Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Pemikiran Rumit.



Episode 99


Wuuuush!


 


Angin tampak menghembus ke arah Sato. Dia tampaknya berada di sebuah tempat yang tinggi. Terlihat pemandangan langit yang jelas di sana.


 


‘Aku akan melakukannya’ baton Sato bersemangat.


 


Malam tiba.


 


Sato terlihat menutup buku yang baru saja dia bacanya itu. Lalu, dia pun tampak berdiri. Dia menatap ke depan. Hal yang barusan dia baca adalah berbagai sihir dan beberapa yang berhubungan dengan karmanya.


 


Sato menutup buku lainnya yang terbuka dii sana. Terlihat Sayugo juga sudah di sana. Dua tertidur di tempat dekat miliknya.


 


Sato menatap ke atas. Dia akan lakukan percobaan itu lagi.


 


Wuuush!


 


Sato kini menggunakan energi karmanya itu. Terlihat karma miliknya yang dengan energi besarnya itu.


 


Wuush!


 


Kakek karma tampak tersenyum senang. Bunyi gemuruh tampak terdengar pula.


 


Wuuush!


 


Sato memantap telapak tangannya yang juga muncul tanda karma.


 


‘Aku akan menggunakan teknik gabungan dari semua  teknik serangan karma!’ Batin Sato.


 


Dia lalu bersiap.


 


‘Pertama adalah ...’


 


Esok harinya.


 


Sato lalu bangun tiba-tiba. Lalu, dia mendapati Sayugo sedang makan sesuatu fdi  sana. Sato pun tampaknya menyapanya. Namun, Sato masih mengantuk.


 


Kemudian, Sato pun langsung bergegas dari sana.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Sato menuju ke daerah gurun lagi. Di sana dia berdiri menatap matahari yang bentukannya berbeda itu.


 


“Di sini sangat berbeda dari duniaku. Dunia ini-“


 


Tiba-tiba datang seseorang ke arahnya. Bahkan, memotong perkataannya saat itu.


 


“Ya, tentu saja.  Inilah dunia sihir,” ujarnya tiba-tiba.


 


“Tuan Syaumu! Anda mengagetkan saya,” kejut Sato.


 


Syaumu hanya tertawa menanggapinya.


 


Lalu, dia tampak berjalan ke arah samping Sato.


 


Tap!


 


Ikut menatap matahari itu. Yang juga menatap semua orang.


 


“Bukan hanya matahari di dunia ini. Adalah simbol dunia ini. Itu sama seperti tanda,” jelas orang itu.


 


‘Mungkin yang dia maksud maskot’ batin Sato berpikir.


 


Sato hanya mengangguk paham.


 


Syaumu tampak menatap Sato.


 


“Aku harap kau berhasil dalam pengembangan karmamu ini! Karena, itu pasti sangat berguna di perang nanti,” ujar orang itu menghadap ke arah Sato.


 


Sayo yang kaget cepat untuk mengangguk.


 


Lalu, Syaumu pun pamit. Lanjit Sato merenung di sana. Dia akan  berlatih lagi seperti biasanya.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Megamu dan yang lainnya ternyata di sana.  Semuanya tampak menginap di kastil milik Syaumu. Penguasa daerah kecil ini.


 


Tap!


 


Mereka lalu berjalan untuk melakukan sesuatu di kastil tersebut.


 


Sato sendiri kini sedang merapalkan sesuatu. Dia berlatih tentang pengembangan karma sendiri.


 


Hari pun berlalu.


 


Lalu, Sato pun berusaha untuk merealisasikannya.


 


Bwooosh!


 


Dalam pikirannya itu. Dia membuat karmanya sangat bertekanan tinggi.


 


“Kali ini kau membiatnya punya tekanan juga ya,” ucap kakek itu.


 


Sato mengangguk saja.


 


Lalu, dia pun segera mencoba menyerang kakek itu.


 


Esoknya Sato membuka mata. Sato lalu kembali untuk berlatih lagi. Sato menuju ke sebuah tempat buku di kastil itu. Buku-buku istana untuk penyihir kuno seperti Syaumu.


 


Tap tap tap tap!


 


Syaumu lewat dan menatapnya. Daim membawa teh. Sato ditawari minum dengannya. Sato menerimanya, karena dia pasti harus menerima hal itu. Untuk kesopanan dirinya.


 


“Sato, apa kau sudah temukan sesuatu?” tanya orang itu.


 


Sato mengangguk.


 


“Aku mencoba gabungkan semua teknik serangan karma, dalam satu aplikasi,” jawab Sato.


