Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Monster Maglinant api!



Episode 51


Tampak, Mugo tersenyum ke arah keduanya. Namun, masih belum jawab pertanyaan itu.


"Kau sekarang sudah menjadi pembohong yang paling hebat ya, Mugo!" ucap kasar si kepala sekokah itu.


Mugo ....


Tertawa mendengarnya.


"Hahahahahahaha. Maafkan aku, tapi. Semuanya sudah terlambat."


Mugo tamlak berjalan lewati keduanya. Lalu, saat di samping mereka.


Mugo tampak sedikit berucap ....


"Kini, aku sudah abadi karena kekuatan penggantiku sudah kusempurnakan .... saat perang nanti, berhati-hatilah ...."


Keduanya kaget. Mereka menoleh lalu berbalik.


Dan ....


Sosok orang yang ingin mereka tanyai itu. Tidak ada.


Brrrrrrrm!


Mobil milik klan Kazumi itu. Nampak teeus melaju di tengah jalan raya itu. Brrrrrrrm!


Beberapa CCTV merekam mereka secara jelas. Sepertinya ada yang memperhatikan mereka. Lalu ....


Ckiiiiit!


Mobil itu mengerem dadakan! Membuat Marco dan yang lainnya kaget.


"Ada apa?" tanya mereka semua.


Lalu, kini ada puluhan orang di tempat jalanan sepi itu. Yang mengepung keluarga itu. Mereka seperti para polisi atau pasukan khusus swat.


Marco dan yang lainnya. Tampak angkat tangan karena tak tahu apa yang terjadi.


Lalu, ternyata di depan mobil ini. Berdiri seseorang yang sepertinya kita kenal sebagai Sherly.


Wanita itu memakai pakaian ala swat juga. Dan kini, memandang tajam ke arah mobil itu.


Setelah itu.


Tampak keluarga Kazumi kini berada di suatu markas organisasi yang sepertinya sangat elite itu. Lalu beberapa orang mendatangi lokasi mereka.


Tap tap tap tap tap!


Lalu, keluarga Kazumi menoleh ke arah suara langkah kaki itu.


Mereka pun melihat sosok Sherly yang menculik mereka. Bersama kelompoknya.


Tap tap tap tap!


Sherly lalu duduk di kursinya. Lalu, dia sepertinya memandang ke arah keduanya dengan ekspresi yang ramah.


"Tuan dan nyonya sekalian perkenalkan kami semua adalah organisasi yang terhimpun untuk tujuan melindungi dunia ini."


Marco dan Mugiwa yang mendengar itu. Tampak sedikit terkejut. Mega sangat tenang di tempatnya.


"Untuk itu, kalian diharuskan menjawab pertanyaan dari kami semua. Demi kebaikan kita semua," lanjut wanita itu.


Marco dan Mugiwa saling pandang. Mereka tak tahu harus seperti apa.


Sherly tampak tersenyum melihat respons mereka. Lalu,


Nging!


Sherly nampak keluarkan suatu cahaya secara mengejutkan. Itu membuat semua keluarga Kazumi sangat kaget.


"Ibu?" tanya mega masih belum diketahui untuk apa.


Mugiwa tak menjawab. Dia hanya fokus ke titik cahaya itu.


Lalu, di tangan milik Sherly itu. Pendar cahaya yang tampak elok. Banyak cahaya dan beberapa hal seperti pergerakannya yang  acak dan semuanya sangat indah jika terus diperhatikan.


"A-apakah-"


"Apa ini? Sangat bagus!" seru Mugiwa.


Marco bingung menatap istrinya yang memotong kalimatnya itu. Lalu, mega menatapnya dingin walau itu cuma satu detik. Namun, bagi Marco.


'Aku bisa mati kedinginan jika mengungkapnya' batin Marco takut.


Saat ini.


Semua orang tampak masih berdiam. Pecahan gelas dan isinya melayang di udara. bergerak acak di sekitar mereka.


Sherly tampak menatap keluarga itu dengan senyum mempesona.


Sementara itu. Keluarga Kazumi tampak masih berpikir-pikir. Sherly malah sabar bersama semua orang berpakaian tempur ini.


Tampak, kini. Marco menghela nafasnya.


"Nona ......" ucap tertahan Marco.


"Kamu memang ......"


"Seksi"


Mendengar ucapan itu. Mugiwa sepertinya kesal. Lalu detik berikutnya. Mereka pun bertengkar.


"Jaga ucapanmu yah! Dasar playboy pasaran!"


