
episode 71
Jduaaaaam!
Kini, Dragon sudah berhadapan langsung dengan naga itu di daratan merah yang kosong.
"Aku akan mencoba menahan monster biadab! Kalian semua urus yang lain. Dan jangan lupa aku titipkan maria!"
Dragon sudah bersiap kini. Naga itu tampak akan kabur namun ada penghlang tak kasat mata di atas sana.
Trang!
Dia pun kini hanya bisa menghadapi dragon di daratan yang sepertinya bukanlah bumi. Di atas sana banyak bintang dan langit sangat gelap walau tersinari matahari.
Mungkin, sangat jauh dari sang surya itu. Dragon lalu menutup matanya. Kini, dia menarik pedang naganya itu.
"Haaaah!"
Dragon tampak mengeluarkan aura hitam yang terlihat sangat menakutkan. Berkibar-kibar menyelimutinya. Itulah dirinya yang saat dalam mode penguasa sejati!
Dia lalu menajamkan mata bak naga hitam yang kejam!
"Ayi majulah!"
Groaaaarg!
Dragon sudah masuk mode penguasa sejati!
Dragon melesat dan akan menghantamkan tebasan besarnya.
"Hyaaaaaa!"
Naga itu maju dan sepertinya akan memakannya langsung.
Groaaaaaar!
Deus tampak saling adu dorong. Lalu, keduanya imbang.
Mereka pun terbang dan saling serang dengan kekuatan mereka.
Jduag jduag jduag!
Deus marah dan mencoba hempaskan musuhnya dengan putaran ekornya.
Angin tercipta dan membuat dragon kini terhempas terbang ke arah lain.
Deus kembali maju dan akan menghantamkan kepala sampingnya.
Dragon mengusiknya dan dia tetap terpental cepat sampai ke daratan dan membuat tanah itu hancur serta membuat kawah besar.
Tak sampai situ, Deus maju dan meluncurkan banyak bola api dari raungannya itu.
Semua api itu membakar sekitar dragon.
'Cerdik juga' pikir dragon.
Deus lalu mencoba menerkam dragon yang terkepung api.
"Tapi!" seru Dragon mengecualikan.
Blaaaaar!
Sebuah ledakan api biru tercipta. Kini, dragon tampak bertahan dengan angin udara hitamnya. Dia membuat api di sekitarnya. Padam!
Groaaaarg!
Naga itu menyemburkan api sangat banyak sekali. Namun, terus menerus juga.
Groaaaarg!
Dragon menancapkan pedangnya. Dia menyebutkan jurusnya.
"Api abadi!"
Lalu, entah kenapa siluet naga menghalangi Deus dari atas sana.
Kemudian!
Wuuuush!
Tampak puluhan angin berbentuk bola pusaran itu. Tampak menghantamnya dari belakang.
Lalu, trus mengejar dan menghantam kepalanya bertubi-tubi.
Braaaak!
Naga itu bersungkur dan merusak dataran merah itu. Dragon lalu menyudahinya. Kemudian keluar dari angin hitamnya langsung.
"Hyaaaaaa!"
Kemudian membuat tebasan naga ke arah monster itu.
Blaaaaaaar!
Kepala Naga itu tampak masuk ke dalam tanah itu. Terlihat dia berusaha keluar.
Dragon menunggu kebangkitannya.
Melihat datar ke bawahnya itu. Naga tu perlahan mengeluarkan kepala segitiganya itu.
Bersamaan dengan itu sefikit api menghembus muncul di sekitarnya. Terlihat dia tampak mencari dragon.
Dia lalu mencoba menghampiri dragon sembai menyemburkan hawa dingin.
Dragon bertahan dengan angin hitamnya itu. Namun, karena itu. Dia harus menerima serangan tak terduga dari ekor naga otu.
Blaaaar!
Ekor naga itu terlapis api biru. Membuat pertahanan dragon hancur.
Namun, Dragon masih bisa bertahan. Dia menebas balik membuat gelombang yang membuat api itu tak bisa mendekatinya.
Blaaaaar!
Dragon lalu menerjang ke arah kepala naga itu. Terbang dengan begitu sangat dekat.
Naga itu lalu berputar. Dragon kini berhenti dan dia dengan cepat menggoreskan pedang yang kini sangat kuat.
Traaaang!
Naga yang berputar itu tampak terpental karenanya. Dragon lalu maju lagi, membuat suatu jalur lurus hitam.
"Hyaaaaaa!"
