Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Penelusuran.



Episode 95


Sato berdiri. Menaruh mic dan earphonenya. Mematikan handponenya. Lalu berjalan masuki sebuah koridor ruangan.


 


Tap tap tap tap!


 


Sato memakai kaus santai. Di sebuah tempat yang nampaknya bagian dari mall besar itu. Mall itu berdiri mewah.


 


Tap tap tap tap!


 


Ibu dari Rey Thornatum dari keluarganya itu. Tampak berjalan lalu memasuki sebuah lift. Sato kemudian berjalan cepat menuju tangga.


 


Dia lalu melihat jam tangan detektifnya. Yang mana melihat dan mendeteksi pergerakan targetnya saat ini. Dia bergumam sambil menaiki tangga itu.


 


Tap tap tap tap!


 


Ibu Rey sendiri tampak terus berjalan ke depan. Dua tak mencurigai sama sekali ke sekitarnya. Hingga dia pun tampak sampai di sebuah pintu. Lalu, dia seperti melakukan hal aneh terlebih dahulu.


 


‘Apa yang dia lakukan?’ Batin Sato yang mengintip dari tempat yang aman.


 


‘Dua seperti melakukan pemujaan’ batinnya bertanya.


 


Setelah itu Sato dibuat terbelalak. Ibu itu tampak masuk ke dalam sana. Lalu dari dalam sana muncul sinar dan ibu itu lalu menutup pintunya


 


Kini Sato pun mendekat. Namun, arlojinya berkedip. Dia membelalak.


 


‘Ada apa ini?’ batinnya.


 


Melihat sebuah gambar titik tempat ibu itu berubah-ubah di sana.


 


Lalu, Sato pun memberanikan diri mencoba membuka pintu itu. Lalu, akhirnya.


 


Blam!


 


Sato tampak pulang dengan frustrasi. Lalu, dia pun menuturkan perkara itu pada megamu.


 


“Sayang sekali, mereka ternyata sangatlah hati-hati,” ujar megamu dalam bentuk roh yang bersemayam di tubuh sahabatnya. Entah bagaimana bisa.


 


‘Sialan’ batin Sato kesal. Dia seperti menumpuk amarahnya akhir-akhir ini.


 


Tap!


 


Kemudian dia berdiri.


 


“Kita atur rencana B!” ucapnya tegas. Sau temannya tampak mendukung.


 


Malamnya Sato kembali beraksi. Dia mendatangi tempat itu tuk lakukan sesuatu pada pintunya.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Di sisi lain. Fernie tampak menunggu di suatu tempat. Lalu dia pun nmelihat target yakni ibu Rey ini. Dia sepertinya akan keluar.


 


“Sato, target keluar! Dia belum terkonfirmasi akan ke mana,” lapor Fernie.


 


“Baik F tetap pantau dia!”


 


Sato kembali lakuan sesuatu dengan pintu itu. Sepertinya memasangkan sesuatu. Lalu, dia pun lekas kembali.


 


Ibu itu ternyata menuju tempat tadi. Beberapa saat Sato berpapasan. Untunglah ibu itu tak sadar. Dia mungkin gugup dan tak terlalu memikirkan sekitarnya.


 


Sato menatap punggung orang itu. Setelah itu. Ibu itu tampak memasuki pintu itu. Lalu, dia pun masuk seperti biasa.


 


Sato lalu kembali. Dan jembali temukan ibu itu tak  ada. Dia berdecak  kesal.


 


‘Sialan, hal ini  gagal  juga’ batinnya kesal.


 


“Baiklah, sekarang  rencana C!”


 


Sato tampak mengikuti ibu itu untuk ke dalam sana. Lalu, di mall itu. Sayugo tampak sufah siap dengan berpakaian pegawai di sana.


 


Sato menghubungi Sayugo.


 


”Bersiaplah, target  akan datang!”


 


Sayugo hanya mengangguk.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Ibu itu memasuki mall itu. Lalu, menaiki lift hingga tampak dia memasuki pintu itu.


 


Cling!


 


Lalu, Sato pun membuka pintu itu. Di sana  terdapat Sayugo yang sedang  menyamar dan bersih-bersih. Sementara ibu Rey itu. Tidak ada dan  hilang entah ke mana.


 


‘Sialan, hal ini  gagal juga’  batin Sato  kesal.


 


Sampai ke beberapa rencana. Sato pun masih belum  berhasil membuat kemajuan.


 


Hingga Rey pun ingin membantunya.


 


“Bagaimana jika aku yang mengikutinya saja?”  ujar  Rey. Sepertinya khawatir pada  usaha gagal  Sato.


