Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Mencari jalan keluar!



episode 55


 Kini, Sherly membuang bebda yang dia pegang tadi. Membuat semua monster jadi heran dengan tidak jelasnya Sherly itu.


Sherly melangkah, memunggungi semua monster itu.


"Sepertinya kita terlambat yah," ucap dirinya saat ini.


Tampak, kini di depan sana. Jalan pulang itu sudah berubah dan bukan hanya terowongan saja yang ada.


Semua monster tampak baru menyadarinya.


"Benar ... kita terlambat," ucap beberapa monster tulang itu.


Manda tampak mencoba hubungi Sherly. Karena di tampilan monitornya itu. Titik merah dan beberapa titik lain. Tampak berkedip-kedip. Seakan ingin hilang.


Tuuut tuuut tuuut!


Untunglah panggilan yang diulang-ulang dari manda, berhasil masuk di alat milik wanita berambut pink itu.


Sherly terkejut. Begitu pula beberapa orang di sekitarnya.


Namun, Sherly tanggap dan mengangkat panggilan suara dari markas itu. Tak lain manda rekannya.


"Sherly, kau ada di zona yang sangat aneh. Sinyal kami akan hilang. Maka dari itu, kami tak akan bisa mendeteksi dan menghubungimu untuk memberitahu info dari markas," ucap suara manda yang terdengar tersedat-sedat lalu bunyinya juga sepertinya terdengar kacau. Mungkin sinyalnya sangat buruk. Padahal teknologi mereka terbilang anagat canggih dari teknologi buatan pada umumnya.


"Baiklah, manda. Aku mengerti!" sahut Sherly cepat. Dia tahu, bahwa sesuatu memang benar-benar kacaukan sinyal darinya dan markas pusat.


"Sepertinya tujuan kita saat ini adalah mencari jalan keluar bukan?”  tanya Sherly sembari  melihat ke depan sana.


Semua mianter itu mengangguk terhadap  pertanyaan yang dilontarkan Sherly.


Sherly yang paham. Kini, mencoba tegap menghadap ke depan sana.


"Apa kalian punya petunjuk?" tanya Sherly pastikan sesuatu.


Terlihat area itu sangat acak. Banyak jalan-jalan dan lubang terowongan yang bisa dipilih. Ada pula beberapa lubang dan terowongan yang saling terhubung satu sama lain. Itu membuat siapa pun bingung juga.


Semua monster itu pun menggeleng.


Sherly pun paham.


'Mereka sama cerobohnya dengan diriku' batin Sherly.


Kini, semua monster dan Sherly. Mulai bersiap maju. Dia pun  sepertinya akan memilih suatu rute. Lalu, dia memilih rute yang lain dari yang biasanya.


Rute itu berupa jalan panjang yang melayang di atas jalan-jalan setapak lainnya. Semua monster ikuti dirinya dengan teratur. Tak ada cahaya, namun, mereka masih bisa mendeteksi jalan itu dengan berbagai cara.


Tap tap tap tap!


Mereka semua tampak maju dengan normal. Lalu, terlihat sesuatu di depan sana.


Jalan yang mereka lewati sepertinya sangat aneh.  Kini, entah kenapa jalan itu terbelah dari arah depan sana.


Wuuush!


Semuanya tampak panik. Lalu, mereka pun melompat ambil posisi di tempat yang semuanya kini berseberangan.


Sherly terlihat di posisi samping yang lebih sedikit para monster yang mengikutinya. Beberapa monster tampak kebingungan sama seperti wanita itu.


'Sial, jalannya terbelah' batin perempuan itu kesal. Tampak jalan itu kini sudah berhenti membelah. Spertinya Sherly dan kelompoknya akan mulai maju.


Tap tap tap tap tap!


Kembali maju. Mereka nampaknya masih normal. Hingga kini mereka menggapai ke depan sana. Tampak, sangat jauh dan jalan itu seperti atap nagi jalan dan terowongan di bawahnya.


Suasana tampak sepi. Hanya pangkah dan beberapa kata instruksi yang terdengar. Kelompok itu berjalan menuju ke depan bersama-sama.


Tap tap tap tap tap!


