Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Masa lalu bagian 2.



Episode 120


Flasback.


 


"Oeeee!"


 


Suatu suara yang sangat berharga bagi kehidupan manusia. Tangis itu buakn tangis yang menyedihkan. Bahkan, lebih baik daripada kebahagiaan itu yang nantinya akan banyak meneruskan jalan dan cita-cita suatu kelompok dan umat besar.


 


Kini, bayi laki-laki terlihat di gendongan seorang wanita. Lalu, wanita itu tak sendiri d sana.


 


"Aku menamainya Mugo!" ucap wanita itu. Dia nampak sehat saja. Sepertinya bukan ia yang baru saja melahirkan anak itu. Lalu, di sana tepat di samping perempuan yang bahagia itu. Terdapat sosok anak kecil dengan sayap mungilnya. Rambut miliknya  berbeda warna dibagi  dua  bagian yaitu kanan dan kiri.


 


Merah lalu hitam.


 


Anak itu bernama Eldorick.


 


Lalu, di sana pula ada beberapa orang dan bocah juga. Mereka semua nampak kagum dengan apa yang mereka lihat.


 


"Setelah ini, aku akan memilih seorang agar merawatnya dengan baik," ucap wanita yang  memangku  bayi yang sudah diam itu. Bayi itu tersenyum di sana.


 


"Untuk menghindari kesalahan anda. Lebih baik biar bayi itu sendiri yang memilihnya. Bagaimana yang mulia?" tanya seorang wanita lain di samping wanita itu. Dia berambut pendek dan nampak masih muda. Dia berpakaian sihir yang unik dengan belahan di bagian samping dari tengah sampai bawahnya  itu.


 


"Apa kemarin-kemarin itu kesalahan?" tanya wanita itu polos. Membuat wanita itu nampak menggeleng lemah.


 


Sementara di samping lainnya. Eldorick hanya bisa memiringkan kepalanya heran menatap ke arah ibu bayi itu beserta orang lainnya yang menunduk hormat.


 


"Dua orang sebelumnya. Mereka tidak terlalu kuat untuk menggunakan teknik sihir anda bahkan yang paling dasar. Ini membuat dimensi dekat sini pun sangat rawan," ujar orang itu. Yang menunduk pada wanita membawa bayinya.


 


Bayinya tampak menangis.


 


"Oeeee!"


 


"Hmmm!"


 


 


Wanita deangn menggunakan topi penyihir hitam dan lebar itu. Nampak, menggerakkan kepalanya sekan berpikir keras. Lalu, dalam menengok ke sosok bocah lain di sampingnya.


 


"Apakah itu benar adik Eldorick? Apakah sebelum ini, orang-orang yang aku  lahirkan ini. Semuanya tidak becus sama dengan orang yang pertama?" tanya wanita itu penasaran dan  polos pada  gadis kecil yang menatapnya polos.


 


"Tuan Godwitcher. Tuan Godklannad sudah tak mengingatnya kembali setelah dia membagi kesadarannya. Jadi, percuma anda mencoba mendapat jawabannya," timpal orang yang menunduk patuh pada wanita itu. Eldorick menatap polos dan bingung.


 


'Aku tidak paham' batin Eldorick mungil.


 


"Benar juga hahahaha!"


 


Wanita itu tertawa. Lalu, dia nampak menghadap Eldorick kecil. Kemudian, orang itu merendahkan dirinya menyeimbangkan tinggi anak kecil itu.


 


Lalu, dia memperlihatkan wajah bayi mungil yang kini tertidur pulas dalam gendongannya. Eldorick kecil menatap takjub. Dia  masih tak tahu mengenai hal ini.


 


"Kau sangat baik Eldorick. Aku jadi tak sadar kau sudah kelahan karena aku," ujar lembut wanita itu. Lalu, nampak tangan bayi itu digerakkan oleh wanita iu. Menyentuh pada kepala wanita mungil di depannya yang polos. Eldorick kecil menatap wanita dewasa itu sangat  lucu dengan muka penasaran akan bayi ini.


 


 


Wanita lain di sana nampak menatap terkejut pada keduanya.


 


"Yang mulia apa jangan-jangan ...." ucap wanita itu tak melanjutkan ucapannya entah mengapa.


 


Wanita itu lalu mengeluskan tangan bayi  itu pada kepala mungil Eldorick. Eldorick merasa nyaman. Menutup matanya.


