
Episode 81
"Apa pesan kita tersampaikan?"
"Ya!"
Tampak, Marylin lah yang menjawab pertanyaan dari sosok yang tak terlihat itu.
"Serelah ini, kita akan permalukan mereka lagi."
"Benar," ucap Marylin.
Esok hari.
Tampak heboh. Di sekolah Sato juga begitu. Semuanya tampak tutup. Tampak semuanya sedang ter fokuskan pada masalah genting.
Sato melihat ke dalam ponselnya itu. Melihat berita di sana.
"Pengungkapan kejahatan Onpipan!"
Hal itu lantas membuatnya berpikir.
‘Sepertinya. Orang-orang itu serius ya. Untuk menghancurkan Onpipan."
Sayfull kini berada di suatu tempat. Dia berlutut di sana.
"Masalah ini sudah sangat parah!" ucap Reggie di depan sana.
"Orang-orang itu sudah menguak semua yang tak ada sangkut pautnya dengan bisnis kita. Itu semua harus kita tindak."
"Baik ayah!"
Serelah itu. Sayfull keluar dari mobilnya itu. Menuju ke sekolahnya. Dia berpapasan dengan beberapa murid. Mereka berbisik di belakangnya. Tak berani lagi untuk berteman atau mengajaknya bicara.
Namun, Sayfull juga tak peduli. Dia tampak datar saja selama ini. Kemudian Sayfull pulang awal. Sekolah tampak masih berlangsung.
Sayfull lalu berhenti di suatu tempat. Memasuki tempat yang sepertinya tertutup. Namun, Sayfull bisa memasukinya.
Tap tap tap tap tap tap!
"Aku Sayfull Onpipan!" serunya keras di sana. Membuat semua orang tampak berlari ke arah pintu depan yang di dobrak Sayfull dengan pedang birunya itu.
"Pedang sihir!"
Wuuush!
Sayfull pun tampak menebas habis semua penyihir yang baru saja sampai ke arahnya itu.
Brak! Brak brak brak brak!
Sayfull lalu berjalan lagi. Memasuki ruangan di dalam sana. Lalu, dia pun terkejut di sana. Banyak penyihir yang berusaha membunuhnya.
"Kau Onpipan sialan!"
"Hyaaaa!"
Sayfull pun menghilang dari hadapan mereka dengan seakan menjadi sinar kuning itu. Lalu tiba-tiba ....
"Hyaaaaaa!"
Wuuush!
Dia menyerang dari brbagai arah. Seakan-akan itu adalah serangan bersamaan. Sayfull tampaknya dibantu dengan Rognoins dalam bentuk sinar biru saja.
Sring!
Semua orang itu tumbang.
Lalu, Sayfull tampak mencoba menyentuh mereka.
"Hey, siapa yang berani melakukan itu pada kami?!" ujar marah Sayfull di sana.
"Ugh, Ka-kami-"
Byuk!
Mereka tampak meleleh. Membuat Sayfull kesal.
Dia pun keluar dari sana. Semua orang tampak meleleh di sana. Mereka tampaknya tak akan membocorkan informasi ke siapa pun. Bahkan dengan paksaan sekali pun.
"Sial!"
Sayfull pun kembali ke rumahnya dengab mobil mewahnya itu.
Brrrrm!
Dia kini masuki kediaman utama keluarga Onpipan. Lalu, dia pun melapor pada ayahnya.
"Ayah, sepertinya mereka sudah mempersiapkan rencana dengan matang. Aku sudah mencari tahu beberapa hari-hari itu. Saat aku eksekusi. Mereka sama sekali tak berguna," ucap anak itu.
Beberapa orang mendengarnya.
Orang-orang itu bahkan mengangkat tangan mereka setuju pada Sayfull.
"Aku juga mengalaminya."
"Ya, aku juga!"
Mereka terus berseru seperti itu. Reggie sebagai ketua mereka semua pun berpikir saat ini.
"Baiklah kalau begitu. Sepertinya memang kita akan laporkan hal ini pada eksekutor dunia sihir. Sepertinya mereka akan bisa membantu kita."
Sayfull pun menuju ke dunia sihir. Dia akan bersekolah.
Reggie tampak menuju ke suatu tempat. Yang jauh dari akademi putra emdan klannya itu. Onpipan.
Wuuush!
Dia menggunakan sihir terbang. Bersama puluhan orang.
Blaaaar!