 


“Apa kau tak keberatan?” tanya Sato.


 


Rey meneguk  ludahnya.  Lalu, dia ingin berkata.  Namun ....


 


“Tidak usah Sato! Aku punya cara lain agar kau bisa ikut masuk ke dalam sarang mereka!” ujar megamu tiba-tiba.


 


Semua menoleh kaget.


 


“Saat ini. Kekuatan sihir mereka pasti melemah. Dan bendungan ilusi yang mereka pasang pasti tak akan kuat!”


 


‘Mereka melemah karena insiden kemarin. Butuh waktu lama untuk pulih lagi.’


 


“Sebenarnya, posisi mereka bisa terlacak Sato! Kau hanya butuh mengaktifkan karmamu saja! Seperti saat kau bisa temukan kami!” ujar megamu.


 


Sato pun ingat hal itu. Di mana dia bisa lihat jejak sihir dan mengarah ke mana.


 


“Apa waktu itu mereka juga gunakan sihir semacam ini?” tanya Sato bingung.


 


“Benar!”


 


Sato pun paham.


 


“Lalu, bagaimana caranya?” tanya Rey yang bingung. Dia tak tahu apa yang direncanakan itu.


 


“Waktu itu aku bisa mengaktifkan itu. Mungkin karena merasa terancam. Sebab semua kawanku diculik mereka tiba-tiba,” gumam Sato.


 


Rey tampak bergumam berpikir.


 


“Kalau begitu biarlah aku terculik juga!” ujar Rey. Sepertinya dia memang berniat membantu.


 


“Tidak Rey, kau itu  lebih baik di sini saja,” pangkas Sato.


 


Rey menatap yakin pada semuanya.


 


“Tak apa! Aku rela ini terjadi!  Aku akan membuat kalian sukses dalam misi ini! Aku juga berhutang budi pada kalian semua,” ujar Rey yakin.


 


Sato diam membisu.


 


“Sepertinya tak ada cara lain Sato! Jika tiba-tiba kau dan Fernie yang maju. Penyamaran kita pasti akan yrrbongkar bukan?” bisik Sayugo ke telinga Sato.


 


Sato masih tak rela.


 


“Baiklah! Mulai sekarang kau adalah agenku. Kodemu adalah R!”


 


Lalu, hari itu pun berlalu.


 


 


Tap tap tap tap!


 


Rey tampak mengikuti ibunya secara biasa dari belakang.


 


“R kepada markas. Aku sudah  di tempat yang ditentukan!” lapornya pada monitor kecil  di jam tangannya itu.


 


“Baik, segera lakukan sesuai prosedur kerja!” balas seorang dari monitornya itu.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Rey tampak berjalan. Lalu, dia melihat ibunya itu akan memasuki sebuah tempat. Lantas dia pun mencekal tangan ibunya. Ibunya tampak heran.


 


“Rey!” ucapnya terlihat marah. Rey juga menatap marah.


 


“Apa yang ibu lakukan? Apakah menemui mereka lagi?” tanya Rey dengan amarahnya.


 


“Sialan! Kau tak takut ya! Sekarang ini! Saat kau menyentuhku! Orang-orang  itu sudah tahu kau mencoba menghentikan mereka!” jawab wanita itu. Mengancamnya.


 


Rey tampak tak peduli.


 


“Kalau begitu, bawa aku saja. Itu mudah  bukan?” ujar Rey.


 


Ibunya menatap heran.


 


“Kau ingin  mati lebih dulu  dari ayahmu  rupanya! Tapi baiklah!”


 


Tanpa rasa curiga lebih mendalam.  Ibu Rey ini menuntun anaknya untuk masuki sebuah portal sihir di pintu itu.


 


Cling!


 


Seseorang tampak melihat itu. Dia memakai pakaian serba hitam. Lalu dia pun tampak kembali.


 


Tap tap tap tap!


 


Rey tampak berjalan ke dalam tempat itu.  Di sana hanya dipenuhi cahaya sihir. Setelah lewat beberapa saat. Mereka pun sampai ke sebuah tempat. Yang dipenuhi banyak sekali klan Onpipan.


 


“Maaf, kali ini aku membawa orang lain! Dia mendesakku!” ucap ibu Rey patuh padam mereka.


 


Rey hanya bisa menatap mereka dengan  amarah. Dia sudah muak melihat mereka semua.


 


“Bagaimana bisa kalian semua bebas seperti ini?” tanya Rey.


 


“Kami bergabung dengan organisasi besar yang melawan  kebenaran. Lalu, mereka berikan kami kompensasi sebagai bagian dari mereka,” jawab satu Onpipan yang tengah meminum Wine.


