baru. Itu yang dikatakan oleh kakek karma,” lanjut Fernie yang berganti dengan megamu.


 


“Kakek karma?” tanya Sato.


 


“Ada apa Sato?” tanya Sayugo.


 


“Dia juga ada di pikiranku.”


 


Sato yang belum bisa dalam latihan itu. Dia harus terus berlatih. Namun, masih belum bisa.


 


“Ugh!”


 


Sato melenguh terpental dari jurus karmanya lagi.


 


“Apa yang harus aku lakukan?” tanya Sato.


 


‘Aku pikir dia hanyalah manifestasi pikiranku saja. Ternyata bukan’  batin Sato.


 


“Bagaimana bisa ada dua orang yang sama di dalam pikiran kalian bertiga?” tanya Sayugo.


 


Megamu mengambil alih.


 


“Itu bisa saja terjadi. Dulu  saat aku berlatih seperti Sato. Yang aku lihat adalah diriku dalam versi yang lain,” ungkap Fernie.


 


 


“Lalu, kenapa Sato malah jadi kakek-kakek dalam pikirannya. Apa itu jati dirinya yang lain?” tanya Sayugo asal.


 


“Bukan, bahkan kakek karma adalah orang yang pernah hidup ribuan abad sebelum ini,” timpal Chintya.


 


“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Sayugo.


 


“Benar, dalam keluarga kami. Beliau adalah pengguna karma pertama. Namun, karmanya sangatlah sempurna dan di atas semua kekuatan karma yang ada,” jelas Megamu.


 


“Apa?!”


 


Sayugo kaget. Sementara yang lain tampak berpikir.


 


“Baiklah!” ucap Sato berdiri.


 


“Sepertinya, aku harus serius berlatih. Agar bisa punya karma yang sempurna. Walaupun karmaku ini bukan karma yang sepmpurna. Tapi aku yakin! Aku akan membuat sejarah tentang kekuatan sihir di dunia ini!”


 


Sato terpental lagi. Dia masih belum bisa kendalikan pikirannya. Namun, dia tak menyerah. Orang itu yang bernama karma. Tampak tersenyum tertarik.


 


Blaaar!


 


Sekali lagi Sato terus terpental. Hari-hari berlalu. Chintya diberitahukan tentang teknik masa depan yang bisa mereka lakukan pada Karma Sato. Chintya pun mengerti. Sayugo tak mengerti dan pingsan karena terlalu pusing.


 


Sato terlihat berlatih pernafasan di atas tebing di sana. Dia sangat niat sekali.


 


Blaaaar!


 


Namun, saat pelatihan akhir dia masih saja gagal.


 


‘Sialan’ batinnya kesal.


 


“Hahahaha! Kau masih saja gagal ya!”


 


Sato tak tanggapi itu. Dia terus lakukan itu. Membuat segel lalu memukul.


 


Tap!


 


Sato membelalak. Pukulan itu ditahan oleh orang itu.


 


Blaaaaar!


 


Dia pun terpental ke bawah. Lalu, orang itu pun tampak duduk.


 


“Sekarang aku akan duduk saja. Berdiri membuat pinggangku bisa retak nanti Hahaha!”


 


“Heeh? Kau kan hanya pikiranku. Bagaimana bisa merasakan sakit,” ucap Sato membalasnya.


 


“Hahaha! Tentu saja bisa. Lihatlah dirimu sendiri.”


 


Sato pun terkejut. Ternyata dirinya yang juga adalah pikiran bisa merasakan sakit di sini.


 


‘Ini mungkin karena ritual Karma ini’ batin Sato berpikir.


 


Lalu, Sato kembali berlatih.


 


Sato terus berlatih. Dia berlatih tiap pagi untuk terus berlatih juga. Sato terus menerus melatih dirinya. Hingga dia pun merasakan sedikit kepuasan.


 


Dia menikmatinya.


 


Lalu, malam pun tiba. Saatnya pembuktian. Dia gunakan karma yang saat ini lebih kuat dan memercik energi sihir berbentuk kilatan itu.