Saat merekan sudah akan mendarat. Tiba-tiba petir menyambar mereka. Mereka pun menahannya.
Lalu, di tempat itu. Datanglah orang yang tinggi besar. Dengan pakaian seperti bulu mantel tebal tapi pendek itu.
"Kalian Onpipan bukan?" ujarnya.
"Dia adalah penjaga dan salah satu eksekutor dunia sihir ketua!" ungkap salah satu bawahan Reggie.
"Kalian semua tak boleh ke sini!" ucap orang itu. Dia tinggi besar.
"Ada apa?" tanya Reggie.
"Kalian semua sudah tersegel dalam catatan kami!" jawab orang itu mengejutkan. Reggie pun terkejut. Semua yang ikut dengannya juga begitu.
"Kenapa?"
"Ada kelompok yang sudah menyegel nama kalian dari sini! Itu tak lama sebelum kalian datang. Maka dari itu. Kalian akan kami incar serekah semua syarat terpenuhi. Huahahahaha!"
Setelah itu. Tampak mereka diserang oleh petir ganas itu. Reggie dan yang lainnya menghindar dan kabur dari sana. Hanya suara tawa keras yang mereka dengar.
"Keparat! Mereka ternyata bekerja sama dengan para eksekutor itu. Sialan!" marah Reggie di sana.
Reggie berpikkir di sana.
"Seperti dugaan ayah. Mereka adalah penyihir," ungkap Reggie.
"Lalu, mereka secara rahasia ternyata bekerja sama dengan para eksekutor!"
"Benar, saat kami menuju ke sana untuk menyuap mereka agar membantu kami. Sepertinya mereka sudah disuap terlebih dahulu oleh musuh."
Sang tengkorak tampak diam. Namun, dia tampaknya berpikir.
"Bukan wahai anakku!" ucapnya di sana.
Tengkorak lain juga berkata "bukan mereka yang menginginkkan kalian mati. Tapi ada pihak yang sepertinya membicarakan rahasia kita. Hubungan kita dan semuanya."
"Apa maksud anda?" tanya Reggie tak percaya.
"Sepertinya. Informasi yang terpublikasi itu. Tak hanya mengenai bisnis saja. Juga mengenai hal lainnya. Seperti saat ini. Tentang gubungan kita dengan para eksekutor dunia sihir," jawab tengkorak yang dia panggil ayah.
Sayfull pulang dari dunia sihir. Ayahnya tampak pulang dari kediaman utama.
Mereka saling tatap. Sayfull menunduk. Lalu, ayahnya itu lewat di depannya itu.
'Entah apa yang terjadi' batin Sayfull di sana.
'Apalagi mengenai suatu jiwa yang menguasaiku saat lengah. Sialan' batinnya kesal. Lagi-lagi tentang sesuatu yang membuatnya kerepotan.
Sayfull tampak belajar di kamarnya. Lalu, jiwa itu pun keluar. Namun Sayfull bisa dengan mudah mencegahnya.
Saat dia tidur. Dia juga bisa merasakan jiwa itu memberontak ingin keluar.
Sayfull berhenti sejenak dari belajarnya. Meminum suatu pil yang akan membuatnya tak tidur. Lalu melanjutkan belajarnya.
Setelah itu. Sayfull kembali ke sekolah sihir lagi. Dia kembali hanya untuk mengecek keadaan saja. Karena dia merasa janggal kemarin.
Tap tap tap tap tap!
Sayfull duduk di sebuah tempat yang sepi dan luas. Sayfull menutup matanya. Belum ada siswa di sana. Karena dia datang sangat awal sekali.
Lalu, terdengar olehnya. Suatu suara. Dia pun berdiri dan mengintip di suatu tempat yang bisa ia perhatikan.
Lalu, matanya tak percaya melihat beberapa orang menyeret lalu membuang sesuatu.
Brak!
"I-itu! Sialan berhenti kalian!" ucap marah Sayfull.
Lalu, Sayfull pun maju tapi semua irang itu sudah raib menghilang dari sana. Meninggalkan sesuatu yang dibuang itu.
Lalu, tampak hal yang dibuang itu. Adalah sesuatu yang dia ketahui adalah informasi-informasi berharga yang tercecer di sana. Menjadikannya itu semua tentang keluarga besarnya. Onpipan.
"Siapa pun yang melakukan ini. Harus menerima balasannya!" teriak Sayfull.
Suatu tempat.