 


"Mulai sekarang sudah cukup kau  menjaga kunci itu untukku. Semua lapisan ini sudah terlalu  tebal."


 


Kini, Eldorick terbangun di semua tempat. Dia mengusap matanya.  Lalu, di sampingnya nampak ada satu orang yang tertidur di sana.


 


Eldorick nampak tak asing dengan sosok itu. Dia lalu keluar. Saat itu, beberapa orang dengan pakaian seperti seseorang yang tertidur di kasur luas tadi. Menghampirinya.


 


"Tuan putri. Anda ingin mandi? Atau makan?" tanya mereka semua mengerubungi gadis kecil itu.


 


Lalu, di luar sana. Nampak, wanita dengan topi penyihir itu. Berdiri di atap suatu bantuan yang  luas. Dia tak sendiri di belakangnya nampak ada wanita yang berambut pendek.


 


"Anda memutuskan untuk membuat turnament kekuatan untuk apa?" tanya wanita itu. Wanita tersebut terlihat membawa sebuah wadah kecil yang di dalamnya tertidur bayi berambut biru sangat pulas.


 


"Aku ingin mengetes bagaimana kemampuan para klan yang diciptakan oleh Eldorick yang malang hanya demi aku," jawab orang itu


 


Wanita di belakang nampak menunduk sedih.


 


"Anak itu sangat baik. Dia bukan polos tapi baik. Dia yang polos rapi  naik, aku sampai bingung dan aku bahkan tak sadar hingga detik  ini dia selalu ingin menjaga dunia ini," ucap wanita  yang berdiri di depan sana dengan nada  yang serius dan dalam.


 


"Ya! Keputusan yang mulia mungkin ada baiknya untuk semuanya. Pada awalnya, jika anda memutuskan kontrak sihir penghapus jejak yang berisiko pada dunia ini. Di mana akan ada  banyak orang yang mulai penasaran pada dua monster yang merepotkan di masa lalu," ucap wanita yang membawa bayi itu  nampak tersungut dan terdengar menyesal.


 


"Maafkan aku yang mulai,"  lanjutnya dengan sedikit terisak.


 


Wanita di depan sana tidak bersuara. Kini, suatu suara keras terdengar di sana. Beberapa orang berbondong-bondong di tempat itu.


 


"Sudah dimulai!" ucap senang wanita bertopi itu. Wanita itu terbang dengan cepat ke depan. Wanita di belakangnya pun berteriak kaget namun dia  tak bisa mencegahnya.


 


Wuuush!


 


Di suatu kota. Kini berdatangan banyak orang yang semua adalah anggota klan yang memegang liontin yang disebut 'jalan'.


 


Liontin itu  adalah jalan yang dibuat untuk menjaga perdamaian dari musuh besar dunia ini. Di sana nampak banyak orang. Kini banyak orang yang akan mengikuti suatu kejuaraan di sana. Semuanya mungkin sangat besar.


 


Tap tap tap tap!


 


Terlihat, seorang pemuda berambut biru. Dia nampak kurus. Dia berjalan di rombongan itu. Lalu, saat melihat suatu istana megah itu.


 


Orang-orang yang melihatnya pada berseru.


 


"Itu istana sang Godwitcher!"


 


"Istana yang paling  megah dan kita bisa melihatnya!"


 


 


Pemuda itu pun penasaran. Di jalan yang menanjak itu dia  harus ke atas sana. Menuju ke depan dengan langkah pendeknya itu. Dia kelelahan  bahkan beberapa orang yang melakukan hal yang sama tidak sedikit.


 


Dia pun berdesakan di  sana. Anehnya mereka semua tak mengeluh.


 


"Woooah!"


 


Brak brak brak!


 


Pemuda itu jadi terjatuh. Beberapa tertimpa barang-barang milik orang-orang. Namun, dia masih bisa bangkit dan berjalan ke atas sana.


 


"Ugh, punggungku sakit!" ujarnya melenguh. Dia berada di paling akhir dan jauh. Semua sudah ada di atas sana yang benar-benar naik ke atas bukit sangat curam.


 


Tap!


 


Lalu, saat sampai dia pun masih kelelahan. Merangkak di satu  tanjakan sedikit lagi.


 


Brak!