 


“Jadi  begitu rupanya!” geram Rey.


 


Tap!


 


Orang yang tadi ternyata adalah Sato. Dia melepas kaca mata hitamnya. Lalu, tampak  matanya aktif karena suatu sihir yang bergejolak di dadanya.


 


Deg!


 


Terlihat Sato pun seperti memasuki sebuah dimensi sihir lain. Di sana dia  melihat dan merasakan banyak orang-orang yang sedang bergembira. Berkumpul dan berpesta.


 


Kepalanya pusing. Dia pun akan ambruk. Tapi, dia bertahan  sebaik mungkin untuk berdiri lagi.


 


Lalu, dia pun lekas menuju teman-temannya yang  menunggu. Bahkan sudah ada Chintya.


 


“Sato kau temukan mereka?” tanya megamu.


 


Sato  menatap mereka. Lalu, mengangguk singkat!


 


Tap tap tap tap!


 


Mereka pergi menuju ke luar negeri. Tidak  diketahui. Tampak sepertinya di daratan yang kosong. Mereka laluu memasuki mobil off road milik Chintya.


 


Brrrrrm!


 


Mereka terus melaju menyusuri koordinat yang dimaksud Sato.


 


‘Sebentar lagi’ batin Chintya yang mengemudi itu.


 


“Aku sudah memberitahukan pada markas juga. Bahwa Onpipan ini masih berada di bumi!” ujar Chintya senang.


 


“Apa mereka harus pergi dari sini?” tanya Sato.


 


“Benar!”


 


Brrrrrrm!


 


Mereka pun sampai ke sebuah tempat yang sepertinya adalah  bangunan besar. Mereka takjub di sana laku keluar dari mobil.


 


“Bagaimana bisa ada bangunan mewah di tempat terlarang ini?” tanya Sayugo.


 


“Ya! Bahkan, kami tak bisa  mendeteksinya!” timpal Chintya.


 


‘Sepertinya mereka gunakan sihir yang sama seperti yang digunakan oleh Sayfull’ batin Sato.


 


Tap tap tap tap!


 


Mereka pun masuki tempat itu   namun ada gerombolan orang yang muncuul di depannya tiba-tiba.


 


“Sialan!”


 


Chintya maju dan gunakan greynya. Memunculkan pelindung transparan melindungi semuanya. Orang-orang itu tampak bukanlahh penyihir. Hanya orang-orang biasa yang sepertinya disewa Onpipan  ini.


 


Trang! Trang! Trang!


 


Dengan cepat mereka bisa dilumpuhkan oleh Chintya. Lalu, mereka pun berhasil dobrak tempat  itu. Di dalam sana masih belum ada orang.


 


Lalu, mereka pun melangkah ke  atas. Namun, naas Sayugo yang berada di paling belakang. Tertarik seaiatu. Lalu menghilang  dari pandangan mereka. Sato mencoba menolongnya.


 


“Sayugo!”


 


Dia pun terpaksa gunakan karmanya itu.


 


Blaaaar!


 


Bangunan itu pun sepertinya kena imbasnya. Lalu, orang-orang Onpipan bersama dengan  Rey. Yang sepertinya tengah merencanakan sesuatu itu. Tampak merasakan getaran hebat di tempat mereka.


 


“Ada apa ini?!” tanya orang-orang Onpipan  itu.


 


Grrrrrrrr!


 


Lalu, seseorang tampak gunakan sihir agar semuanya berhenti.


 


Lalu, dari sebuah lorong. Tampak terdengar langkah kaki. Mereka membiarkannya. Mungkin mengira mereka adalah orang-orrang yang akan melaporkan  hal itu.


 


Lalu,


 


Tap!


 


Mata Rey  berbinar. Itu adalahh Sato dan yang lainnya. Namun, Sato tak sendirian. Dari belakang mereka muncul seseorang dengan pakaian yang tak biasa.


 


“Kami adalah organisasi pelindung bumi! Onpipan! Kalian semua sudah melanggar janji! Seharusnya kalian semua tak ada di bumi ini!” ucap seseorang dengan kacamata birunya. Yam!


 


Lalu, seorang wanita yang juga bersamanya menatap tajam pada kumpulan Onpipan yang masih di sana.


 


“Bukankah mereka masih boleh di bumi. Asal tak mengacau?” tanya Rey. Dia yang  juga beritahukan itu pada Sato.


 


“Ya benar! Namun, itu syarat kepada masyarakat umum saja. Untuk syarat dengabb organisasi kami! Mereka harus tak ada di bumi ini!” jawab Vinita dingin. Wanita itu kini berambut merah.


 


Bersambung.