
episode 61
Flasback off.
Karena itu. Aku harus menang.
Jduaaaar.
Pov End.
Shimun tampak kini memasuki langsung mode kuatnya itu. Dia menggunakan energi sihir yang kuat di sekujur tubuhnya.
Bombamen tampak sedikit termundur.
"Matilah!" teriak Shimun dalam mode dua yang disebut Partial naturally.
Duaaaar!
Dia menghempaskan Bombamen ke depan sana. Dengan energi sihirnya yang lumayan kuat sekali itu.
Energi yang dia hempaskan berhasil memukul mundur bahkan mungkin menghancurkan musuh itu.
Kini, dia sudah kembali melihat ke arah depan itu. Menunggu kabar dari musuhnya itu.
Lalu, Shimun dengan tenang memandang Bombamen yang ternyata sudah terbang di atas sana. Dia gunakan jet yang keluar di punggungnya itu tuk melayang.
Lalu, tampak tangan Bombamen mengacung. Shimun tahu itu adalah serangan.
Sedetik kemudian. Meluncur misil yang disertai dengan misil-misil besar.
Wuuush!
Laser dan misil melesat dari Bombamen. Menuju ke arah Shimun yang berdiri di tanah itu.
Shimun bersiap tuk tiap serangannya. Dia menyilangkan tangan dan menguarkan jauh lebih besar energi sihirnya tu.
Dalam mode ini. Dia bisa gunakan sihir dan kekuatan besar. Dia kekuatan itu digabung dan menjadi kekuatan yang jauh lebih besar dari kekuatan biasanya.
"Hyaaaaa!"
Shimun tampak berteriak dan jduuuuum!
Laser dan misil sontak membuatnya terserang oleh Bombamen. Laser masih di tembakan. Semua misil juga meledak di sana.
Kini, Bombamen balik melihat ke arah Shimun. Menunggu kebangkitan Shimun.
Semuanya porak poranda.
Lalu, Bombamen melihat ke kanan. Ternyata sudah ada sosok Shimun yang masih utuh.
"Hyaaaaa!"
Dia mencoba memukul dirinya saat itu.
Jduaaar!
Bombamen menahan pukulan itu. Lalu, dia menarik dan membanting tubuh kecil itu ke tanah.
Bluuuuuuuuum!
Suara bantingan itu sangat kencang. Asap debu tercipta berkat itu. Shimun nampak masih terbaring.
'Kekuatan kita setara' batin Shimun.
Lalu, Shimun melompat. Coba menjatuhkan Bombamen dengan tendangan.
Namun, Bombamen menghindar. Dia lalu balik menyerang dengan dorongan kuat.
Shimun yang tak bisa terbang. Tampak terdorong ke depan sana. Jauh sekali dia terdorong.
Sampai dia pun merintih saat ini.
'Sialan!'
Kekuatannya meningkat saat itu dan dia berhasil lompat dan memundurkan musuhnya
Bombamen lalu terbang ke daratan. Kini, berhadapan lagi di sana.
Keduanya maju dan kini saling dorong lagi. Lagi-lagi tak ada yang menang. Bombamen terus diam dan hanya mendorong.
Shimun berteriak dan saling dorong.
'Bahkan dalam mode terkuat ini saja. Mahkluk aneh ini bisa menandingiku' batin Shimun.
Bombamen lalu membuka jetnya lagi. Shimun kaget karenanya.
'Tidak itu ...' batinnya.
Bwooosh!
Dengan pendorong di belakangnya. Dia dengan mudah mendorong Shimun ke depan sana. Shimun berusaha menahannya. Namun, dia tak bisa.
Kekuatan pendorong milik Bombamen sangat kuat.
Blaaaar!
Mereka berhasil ratakan banyak bangunan. Hingga hutan mereka belah di sana.
Blaaaar!
Kini, mereka berhenti di suatu kota lainnya. Beberapa bangunan masih utuh di tempat ini.
"Hahahahahahaha."
Tampak Shimun tertawa saat baru bangkit dari tengkurapnya barusan.
"Hahahahahahaha. Ini sangat seru ayo mulai lagi!" serunya.
Lalu blaaar!
Kembali dia di pukul untuk menjauh dari kita itu. Dia mental sampai menabrak dinding tak kasat mata itu.
Setelah itu, tampak Bombamen membuka dadanya. Ada sebuah lubang meriam.
Dia pun menembakkannya.
"Energiru Blaster!"
Jduaaaar!
Meriam itu menghantam seluruh kota yang searah dengan musuh Bombamen.
Menuju ke tempat Shimun berada. Shimun terbelalak kaget. Lalu, mencoba menahannya.
