
episode 90
Chintya terkejut. Sayfull pun menyusul dengan lubang yang sama.
‘Apa dua bisa berpindah tempat ke mana pun sekarang?’ Batin Chintya penasaran.
‘Ini diluar perkiraanku’ batin keduanya.
Di tempat Sato.
Tampak dia melihat daerah sekitar yang kacau balau. Beberapa warga juga sangat shock. Sato menghampiri Marra dan teamnya.
“Kak Marra,” sapa Sato.
“Sato, kau belum tidur?” tanya Marra heran.
“Bagaimana bisa aku tidur. Jika salah seorang dari kita tengah berjuang mati-matian,” jawab Sato.
“Tapi aku lihat Sayugo sudah tertidur,” balas Marra lagi. Menunjuk Sayugo yang tidur di sebuah tempat.
‘Ha, kalo dia memang begitu’ batin Sato. Terus mencela Sayugo.
Lalu, datang megamu ke sana.
“Tuan putri,” sapa keduanya.
“Sepertinya aku khawatir,” ucap megamu.
Keduanya menunduk. Lalu, Sato menggenggam tangan Marra. Membuat Marra terkejut.
“A-apa—“
“Jika kau boleh ikut. Apa aku boleh gunakan kekuatan karma?” tanya Sato antusias.
“Tidak Sato!” timpal tegas megamu.
“Kenapa?”
“Dia termasuk tahanan sihir. Jika kau membunuhnya akan ada masalah,” jawab megamu.
‘Semua tahanan biasanya dipenjara ditempat para algojo. Jadi semua nama disana kan tercatat dalam keadaan mati. Jika tahanan itu kabur mereka akan mencarinya. Namun, jika tahanan mati diluar penjara. Mereka harus mencari ganti dengan mencari seorang pengganti. Biasanya penggantinya adalah orang yang sudah membunuhnya atau yang diduga. Tapi untungnya itu hanya berlaku jika sang pembunuh gunakan sihir.’ Jelas megamu dalam hati.
Di atas sana.
Keduanya masih bisa bernafas. Dengan bantuan Grey dan sihir mereka bisa bertahan di luar bumi.
“Heh, penyihir memang menakjubkan,” ucap Chubtya.
‘Orang ini tahu penyihir rupanya. Yapi sayang sekali. Aku sama sekali tak peduli’ batin Sayfull.
“Ya, baiklah!” balas Sayfull.
Keduanya melaju.
Jduaar jduaaar!
Saling beradu serangan. Jduarr jduar jduar jduarr!
Sayfull menembakkan tebasan-tebasannya. Namun, ditahan dengan kekuatan kuat milik Grey Chintya.
Chintya maju dan menyerang balik. Namun, dia bisa menghindarinya.
‘Sial’ batin Chintya kesal.
Sayfull yang masih mengudara mengirim tebasan panjang. Hal itu membuat Chintya terbang. Tebasan itu sedikit guncang bulan. Namun, tak terlalu parah.
Lalu, dia pun langsung menerjang Chintya lagi. Chintya masih bisa menahan dengan armornya yang diperkuat. Sinar hijau memenuhinya.
Lalu, dia memundurkan musuhnya itu ke belakang. Musuhnya terkekeh dan melesat ke arah Chintya lagi. Menebasnya lagi.
Jduaaar!
Chintya terpental. Lalu, serangan kembali dia terima. Walau ditahan. Dua tetap terpental ke belakang amat jauh.
Keadaan di bulan begitu sepi tentunya. Chintya mencoba terbang. Namun, dengab cepatnya. Sang musuh hempaskan Chintya ke bawah lagi.
Kemudian akan menusuknya.
Blaaaar!
Tusukan itu ditahan Chintya dengan tangan amornya.
“Ugh!”
Chintya melenguh berat. Sayfull terus mendorong. Hingga tekanan itu sedikit membuat bulan bergetar.
Hyaaaaa!
Chintya perlahan bisa bangkit. Menyadari itu. Sayfull mundur jauh.
Chintya berdiri susah patah. Keduanya lalu saling tatap. Lalu ....
Jduaaaaaaar!
Chintya tembakan roket dan peluru dari amornya. Dia bahkan keluarkan boat lagi yaitu Grey 4 tipe armor motor. Di mana Chintya akan mengendarai semacam motor terbang.
Brrrrm!
Chintya terbang dan menembakkan banyak sekali laser hijau dari berbagai arah.
Sayfull mengelak dan langsung melompat serta menebas.
Lalu, dia tak kalah cepat melesat ke arah Chintya. Lalu membuat tebasan lagi ke arahnya.