Kini, di ruangan rapat itu. Tampak, beberapa orang berpakaian hitam itu. Lalu, datanglah seseorang wanita yang tertutupi tudung hitam. Namun, dari rambut dan bentuk tubuhbya. Serta suaranya.
"Apa kau sudah melakukannya? Marylin?" tanya orang yang sepertinya sentral itu.
Marylin pun menunduk.
"Semuanya sudah terlaksanakan!" jawabnya.
Semua orang di sana pun tersenyum senang.
"Serelah ini, kita akan tunggu kehancuran mereka. Baik di dunia bisnis maupun sihir," ucap Marylin membuat semua orang di sana tertawa.
Tempat Sato.
Anak itu tampak geram dengan kasus yang menimpa keluarga Onpipan itu. Semuanya tampak rapi dan tak visa dibantah.
"Sepertinya, orang-orang itu tak cuma penyihir saja," ucap megamu di sana. Bersama Sato.
"Ya, mungkin mereka bekerja sama dengan klan lain?" ujar Sato.
"Tidak bukan itu," balas megamu sembari menggeleng.
"Lalu apa?"
"Sesuatu yang bahkan tak diduga oleh Onpipan itu sendiri."
Di kantor milik keluarga Onpipan. Terjadi sidang di sana. Sepertinya karena penurunan drastis di beberapa perusahaab itu.
Seorang dengan rambut hitam itu. Sepertinya bukan klan Onpipan. Namun, semua orang tampak menghormatinya di sana. Reggie bahkan menenangkan yang marah besar itu.
"Aaah, sudahlah!" ucapnya keras sembari berdiri dan menggebrak mejanya itu.
Semua orang kaget.
Dia lalu berbalik ke arah pintu keluar sembari berkata "kami semua sudah bersikeras untuk terus membeli pasar di bisnismu. Tapi semuanya malah sia-sia, jika semuanya masih bocor. Kamu tak akan bisa aman dalam perusahaanmu. Kalian harus suksesikan ini. Selagi itu, kami terpaksa menjual info rahasia kalian. Jika kalian semua masih tak bisa menghadapi gelombang besar ini."
"Tuan, tenanglah!"
"Tidak, aku sudah muak dengan usaha kalian itu. Kalian bialng ini namun, masih sama saja. Pokoknya jika kalian tak memberikan kenaikan yang berarti. Kami berani jual informasi ini loh!"
Orang itu lalu keluar dengan kesal. Sepertinya dia adalah salah satu investor.
Reggie tampak memanggil satu asistennya.
Tap tap tap tap tap tap!
Orang itu pun menaiki mobilnya. Menuju ke bandara. Namun, ada mobil yang mengikutinya. Lalu, dia pun tampak menyadarinya dan memainkan ponselnya. Setelah itu pura-pura tak menyadarinya.
"Bunuh dia sekarang!" ucap Reggie pada asistennya itu. Dia sudah geram pada investor itu. Dia selalu mengancam menjual info rahasia perusahaan mereka.
Brrrrm!
Lalu, setelah sampai bandara. Dia pun diikuti lagi oleh orang berjas hitam. Dia tampak berambut pirang. Sama seperti bule. Namun, orang itu tahu. Itu adalah salah satu Onpipan.
Dia pun masuki sebuah pesawat pribadi. Namun, orang itu bisa masuk juga ke kawasan pesawat itu.
Lalu, dia pun masuk ke dalam sana dan sudah ada banyak orang menunggunya.
"Ya, semuanya aku datang ke sini. Bahkan sepertinya ada yang mengikuti kita loh, hehehe!"
Lalu, Onpipan yang mengikuti tadi tak menyangka.
Klik!
Serelah bunyi itu. Tampak ruangab yang gelap dan sempit itu berubah. Membuat Onpipan itu terungkap bahkan lampu di atas sana sangat terang. Memperlihatkan sosoknya jelas di mata orang-orang itu.
Mereka semua tampak berpakaian hitam. Lalu .....
"Hahahahaha! Laporkan pada bosmu Reggie. Tapi dengan sedikit luka di tubuhmu agar dia percaya hahahaha!" ucap orang yang diikuti tadi.
"Hahahaha!"
"Benar, bahwa kami semua. Investor asing yang bekerja sama dengab perusahaan Onpipan. Sudah menjual semua informasi kepada 'sang penghancur Onpipan'"
Brak!
Bersambung.