Kini, kelompok itu sudah terlihat akan menyusuri jalan yang sepertinya akan memicu sesuatu.


Yaitu, jalan membelok. Sherly tampak berpikir sedikit sebelum semua orang melewatinya.


'Ada kelokan, ini sangat aneh. Namun, jalan dan terowongan lain juga seperti itu yang aku lihat tadi. Mereka beekelok bahkan ada pula yang buntu' pikir wanita itu.


Lalu, Sherly dan kelompoknya itu terlihat berjalan lagi  menuju ke tempat depan sana. Sedikit punya kelokan.


Namun, membuat Sherly lega. Karena jalan kembali lurus. Mereka lalu terus mengikuti tapakan itu. Kembali lagi lurus ke arah depan.


Sherly memandang ke kanan dan kiri. Menikmati perjalanannya saat ini. Monster-monster itu terus mengikuti arahan darinya.


Mereka teratur dan tak membuat ribut. Mereka sangat baik dalam hal ini.


Tap tap tap tap tap!


Kini, mereka dihadapkan pada beberapa jalan kelokan yang sepeetinya terlalu tajam. Membuat Sherly sedikit khawatir.


'Bisa saja jalan itu malah membuat kita memutar-mutar tak jelas atau kembali ke arah yang salah' batin sherly tak tenang.


Namun, dia memutuskan untuk melaju. Karena jika terus berhenti. Mereka semua tak akan sampai ke tujuan awal.


Tap tap tap tap!


Mereka berjalan riang di dalam itu. Kelokan-kelokan tajam dan banyak sekali. Terlihat, mereka semua masih bersama-sama.


Berjalan di tapakan itu. Menuju ke depan sana. Mengikuti arah dari jalan dua tapak ini. Sherly menatap jeli semua belokan yang dia temui.


Beberapa belokan seperti membentuk jalur ular. Lalu, yang paling dia takutkan ialah. Satu kelokan yang memutar.


Namun, dia tahu. Jalan itu sepertinya masih menuju ke depan sana. Bukan kembali lagi ke tempat awal.


Tap tap tap tap!


Mereka melangkah dengan tenang. Suasana gelap dan bunyi dengung dan gema dari tapak kaki mereka. Tempat itu juga sepertinya luas.


Sherly melirik-lirik sekitarnya. Sepertinya tak ada yang mencurigakan. Monster-monster terus maju tuk mempercepat langkah.


Mereka sangat teratur dan saling tabrak. Jalan mereka mempunyai tempo yang sama. Sherly yang paling depan nampaknya dengan mudah melihat di depan sana.


Dia lega. Karena kini, jalan lurus kenbali yang dia lihatnya.


Tap tap tap tap tap!


Tak juga bergaung. Kini, mereka masih mencoba melewati rute itu. Sherly kini melihat keadaan lain di depan sana.


Mereka tampak nelihatnya setelah Sherly memutuskan untuk berhenti sesaat.


Tampak. Jalan mereka seperti terpisah satu sama lain dengan belokan yang saling berlawanan.


Sherly terlihat berpikir. Dia lalu mencoba melihat jarak antar tapak yang terbagi tadi. Ternyata di bagian ujung sana. Tak terlalu renggang.


Dia lun putuskan untuk memineahkan semua monster untuk berada di satu tapakan saja.


Dia dengan mudah memindahkannya. Kini, kelompok itu bersatu di satu tanah yang sama.


Mereka lalu melaju lagi. Membelok bahkan kini, memasuki suatu lorong setelah belokan tadi.


Sherly sedikit kaget. Karena lorong ini mengingatkan pada jalan yang sebelumnya.


Matanya terus meneliti ke sana kemari. Dia menapak lalu setelah beberapa saat.


Dia pun merasakan suatu seperti de javu. Dia lalu mencoba melihat ke bawah. Daratan itu tampak landai dan terjal seperti yang dia pikirkan.


Dia sedikit tercengang. Namun, dia belum cukup percaya pada satu kata yang terlintas di pikirannya.


Dia terus melangkah tanpa kata.


Tap tap tap rap tap!


Beberapa monster mungkin punya ingatan yang buruk. Semua monster tampak mengikuti jalan bersama Sherly yang memimpin.


