Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Tidak serius berujung petaka!



Episode 114


Kedua orang selain semua orang di tempat itu pun nampak tak paham. Chintya ingin bertanya namun, dia merasa di sini sangat serius. Orang-orang terlihat tegang di matanya.


 


Lalu, tiba-tiba saja. Sayugo bersuara di sana.


 


"Apa arti dari sihir legenda yang kalian bicarakan?!" tanya Sayugo agak keras. Semuanya terkejut. Menatapnya. Chintya kaget. Melihat Sayugo yang sangat penasaran. Di matanya tampak sorot mata yang mengartikan hal lain.


 


Chintya yang agak marah padanya. Kini, mengabaikan perasaan itu. Dia mungkin tahu maksud dari Sayugo itu sebenarnya tentang kehilangan pada sesuatu yang hilang darinya selama ini.


 


Fernie juga mendengar itu. Ternyata Fernie dan megamu melakukan banyak kontak di dalam batinnya. Fernie pun nampak tahu semua itu dan diam tak percaya.


 


"Jadi, kunci atau obat yang dicari oleh sang penyihir penjelajah magi. Ialah, sihir karma!" ucap sang kepala sekolah nampak tegas. Hal itu seakan juga menjawab pertanyaan dari Sayugo yang tidak tahu semua tentang dunia persihiran.


 


"Jadi, kalau begitu. Apa Sato yang ...."


 


Tempat Magi.


 


Dia memperhatikan Sato yang bertarung dengan prihatin.


 


'Aku memasang penghalang di Valloshwa dengan sihir manipulasi dari sugesti. Sihir itu adalah tingkat atas. Sihir yang memerlukan energi yang banyak. Gerakanku juga terbatas. Jadi, mereka semua tak akan dalam bahaya. Jika Astorra belum kalah karena karma.' Batin orang itu.


 


Dia lalu melihat Sato lagi yang menyerang.


 


Wuuush!


 


Angin di tempat Sato tampak lebih dingin dari sebelumnya. Bulan dunia Arconde juga membulat indah. Seakan melihat mereka semua dari pupil mata bulannya.


 


Astorra terkekeh. Setelah dia mengusap luka di lehernya itu.


 


'Untuk menyerang mahkluk dari dimensi yang berbeda seperti ini. Serangan seperti itu tidak mempan. Tapi, itu sebenarnya berefek padaku' batinnya. Dia sangat percaya diri melihat Sato. Sato melaju kencang ke arahnya.


 


Wuuush!


 


Sato menguatkan diri. Hendak memukul  dengan kekuatan supernya.


 


"Heaaaa!"


 


Blow!


 


Magi dan Astorra kembali dibuat kaget.


 


Blaaar!


 


Astorra terkena telak serangan itu. Nampak, di tangan Sato. Naga itu ternyata ikut menghantam dirinya.


 


'Jadi begitu. Jika naga itu ikut menyerang. Kekuatan energi yang diberikannya itu menjadi berpuluh kali lipat kuatnya’ batin magi senang.


 


Astorra terlihat menutup luka yang ada di wajah tengahnya.


 


'Benar juga. Mahkluk yang menempel dan terlihat terus mengirimkan energi itu. Bagaimanapun orang yang bisa memaksimalkannya. Adalah dirinya sendiri yang bisa menggunakan energi penuhnya sendiri' batin Astorra.


 


Nampak keduanya kembali berhadapan lagi. Sato bersiap. Kini majulah Astorra.


 


"Kali ini tak ada ampun!"


 


Astorra menggunakan pedang yang bentuknya sama dengan yang tadi dia hilangkan.


 


'Aku akan membunuhmu Sato! Terimalah balasan juga dariku untuk Tuan Singai!' Batin Astorra dan menebas.


 


Blaaaar!


 


Sato menghindarinya. Dia nampak menapak di tempat jauh.


 


"Pergilah dari sana!" teriak magi saat melihat ada suatu benda yang ada di samping anak belasan tahun itu. Sato nampak akan melompat terbang.


 


Wuuush!


 


Graaaak!


 


Namun, Astorra nampak menciptakan benda itu sangat cepat. Mengembang lalu membentuk suatu menara yang lumayan besar.


 


"Heh!"


 


Sato pun tak bisa mengelak. Menara itu juga tinggi.


 


Brak!


 


Sato terjatuh. Di saat dia mencoba menghindarinya. Di dalam sana. Sato pun melenguh sakit.


 


'Kekuatan dari sihir pencipta ya?' Batin Sato. Namun, saat itu magi sendiri terlihat tak mendengar batinan Sato kali ini.


 


Kini, terlihat Sato mencoba keluar dari tempat terkurung itu. Tapi, naasnya tempat itu bahkan sangat tertutup.