Tampak Mugiwa kini menjambak-jambak rambut pendek Marco itu. Marco nampak tidak kesakitan dan terus berpose sama seperti saat dia baru mengatakannya tadi.


"Huaaa huaaaa huaaaa!"


Hingga .....


Duaaaaaar!


Suatu ledakan terdengar keras. Lalu, datang orang-orang berpakaian hitam dari ruangan lain.


"Gawat bos! Ada yang meretas sistem kita!" seru orang itu.


"Apa?!" balas Sherly tak percaya.


Ketiga orang dari keluarga Kazumi juga kaget karena hal itu. Mereka juga shock dengan yang baru dikatakan oleh Sherly.


"Tempat ini akan meledak beberapa saat lagi. Ini tidak aku duga sebelumnya."


Sherly tampak mencoba bergerak cepat. Menuju ruangan kendali untuk semua hal itu. Bunyi alarm tanda bahaya tampak terus terdengar dari atas dan bagian lain dari mereka semua.


Ketiga keluarga Kazumi nampak ikut tegang dari tadi. Tiga penyihir itu mungkin bisa saja melakukan sesuatu dengan sihir mereka.


Namun, sepertinya tak mungkin. Mengingat mungkin. Ada beberapa orang yang tidak mereka ketahui itu. Antara canggung atau mereka mencoba merahasiakannya karena suatu alasan tertentu.


Suara alarm bahaya terus terdengar.


Tampak Sherly juga sudah berusaha melakukan tugasnya dengan baik di ruang kendali. Namun dia kembali ke ruangan tempat sebelumnya tu.


Keluarga Kazumi menatap kedatangan Sherly yang sepertinya begitu sangat mengkhawatirkan.


Sherly tampak duduk di depan mereka. Tampak, Marco sedikit khawatir dengannya. Matanya yang melotot ke arah Sherly tampak ditampar dari arah samping oleh ibu mega dan Sato itu.


Lalu Sherly mengatakan sesuatu "kita tak akan ke mana-mana. Karena sebenarnya, tempat ini dibuat untuk meledak."


"Apa?!" kejut Marco dan Mugiwa.


Sherly menatap keluarga Kazumi serius.


"Sistem kami telah diganti dengan sesuatu yang lain


Padahal, semuanya tampak sama," lanjut wanita itu lagi.


"Ba-bagaimana bisa?" tanya ayah Sato.


"Seperti yang dibilang bawahanku, seseorang tengah mengendalikan tempat ini sekarang juga," jawab Sherly dengan nada mendesis tajam itu.


Marco sedikit menjauh. Karena kaget. Namun, sepertinya kecantikan wanita itu tak membuatnya sedikit benci.


"Lalu, kita harus bagaimana?" tanya Mugiwa khawatir.


Namun, mereka dihadapkan pada dua hal yang sangat mengejutkan.


Kini, sesuatu terasa bagi semuanya. Tak lain udara atau hawa panas.


Wuuush!


Bahkan, angin yang mereka hembuskan itu. Tiba-tiba saja berubah jadi panas. Wajah beberapa orang tampaj kaget.


Namun, Mugiwa dan mega. Sepertinya tak terlalu tegang.


Kemungkinan mereka tahu apa fenomena ini. Namun, Marco tampak seperti semua orang lainnya. Bahkan, Sherly bisa sembunyikan rasa berkejutnya tu. Karena, dia sudah terbiasa pada hal-hal seperti ini.


Kini, Sherly berdiri.


"Setidaknya kita harus keluar juga. Kita harus bor tempat ini!" serunya itu.


"Iya bos!" semua bawahannya nampak bergerak cepat dari tempatnya itu.


"Hyaaaaa!"


Lalu, membawa serta keluarga Kazumi.


"Ayooooo!"


Mereka tampak akan mengebor tempat itu.


Drrrrrrr!


Sudah beberapa meter tertembus ke arah lurus sana. Tampak, sepertinya lancar.


Brrrrrrrm!


Namun, di beberapa meter setelah ini. Tampak, mereka pun menemui kendala.


Tampak, beberapa hal seperti batu tak mudah mereka tembus. Karena panas itu. Membuat batu itu memanas dan akan sangat sulit di sentuh. Lalu, parahnya bisa menjadi bola lava panas jika dibiarkan terkena udara.


Lalu, dengan kemampuan milik Sherly. Batu-batu itu bisa ditembusnya begitu saja.


Duaaaar!


Kini, mereka nampaknya berhasil keluar dari tempat itu. Mereka tampak sudah di daratan sana.