Tap tap tap tap tap!


Lama mereka berjalan. Kini, Sherly sedikit menyadari sesuatu. Dia pun terkejut.


"Woaaaaaa!"


Mereka semua berseru. Sepertinya mereka tampaj ditarik ke depan sana. Namun, tiba-tiba arah gerakan mereka sangat acak.


Semuanya berteriak kaget.


Setelah itu. Semua monster berhenti. Lalu, beberapa monster tampak penasaran. Karena mereka sudah berada di tempat yang sama. Terowongan sempit.


Tampak, Sherly kini menuding sesuatu. Terlihat ada batu kerikil di sana.


Lalu, semua orang kini memandang Sherly yang hampiri baru kerikil yang ditunjuk wanita itu.


Sherly lalu mengambilnya. Setelah itu, melihat ke sisi bawah dari batu itu. Dia mengusap sisi itu yang dipenuhi tanah yang menempel beserta debu.


Srak srak srak!


Tampak kini, setelah semuanya bersih.


"Kalian tahu? Batu ini. Adalah batu yang waktu itu kuambil," jelas Sherly dengan nada terkejut juga.


Semua monster kaget.


"Ba-bagaimana bisa?" tanya beberapa monster.


"Mungkin, kita memilih rute yang salah. Kemungkinan kita kembali ke titik awal," jawab Sherly dengan spekulasinya.


Semua monster itu berseru mendengarnya. Terlihat, mereka semua tampak sangat kaget. Di mana mereka sepertinya kembali ke titik awal tadi.


Lalu, tampak semua orang itu masih diam berdiri. Kini, Sherly kembali melempar kerikil itu ke tanah.


Plak!


Lalu, dia maju ke depan di jalan setapak itu.


"Cara satu-satunya adalah mencoba rute lainnya," ujarnya saat itu.


Semua monster mengangguk terhadapnya. Kini, satu perkumpulan yang terdiri dari manusia dan monster itu. Memulia perjalanan mereka untuk dua kalinya.


Kini, kumpulan itu sudah sampai di tempat yang di dalamnya ada banyak puluhan jalur itu. Sherly tampak berpikir.


"Kita harus coba satu persatu?" tanya salah satu monster. Menuangkan idenya.


Sherly seketika mengangguk.


"Ya, benar!"


Kini, mereka ke jalan paling bawah. Yaitu terowongan yang sedikiit lebih besar.


Tap tap tap tap tap!


Mereka tampak memasukinya bersama. Lembab dan aura seperti gua-gua pada umumnya. Sherly memimpin. Dia mencium beberapa aroma dari hidung mancungnya itu.


'Bau gua ini sedikit berbeda' batin Sherly.


Mereka terus melaju lewati gua yang lebar tadi. Sepertinya tak ada jalan lain lagi selain lurus dan mengarah ke depan sana.


Kini, mereka masih berjalan sudah beberapa lama di tempat itu. Sherly melihat ke sekitar dirinya dan monster itu.


Tap tap tap tap tap.


Beberapa monster tampak melihat beberapa hal juga. Namun, mereka tak melihat ada hal-hal janggal. Mereka berjalan di jalan itu. Semuanya tak ada yang berbicara.


Hanya suara tapakan kaki dari kelompok besar ini. Sherly memandang keras ke sana ke mari. Pasalnya ternyata ruangan itu sangat gelap.


Lalu, sepertinya suhu di sekitarnya begitu berubah drastis. Sramu monster tak menyadarinya. Mungkin tak punya kulit. Mereka berjalan tenang.


Sherly nampak tengah melihat dengan sedikit gosokan tangannya itu. Bahunya juga dia sentuh. Mungkin Sherly sangat kedinginan di dalam sana.


Tap tap tap tap tap.


Sherly masih terlihat menggosok-gosok tangannya itu. Terlihat, mereka semua terus berjalan ke depan sana.


Tap tap tap tap tap!


Langkah mereka tak henti-hentinya. Terus menuju ke depan mereka semua. Sherly tak memikirkan hal lainnya lagi. Namun, dia sedikit rasakan perubahan suhu yang semakin lama sangat drastis ini. Perubahan suhu yang membuatnya kedinginan.


Bersambung.