"Luar biaaaasaaaa!" teriak Shimun.
Blaaaaar!
Ledakan besar pun terjadi. Tampak sepertinya setengah pulau itu sudah musnah. Pulau itu sangat besar.
"Haaah haaah haaah."
Tampak helaan nafas seseorang terdengar. Ialah Shimun yang masih dalam keadaan sedikit terluka. Dia berhasil bertahan dari kekuatan itu.
'Dia sangat kuat. Aku tak bisa menyerangnya' batin Shimun.
Shimun masih melenguh di sana. Dia mencoba fokus pada musuhnya. Mengelap luka kecil di pipinya.
'Aku akan menyerang balik!' Batin Shimun.
Wuuush!
Shimun meluncur ke arah Bombamen dalam satu lompatan. Wajahnya terlihat sangat bersemangat untuk menang.
"Hyaaaaa!"
Shimun lalu mencoba memukul dengan dua tangannya. Namun, Bombamen menghindari. Dia lalu meluncurkan puluhan misil dari belakang dirinya.
Semua misil itu turun ke arah Shimun. Shimun lalu menghindar.
'Aku tak boleh kuras tenagaku karena menahan gempurannya' batin Shimun.
Dia pun sepertinya akan terus lari. Namun semua misil itu membelok dan mengejarnya. Shimun pun kesal.
'Sial'
Dia terus lari. Dia mengelilingi Albania dan membuat beberapa roket tertabrak oleh bidang-bidang dan objek-objek besar.
Shimun pun bisa membuat mereka hancur. Kini, dia mencari Bombamen.
Namun, Bombamen sudah berada di atasnya dan akan menembakkan laser pembunuhnya.
Laser itu ditembakkan dari kedua mata Bombamen.
Lalu di arahkan menyebar dari samping lain ke samping lainnya.
Shimun melompat ke arah atas menghindarinya.
Blaaaar!
Seluruh area yang sangat luas. Kini terbakar seperti jadi lautan api. Kini, Bombamen ganti mencari Shimun.
Ternyata Shimun sudah di atasnya dan akan menyerangnya.
Plak!
Dengan menepukkan jotosannya dengan telapak tangan.
Shimun membuat gelombang arus listrik ke arah musuh.
Bombamen lalu menahannya karna serangan itu sangat dekat. Serangan itu sepertinya tak berdampak kepada pemiliknya jika dilancarkan dari jarak mana pun.
Blaaaaar!
Ledakan tercipta. Shimun menapak lalu ...
Bombamen keluar dari ledakan dan akan menyerang Shimun. Shimun melompat ke atas dan menyerang dengan pukulan penghancurnya. Kini bentuknya jadi sangat panjang dan pipih.
Benda tu sepertinya sangat panjang.
Dengan itu dia menyerang. Mengayunkan benda panjang itu.
Hyaaaa!
Bombamen dengan cepat menghindar terbang. Dia lalu menembakkan misil dan secara mengejutkan Shimun merubah benda itu menjadi tiang besar yang berputar.
"Hyaaaaa!"
Tiang itu melindunginya. Sekaligus menarik apa pun ke arahnya untuk dihancurkan.
"Heahahahahahaha!" Shimun nampak tertawa puas.
Melihat segala hal tertarik dan dihancurkan dengan baling-baling itu.
Tampak, si besar itu mencoba bertahan. Shimun sangat puas.
Tampak perlahan dia pun tertarik.
Shimun tambah tertawa lebar.
"Huahahahahahahahah!"
Namun ....
Ngiiiiing!
"Energiru blaster!"
Secara mengejutkan. Bombamen kembali menembakkan meriam ganas itu.
Blaaaaaar!
Ledakan hebat menghancurkan segalanya. Kini Albania tampak porak poranda dan tinggal ⅛ daratan saja.
Air menggenanginya dengan mudah. Tampak Bombamen terbang ke atas. Walau daratan hancur dan kini ada banyak lava di bawah sana. Itu tak membuatnya mati karena dia bisa terbang.
Berbanding terbalik dengan sang musuh yang mungkin sudah binasa.
Wuuuush!
Semua debu perlahan hilang. Bombamen lalu melihat ke arah musuhnya yang masih hidup. Tampak orang itu kini tergeletak dengan di sekitarnya magma-magma panas.
Orang itu tak terpengaruh sepertinya. Walau dia sedikit terbakar.
Bombamen terus melihatnya tak mengalihkan pandangannya sama sekali.
Tempat Sato dan Forg.
Blaaaar!
Mereka saksikan pertarungan itu. Sato terkejut.