 


Orang itu tampak meneguk ludahnya tak percaya.


 


“Lalu, aku mencoba membuat semacam internal energi. Di mana energi sihir yang disebut psikos ini bisa menjadi energi tambahan bagi karma,” lanjut Sato.


 


“Jadi, kau menginginkan karma yang sempurna ya! Itu bagus, serangan yang kuat juga haruslah sempurna,” komentar Syaumu.


 


Keduanya masih mengobrol.


 


Di luar. Sayugo tampak memakan semacam ramen. Dia mengunyah mie itu. Tampak Syaumu juga baru datang dari tempat belajar Sato. Dia pun tampak makan mie nersama Sayugo. Keduanya tampak akrab bersenang-senang dan berlomba-lomba untuk makan mie itu.


 


Tap!


 


Sato lalu kembali berpikir. Dia terus aplikasikan banyak hal yang baru dua ketahui. Ada pula yang sama seperti di dunianya.


 


Namun, semuanya tak teralu sama. Ada yang namanya sefikit diubah dan sebagainya


 


Hingga Sato pun genap 6 hari akan sempurnakan tekniknya itu.


 


Sato pun kembali ke alam bawah sadar. Di sana si kakek masih setia untuk menunggu orang itu. Sato.


 


Sato menatapnya. Dia mengangguk. Lalu, melakukan sebuah rapalan karma yang langsung membentang di dirinya.


 


Energi itu tampak tergambar rapi di tubuh Sato. Tampak, tanda yang seharusnya ada di targetnya. Kini, berada di lingkup miliknya.


 


“Karma over Power!” ucap Sato.


 


“Heh!”


 


Si Karma tampak tersenyum menanggapinya.


 


Sato lalu mencoba bergerak. Itu sangatlah cepat. Lalu, mencoba menyerang.


 


Wuush!


 


Serangan itu tampak membuat orang itu sedikit terpental ke belakang. Hempasan Sato dalam jarak dekat sebebarnya amat kuat. Namun, orang itu masih bisa bertahan.


 


Orang itu lalu menahan sesuatu terjangan tambahan lagi. Yang sepertinya semacam attack effect. Di mana suatu serangan lain akan otomatis keluar setelah serangan utama.


 


Blaaaaar!


 


“Lumayan,” ucap kakej itu sesudahnya. Kemudian Sato tampak belum bisa menyeimbangkan energinya. Membuatnya hanya bertahan beberapa menit saja.


 


“Sayang sekali, itu masih seperti karma yang biasa kau miliki,” ujar orang itu.


 


“Ya, maka dari itu. Aku mencoba gunakan teknik sihir inklusi,” balas Sato.


 


“Apa?”


 


“Dengan teknik itu. Aku bisa mengisi ulang energiku yang terkuras oleh karma ini, hingga aku  kembali bugar. Lalu,  karma pun bisa aktif lagi,” tutur Sato.


 


“Oh, begitu!”


 


Sato bangun pagi  harinya. Dia lalu di sapa Sayugo di sana. Sayugo cengengesan. Tampak, Sato pun bergegas untuk ke suatu tempat.


 


Sato lalu menuju ke tempat di atas bukit  itu. Melihat hamparan nan  luas di sana.


 


‘Aku akan membuat orang itu menyesal’ batin Sato.


 


Sato lalu kembali untuk menuju ke dalam tempatnya lagi.


 


Tap tap tap tap!


 


Berjalan dengan gontai. Dia melihat ke sana kemari. Lalu, masuk dengan entengnya tanpa beban.


 


Megamu hanya bisa melihat dari tempatnya saja. Berada di atas sana.


 


Chintya masih malas tertidur di tempatnya. Tampaknya dia bermalas-malasan sembari menunggu keberhasilan latihan Sato  itu.


 


Sato kembali lagi untuk berlatih.


 


“Hyaaaaa!”


 


Dia kini mencoba berlatih senjata di sana. Mungkin juga untuk persiapan atau bekal untuknya. Di sana beberapa prajurit juga membantunya berlatih. Mereka bersama-sama berlatih.


 


Tap!


 


Sato tampak berlatih dengan berbagai senjata juga. Sayangnya dua tak bisa gunakan senjata sihir. Bahkan, senjata yang sudah diperkuat sihir. Hanya bisa digunakan oleh para penyihir saja.


 


Tap!


 


Sato berlatih pedang hari ini. Menebas-nebas udara dengan pedang.


 


Wuuush wuuush wuuush!


 


 


Tampak Sayugo dan Chintya melihatnya. Lalu, Chintya kembali lagi dengan menguap lebar. Sore mulai berlalu. Sato pun istirahat bersama beberapa tentara. Meminum dan makanan yang dibawakan oleh para pelayan dari kastil itu.