Trang!
Namun, kecepatan Chintya juga meningkat. Dirinya kaget dan terkena satu laser dari sekian banyak laser yang Chintya keluarkan selepas itu.
Jduaaar!
Walau hanya terkena satu. Dia menerima dampak yang sangat signifikan.
‘Aku sangat cepat di sini. Tapi jika di darat dia menjadi lebih cepat’ batin keduanya.
Chintya maju dan menabrakkan motornya yang bercahaya tu.
Blaaaar!
Musuh menahannya dengan kekuatan besar. Lalu musuhnya itu ciptakan tebasan tanpa tebasan. Membuat Chintya mundur.
Lalu, Sayfull langsung terjang dia lagi kini membuat Chintya mundur dan menjauh darinya.
Blam blaaam blaam blaaam!
Chintya lalu melaju ke dalam asap bulan itu. Sayfull sadari itu dari suara motornya.
Tapi tiba-tiba dia terkena telak cepat pukulan Chintya. Ternyata Chintya mengalihkan perhatiannya.
‘Sialan’ batin Sayfull kesal.
Motor Chintya tampak berjalan lurus tanpa pengendaranya lewati asap.
Lalu, Chintya melihat musuhnya itu berjongkok.
‘Pukulanku tadi pasti terkena telak’ batin Chintya puas.
Lalu, Sayfull kini mundur cepat. Membuat Chintya waspada.
‘Dia bisa bangkit. Gawat’ batin Chintya waswas.
Anak itu lalu munculkan bola-bola sihir. Membuat Chintya menghindar. Motornya itu kembali dan dia bisa dengan lihai menghindari karena kecepatannya meningkat berkat motor yang dia naiki.
Wuuuuuush!
Chintya terus hindari banyak ledakan penghancur itu. Beberapa tanah dari bulan hangus. Diledakkan oleh sang Onpipan.
Jduaarr jduaar jduaar jduaaar!
Blaaar blaaar!
Dua laser busa memundurkan Sayfull. Sayfull lalu kesal dan membalikkan keadaan dengan puluhan tebasan.
Blaar!
Chintya tampak terpental ke bawah. Dia jatuh dari motornya.
‘Energi tebasan itu sangat banyak’ batin dirinya.
‘Mungkin akan sampai ke bumi juga. Dan merusak beberapa satelit’ batinnya lagi. Melihat tadi banyak tebasan dari Onpipan itu meluncur ke arah bumi. Singkatnya dia menebasnya asal karena kesal.
Sayfull lalu sudah ada di depannya sangat cepat. Namun, dia bisa menghindari serangan tusukan itu. Lalu, menahan tangan Sayfull kemudian dengan cepat membaliknya dan menghantamkan lutut ke wajah Sayfull.
Jduaaaghh!
Lenguh Sayfull.
Jduaaaaghh!
Tes tes tes!
Sayfull menatap tante-tante itu. Menatapnya waspada.
‘Dia lebih berbahaya dari yang aku duga. Keparat’ batinnya sembari mengelap darah yang terus menetes dari serangan tadi.
Lalu, Chintya rasakan energi yang datang dari arah lainnya itu. Chintya melompat. Dia menaiki boatnya lagi dan berkendara di sekitar anak muda itu.
Sayfull melihatnya yang ke sana kemari. Lalu, dia pun menebaskan seaiatu. Dia membuat tebasan lingkar. Di mana tebasan itu berlawan arah dari jalur laju Chintya.
Chintya pun terpental dan terjatuh dari boatnya. Boatnya yang kuat tak hancur.
‘Jika saja aku tak menguat. Hancur sudah semua perangkatku’ batin dirinya.
Serangan milik Sayfull tadi. Dia menyatukan tebasan dengan udara sekitar. Membuatnya sangat tajam dan jika terkena akan merusak berbagai hal seperti sinyal, elektro dan semacam itu. Yang semuanya pasti ada dalam teknologi canggih.
Chintya bisa gunakan energi karena kecanggihan teknologinya. Uniknya bagi para petarung sepertinya. Dia membuat alatnya canggih bukan dengan memperbaharuinya. Melainkan melatihnya.
Tap!
Chintya tampak berdiri lagi. Wajahnya tadi mencium bebatuan yang keras. Hingga banyak lebam di sekujur wajahnya.
“Hahahahaha! Kali ini kau terlihat seperti nenek-nenek yang belum dan tidak pernah menikah karena terlalu jelek!” ejek bocah itu.
Mendengar itu dia pun kesal.
“Tutup mulutmu! Bocah Onpipan!”
Hyaaaa!