Namun, naga itu membuat api yang berbentuk dinding. Karena itu, dragon tak ingin menyerangnya dari depan.
Lalu, ekor naga muncul dari depan sana. Melebihi dinding dan ingin menyentuhnya juga.
Dragon gunakan angin dan gelombangnya untuk bergerak dan ambil celah yang dia buat dari anginnya.
Wuuush!
Dai lolos dan kini berada di atas kepala naga itu. Dragon menghindari semburan api biru itu lagi. Kini, dia mendarat dan gunakan tebasan gelombang
Membuat naga itu menjauh mental kedakitan. Dragon lalu menunggu naga Deus bangkit.
Naga bangkit dan akan menyerangnya. Dragon membuat angin pusaran dan menancapkan lagi pedangnya itu.
Membuat angin lain yang lebih besar dan mementalkan naga itu. Bahkan mendorong sampai di dinding itu.
"Aku akan membuat dinding spiritual. Namun, dinding itu akan memudar perlahan karena perbedaan dimensi yang ada pada dinding itu."
Lalu, tampak kini Deus masih terdorong. Angin bundar itu tampak mendorong begitu sadis. Dia masuk ke dalam mulut dan mendorong monster itu dari rahangnya.
Blaaaaar!
Monster itu tampak tersungkur keras. Angin itu menghilang
Dragon menunggu di tempat itu.
Lalu dia pun ....
Kelelahan.
Dia terengah-engah di atas menunggu kabar naga itu. Lalu, naga pun perlahan bangkit dengan erangan bangkitnya.
Groaaaarg!
Masih menunggu naga yang bangkit sangat lama.
"Haaah haaaah haaaah!"
Setelah itu, tampak dinding itu memudar seperti yang dibilang oleh Bernard. Dragon lalu merasakan kehadiran seseorang ke tempat itu.
Tap!
Terlihat wanita berambut merah. Yaitu Sherly!
"Kita bisa gantian sekarang?" tanya wanita itu. Dragon pun mengangguk.
Terlihat kini manda di monitor. Memencet keybordnya dengab kekuatan super lalu.
Tap!
Lalu, tampak dinding baru kini tercipta. Mengurung Deus dan satu orang lain. Yaitu wanita merah pengguna Diagonic. Yaitu Sherly.
Dragon sudah di luar dinding. Akan menyaksikan jalannya petarungan.
"Saat ini, di daratan bumi. Sudah hampir 40% monster sudah habis!"
Sherly tampak memandang dan mendekat monster itu yang berdiri karena masih kesakitan di trahanyanya itu.
Plak!
Sherly lalu bersiap dengan kepalan tangan bercahaya itu. Dia menepukannya dengan telapak tangan yang juga membungkus hal itu.
"Saatnya menjadi Seru!" teriak Sherly saat itu.
Kini, Deus perlahan bangkit. Dragon menonaktifkan modenya secara otomatis. Dia lalu memandang wanita itu dan Deus yang sudah mulai menyadari musynya.
Deus memandang marah ke arah Sherly.
"Aku orang yang berbeda, jadi tenanglah. Kau tak akan membuatmu kesakitan seperti itu lagi!" seru Sherly yang kini membungkus seluruh tubuhnya dengan Diagonic.
Blaaaaar!
Monster langsung menghantam tanah miliknya. Dia lalu mencoba menendang monster itu agar tersungkur.
Monster itu menghindar dengan kecepatannya. Membuat Sherly harus berguling di udara untuk ke daratan.
Lalu, dia menggunakan kekuatan diagonicnya untuk bertahan.
Tercipta pusaran angin yang mirip sepeeti yang digunakan Dragon.
"Ayo maju!" teriak Sherly.
Dragon memandang tertarik ke arah pertarungan.
Naga itu mulai maju lagi dan ingin menyebarkan ekornya yang panjang.
Blaaaaaar!
Sherly melompat dan mendarat akrobatik. Dia lalu melirik naga itu akan menyemburkan api itu.
Dia lalu dengan cepat sudah berada di atas monster itu. Dia menggunakan diagonicnya lalu memukul dengab keras.
Groaaar!
Monster tersungkur dan merusak daratan.
Tap.
Sherly lalu mendarat dan menunggu monster itu. Kini, monster itu bangkit lagi.
Sherly bersiap. Tampak, tembok terbuka dan memasukan beberap robot.
Lalu, dua robot Raiden itu. Membantu Sherly menyerang monster itu.
Bal blar blar!