 


"Sebaiknya gunakan karmamu saja!" teriak magi.


 


Sato heran. Kenapa dia harus gunakan Karma. Sementara dia merasa bisa menghancurkan sebuah menara yang tidak terlalu besar seperti menara sihir lain yang kuat.


 


"Kenapa memang--"


 


Jduaaaaar!


 


Astorra tersenyum senang. Setelah dia menembakkan suatu sihir penghancur itu ke arah bangunan itu.


 


Blaaar!


 


Asap mengepul walau bangunan itu hanya merupakan sihir bias yang akan hilang begitu saja. Kini, di tempatnya. Sato terlihat terkapar dengan asap dan luka-luka lecetnya.


 


"Sekarang aku sudah bisa merasakan daerah sekitar dari sini. Aku akan membantumu," ucap magi.


 


"Yah! Tapi, sepertinya aku tadi juga lengah. Tapi berkat itu ...."


 


Terlihat di depannya Sato. Sesuatu yang berbentuk bola hitam ada di sana. Lalu, bola itu pun mengecil dan menjadi sesosok hewan.


 


Graaak!


 


Naga itu adalah Syaumu. Kini, ukurannya lebih besar lalu dia juga bentuk kepalanya menjadi terlihat lebih lancip. Ada beberapa tanduk pendek di kepalanya juga berwarna cerah.


 


"Nampaknya hewan itu bukan hewan sihir sembarangan. Dua bahkan bisa menyerap kekuatan sihir penghancur dan membuatnya sedikit lebih besar dan berbeda dari sebelumnya," ucap Magi melihat naga Syaumu itu.


 


Naga itu kembali berpindah ke belakang Sato. Dengan sayapnya naga itu membuat Sato terbang melesat ke atas.


 


"Baiklah, dengan semua ini. Ayo sama-sama kita taklukan orang itu!" seru Sato percaya diri.


 


Groaaaak!


 


Naga Syaumu pun berteriak menyahutinya tak kalah semangat. Magi nampak juga sama di sana. Dia lalu rasakan posisi dari orang itu.


 


Sato pun nampak diberitahukannya.


 


"Dia ada tepat di bawah sana!"


 


Sato mengangguk. Kemudian, dia pun maju ke arah bawah sana.


 


"Heaaaa!"


 


Blaaaaar!


 


Terlihat, Astorra yang mendeteksi adanya serangan itu. Kini, tak terlalu terkejut melihatnya. Walau dia baru sadar di saat serangan itu sudah dekat dengannya.


 


"Heh!"


 


Duaaar!


 


 


Namun, itu sepertinya tak cukup.


 


Saat itu Sato merasakan orang itu menahan tangannya. Sato pun mencoba menyerangnya lagi.


 


"Kurang ajar kau Astorra!" teriak Sato menyerang.


 


Kemudian, Astorra juga menahannya lagi.


 


Blaam!


 


Kerusakan dan asap tampak semakin besar saja. Astorra terlihat menarik tangannya.


 


"Aaaaaaaargh!"


 


Sato mental dilemparnya. Kemudian, Astorra kembali akan menyerangnya.


 


Blaam!


Kini, Sato menghindar.


 


Blam blam blaam blaam!


 


Astorra membuat lubang tanah yang lumayan dalam dari tangannya itu. Berusaha memukul Sato terus menerus. Dia tersenyum ringan.


 


Lalu, menyerang Sato dengan pukulan yang lebih kuat.


 


Blaaaar!


 


Magi nampak akan mencoba membantunya. Namun, dia nampak masih lemah dan belum bisa. Tapi, dengan bantuan energi dari naga itu. Sato masih bisa mengelak dan menyerang dengan lututnya langsung.


 


Blam!


 


Astorra menahan walau dia tertekuk. Dua kembali menegakkan badan yang menekuk membuat Sato mental dengan hempasan kuatnya.


 


Blaaar!


 


Sato terpental tak terlalu jauh. Sret!


 


Dia nampak melihat ke arah musuhnya lagi. Magi nampak masih mencoba untuk membantu secara langsung daripada hanya memberitahukan posisi musuh.


 


Musuh nampak maju dan keluar dari dalam asap. Menggunakan asap itu dengan gelombang yang memutar spiral.


 


Heaaaaa!


 


Blaam!


 


Tebasan Astorra nampak dihindari oleh Sato. Sato mundur sembari mencoba mencari celah dan cara untuk menghunjamkan pukulannya itu.


 


'Pedang itu sangat kuat dan tajam. Jika aku menyentuhnya aku akan tersayat parah' batin Sato hati-hati.