Dia maju dan langsung bisa meninju wajah anak itu. Membuat lebam yang lebih hebat darinya.
“Nah, sekarang bagaimana? Kau akan menjadi kakek-kakek jelek seperti beuty and the bear, eahahahaha!”
Sayfull bertahan tuk berdiri.
“Itu tak masalah, aku sekarang berbeda dari yang dulu. Sekarang aku!”
Silheggia Noa!
“Bebas! Hahahaha!”
Muncul banyak sekali energi sihir. Jurus yang itu. Mengangkat orochi ke atas. Dan blaaar!
Ledakan besar terjadi. Kali ini sedikit mengguncang bulan lebih kuat.
Grrrrr!
Ada sebuah alat penangkap sinyal bulan di sana. Namun, belum mendeteksi bahaya dari sana.
Tap!
Chintya tampak muncul di tempat yang sama. Tamoaknya kembali selamat hanya dengan Shadow effect tributenya.
Sayfull tampaj di depannya.
‘Bertahun-tahun aku seperti dipenjara. Sekarang saatnya aku menjadi diri sendiri.’ Batin Sayfull tentang keadaannya.
“Rasa ambisiusmu akan menghancurkanmu Nak,” ujar Chintya dan berlari cepat sekali.
Sayfull kaget namun, menghilang begitu cepat.
Blaaarr Blaaaaaar blaaar!
Serangan Chintya hancurkan lagi daratan itu. Kini semuanya hampir hancur di seperempat bulan saja.
Sayfull akhirnya menahan satu pukulan. Lalu, dia pun mendorong Chintya dan gunakan tebasannya tuk dorong Chintya dan mencoba lukainya.
Blaaaaaarr!
Chintya tampak terkena serangan itu. Dia lalu bertahan di sana. Berjungkir balik.
Hap!
Lalu, tampak boatnya datang dari arah belakang Sayfull. Sayfull akan ditabraknya. Dia lengah dan tertabrak. Mental ke atas.
Lalu, wanita itu memanfaatkannya. Boat dan dirinya ke atas.
Lalu, keduanya menghantam tubuh pemuda itu.
Jduaggggh!
Sayfull tambah terluka. Darah keluar dari mulutnya itu. Lalu, brak!
Dia jatuh sangatlah tinggi kepalanya dulu. Chintya dan boatnya berada di atas.
Lalu, Sayfull bangkit dengan darah yang menetes di kepalanya juga.
“Tak akan kubiarkan.”
“Apa?” tanya Chintya.
“Tak akan ku biarkan tak akan ku biarkan!”
Sayfull maju dan menebas. Tebasan itu kini menguat dan ukurannya kini besar. Tebasan miring itu langsung menerjangnya.
Namun, itu sangat lambat. Untung tebasan itu tak memanjang hingga sampai ke atas sana.
Kini, Chintya dikagetkan lagi dengan puluhan tebasan dari berbagai arah. Chintya tampak menangkis dan menghalaunya dengan boat juga.
Dia nenggunakan boat untuk menghindar. Chintya lalu melompat dan terbang. Perlu diketahui. Grey 3 miliknya masih terpakai walau sudah keluarkan Grey 4 tipe boat.
Hyaaaaa!
Chintya tampak akan memukulnya. Namun, anak itu tanggap dan melesat cepat ke bawah.
Dari bawah dia mencoba gunakan Silheggia noanya lagi.
Jduam hduam Jduam Jduam!
Namun, Chintya tampak terhempas sedikit. Membuat sedikit terkejut Chintya.
‘Dia sekarang bisa lebih memperluas jaringan kekuatannya ya’ batin Chintya deskripsikan apa yang telah terjadi.
‘Ada sebuah jaring dan jurus itu memang layaknya jaring. Berusaha menangkap ikan atau target yang akan dihancurkan. Jaringan itu awalnya sangat kecil. Namun, dia kini memperluasnya walau tak terlalu luas sekali’ jelas Chintya dalam pikiran.
Lalu, anak tu pun tiba di depannya. Menebas lagi. Chintya menghindar namun, dia kaget. Tebasan itu sangat kuat dan luas. Itu tebasan yang terkuat dan besar yang pernah dilesatkan anak itu. Chintya yang berada tepat di bawahnya. Melihat jelas tebasan itu menggetarkan bulan.
Bulan bergetar lebih kuat dari yang sebelumnya. Parameter masih belum konfirmasi bahaya di bulan itu.
Namun, beberapa parameter lain kini berdatangan. Sepertinya kini bulan diprioritaskan oleh sistem otomatis.
Bersambung.