"Luar biasa," pendaptanya.
Forg mengangguk setuju sembari dia mengambil kopi manisnya.
Dia menyeruputnya pelan. Pria muda itu nampak kembali fokus ke depan sana.
'Akhirnya dia menggunakan kekuatan aslinya lagi. Bombamen ternyata selama ini kau sudah menahannya dalam hidupmu ya' batin Forg.
Sato kini mekuhat musuh yang masih hidup di sana. Forg juga kaget.
'Tapi musuh juga sebanding dengannya. Dia tak pernah mati sama seperti Bombamen' batinnya kesal melihat Shimun yang kini mulai bangkit.
Tempat pertarungan itu.
Shimun lalu duduk di sana. Melihat keadaan tubuhnya. Kini, kekuatan sihirnya kembali dia gunakan.
Lalu, dia pun melihat kke arah musuhnya.
"Kekuatanmu sangat hebat, aku menikmatinya," ucap Shimun pada Bombamen.
Bombamen seperti paham dan mengangguk.
Shimun lalu berbicara lagi.
"Ayo kita akhiri saja. Aku sudah bosan dan lama menunggu. Dari dulu aku ingin melawan musuh yang sebanding. Akhirnya keinginan itu terwujud sekarang ini."
"Ya, walaupun aku tak begitu menikmatinya. Tapi, kau manusia yang punya kekuatan super sekali. Aku akan mengakhirinya juga. Ayo kita mulai!" seru Shimun.
Kini, mereka kembali bertarung.
Semua gunung terpenggal dan terbelah. Mau itu dari senjata ledakan dan tubuh mereka masing-masing.
Kini, mereka berhadapan lagi dan saling menyerang dengan pukulan penuh energi. Bombamen punya energi putih sama seperti Shimun.
Blaaar!
Pukulan mereka yang saling membentur. Berhasil meratakan berbagai hal di sekitarnya.
Sato terkejut melihatnya.
'Sudah lama sekali aku tak melihat pertempuran yang sama sebanding dan kuatnya' batin Sato.
Blaaaar!
Mereka kembali adu dorong. Kini, Shimun mendorong tubuh besar itu dan melemparnya ke dalam lava panas itu.
Lalu, dirinya ikut terjun dan memukul musuhnya itu bertubi-tubi.
Bombamen terbang dan menghindarinya. Dia mendarat di tanah.
Musuh tampak muncul kini di tangannya sedikit tertempel lava.
Csssh!
Saat memukul dan terhindari. Dia pun melihat lava itu menggores sedikit baju besi itu. Walau tak memperhatikannya.
Namun, Shimun tahu. Itu adalah kelemahannya. Namun, dia tak ingin memastikannya.
Dia lalu mencoba menyerang dengan serangan kejut bertenaga sihir.
Bombamen sampai terpental ke sana kemari. Membuat Forg tegang saat melihatnya
Kini, Bombamen bangkit lagi. Dan dia menyerang musuhnya dengan laser di tangannya.
Shimun menahannya dengan baik. Lalu, tampak dia lalu melompat ke atas.
Setelah itu dia mencoba meninju orang tadi.
Blaaaar!
Tinjunya itu ternyata sangat kuat. Itu tinju yang bisa mementalkan tubuh besar Bombamen bahkan.
Jduuuum!
Bombamen menghancurkan segalanya dengan tubuh terpelanting itu. Kini, dia pun bangkit untuk kedua kalinya dari jatuh itu.
Bombamen menengok ke atas. Lagi-lagi Shimun akan meninjunya.
Dia lalu menahan dengan tangannya itu. Namun . ..
Blaaaaar!
Lagi-lagi tinju itu sangat kuat. Membuat Bombamen dan dirinya masuk ke dalam tanah begitu dalam. Lubang juga sangat lebar bahkan keliarkan air yang banyak he atas.
Bombamen dan Shimun lalu berada di dalam lubang itu. Shimun ternyata bisa menapak di atas air. Itu menjelaskan bagaimana dia bisa melompat dari dalam kawah lahar itu. Tentunya dia punya ketahanan panas.
Bombamen bersiap sedikit mundur. Shimun ambil ancang-ancang!
"Energiru blaster!"
Jduaaaar!
Dalam lubang yang tak terlalu besar itu. Energiru blaster kembali ditembakkan dari Bombamen. Dalam keadaan seperti itu. Apakah Shimun masih bisa bertahan?
Blaaaaaar!
Ledakan besar sampai membuat lubang itu melebar dan hancurnya tanah yang di sekitar mereka.
Jduuuuuuum!
Blaaaar!
Bersambung.