 


Dia terkapar di sana karena itu. Lalu, dia kembali akan berdiri. Mendongak dan kini dia bisa melihat ada istana besar nan megah.  Itu masih sangat jauh akan tetapi terlihat  indah dan cahayanya sampai  sana.


 


"Setelah menuruni dua gunung. Aku akan berada di istana itu!" serunya senang sekali. Seakan itu adalah impian bagi semua orang.


 


Lalu, kini  terlihat semua orang yang mendahuluinya itu sudah turun dan menjangkau gunung kedua.


 


Tap tap  tap tap!


 


Tiga hari berlalu. Pemuda itu sampai di kota yang megah.


 


Bukan kota tapi sebuah tempat. Tempat itu seperti kota karena luasnya. Bahkan, luasnya bukan seperti sebuah kota. Bahkan lebih luas dan  ada berbagai pulau yang di sekelilingnya tak  kalah besar.


 


Dia masukinya. Melihat beberapa kapal dan orang-orang suka cita datang di sana.


 


Brak!


 


Dia melihat ada orang dengan kekuatan sihir  yang bisa berjalan di air. Dia pun nampak mengetahuinya.


 


"Dia dari klan yang tinggal di pulau Jero! Pulau dengan diputari palung-palung  yang amat dalam. Di sana terdapat monster-monster legenda. Lalu, dengan kekuatan merak yang kuat mengenai pengetahuan air. Membuat peradaban  damai di pusat tempat mereka semua hidup," gumam anak muda itu. Kembali lebih dalam ke kota itu.


 


Dia lihat ada banyak  orang yang turun dari terbangnya  itu.


 


Tap tap tap tap!


 


Mereka berlari berdesakan dari orang-orang yang kelelahan sepertinya.


 


"Itu adalah klan yang tinggal di batas atas. Klan Huong! Mereka punya sihir udara, angin dan es," gumam anak muda itu. Dia juga sempat didesak oleh salah satu orang dari mereka yang ingin mendahului jalannya.


 


Dia hanya tersenyum terima saja.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Banyak orang dengan pakaian yang sama dengan kelompoknya. Dia memandang ke depan sana. Melihat dan deskripsikan orang-orang baru yang datang.


 


"Klan Seppu. Klan yang sangat kuat di bidang pertanian dan pengetahuan hewan suci."


 


"Klan Ranfom. Klan yang punya kekuatan sihir pengendali  ilusi yang hanya berefek pada mereka dan seluruh klannya."


 


"Klan Ji. Klan yang terbilang pintar."


 


"Klan blablabbla."


 


Saat dia mengoceh  sendiri dan sampai di dalam kota itu.


 


Brak!


 


Dai nampak ditabrak oleh seseorang. Orang itu juga jatuh. Lalu, jatuh beberapa hal yang nampaknya dibawa oleh orang yang bersangkutan.


 


Namun, si pria rambut biru hanya datang dengan tas yang biasa saja. Tas itu bahkan masih di tangannya erat.


 


Lalu, terlihat pemuda itu merasakan sakit kemudian melihat orang yang menabrak tadi.


 


Wajahnya nampak terkejut. Melihat wanita yang ia tabrak berambut merah dan sangat menawan. Karena dia seorang  wanita. Rambutnya bergoyang satu wanita itu mengusap pantatnya yang kesakitan.


 


Pikirannya menjadi terbang ke mana-mana  setelah melihat kejadian itu.


 


'Di-dia ini ...'


 


"Onpila! Kau ada di sini. Kau jatuh? Siapa yang berani menjatuhkanmu?!"


 


Seseorang datang di tengah mereka. Orang-orang memandangnya karena suara orang itu yang keras. Si pemuda itu berdiri dan nampak menubruk.


 


"Maafkan aku. Aku baru saja sampai. Aku tak sengaja menabrak yang mulia!" ungkap pemuda itu meminta maaf.


 


Lalu, wanita itu nampak heran dengan ucapan itu.


 


Dia berdiri.


 


"Hey, kenapa kau berkata seperti itu. Aku yang menabrakmu kan?" tanya wanita itu. Membuat pemuda itu mencoba melihatnya. Akan tetapi suatu tangan nampak mengangkatnya.


 


"Kurang ajar. Jangan sentuh adikku! Dasar sok ganteng dan modus buaya!"


 


Wuuuaaaa!


 


Sepertinya nasib malang pemuda kurus ini akan terus berlanjut.


 


Bersambung.