 


Syaumu sepertinya sedang ada urusan entah di mana. Tampaknya seharian ini dia tak berinteraksi dengan Sato fan kawan-kawannya.


 


Sato tampak menikmati semua yang bisa dia santap dan minum itu. Lalu, dia pun menuju ke suatu tempat. Dia kembali berlatih di atas tebung itu. Hingga matahari benar-benar tenggelam. Dalam momen itu. Entah kenapa karmanya aktif. Sato bisa lihat banyak peredaran sihir di dunia ini.


 


Semuanya tamoak alami. Lalu, saat dia melihat ke bawah sana.


 


Wuuush!


 


Semuanya tampak seperti terpenuhi dengan zat sihir yang sangat tidak pernah dia rasakan di dunia ini. Namun, Sato masih penasaran.


 


Lalu, dia pun lemas karena hal itu menguras energinya juga. Kini, Sato pun kembali untuk ke dalam ruangan kamarnya bersama Sayugo.


 


Sayugo tampak melakukan sesuatu sendiri. Sato tampak langsung rebahan di sana.


 


“Apa kau sedang tak baik?” tanya Sato pada sahabatnya itu.


 


“Tidak, aku hanya sedikit kesepian. Fernie jarang keluar,” jawab Sayugo.


 


Sato hanya mengangguk paham.


 


Lalu, dia pun mulai untuk berkonsentrasi. Dia mulai fokus pada satu titik. Lalu, dia pun mulai menyelami pikirannya lagi.


 


Wuuush!


 


Dia menuju pikiran bawah sadar dengan cepat. Lalu, dia pun tampak melihat lagi orang itu. Karma.


 


Tap!


 


“Kau kana memulainya? Ini sudah ke lima kalinya kau akan coba gunakan kekuatan itu,” ungkap karma kepadanya.


 


Namun, Sato sudah cukup paham.


 


“Ya, ini sangatlah susah dan rumit. Tapi apa salahnya jika tidak dicoba?” ujar stao.


 


“Baiklah, ayo maju!” balas orang itu.


 


Lalu, Sato pun langsung maju ke arahnya. Dengan karma yang sangat stabil dalam lingkupnya itu.


 


Hyaaaaa!


 


Dia merentangkan tangannya itu. Lalu, mencoba menembus tubuh orang itu.


 


Blaaar!


 


Serangan itu berhasil. Namun, dampaknya tak terjadi apa-apa.


 


“Hahahaha!”


 


“Sial!”


 


Sato lalu berbalik. Lalu, mencoba menendang orang itu.


 


Hyaaaaa!


 


Blaaaar!


 


Serangan itu hasilkan lefqkan merah yang cukup besar. Beralirkan energi yang menyengat itu.


 


Bzzzzzt!


 


Sato lalu melihat lagi ke depan. Tampak orang itu pun masih utuh. Tak ada yang cacat sedikit pun.


 


“Sialan!” teriak Sato frustrasi.


 


Sato lalu berdiri lagi. Karmanya masih aktif. Orang itu tetap berdiri saja. Lalu, Sato berteriak.


 


Hyaaaaa!


 


Sato maju ke arah orang itu.


 


Hyaaaa!


 


Tampak, orang itu memandang ke arahnya dengan tatapan tenangnya.


 


Hyaaaaa!


 


Jduaaaaaaar!


 


Serangan itu tampak lebi besar dari sebelum-sebelumnya. Sato lalu mencoba melihat ke depan. Mendongak.


 


Wuuush!


 


Orang itu tampak hanya pudar beberapa saat saja. Namun, hasil itu sudah membuat Sato mendapatkan impact.


 


‘Setidaknya ini mulai berhasil’ batin Sato.


 


Lalu, dia pun kembali ke dalam tidurnya.


 


Dia bermimpi banyak hal. Suatu mimpi buatnya bangun beberapa menit lebih awal.


 


Dia pun bergegas berlari keluar kastil itu. Menuruni beberapa hal di sana.


 


Lalu, dia pun tampak menuju ke tempat latihan yang biasa dia kunjungi.


 


Di sana dia mencoba berlatih suatu teknik lain.


 


Dia lakukannya sendiri di sana.


 


Wuuush!


 


Angin tampak berhembus di sana. Dirinya masih tetap lakuan hal itu. Hingga pagi datang. Dia berlatih semacam nafas yang sangat panjang. Setiap nafas dia akan memilihkan nafas sebelumnya. Hingga dia menounyai dua nafas. Satu nafas asli dan satunya adalah nafas bantuan atau nafas cadangan.