 


Sato mundur. Lalu, terlihat Astorra sudah akan menyerang dari atas dengan pose yang akan mengeluarkan gelombang kuat lagi.


 


"Hyaaa!"


 


Blaam!


 


Asap tercipta dalam bentuk hampir bulat sempurna. Sato terbang keluar dari sana. Dia lalu bersiap dengan datangnya Astorra dari tempat sebelumnya.


 


Heaaaa!


 


Astorra nampak menebasnya. Namun, itu bisa dihindari Sato dengan merendahkan posisi terbangnya. Saat ini, Astorra nampak sebal.


 


Dia pun terus menyerangnya dengan semakin kuat itu. Hingga Sato pun kewalahan.


 


Sato dan dirinya terus begini di semua posisi. Atas dan bawah.


 


Sato beruntungnya juga punya naga itu. Yang ternyata bisa menahan beberapa tebasan itu.


 


Membuat Sato bisa menjauh dari Astorra yang kebingungan mencari Sato sendiri.


 


Sato napak jauh. Dia nampak bersiap lagi akan maju ke arah Astorra.


 


"Kali ini kita gunakan serangan yang bervariasi!" ucap Sato semangat.


 


Sato maju. Walau begitu di tempat-tempat yang tak terlihat dari luar. Seperti lekukan tubuhnya dan bagian lekuk dagunya.


 


Terlihat ada goresan-goresan luka di sana. Sato mungkin menahan sakit dari semua itu. Sato kini masuki area sekitar musuhnya.


 


Heaaa!


 


Dia mencoba menyerang. Namun, orang itu melompat dari tinjuan miliknya. Sato melihatnya lalu melesat lagi dan dengan bantuan dari naga hitam itu. Dia mencoba menggunakan kekuatan terkuatnya untuk kini.


 


Astorra nampak terkekeh.


 


Blaaam!


 


Namun, dia terpental keras ke belakang sana. Nan jauh juga. Terlihat, Sato kembali maju untuk mendatangi area sang musuh. Astorra yang baru bangkit. Terkejut melihat Sato yang kembali akan meninjunya.


 


Blaaar!


 


Gelombang tercipta dari kekuatan itu. Terlihat, vampir itu terbang ke atas. Namun, saat itu juga Sato tengah menyerangnya dari semua titik yang ada di sekitar area milik Astorra.


 


Blaaar balar balar!


 


Vampir itu terus ditinju membabi-buta. Lalu, Vampir itu pun tampak terpental ke bawah.


 


Dia berdiri lagi. Sato masih menatapnya. Lalu, kini Astorra pun menebasnya dari kejauhan. Magi merasakan sesuatu yang aneh dari tebasan itu.


 


Ingin memperingatkan Sato yang hanya menahan namun, itu terlambat.


 


Blaaraaak!


 


Kali ini sebuah tempat luas yang dipagari oleh dinding tebal dan tertutup dari luar. Menjebak Sato di dalamnya.


 


Sato nampak akan menggunakan karmanya. Dia khawatir akan diledakkan sama seperti saat itu. Namun, Magi menginterupsinya.


 


Tap!


 


Kini, sosok itu muncul di sana.


 


"Sato! Ini adalah tempat yang hampir sama di saat kau mengalahkan aku dan tuan Singai! Kali ini juga. Aku akan membuat situasi dan kejadian yang sama. Tapi, peranku dan dirimu akan ditukar. Saat ini aku akan mengembalikan mood bertarungku yang tak pernah kalah dari siapa pun dengan mengalahkanmu. Diicip-icip juga sebagai obat bagi diriku dan dirimu SATO!"


 


Orang itu nampak membuat area itu seperti bercahaya.


 


"Apa ini?" tanya Sato tak tahu. Magi nampak menatap  tajam ke  arah pandangan Sato di dalam sana.


 


"Dia menggunakan sihir penguat dan manipulasi ruang waktu," jelas Magi.


 


"Sihir ruang waktu?!"


 


Sato terkejut setengah mati. Sato mengingat dan tahu jelas sihir jenis apa itu. Lalu, kini nampak di sana. Hadir sosok lain dengan wujud tegapnya.


 


Sato membelalak tak percaya.


 


"Apa ini?!"


 


Sato meneguk ludah terkejut dan mundur. Naga hitam itu agresif menatap ke depan sana.


 


"Sihir ini berbeda dengan sihir dengan nama yang sama pada umumnya. Astorra juga punya ingatan yang buruk. Di sisi lain dia itu bisa memperkuat apa pun yang dia ciptakan di sihir ruang waktunya. Selain itu ..... dia membuat subjek yang dipanggilnya itu bertahan pama bisa lebih dari satu hari," jelas Magi.


 


Bersambung.