Sherly lalu menyerang juga. Membuat monster itu tampak tak berdaya sekali di tempat itu.
Jduaaaam!
Kini, sebuah meriam kembali meledakkan monster itu dan sekitarnya.
Monster kini bangkit. Dua robot bantuan langsung menyerbu dan menebas tubuhnya tanpa ampun.
Kini, Sheely sudah di atasnya.
"Hyaaaaa!"
Diagonic itu memutar. Itu pukulan yang membuat pusaran angin.
Blaaaaar!
Pukulan besar itu menghancurkan daratan itu. Namun, tubuh keras itu nampaknya masih ada.
Blaaaaaar!
Tap!
Sherly dan dua robot itu napak di daratan yang sedikit masih utuh. Beberapanya sudah hancur.
Dragon perhatikan asap merah itu. Ledakan dari hasil kekuatan Sherly tadi. Seeta gabungannya dengan kekuatan pemukul yang kuat.
Wuuush!
Tak ada angin yang lewat. Mungkin ditutupi oleh pelindung dikitarnya.
Wajah Shely cukup tegang.
Pov Sherly.
Aku menatap asap merah Mars ini. Hmmm, sepertinya monster itu tak bisa mudah mati dan hancur. Saat aku menyentuhnya, kau tahu itu tak bisa dirobek dengan mudah.
Aku hanya menggunakan kekuatan Diagonic yang sma sekali acak ini. Kini, asap itu mulai sirna.
Sudah nampak monster itu yang tergelumpung dan berdenyut bergerak.
Aku menyipit. Dua bantuan robot dari Masilius cukup berguna nampaknya. Aku, jadi tak repot gunakan kekuatan Diagonic yang sangat acak ini.
Bisa saja aku tertimpa sial bukan?
Sepertinya aku akan langsung menyerang setelah ini. Aku melihat monster itu mulai mengganas lagi. Dua robot itu mulai menembak.
Sepertinya robot itu ciri khas dari robot tempur milik pria berambut hijau itu. Bernard juga berambut hijau.
Dia membuat dinding yang terbuat dari kekuatannya itu. Spiritual. Namun, manda bisa membuat dinding yang lebih efektif. Namun, dia perlu waktu berjam-jam untuk menciptakannya.
Naga itu mulai berdiri lagi. Kini, aku sudah siap dengan Diagonic lagi. Dua robot melesat cepat dan ternyata monster itu sudah menduganya.
Dia memabakrnya dengan gerakan lengan atau kakinya itu. Dia punya dua kaki di posisi atas. Nampak seperti tangan bagi manusia.
Tap tap tap tap!
Satu robot bersiap di belakang dan mendorong monster itu ke arahku. Entah karena cara apa. Aku tak melihatnya karena tertutupi tubuh monster ini.
Aku, lalu melompat ke arahnya.
Pov End.
Dragon melihat itu dan sedikit antusias. Serangan Sherly sepertinya akan telak.
Kini, Sherly sudah melompat dan dia akan gunakan pukulan mautnya itu.
"Hyaaaaaaa!"
Monster melesat lalu ...
Dragon membulatkan matanya.
Glup!
"Apa?!"
"Tidak Sherly, kau gegabah!" teriak manda di ruangannya itu.
"Apa?! Sherly tertelan musuh itu?" tanya Haik lewat earphonenya itu.
Glup!
Monster itu menganga di depannya. Namun, Sherly yang teralihkan dengan ekor monster itu yang menjuntai. Tak mampu menghindarinya.
Groaaaaarg!
Bahkan monster itu seperti mengeluarkan api ke atas. Kemungkinan ingin mengeluarkan Sherly atau membakar tubuh Sherly di dalam perutnya itu.
Groaaaaaar!
Dragon terkesiap. Lalu, panik. Terpaksa dia menghancurkan dinding itu.
Blaaaaar!
Dia melesat ke arah monster yang masih keluarkan apinya itu ke atas.
"Dasar monster biadab. Kau sudah memakan manusia bodoh!"
Dia lalu akan menyerang monster itu dengan tebasan naganya itu. Otomatis juga dia sudah masuk mode penguasa sejatinya.
"Hyaaaaa!"
Blaaaaar!
Dengan telak. Monster itu tersungkur dan sepertinya kini pemandangan yang menyeramkan terjadi.
Tampak sesuatu seperti tulang belulang manusia. Keluar terciprat begitu saja dari dalam mulut kesakitan Deus itu.
"Tidak!"
Bersambung.