 


Itu yang dua baca di beberapa prasasti di sana. Lalu, Sato pun mulai untuk membuka matanya. Silau terik tampak membangunkannya. Lalu dia pun muai terbiasa sambil berdiri dia mengeluhkan kesulitan teknik itu.


 


“Teknik itu adalah pernafasan lanjutan. Dari teknik karma. Benar bukan?” tanya seseorang yang tiba-tiba hadir di dekatnya.


 


Sayo menatapnya terkejut. Syaumu menyapanya pagi itu.


 


“Ya, memang tepat perkataan anda,” jawab Sato apa adanya.


 


Sato dan dirinya tampak kembali berbincang. Mengobrol pagi itu.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Beberapa prajurit tampak berdatangan di sana.


 


“Aku pergi dulu. Sato Kazumi,” ucap  Syaumu dan menaiki kereta kudanya. Sato pun mengerti. Mereka saling lambaikan tangan di sana.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Sato lalu sendirian di sana. Bergumam beberapa hal.


 


‘Kekuatanku adalah fokus pada karmanya saja’  batin Sato menegaskan.


 


Tap!


 


Sato kembali berlatih malamnya.


 


Dua  langsung gunakan teknik yang kini energinya  bisa  bergerak di sekitarnya itu. Energi yang tergambar rapi itu. Memutar dalam jangkauannya Sato.


 


Lalu, dia pun mencoba menyerang.


 


Namun ....


 


Blaaaar!


 


Sepertinya lagi-lagi itu masih gagal. Sepertinya  energi Sato bertabrakan  dengan energi cadangan. Membuat dia kehilangan energi itu sekaligus.


 


‘Sialan’  batin Sato  sial.


 


Dia lalu akan kembali. Namun, orang itu tampak mencegahnya.


 


“Tunggu Nak! Lebih baik kau pikirkan di sini saja. Jika kau bangun lagi. Itu akan membuat tubuhmu lebih lelah lagi. Walau sekali saja. Biarkanlah tubuhmu  beristirahat sampai 24 jam mendatang,” ucap orang tua itu.


 


Sato pun berpikir sejenak. Lalu, dia pun diam di sana.


 


Sato pun mulai menutup matanya. Lalu, orang itu tampaknya duduk.


 


‘Semuanya sudah  kau coba. Tapi masih saja  gagal’ batin Sati.


 


‘Pertama menguatkan  malah justru membuatnya lebih berat’ batinnya lagi kesal  mengacak  rambutnya.


 


Kakek karma hanya diam saja sambil terus pertahankan senyumnya itu.


 


Kakek itu mlihat anak itu dari arahnya.


 


Sato membuka matanya. Anak itu tampak menatap ke atas. Lalu, dia seperti memikirkan dan membayangkan sesuatu.


 


‘Selama ini, aku selalu  fokus pada Karmanya saja. Lalu, bagaimana jika aku fokus  pada sihirnya saja ya?’ Batin Sato di sana.


 


Karma dan  sihir adalah sihir. Karma adalah suatu metode sihir. Mata Sato terbelalak bersamaan dengan degup jantungan yang mengencang.


 


Seakan dia sadar. Bahwa sepertinya ada  sesuatu  yang aneh di sini. Diia  tampak memandang sekitarnya.


 


Tampak, hal  itu  terasa familiar setelah Sato perhatikan.


 


“Ini alam  pikiranmu  jadi  kau bisa kenal  segalanya yang ada di sini,” ucap  karma menjelaskan.


 


“Bukan, bukan  itu!” teriak Sato  dan berdiri.  Kakek karma sedikit terkejut.


 


“Tanda lingkaran itu. Apakah itu tanda suatu mantra?”  tanya Sato melihat  suatu tanda di tembok  itu.


 


Orang itu pun menatap ke arah yang dimaksud  Sato. Tanda warna merah muda  dan  seperti bentuk  mata yang sedikit unik. Dia lalu mengangguk.


 


“Ya! Itu adalah tanda sihir  untuk melakukan teknik perluasan  ruang  dan waktu. Tapi, teknik itu hanya bisa digunakan beberapa kali saja,” jawab orang itu.


 


Sato pun membelalak.


 


“Ada apa anak muda?” tanya kakek karma.


 


Sato tampak masih mematung. Namun,  kakek itu membiarkannya saja.


 


Sato pun bangun. Lalu, dia pun mencoba mencari tahu tentang suatu sihir.


 


Sampai dia pun belum tahu hingga saat ini.


 


Bersambung.