 


Wuush!


 


Blaaaaar!


 


Namun, Sato masih gagal.


 


‘Sialan’ batin Sato.


 


Dalam latihan ini. Dia diharuskan menghilangkan perwujudan yang hidup itu. Agar dia bisa memisahkan antara kekuatan karma dan pikirannya. Bukan hanya sebuah simbol saja.


 


Tap!


 


Sato kembali berlatih lagi. Dia kembali berlatih pagi. Siangnya melatih fokus. Dalam pikirannya itu dia sudah sangat cepat dan bisa merapal karma dengan cepat pula.


 


Blarr blaaar blaaaar!


 


Kembali dia gagal terus.


 


“Sialan!” muak Sato di tengah hutan itu.


 


Sayugo menemukannya yang latihan.


 


“Kau maih gagal ya?” tanya Sayugo.


 


“Ya! Sangat sulit untuk membuat karma sesuai ekspetasimu sendiri,” jawab Sato.


 


“Putri megamu pernah berkata. Latihan tanpa istirahat bisa menggagalkan semuanya. Namun, latihan tanpa ke niatan juga bisa menghancurkan dirimu,” ucap Sayugo. Meniru ucapan dari megamu.


 


Sato mulai berpikir.


 


‘Apa selama ini. Aku terlalu memaksakan diri? Atau aku yang tak terlalu niat?’ batin Sato bertanya-tanya.


 


Dia kembali berlatih dan gagal terus.


 


Sampai Sayugo pulang dari  tempatnya.


 


Dia  tampak mandi  di sebuah  sungai   lalu   dia pun diserang oleh sekumpulanb  buaya.


 


Sato  tampak  diam dan blaaaaaar!


 


Belenggu sihir dan sinar merah.


 


Sato  gunakan  karmanya  itu.


 


Lalu, dia  pun  menuju tepi.  Memakai  bajunya lagi.


 


Srak!  Dia kembali ke latihan  pribadinya itu  dia berlari susuri  bukit.  Dari atas sana  dia akan  berlatih pernafasan  lagi. Pernafasan sudah  meningkat. Dia sudah tak kesulitan mengatur ritme yang sudah  diatur itu.


 


Lalu, kembali  pada latihan  umum lainnya.


 


Sato ciptakan  belenggu sihir lalu,  dia pun langsung menerjang dari  atas orang  itu.


 


Blaaaar!


 


Hal itu tampak sedikit  berhasil.  Namun, energi yang hampir  menembus orang itu tampak  hancur  di tengah-tengah.


 


Sato pun  kesal.


 


“Itu tadi hampir saja  membuatku hilang Hahaha. Aku sampai ketakutan,” ucap  kakek karma tertawa.


 


Sato un menatapnya serius.


 


“Jadi benar kecurigaanku!  Sebenarnya apa  alasanmu  memasuki  pikiran  kami semua?”  tanya  Sato.


 


Orang  itu  tampak  tersenyum  di depannya.


 


Orang itu masih diam.


 


“Heh, akan  ku jawab  itu  sebelum  aku  menghilang,” ucapnya.


 


“Bukankah kau ketakutan tadi?  Saat  hampir saja karmaku ini menghilangkanmu?” tanya Sato.


 


“Ya! Tapi.  Aku berubah pikiran,”  jawab orang itu.


 


“Apa mau mu?” tanya Sato bingung.


 


“Tidak ada. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu satu hal saja padamu. Selain itu aku ingin kau fokus saja pada latihan karmamu ini,” jawab orang itu.


 


“Kalau begitu, baiklah! Aku pastikan kurang dari seminggu. Aku akan berhasil!” tanggap Sato.


 


Orang itu mengangguk.


 


“Ya!”


 


Sato kembali mencoba karmanya itu. Namun, kembali hancur bahkan sebelum dilesatkan.


 


“Baiklah, semuanya selalu gagal. Ini saatnya aku merancang pelatihan rencana B!” ucap Sato mengejutkan.


 


Bersambung.