Jduuuuum!


Lubang itu di tutup rapat dengan suatu penutup besi. Lalu, membuat api ledakan itu tak keluar ke atas.


Sherly nampak berusaha sembunyikan rasa lelahnya. Mereka semua tampak masih memulihkan diri.


Akan tetapi, Mugiwa sebenarnya deteksi kedatangan seseorang. Dia adalah penyihir berkacamata Sephij. Namun, dia tak bisa melihatnya. Karena Sephij yang kini sudah berjalan jauh dari tempat mereka.


Tap tap tap tap.


"Penyihir di dunia ini, aku ingin sesuatu dari kalian," ucap Sephij.


Lalu, di tempat keluarga Kazumi itu. Tampak, ada sesuatu yang aneh.


Sherly nampak sangat hati-hati. Dia memandang ke arah bawahannya.


"Awas semuanya, ada Monster Api dari bawah kita!"


Blaaaaaar!


Benar saja yang diucapkan wanita itu. Tampak daratan itu terpecah. Mereka semua tiba-tiba melompat bersamaan. Mengikuti pergerakan dari Sherly.


"Hyaaaa!"


Sherly nampak menapak. Cahaya energi yang sama dengannya tampak menyinari tubuh semua yang melompat mengikutinya tadi.


"Itu monster Malignant Api!"


Seru semua orang berpakaian tempur itu. Semua keluarga Kazumi tampak menatap antusias ke arah monster itu.


Sepeetinya mereka baru melihatnya juga.


"Mo-monster?" tanya Mugiwa terbata.


"Itu adalah mahkluk pemakan manusia dan penghancur massal! Kalian semua tetap di belakangku!" seru Sherly heroik.


"Ka-kau akan menfhadapinya sendiri?" tanya Marco khawatir.


"Tenanglah dan tetap di tempat!" ucap orang-orang itu mendiamkan Marco dan yang lainnya.


Tap!


Turun dari ketinggian yang lumayan. Wanita bernama Sherly Ambogan yang berasal dari Austria. Wanita pengguna kekuatan yang fungsinya hampir sama seperti energi positif manusia. Salah satunya. Mengendalikan lewat getaran energi. Kinesis dan kinetik serta kinetif.


Sherly menatap monster yang sudah berada di depannya. Wujudnya lumayan besar dan dipenuhi api.


'Kemungkinan monster ini dikendalikan oleh seseorang' batinnya tak tenang.


Hyat!


Kemudian dia tampak menghindari serbuan puluhan bola api itu.


Wuuush!


Tampak dia berkelit dengan mulus. Tanpa halangan yang berarti.


Lalu ....


Wuush! Wush!


Tampak lagi dan lagi. Beberapa bola api terus dikeluarkan si Malignant itu.


Lalu, dengan perlahan. Sherly menghampiri bola api raksasa itu.


Setelah itu, dia membuat kepalan tangan dipenuhi energi besar.


"Hyaaaaa!"


Sherly berteriak maju. Lalu dengan cepat!


Jduaaaar!


Monster terhantam olehnya. Meledak hebat api itu menyebar ke mana-mana.


"Hebat!" seru Marco di atas sana.


Plaaaak!


Langsung dipukul  oleh istrinya yang tidak suka.


Kembali ledakan itu membuat Malignant api itu tersebar ke mana-mana.


Wajah Sherly nampak sudah puas. Dia sudahi pose pukulan yang amat kuat dan bisa tuk hancurkan tubuh monster api itu.


Dia kemudian ingin kembali. Namun, dia berhenti karena terkejut.


Tampak yang membuat dia terkejut itu adalah ....


Semua api itu tampak sepertinya masih hidup layaknya monster tadi. Walau mereka semua dalam ukuran yang berbagai macamnya.


Wooosh!


Tampak api-api itu melayang dan membuat semua yang melihatnya terkejut sekali. Ternyata monster itu  masih hidup.


Semuanya mulai khawatir. Apalagi saat ini .......


Wuuuush wuuush wuuush!


Tampak, semua api-api itu mulai bergerak dengan cepat.


Mereka tampak mulai menyerang kini.


Menyerbu dan tak kalah ganas dari bola api besar yang tadi dikalahkan lalu tersebar menjadi beberapa percikan-percikan api yang sangat kuat.


Karena mampu menjadi banyak monster yang sangat kuat. Bahkan, sangat merepotkan. Karena semua monster itu melesat tak hanya ke arah Sherly saja.


"Gawat!" seru wanita itu.


Bersambung.